Preloader
PGI.OR.ID

Alamat

Jalan Salemba Raya No. 10
Jakarta Pusat (10430)

Hotline

021-3150451

021-3150455

021-3908118-20

Alamat Email

mailto:info@pgi.or.id

Sinode-Sinode Gereja Tegaskan Komitmen Transformasi Sekolah Kristen dalam Round Table Discussion MPK dan PGI

Thumbnail
Author

admin

12 Aug 2026 12:31

Share:

TANGERANG SELATAN, PGI.OR.ID – Transformasi sekolah-sekolah Kristen di Indonesia semakin mendapat perhatian serius dari gereja-gereja anggota Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI). Komitmen tersebut mengemuka dalam Round Table Discussion (RTD) Transformasi Sekolah Kristen yang diselenggarakan Majelis Pendidikan Kristen (MPK) Indonesia bersama PGI di Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (12/8/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 90 peserta dari 23 sinode ini menjadi ruang bersama bagi gereja-gereja untuk merefleksikan tantangan pendidikan Kristen sekaligus menyampaikan langkah konkret untuk memperkuat dan mentransformasi sekolah-sekolah Kristen di berbagai daerah.

Ketua Umum MPK Indonesia, Handi Irawan, menegaskan bahwa transformasi sekolah Kristen tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan keterlibatan dan kolaborasi antara sinode, yayasan, sekolah, guru, serta berbagai mitra pendidikan.

Dalam pemaparannya, Handi memperkenalkan tiga pilihan transformasi yang dapat ditempuh sekolah-sekolah Kristen. Pertama, sekolah melakukan transformasi secara mandiri dengan tetap mendapatkan pendampingan dari MPK. Kedua, sekolah mengikuti program Path to School Improvement (PSI) melalui Task Force Sekolah Transformasi dengan menggunakan standar peningkatan mutu sekolah yang telah diterapkan secara global. Ketiga, melalui skema adopsi, yaitu sekolah yang lebih kuat mendampingi dan memperkuat sekolah lain yang membutuhkan pengembangan. “MPK tidak berjalan sendiri. Kita ingin membangun gerakan kolaboratif sehingga sekolah-sekolah Kristen yang kuat dapat menjadi berkat bagi sekolah-sekolah lainnya,” ujar Handi.

GMIT Jadikan Pendidikan Pilar Utama Pelayanan

Salah satu komitmen kuat disampaikan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), yang saat ini mengelola 624 sekolah, terdiri atas 218 PAUD, 330 SD, 46 SMP, dan 30 SMA. Lembaga-lembaga pendidikan tersebut melayani lebih dari 51 ribu siswa dengan dukungan sekitar 4.134 guru.

GMIT menempatkan pendidikan sebagai salah satu prioritas utama pelayanan sinode periode 2024–2027. Untuk menopang kebijakan tersebut, GMIT telah memiliki grand design pendidikan, peta jalan pendidikan, serta tata kelola pendidikan sebagai dasar pengembangan sekolah. Komitmen terhadap pendidikan juga diwujudkan melalui pengalokasian minimal dua persen anggaran gereja untuk pendidikan sejak 2015.

Dalam agenda transformasi ke depan, GMIT akan menyusun peta jalan khusus transformasi sekolah, menyiapkan empat sekolah percontohan, membentuk tim transformasi internal, meningkatkan kapasitas guru dan kepala sekolah, melakukan rebranding sekolah, serta memperkuat kepemimpinan pendidikan. GMIT juga menyiapkan sentralisasi gaji guru pada 2028 sebagai bagian dari upaya membangun sistem kesejahteraan tenaga pendidik yang lebih berkelanjutan. Untuk mempercepat agenda tersebut, GMIT berharap dapat memperluas kolaborasi dengan PGI, MPK, serta berbagai mitra nasional dan internasional.

GKJ Dorong Sinergi Gereja, Yayasan, dan Sekolah

Gereja-Gereja Kristen Jawa (GKJ) menyampaikan bahwa persoalan sekolah Kristen telah menjadi perhatian dalam pembahasan sinode sejak puluhan tahun lalu. Saat ini terdapat sekitar 20 yayasan yang menaungi lebih dari 190 sekolah di lingkungan GKJ.

