Preloader
PGI.OR.ID

Alamat

Jalan Salemba Raya No. 10
Jakarta Pusat (10430)

Hotline

021-3150451

021-3150455

021-3908118-20

Alamat Email

mailto:info@pgi.or.id

Lokakarya Media di Papua Ditutup, Pemuda Gereja Didorong Produksi Informasi secara Mandiri

Thumbnail
Author

admin

19 Sep 2026 09:27

Share:

JAYAPURA,PGI.OR.ID — Lokakarya Dialog dan Media untuk Keadilan dan Perdamaian di Papua resmi ditutup di Jayapura, Rabu (16/9/2026), setelah berlangsung selama tiga hari, 14–16 September 2026. Kegiatan ini mendorong orang muda gereja untuk memanfaatkan media digital sebagai ruang advokasi, dialog, dan kampanye bagi keadilan dan perdamaian di Tanah Papua.

Lokakarya yang diselenggarakan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) melalui Biro Pemuda dan Remaja (BPR) bersama PGIW Papua ini memberikan pembekalan kepada peserta mengenai pengembangan narasi, penulisan naskah, pengambilan gambar, hingga dasar-dasar penyuntingan audiovisual.

Kepala Biro Pemuda dan Remaja PGI, Pdt. Rosiana Purnomo, mengatakan lokakarya tersebut dirancang agar orang muda gereja, khususnya mereka yang berasal dari gereja-gereja pendiri HONAI, memiliki kemampuan untuk menggunakan media digital sebagai sarana advokasi.

“Advokasi bisa dilakukan melalui media-media digital, terutama melalui sosial media mereka. Maka melalui pelatihan ini, mereka diberikan keterampilan tentang mengembangkan narasi, menjadi naskah, lalu menerapkan dasar-dasar atau pengetahuan tentang pengambilan gambar dan juga editing,” ujar Rosi. 

Menurutnya, keterampilan tersebut diharapkan dapat diterapkan peserta setelah kembali ke daerah dan gereja masing-masing. Mereka dapat mendokumentasikan berbagai persoalan di lingkungan sekitar sekaligus menyebarluaskan kampanye advokasi mengenai keadilan dan perdamaian di Tanah Papua melalui media sosial.

Lokakarya ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang berkelindan dengan peluncuran HONAI (Humanitarian Outreach to Need Assistance Initiative) yang berlangsung pada Selasa (15/9/2026). Kehadiran HONAI menjadi salah satu konteks penting bagi peserta untuk melihat bagaimana komunikasi dan media dapat mendukung kerja-kerja kemanusiaan, advokasi, dan perdamaian.

Memproduksi Informasi dari Papua

Narasumber lokakarya dari Watchdoc, Ari Trismana, menilai keterampilan produksi audiovisual penting untuk mendorong anak muda di Papua memproduksi informasi mengenai peristiwa yang terjadi di sekitar mereka secara mandiri. Ia mengatakan, selama ini banyak peristiwa di Papua yang informasinya tidak selalu muncul ke ruang publik karena keterbatasan pemberitaan media.

“Harapannya, kawan-kawan di Papua, terutama anak muda, juga bisa memproduksi informasi, berita-berita, kejadian-kejadian di sekitar mereka secara mandiri,” kata Ari.

Menurut Ari, kemampuan memproduksi dan mendistribusikan informasi secara baik dan benar dapat menjadi bagian dari upaya mendukung proses perdamaian di Papua.

“Ini sangat relevan buat kawan-kawan pemuda di Papua. Harapannya, pengetahuan memproduksi informasi dengan baik, dengan benar, kemudian bisa mendistribusikannya, juga bisa jadi bagian yang mendukung upaya proses perdamaian terjadi di Papua,” ujarnya.

Karena itu, peserta tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga diajak memahami pentingnya ketepatan informasi, konteks, serta tanggung jawab dalam memproduksi dan menyebarkan konten di ruang digital.

Sementara itu saat menutup lokakarya, Kepala Sekretariat Sinode GKI-TP, Pdt. Willem Rumbiak, menegaskan bahwa pemuda gereja memiliki tanggung jawab besar untuk menggunakan media secara arif dan bijak dalam membangun budaya damai.

“Ini pekerjaan besar kita untuk mengembangkan kondisi seperti ini dengan menggunakan media secara arif dan bijak. Bagaimana hari ini kita bisa membangun budaya damai, sehingga kita dapat memproduksi lebih banyak konten-konten yang membangun perdamaian dan keadilan sosial,” ujarnya.

Menurut Pdt. Willem, perkembangan media digital menuntut gereja dan pemuda gereja untuk terus beradaptasi. Media memiliki kemampuan untuk mempercepat penyebaran informasi sekaligus membentuk ruang percakapan publik.

“Saya tahu kita tidak bisa lagi menggunakan media seperti hari kemarin, karena media ini juga yang bisa mempercepat. Tentu ini menjadi tugas besar kita sebagai pemuda gereja untuk memanfaatkan media sebagai ruang dialog publik yang aman, inklusif, dan transformatif,” katanya mengakhiri sambutan.

Penutupan lokakarya sekaligus menjadi awal dari kerja lanjutan. Dari ruang belajar bersama di Jayapura, para pemuda gereja didorong untuk terus menggunakan media secara kreatif, kritis, arif, dan bertanggung jawab, bukan sekadar untuk menyampaikan suara, tetapi juga untuk mendengar, membuka dialog, dan merawat budaya damai di Tanah Papua. (NA)

Berikan Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *

Komentar *
Nama Lengkap *
Email *
Website
(optional)

Berita & Peristiwa
Lokakarya Media di Papua Ditutup, Pemuda Gereja Didorong Produksi Info...
by admin 19 Sep 2026 09:27

JAYAPURA,PGI.OR.ID — Lokakarya Dialog dan Media untuk Keadilan dan Perdamaian di Papua resmi ditutup di Jaya...

PGI Bersama KP2MI Gelar Edukasi Program SMK Go Global dan Migrasi Ama...
by admin 18 Sep 2026 22:12

JAKARTA,PGI.OR.ID-Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) bersama Kementrian Perlindungan Pekerja Migran ...

Ketum PGI Apresiasi Rekonsiliasi GMIH dan Persaudaraan Lintas Iman Mal...
by admin 18 Sep 2026 21:15

TERNATE, PGI.OR.ID — Penyelenggaraan Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia ...