Webinar Antisipasi dan Mitigasi Krisis Global, Ketum PGI: Ciptakan Ketahanan Keluarga, bukan Kepanikan
admin
20 May 2026 15:37
JAKARTA,PGI.OR.ID-Dunia sedang dilanda krisis global. Di tengah situasi ini peran gereja dituntut untuk menciptakan ketahanan keluarga, bukan kepanikan. Hal tersebut ditegaskan Ketua Umum PGI Pdt. Jacklevyn Fritz manuputty dalam webinar terbatas bertajuk Antisipasi dan Mitigasi Krisis Global, di Grha Oikoumene, Jakarta, pada Selasa (19/5/2025).
Lebih jauh dia menjelaskan, keluarga menjadi pihak pertama yang merasakan dampak krisis, bahkan sebelum negara atau lembaga besar mampu merespons sepenuhnya. Tanda-tanda krisis hadir dalam kehidupan sehari-hari keluarga, seperti krisis pangan, harga bahan pokok, energi, BBM semakin mahal, gangguan distribusi barang, kesehatan dan perobahan iklim, serta konflik geopolitik global.

Sebab itu, gereja memiliki peran di tengah krisis keluarga, pertama, meneguhkan iman. Gereja menegaskan keluarga sebagai gereja kecil, ruang pertama pembentukan iman di mana firman dibaca dan kasih dipraktikkan. Kedua, sebagai pusat pemulihan. Gereja hadir bukan untuk menghakimi, tetapi mendengarkan, merangkul, dan memulihkan keluarga yang terluka melalui konseling pastoral.
Ketiga, literasi krisis. Gereja membantu keluarga mengelola pangan, energi, keuangan, kesehatan, dan informasi secara bijak sesuai firman Tuhan. Keempat, komunitas solidaritas. Melalui kelompok kecil dan persekutuan doa, jemaat saling berbagi beban, menguatkan dan saling menolong satu sama lain.
Selain itu, Gereja juga perlu melindungi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, perempuan dan penyandang disabilitas. “Panggilan profetis gereja adalah membela anak-anak yang mengalami kekerasan, melindungi perempuan yang tidak terlindungi, memperhatikan lansia yang terabaikan, bersuara untuk keluarga yang terhimpit ketidakadilan struktural, serta membentuk generasi yang kuat, bijaksana, dan berakar dalam Kristus. Gereja tidak hanya mengajar tentang Kristus, tetapi menghadirkan Kristus melalui kehidupan sehari-hari,” tandasnya.
Di akhir paparannya, Pdt. Jacky Manuputty menegaskan bahwa di tengah badai umat Tuhan harus tetap berdiri teguh. Dalam rumah-rumah yang setia, Tuhan membangun jemaat yang tangguh, dan dari jemaat yang tangguh, Tuhan menghadirkan harapan bagi dunia yang terluka.

Hal senada juga disampaikan Dr. Andi Widjajanto. Menurutnya gereja harus menjadi komunitas yang siap menghadapi segala sesuatu, sehingga dapat lebih tenang, bahkan ketika menghadapi situasi terburuk sekalipun. “Menurut saya PGI harus menyiapkan tim delta, atau apapun namanya, disiapkan untuk menghadapi krisis, dan perlu ditekankan PGI ke semua warga yaitu toleransi,” tandasnya.
Webinar yang diikuti oleh para pimpinan gereja ini, merupakan bagian strategis dari upaya penguatan kapasitas gereja dalam menghadapi krisis global yang semakin kompleks, multidimensional, dan penuh ketidakpastian. Diharapkan kegiatan menjadi pijakan strategis bagi gereja-gereja anggota PGI dalam merancang kebijakan, pelayanan, dan respons sosial yang tangguh, adil, adaptif, dan berkelanjutan di tengah dinamika krisis global yang terus berkembang. Kerangka acuan ini disusun untuk menjadi panduan pelaksanaannya.
Pada kesempatan itu, PGI melaunching Buku Panduan Praktis Ketahanan Keluarga Menghadapi Krisis. (MS)
Berikan Komentar
Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *
Berita & Peristiwa
Webinar Antisipasi dan Mitigasi Krisis Global, Ketum PGI: Ciptakan Ket...
JAKARTA,PGI.OR.ID-Dunia sedang dilanda krisis global. Di tengah situasi ini peran gereja dituntut untuk mencip...
Sukses Pertahankan Disertasi, Sekum PGI Pdt. Dr. Darwin Darmawan Raih ...
JAKARTA,PGI.OR.ID-Keluarga besar Salemba Raya 10 dan gereja-gereja di Indonesia patut bersyukur sebab di tenga...
Silaturahmi HFI ke PGI Singgung Gerakan Rumah Ibadat Tangguh Bencana
JAKARTA,PGI.OR.ID-Ketua Umum Humanitarian Forum Indonesia (HFI), Romi Ardiansah, didampingi beberapa pengurus...