Salah satu tantangan yang dihadapi adalah pengelolaan sekolah yang berada di bawah yayasan berbeda-beda. Kondisi tersebut membuat sinode tidak dapat melakukan intervensi secara langsung terhadap seluruh sekolah. Karena itu, GKJ memilih membangun gerakan bersama antara gereja, yayasan, dan sekolah.

Langkah awal yang akan dilakukan adalah mengumpulkan yayasan dan sekolah Kristen di lingkungan GKJ untuk melakukan pemetaan kebutuhan. Selanjutnya, akan dibangun forum diskusi bersama, disusun desain strategis sekolah Kristen, serta didorong partisipasi sekolah-sekolah dalam program PSI. GKJ juga akan membawa agenda penguatan pendidikan Kristen dalam Sidang Sinode mendatang agar transformasi sekolah memperoleh dukungan kebijakan yang lebih kuat.

HKBP Fokus Selamatkan Sekolah Kritis

Komitmen serupa disampaikan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) melalui Badan Penyelenggara Pendidikan HKBP. Saat ini, badan tersebut menangani 27 sekolah yang sebelumnya berada dalam kondisi kritis dan terancam tutup. HKBP akan memperkuat tata kelola lembaga pendidikan, melakukan studi banding ke sekolah-sekolah transformasi yang direkomendasikan MPK, serta melanjutkan berbagai program peningkatan kapasitas guru.

Untuk mendukung keberlanjutan pendidikan, HKBP berkomitmen mengalokasikan sekitar 5–10 persen anggaran gereja untuk pendidikan. Pembinaan spiritualitas guru juga akan diperkuat agar pelayanan pendidikan tetap berakar pada nilai-nilai HKBP. Sekolah-sekolah HKBP juga akan didorong mengikuti program transformasi sekolah Kristen serta memperluas kerja sama dengan MPK dan PGI, khususnya dalam pengembangan kapasitas guru dan peningkatan mutu pendidikan.

GMI Wilayah 2 Prioritaskan Revitalisasi Sekolah

Gereja Metodis Indonesia (GMI) Wilayah 2 yang menaungi 18 sekolah dengan sekitar 5.000 siswa menyatakan dukungan terhadap gerakan transformasi sekolah Kristen. Melalui yayasan dan badan pendidikan yang dimiliki, GMI Wilayah 2 akan memperkuat komunikasi dengan seluruh sekolah, membenahi tata kelola yayasan, meningkatkan kualitas sarana dan prasarana, serta mengikutsertakan sekolah-sekolah yang mengalami penurunan kualitas dalam program transformasi yang difasilitasi MPK.

Pembenahan legalitas dan perizinan sekolah juga menjadi perhatian. Langkah ini dipandang penting untuk memastikan seluruh lembaga pendidikan yang dikelola memiliki tata kelola yang tertib, profesional, dan berkelanjutan.

Gereja Toraja Perkuat Anggaran dan Penjaminan Mutu

Gereja Toraja menegaskan pentingnya kebijakan sinode yang lebih konkret untuk memperkuat pelayanan pendidikan. Salah satunya melalui pengalokasian anggaran khusus bagi agenda transformasi pendidikan. Sejumlah langkah yang disiapkan meliputi pemetaan sekolah prioritas, peningkatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan, penguatan branding sekolah, optimalisasi aset yayasan pendidikan, serta pembentukan tim penjaminan mutu internal.

Gereja Toraja juga mendorong PGI dan MPK untuk memperjuangkan keadilan bagi sekolah swasta, antara lain dalam kebijakan Bantuan Operasional Sekolah Swasta (BOSP), pengembangan kompetensi guru, serta penguatan organisasi guru Kristen di Indonesia.

