Preloader
PGI.OR.ID

Alamat

Jalan Salemba Raya No. 10
Jakarta Pusat (10430)

Hotline

021-3150451

021-3150455

021-3908118-20

Alamat Email

mailto:info@pgi.or.id

Perayaan Natal Nasional 2025. Momentum Kehadiran Allah untuk Menyelamatkan dan Memulihkan Keluarga

Thumbnail
Author

admin

10 Jan 2026 11:55

Share:

 

JAKARTA,PGI.OR.ID-Gedung Tennis Indoor Senayan, Jakarta menjadi tempat dari puncak perayaan Natal Nasional 2025, yang diadakan pada Senin (5/2/2026) malam. Perayaan berlangsung semarak dengan penampilan sejumlah paduan suara, serta drama teatrikal persembahan PGI dan KWI yang menceritakan kehadiran Allah menyelamatkan keluarga di tengah tantangan kehidupan sekarang ini, sebagaimana tema Natal Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga (Matius 1: 21-24).

Perayaan kali ini sangat luar biasa karena menghadirkan 3.000 tamu kehormatan yang terdiri dari anak Sekolah Minggu Kristen–Katolik, guru Sekolah Minggu Kristen–Katolik, koster gereja Kristen–Katolik, guru agama Kristen–Katolik, anggota paduan suara Kristen–Katolik, anak yatim piatu Kristen–Katolik, dan penyandang disabilitas Kristen–Katolik. Perwakilan lembaga gerejawi aras nasional pun turut bersukacita merayakan kelahiran sang Juru Selamat bersama para pendeta dan warga gereja. 

Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta sejumlah menteri, di antaranya Dudy Purwagandhi (Menhub), Widiyanti Putri Wardhana (Menpar), Sjafrie Sjamsoeddin (Menhan), Sugiono (Menlu) dan Bahlil Lahadalia (Menteri ESDM) hadir dalam acara ini, termasuk Panglima TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. 

Merenungkan dan Mengalami Karya Allah
Pada kesempatan itu, Ketua Umum PGI, Pdt. Jacklevyn Fritz Manuputty didapuk untuk menyampaikan Pesan Natal. Ia menegaskan bahwa kelahiran Yesus Kristus di tengah keluarga, serta cara Maria dan Yusuf mengubah relasi keluarga mereka dalam terang kehendak Allah, sangat relevan untuk memaknai berbagai krisis saat ini yang meningkatkan kerentanan dan kerapuhan keluarga, di antaranya pinjaman online dan Judi online merampas masa depan generasi, serta narkoba merenggut potensi anak muda.

Selain itu, kekerasan dalam rumah tangga, khususnya terhadap perempuan dan anak, mengubah rumah menjadi tempat trauma, bukan tempat pulih, individualisme dan materialisme yang mereduksi solidaritas kebangsaan, juga kesenjangan komunikasi antargenerasi yang melemahkan keintiman dalam keluarga.

“Belum lagi bencana yang menimpa keluarga-keluarga di Sumatera Barat, Aceh, Sumatera Utara, Jawa, Papua, dan berbagai daerah lainnya, memaksa keluarga kehilangan bukan hanya harta, tetapi rasa aman. Di tengah berbagai krisis keluarga ini, perayaan Natal menjadi saat yang tepat bagi kita untuk merenungkan dan mengalami karya Allah yang hadir untuk menyelamatkan dan memulihkan keluarga,” tegasnya. 

Dia menambahkan, Pesan Natal ini bukanlah sekadar deklarasi iman, tetapi juga penyataan tanggungjawab kebangsaan keluarga-keluarga Kristen. Keluarga bukan sekadar unit administratif dalam struktur sosial; keluarga adalah sekolah pertama pembentukan karakter, laboratorium nilai, dan wadah inkubasi moralitas yang menentukan kualitas masyarakat. 

