Aksi Iklim Lintas Iman Konsolidasikan Tiga Pokja, Susun Prioritas Kerja 2026
admin
30 Sep 2026 14:30
JAKARTA,PGI.OR.ID-Sekretariat Bersama Aksi Iklim Lintas Iman menggelar pertemuan bulanan kedua dengan agenda konsolidasi kelompok kerja (Pokja) dan penetapan prioritas kerja, Rabu (30/9/2026), di Grha PGI Oikoumene, Jakarta.
Pertemuan yang digelar oleh Amanah Daya Nusantara (AYANA) bersama Bidang Kesaksian dan Keutuhan Ciptaan (KKC) Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) ini menjadi ruang untuk memperjelas mandat para koordinator, menyepakati prioritas awal masing-masing Pokja, serta menentukan mekanisme kerja dan pembagian peran hingga akhir 2026.
Sekretaris Eksekutif Bidang KKC PGI sekaligus Wakil Ketua Sekretariat Bersama Aksi Iklim Lintas Iman, Pdt. Johan Kristantara, mengatakan pertemuan kedua ini merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya yang membahas pembentukan sekretariat bersama dan struktur organisasinya. “Pertemuan kedua ini membahas bagaimana kelompok kerja yang sudah dibentuk dapat menentukan prioritas-prioritas kerja, paling tidak sampai akhir tahun 2026,” ujar Johan.

Dalam struktur yang telah disepakati, terdapat tiga kelompok kerja, yakni Pokja Program, Pokja Strategi, dan Pokja Kebijakan. PGI sendiri mendapat peran sebagai Wakil Ketua Sekretariat Bersama serta terlibat dalam Pokja Program dan Pokja Kebijakan. Johan berharap kolaborasi lintas iman tersebut dapat memperluas jejaring sekaligus memperkuat kerja-kerja bersama dalam bidang lingkungan dan kepedulian ekologis di Indonesia. Menurutnya, isu yang menjadi perhatian cukup luas, mulai dari hutan dan gambut, air, energi, pertanian, hingga berbagai persoalan ekologis lainnya.
Co-Founder Yayasan Amanah Daya Nusantara (AYANA) sekaligus Ketua Sekretariat Bersama Aksi Iklim Lintas Iman, Rizal Algamar, mengatakan salah satu tujuan utama kolaborasi ini adalah membangun kesadaran masyarakat bahwa perubahan iklim sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Karena itu, menurut Rizal, pemahaman mengenai isu iklim perlu diterjemahkan menjadi tindakan nyata yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi masyarakat. “Harapannya masyarakat bisa mengambil aksi-aksi yang nyata sesuai dengan realitas hidup mereka sendiri. Tidak dengan paksaan, tetapi sesuai dengan kemampuan dan realitas hidup mereka,” kata Rizal. Selain mendorong aksi di tingkat masyarakat, Sekretariat Bersama juga ingin memperlihatkan bahwa kerja bersama lintas iman dalam isu lingkungan dapat dilakukan secara sederhana melalui semangat gotong royong.

Rizal juga menyoroti pentingnya memperluas komunikasi mengenai berbagai kebijakan terkait iklim. Menurutnya, kebijakan yang sudah ada perlu disampaikan dengan cara yang lebih mudah dipahami agar masyarakat dapat mengetahui perannya dalam menjaga lingkungan. “Kita ingin membantu mengomunikasikannya secara lebih luas sehingga masyarakat lebih paham untuk menjaga dan lebih peduli, serta bisa melakukan sesuatu sendiri maupun bersama komunitasnya masing-masing,” ujarnya. Ia menambahkan, kolaborasi ini masih berada pada tahap awal dan masih banyak pekerjaan yang perlu dilakukan bersama.
Pertemuan kedua ini dihadiri para koordinator Pokja serta perwakilan sejumlah organisasi keagamaan. Hadir antara lain Ida Rahayu dari Syiar Da’i Indonesia sebagai Koordinator Pokja Program, Rini Ratnaningsih dari Nahdlatul Ulama sebagai Koordinator Pokja Strategi, dan Ketut Budiawan dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) sebagai Koordinator Pokja Kebijakan.
Pertemuan juga diikuti perwakilan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN), Majelis Ulama Indonesia (MUI), PHDI, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), PGI, Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI), Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Syiar Da’i Indonesia (SDI), serta AYANA.
Diketahui sebelumnya, Sekretariat Bersama Aksi Iklim Lintas Iman Indonesia merupakan wadah kolaborasi nasional yang mempertemukan lembaga, pemimpin, dan komunitas keagamaan untuk memperkuat aksi iklim melalui tanggung jawab moral bersama, ilmu pengetahuan, kearifan lokal, saling menghormati, dan gotong royong. Pembentukan Sekretariat Bersama ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman pada 27 Juli 2026. Kolaborasi ini dijalankan berdasarkan prinsip lintas iman, inklusif, terbuka, independen, nonpartisan, setara, dan kolektif-kolegial.

Sebelumnya, pertemuan bulanan pertama yang berlangsung pada 21 Agustus 2026 menyepakati penyederhanaan struktur menjadi tiga Pokja, yaitu Pokja Program, Pokja Strategi, dan Pokja Kebijakan. Forum tersebut juga menyepakati struktur kepemimpinan yang terdiri atas Ketua dan Wakil Ketua, penyusunan adendum Piagam, serta aktivasi Pokja mulai September 2026. Selanjutnya, pada 7 September 2026, perwakilan organisasi anggota menetapkan Ida Rahayu sebagai Koordinator Pokja Program, Rini Ratnaningsih sebagai Koordinator Pokja Strategi, dan Ketut Budiawan sebagai Koordinator Pokja Kebijakan.
Melalui pertemuan kedua ini, Sekretariat Bersama Aksi Iklim Lintas Iman mulai mengarahkan kerja tiga Pokja pada prioritas yang dapat dijalankan bersama hingga akhir 2026. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi ruang bersama bagi berbagai komunitas keagamaan untuk memperkuat kepedulian ekologis dan mendorong aksi iklim yang dapat dilakukan di tengah masyarakat. (BRNDS)
Berikan Komentar
Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *
Berita & Peristiwa
Aksi Iklim Lintas Iman Konsolidasikan Tiga Pokja, Susun Prioritas Kerj...
JAKARTA,PGI.OR.ID-Sekretariat Bersama Aksi Iklim Lintas Iman menggelar pertemuan bulanan kedua dengan agenda k...
PGI Bersama KWI Rumuskan Tema Natal 2026
JAKARTA,PGI.OR.ID-Pdt. Mezisita Herlina (SE bidang KPG PGI), Pdt. Johan Kristantara (SE bidang KKC PGI), Pdm. ...
Sejarah Baru Oikoumene di Bumi Saruma MPH PGI Daerah Halmahera Selata...
LABUHA,PGI.Or.ID-Melalui agenda kerja dan proses pergumulan yang panjang, gereja-gereja di Halmahera Selatan a...

