Preloader
PGI.OR.ID

Alamat

Jalan Salemba Raya No. 10
Jakarta Pusat (10430)

Hotline

021-3150451

021-3150455

021-3908118-20

Alamat Email

mailto:info@pgi.or.id

Hadiri Sidang Tahunan KWI, PGI Serukan Semangat Oikoumenisme untuk Merawat Rumah Bersama

Thumbnail
Author

admin

04 Nov 2026 13:39

Share:

JAKARTA, PGI.OR.ID – Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Darwin Darmawan, bersama Sekretaris Eksekutif Bidang Keesaan dan Pembaruan Gereja PGI, Pdt. Mezisita Herlina, menghadiri pembukaan Sidang Tahunan II Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Rabu (4/11/2026), di Henry Soetio Hall, Kantor KWI, Jakarta.

Sidang yang berlangsung pada 4–10 November 2026 ini mengusung tema “Membangun Ekonomi dan Rumah Bersama yang Berkelanjutan.” Persidangan dihadiri 34 uskup aktif, empat uskup emeritus, dua vikaris jenderal keuskupan, serta 26 sekretaris dan kepala komisi, lembaga, maupun departemen KWI.

Dalam sambutannya, Pdt. Darwin Darmawan mengapresiasi tema persidangan yang dinilainya relevan dengan berbagai persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia, khususnya tantangan membangun kesejahteraan tanpa mengorbankan manusia dan lingkungan.

Menurutnya, investasi, hilirisasi, dan pembangunan infrastruktur merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kesejahteraan. Meski demikian, berbagai capaian ekonomi perlu dilihat bersama kenyataan yang masih dihadapi masyarakat. Petani kehilangan tanah, masyarakat adat semakin terdesak dari ruang hidupnya, sementara banyak keluarga masih kesulitan memenuhi kebutuhan mendasar. Kerusakan hutan, pencemaran sungai, dan bencana ekologis juga terus mengancam kehidupan.

Kondisi tersebut, menurut Pdt. Darwin, mengundang pertanyaan mendasar: untuk siapa sesungguhnya ekonomi dibangun, dan apakah pertumbuhan yang dicapai benar-benar menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi semua orang?

Ia menilai egosentrisme merupakan salah satu akar spiritual dari berbagai krisis ekonomi, sosial, dan ekologis. Ketika manusia menempatkan kepentingannya sendiri sebagai pusat segala sesuatu, alam cenderung diperlakukan sebagai sumber daya untuk dieksploitasi, sementara sesama manusia dinilai berdasarkan manfaat ekonominya.

Kecenderungan tersebut, ketika menjelma dalam sistem ekonomi dan politik, dapat melahirkan ketidakadilan yang dianggap sebagai sesuatu yang wajar.

Karena itu, pembenahan sistem ekonomi dan politik perlu disertai pertobatan spiritual yang mengubah cara manusia memandang dirinya, sesama, dan seluruh ciptaan.

Pdt. Darwin juga merujuk pada ensiklik Laudato Si dari Paus Fransiskus yang mengingatkan bahwa jeritan bumi dan jeritan orang miskin saling berkaitan. Pesan tersebut memperlihatkan eratnya hubungan antara kerusakan ekologis dan ketidakadilan sosial.

Oikoumenisme sebagai Jalan Merawat Kehidupan

Menanggapi berbagai persoalan tersebut, Pdt, Darwin menekankan pentingnya menghidupi kembali semangat oikoumenisme.

Istilah oikoumene merujuk pada dunia yang didiami bersama. Dalam kehidupan gereja, oikoumenisme mengajak umat Kristen melampaui sekat denominasi dan kepentingan kelembagaan untuk menemukan kesatuan panggilan sebagai tubuh Kristus.

Semangat ini sekaligus mengajak manusia keluar dari keterpusatan pada diri sendiri dan menyadari bahwa kehidupan setiap orang saling terhubung dengan sesama serta seluruh ciptaan.

Mengacu pada Filipi 2:4–5, Pdt. Darwin mengingatkan pentingnya memperhatikan kepentingan orang lain dan meneladani Kristus yang memperlihatkan jalan pengosongan diri (kenosis), kerendahan hati, dan kasih.

Dalam kaitan itu, ia memperkenalkan spiritualitas ugahari yang terus dikembangkan PGI, yakni kesediaan hidup dalam kecukupan, menyadari batas, dan berbagi dengan sesama. Spiritualitas ini sejalan dengan panggilan pertobatan ekologis dalam Laudato Si’.

Pdt. Darwin berharap persaudaraan PGI dan KWI semakin diwujudkan melalui kerja bersama dalam memperjuangkan keadilan sosial, melindungi kelompok rentan, merawat lingkungan, serta memperkuat solidaritas di tengah masyarakat majemuk.

“Kesaksian oikoumenis akan semakin bermakna ketika masyarakat, terutama mereka yang paling rentan, dapat merasakan buah dari persaudaraan KWI dan PGI,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Pdt. Darwin mengajak para peserta persidangan merenungkan warisan yang akan ditinggalkan bagi generasi mendatang.

Di tengah berbagai kemajuan ekonomi dan teknologi, gereja perlu bertanya tentang tanggung jawabnya ketika kerusakan lingkungan semakin meluas, kesenjangan sosial terus terjadi, dan manusia semakin sulit hidup bersama.

Ia berharap Sidang Tahunan II KWI menjadi kesempatan untuk mendengarkan suara Roh Kudus, membaca tanda-tanda zaman, serta merumuskan langkah pelayanan yang membawa harapan bagi gereja, bangsa, dan seluruh ciptaan. Menurutnya, PGI senang jika hasil-hasil refleksi dalam persidangan KWI juga dibagian agar KWI dan PGI semakin menunjukkan kesatuan tubuh Kristus di Indonesia yang mewujudkan keadilan, perdamaian dan keutuhan ciptaan.

Gereja Dipanggil Menjadi Pembawa Damai

Sementara itu, Ketua KWI, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC, dalam sambutannya menegaskan komitmen Gereja Katolik Indonesia untuk terus memperkuat persaudaraan dan kerukunan sosial. Gereja diharapkan menjadi pembawa damai sekaligus turut membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.

Persidangan ini menjadi kesempatan untuk merefleksikan tanggung jawab gereja dalam menghadapi persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan, serta mengembangkan pelayanan yang semakin relevan bagi umat dan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Kepala Bimas Katolik menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan mutu pelayanan dan pendidikan keagamaan yang transparan, inklusif, dan berkeadilan.

Ia juga mendorong gereja untuk terus berperan sebagai jembatan perdamaian melalui pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kesejahteraan, serta keterlibatan dalam mitigasi bencana dan transisi energi.(MH).

Berikan Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *

Komentar *
Nama Lengkap *
Email *
Website
(optional)

Berita & Peristiwa
Hadiri Sidang Tahunan KWI, PGI Serukan Semangat Oikoumenisme untuk Mer...
by admin 04 Nov 2026 13:39

JAKARTA, PGI.OR.ID – Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Darwin Darmawan, ber...

Perkuat Solidaritas Kemanusiaan di Papua, PGI dan HONAI Ajak Berbagai ...
by admin 04 Nov 2026 10:43

JAKARTA, PGI.OR.ID — Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) melalui Biro Papua bersama HONAI (Humanit...

Panitia Konas Perempuan Gereja 2026 Sambut Kedatangan Peserta di Semin...
by admin 03 Nov 2026 16:16

SIPOHOLON,PGI.OR.ID-Panitia Konsultasi Nasional (Konas) Perempuan Gereja 2026 menyambut kedatangan sebagian pe...