GKE Siapkan Sekolah Percontohan

Sementara itu, Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) melihat luasnya wilayah pelayanan dan banyaknya yayasan pendidikan sebagai tantangan tersendiri dalam pengelolaan sekolah Kristen. Sebagai bentuk komitmen, GKE akan mengusulkan dukungan pendanaan secara resmi dalam persidangan sinode, menyediakan beasiswa bagi siswa kurang mampu, serta menetapkan dua sekolah transformasi sebagai sekolah percontohan, masing-masing di Banjarmasin dan Palangka Raya.

GKE juga berharap MPK dapat mendukung melalui pelatihan guru dan pendampingan sekolah. Di sisi lain, kerja sama antarsinode akan diperkuat melalui program pertukaran guru, studi banding, dan pengembangan jejaring pendidikan Kristen.

Membangun Gerakan Transformasi Bersama

Sekretaris Umum PGI, Pdt. Darwin Darmawan, menyampaikan syukur atas terselenggaranya RTD tersebut. Menurutnya, forum ini telah menghasilkan inspirasi sekaligus komitmen nyata dari sinode-sinode dan yayasan pendidikan Kristen untuk bergerak bersama MPK dan PGI.

“Kita bersyukur bahwa round table meeting transformasi sekolah Kristen ini menginspirasi sinode dan yayasan pendidikan Kristen untuk berkolaborasi dengan MPK dan PGI, sehingga transformasi sekolah-sekolah Kristen semakin terwujud dan sekolah Kristen sungguh-sungguh dirasakan sebagai karya Kristus di bidang pendidikan,” ujar Darwin.

Ia mengajak gereja-gereja untuk terus mendoakan komitmen yang telah dibangun dan memastikan agar komitmen tersebut tidak berhenti pada forum diskusi. “PGI dan MPK akan terus berkolaborasi dan memfasilitasi gereja-gereja untuk mewujudkan transformasi pendidikan Kristen di Indonesia,” katanya.

Berbagai komitmen yang disampaikan dalam RTD tersebut menunjukkan bahwa transformasi sekolah Kristen mulai bergerak dari gagasan menuju agenda strategis gereja. Setiap sinode memiliki konteks, tantangan, dan kapasitas yang berbeda, tetapi terdapat kesamaan visi bahwa pendidikan merupakan bagian integral dari panggilan gereja.

Transformasi pendidikan Kristen tidak hanya menyangkut peningkatan mutu akademik, tetapi juga menyentuh tata kelola, kualitas kepemimpinan, kompetensi guru, kesejahteraan tenaga pendidik, spiritualitas, penguatan karakter, serta kemampuan sekolah menjawab perubahan zaman.

Melalui kolaborasi antara sinode, MPK Indonesia, PGI, yayasan pendidikan, sekolah, dan berbagai mitra strategis, gerakan transformasi sekolah Kristen diharapkan berkembang menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan. Dengan demikian, sekolah-sekolah Kristen tidak hanya mampu bertahan di tengah perubahan, tetapi juga menghadirkan pendidikan yang bermutu, relevan, berkarakter, dan menjadi kesaksian gereja serta berkat bagi masyarakat Indonesia. (NA-EDP)

Berikan Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *

Komentar *
Nama Lengkap *
Email *
Website
(optional)

Berita & Peristiwa
Sinode-Sinode Gereja Tegaskan Komitmen Transformasi Sekolah Kristen da...
by admin 12 Aug 2026 12:31

TANGERANG SELATAN, PGI.OR.ID – Transformasi sekolah-sekolah Kristen di Indonesia semakin mendapat perhatian ...

Membuka Round Table Discussion MPK-PGI, Ketum PGI Ajak Gereja Wujudkan...
by admin 11 Aug 2026 10:57

TANGERANG SELATAN, PGI.OR.ID — Gereja-gereja di Indonesia didorong untuk tidak berhenti pada diskusi mengena...

SURAT PASTORAL MPH-PGI Dalam Rangka Hari Remaja Oikoumenis Sedunia 202...
by admin 10 Aug 2026 19:24

SURAT PASTORAL Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Dalam Rangka Hari Remaja Oikoume...