Preloader
PGI.OR.ID

Alamat

Jalan Salemba Raya No. 10
Jakarta Pusat (10430)

Hotline

021-3150451

021-3150455

021-3908118-20

Alamat Email

mailto:info@pgi.or.id

Rapat Koordinasi PGI Bersama Jejaring: GMIT Pimpin Koordinasi Oikoumenis di Tingkat Lokal

Thumbnail
Author

admin

15 Aug 2026 17:59

Share:

JAKARTA, PGI.OR.ID — Gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026), berdampak serius di sejumlah wilayah. Berdasarkan informasi awal yang diterima Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dari Pdt. Mega dan Pdt. Imanuel dari Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), sedikitnya 15 ruas jalan mengalami keterputusan akses. Kondisi ini menghambat mobilitas masyarakat, proses asesmen, evakuasi, hingga distribusi bantuan ke sejumlah wilayah terdampak.

Proses asesmen masih terus dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai dampak bencana dan kebutuhan masyarakat. Namun, informasi awal dari lapangan menunjukkan perlunya respons segera. Sejumlah warga memilih meninggalkan rumah dan berpindah ke tempat yang lebih tinggi untuk mengantisipasi ancaman tsunami.

Dalam situasi tersebut, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah makanan dan obat-obatan, terutama bagi warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian atau tempat-tempat evakuasi.

Merespons kondisi tersebut, PGI segera mengonsolidasikan jejaring gereja dan lembaga-lembaga oikoumenis untuk membangun respons bersama terhadap bencana di Flores. Konsolidasi dilakukan melalui rapat koordinasi pada Sabtu (15/8/2026), pukul 14.00 WIB.

Rapat dihadiri oleh Majelis Pekerja Harian (MPH) PGI bersama jajaran Sekretaris Eksekutif dan Kepala Biro (SE-Karo), Jejaring Komunitas Kristen untuk Penanggulangan Bencana Indonesia (JAKOMKRIS PBI), Komisi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) GMIT, YEU, dan Pelkesi, serta sejumlah perwakilan bidang PRB dari gereja-gereja, antara lain GKJ, GKI, PGIW Sumatera Selatan, GKSBS, dan GKP.

Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk berbagi informasi awal mengenai kondisi di Flores sekaligus mengonsolidasikan potensi dan sumber daya jejaring gereja. Koordinasi diperlukan agar berbagai inisiatif respons tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling terhubung dan diarahkan berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.

GMIT Menjadi Simpul Koordinasi Lokal

Dalam rapat disepakati bahwa GMIT akan memimpin koordinasi oikoumenis di tingkat lokal. Komisi PRB GMIT, melalui Pdt. Adi, akan melakukan respons cepat dengan mengaktifkan Pos Terpadu yang direncanakan menjadi ecumenical hub atau simpul koordinasi ekumenis di wilayah terdampak.

Pos Terpadu tersebut direncanakan hadir di tiga wilayah strategis, yaitu Ruteng, Maumere, dan Bajawa. Keberadaannya tidak hanya dimaksudkan sebagai titik koordinasi bagi gereja-gereja lokal, tetapi juga sebagai simpul penghubung antara kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak dan jejaring oikumenis di luar NTT.

Melalui ecumenical hub tersebut, gereja-gereja dan lembaga-lembaga oikumenis dari luar NTT yang memiliki sumber daya maupun kapasitas respons dapat berkoordinasi secara langsung dengan kebutuhan di lapangan. Dengan mekanisme ini, dukungan dari berbagai daerah diharapkan dapat disalurkan secara lebih terarah, tepat sasaran, dan sesuai dengan prioritas kebutuhan masyarakat.

Pos Terpadu juga akan berfungsi sebagai ruang untuk menerima dan memperbarui informasi lapangan, mengidentifikasi kebutuhan, menghubungkan sumber daya, serta mengoordinasikan dukungan dari berbagai pihak. Mekanisme tersebut diharapkan dapat mencegah bantuan hanya terkonsentrasi di wilayah yang mudah dijangkau, sementara masyarakat di wilayah yang mengalami keterputusan akses justru kesulitan memperoleh bantuan.

Menghubungkan Kebutuhan Lapangan dan Dukungan Oikoumenis

Saat ini, proses asesmen dan identifikasi kebutuhan masih terus berlangsung. Informasi yang dihimpun dari lapangan akan menjadi dasar dalam menentukan prioritas respons berikutnya.

Untuk tahap awal, makanan dan obat-obatan menjadi kebutuhan yang paling mendesak, mengingat sebagian warga masih berada di lokasi-lokasi yang lebih tinggi setelah meninggalkan rumah karena kekhawatiran terhadap ancaman tsunami.

Koordinasi tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kekuatan oikoumenis dalam merespons bencana. Gereja lokal memiliki kedekatan dengan masyarakat dan memahami konteks wilayah, sementara jejaring oikumenis dari luar NTT memiliki potensi untuk menghadirkan sumber daya, keahlian, dan dukungan yang lebih luas. Keduanya perlu dihubungkan melalui mekanisme koordinasi yang terarah agar respons terhadap bencana dapat berlangsung secara efektif.

Dalam pola koordinasi yang disepakati, GMIT menjadi simpul utama koordinasi di tingkat lokal, sementara PGI berperan menghubungkan dan mengonsolidasikan dukungan oikoumenis dari tingkat nasional serta jejaring yang lebih luas. Dengan pola ini, kebutuhan yang muncul di lapangan diharapkan dapat segera diterjemahkan menjadi dukungan konkret dari gereja-gereja dan mitra oikoumenis di berbagai daerah.

PGI bersama seluruh jejaring akan terus memantau perkembangan situasi dan menyesuaikan bentuk respons berdasarkan hasil asesmen. Respons oikoumenis tersebut bukan sekadar menghadirkan bantuan, melainkan menjadi wujud solidaritas gereja untuk hadir, mendengar, menemani, dan berjalan bersama masyarakat Flores dalam menghadapi bencana.

PGI mengajak gereja-gereja dan seluruh jejaring oikoumenis untuk terus mendoakan masyarakat Flores, para penyintas, keluarga yang kehilangan anggota keluarga, serta seluruh pihak yang saat ini bekerja menyelamatkan dan membantu warga terdampak. (ST-EDP)

Berikan Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *

Komentar *
Nama Lengkap *
Email *
Website
(optional)

Berita & Peristiwa
Rapat Koordinasi PGI Bersama Jejaring: GMIT Pimpin Koordinasi Oikoumen...
by admin 15 Aug 2026 17:59

JAKARTA, PGI.OR.ID — Gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8...

Hadiri Simposium Internasional di Kamboja, Wasekum PGI Dorong Penguata...
by admin 15 Aug 2026 14:47

PHNOM PENH, PGI.OR.ID — Wakil Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Lenta Enni ...

Menyalakan Terang di Tengah Kabut Kebangsaan: Pesan Pastoral PGI kepa...
by admin 15 Aug 2026 10:10

Saudara-saudara terkasih, salam sejahtera dalam kasih Kristus!Sebentar lagi tiba saatnya kita merayakan delapa...