Seruan PGI: Menghidupi Keugaharian dan Membawa Perdamaian di Tengah Dunia yang Bergejolak
admin
10 Mar 2026 15:44
JAKARTA, PGI.OR.ID-Beberapa waktu terakhir, dunia kembali diperhadapkan pada meningkatnya ketegangan geopolitik. Konflik bersenjata di Timur Tengah yang melibatkan kekuatan-kekuatan besar dunia telah memicu kekhawatiran global. Lonjakan harga minyak dunia yang melampaui USD 110 per barel pada Senin, 9 Maret 2026 menunjukkan betapa rentannya sistem ekonomi global yang diakibatkan konflik politik dan militer.
Sebagai bagian dari masyarakat dunia, Indonesia tidak terlepas dari dampak dinamika tersebut. Potensi kenaikan biaya energi, tekanan terhadap nilai tukar rupiah, serta kemungkinan meningkatnya inflasi dapat memengaruhi kehidupan masyarakat luas. Pada situasi demikian, kelompok masyarakat yang paling rentan, di antaranya saudara-saudara kita yang hidup dari pendapatan harian, pekerja sektor informal, dan keluarga dengan daya tahan ekonomi terbatas, sering kali menjadi pihak pertama yang merasakan dampaknya.
Sebagai komunitas orang percaya yang dipanggil untuk menjadi terang dan garam dunia (Matius 5:13–14), gereja harus menghadirkan harapan, ketenangan, dan solidaritas di tengah dunia yang bergumul dalam perang dan kegelisahan. Dalam situasi yang bergejolak ini, PGI mengajak seluruh jemaat gereja anggota untuk meneguhkan kembali panggilan iman melalui spiritualitas yang sangat penting terutama pada masa ini, yaitu hidup ugahari dan membawa damai. Spiritualitas ini diejawantahkan dalam upaya mengendalikan diri dan berkata “cukup” terhadap pola konsumtif berlebihan serta dalam kesediaan diri untuk berbagi, terutama dengan sesama yang belum mampu memenuhi kecukupan dirinya. Sebab secara spiritual, ugahari berarti meletakkan keyakinan secara penuh kepada pemeliharaan Tuhan di atas berbagai kekhawatiran akibat ketidakpastian dunia, tapi dengan tetap berbela rasa terhadap sesama yang menderita.
Sebagaimana tertulis dalam Matius 6:26, Tuhan Yesus mengajarkan kepada para murid-Nya, “Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?” Firman ini mengingatkan kita bahwa umat Tuhan dipanggil untuk hidup dalam kepercayaan terhadap pemeliharaan-Nya. Namun, keyakinan pada pemeliharaan Tuhan bukan berarti hidup tanpa tanggung jawab. Justru sikap iman tersebut seharusnya mendorong kita untuk hidup dengan penuh rasa syukur, kebijaksanaan, dan keugaharian dalam mengelola segala sumber daya yang Tuhan percayakan kepada kita.
Mengingat Indonesia sebagai rumah bersama yang dibangun dalam kebhinnekaan, maka PGI mengajak umat Tuhan untuk terus memperkuat soliditas kebangsaan. Terutama dalam menyikapi situasi global yang tak menentu, persatuan sosial menjadi kekuatan yang sangat penting bagi ketahanan bangsa. Karena itulah, kita perlu menggelorakan semangat berbagi dan solidaritas sosial. Ketika kita memilih hidup ugahari maka kita dituntun untuk mengutamakan kepedulian pada penderitaan sesama di atas keinginan pribadi. Alkitab mencatat bahwa gereja mula-mula hidup dalam semangat berbagi sehingga tidak ada seorang pun yang berkekurangan di antara mereka (Kisah Para Rasul 4:34–35). Spiritualitas ini menjadi semakin penting ketika tekanan ekonomi berpotensi memperbesar kesenjangan sosial.
PGI juga mengajak umat Tuhan untuk menjadi pembawa damai. Karena itu, gereja tidak boleh menjadi bagian dari penyebaran ketakutan, kebencian, atau disinformasi. Yesus Kristus berkata, “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.” (Matius 5:9). Ketika dunia dipenuhi konflik dan ruang publik dipenuhi kecemasan, kecurigaan, serta polarisasi, gereja dipanggil untuk menghadirkan keteduhan, dialog, dan rekonsiliasi yang memelihara pengharapan dan mempererat persaudaraan.
Dalam semangat dan tanggung jawab bersama bagi kehidupan bangsa, PGI juga menyampaikan seruan kepada pemerintah serta para pemimpin bangsa untuk menghadapi situasi global dan nasional saat ini dengan kebijaksanaan, kejujuran, dan keberpihakan kepada rakyat, khususnya kelompok yang paling rentan. Dalam hal ini, PGI berharap pemerintah untuk:
- Mengambil kebijakan ekonomi yang berhati-hati dan berorientasi pada perlindungan daya beli masyarakat kecil;
- Memastikan kebijakan energi dan fiskal yang tepat agar tidak semakin membebani kelompok masyarakat rentan;
- Memberikan informasi publik yang transparan dan berbasis data agar masyarakat tidak diliputi kecemasan dan spekulasi; dan
- Bijaksana dalam memimpin sehingga dapat menghadirkan kepercayaan dan harapan bagi masyarakat.
Sebagai umat Tuhan, kita juga diajak untuk memelihara ketenangan iman di tengah ketidakpastian dunia. Firman Tuhan mengingatkan kita, “Dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.” (Yesaya 30:15). Karena itu, PGI juga mengajak seluruh umat Tuhan untuk terus menggaungkan doa untuk:
- Perdamaian dunia, khususnya bagi kawasan Timur Tengah yang saat ini kembali dilanda konflik; dan
- Para pemimpin dunia agar diberi hikmat untuk memilih jalan dialog dan rekonsiliasi, bukan kekerasan dan perang.
Pada akhirnya saudara-saudari terkasih, di tengah berbagai kegelisahan zaman, gereja dipanggil untuk tidak larut dalam ketakutan, melainkan hidup dalam iman yang tenang, percaya bahwa Tuhan tetap memelihara dunia dan menuntun perjalanan sejarah. Dari ketenangan iman itulah gereja dapat menghadirkan harapan, membawa damai, serta memperkuat solidaritas dengan mereka yang membutuhkan.
Kiranya Allah Trinitas memampukan kita untuk hidup ugahari, membawa damai, dan mewujudkan solidaritas terhadap sesama demi menghadirkan pengharapan bagi dunia.
Jakarta, 10 Maret 2026
Majelis Pekerja Harian
Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia
Berikan Komentar
Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *
Berita & Peristiwa
Seruan PGI: Menghidupi Keugaharian dan Membawa Perdamaian di Tengah Du...
JAKARTA, PGI.OR.ID-Beberapa waktu terakhir, dunia kembali diperhadapkan pada meningkatnya ketegangan geopoliti...
Perayaan HDS 2026: Bersama Perempuan Nigeria Mendekat kepada Allah Me...
JAKARTA,PGI.OR.ID-PGI melalui Biro Perempuan (BP), melaksanakan ibadah Hari Doa Sedunia (HDS) 2026, yang dilak...
Bangun Keguyuban, PGI Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama Lintas Ima...
JAKARTA,PGI.OR.ID-Dalam semangat kebersamaan di bulan Ramadhan 1447 H, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia ...