“Nilai-nilai seperti toleransi, solidaritas, keadilan, dan gotong royong tidak muncul begitu saja, semuanya berakar dari pengalaman hidup dalam keluarga. Karena itu, ketahanan keluarga bukan hanya isu domestik, melainkan isu strategis dalam pembangunan bangsa,” ujar Pdt. Jacky Manuputty. 

Menurutnya, jika keluarga gagal menjadi sekolah karakter, maka sekolah formal dan institusi sosial lainnya akan menanggung beban yang jauh lebih berat. Sebaliknya, ketika keluarga berhasil menanamkan nilai-nilai luhur, masyarakat akan merasakan dampaknya dalam bentuk warga negara yang berintegritas, bertanggung jawab, dan peduli.

Melalui perayaan Natal ini, dia mengajak keluarga-keluarga Kristiani untuk mengalami kehadiran Allah dan memulihkan kembali relasi dengan Allah dan sesama, serta ciptaan lainnya, sebagaimana telah diteladankan oleh keluarga kudus di Nazareth. Melalui keluarga yang dipulihkan Allah, setiap keluarga Kristen terpanggil untuk meneguhkan tanggungjawab kebangsaannya, menopang pemerintah dalam membangun keluarga bangsa yang bermartabat, yang adil, dan makmur, di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, dan Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka. 

Diakhir pesannya, keluarga-keluarga Kristen, gereja, dan lembaga keumatan, diajak untuk terus mengonsolidasi dukungan dan bantuan kepada keluarga-keluarga yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Pulau Jawa, Papua, dan berbagai wilayah lainnya, karena dalam kehidupan keluarga bangsa Indonesia yang guyub, ketika salah satu anggota tubuh terluka maka seluruh tubuh akan menderita.

Rangkaian Acara dan Aksi 
Sementara itu, Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025 sekaligus Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait dalam laporannya menyampaikan bahwa keputusan menghadirkan para tamu kehormatan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan kepedulian nyata. “Kami ingin Natal Nasional benar-benar dirasakan oleh mereka yang selama ini melayani dengan tulus dan menjadi cerminan dari keragaman dalam kasih Kristus yang hidup di tengah masyarakat,” ujar Maruarar.

Seluruh tamu kehormatan masing-masing menerima bantuan kasih sebesar Rp1.500.000 per orang, dengan total dukungan mencapai Rp4,5 miliar. Selain itu, Natal Nasional kali ini tidak menghadirkan artis nasional melainkan penyanyi-penyanyi gereja lokal dari seluruh Nusantara yang memberi kesempatan bagi masyarakat untuk dapat melayani secara langsung di Jakarta.

Natal Nasional 2025, lanjut Maruarar, juga diwujudkan melalui rangkaian aksi sosial tanggap bencana alam yang telah dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia sejak November 2025. Di Medan, Panitia Natal Nasional menyalurkan bantuan senilai Rp550 juta berupa 1.100 paket sembako kepada masyarakat terdampak pada 28–30 November 2025. 

Aksi serupa dilakukan di Aceh dengan bantuan Rp550 juta berupa 1.520 paket sembako pada 5–8 Desember 2025. Di kawasan terdampak erupsi Semeru, Jawa Timur, bantuan senilai Rp350 juta berupa 1.000 paket sembako disalurkan pada 27–29 November 2025. Sementara itu, di Padang, bantuan Rp800 juta berupa 1.600 paket sembako disalurkan pada 3–6 Desember 2025, dan di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, bantuan Rp550 juta berupa 2.000 paket sembako diberikan pada 2–10 Desember 2025. 

“Selain bantuan pangan, Panitia Natal Nasional 2025 juga menyalurkan bantuan sandang dan perlengkapan kebersihan serta mendirikan dua dapur umum di Medan dan dua dapur umum di Aceh. Secara keseluruhan, total bantuan sosial bencana alam yang telah disalurkan mencapai Rp2,8 miliar dengan jumlah 7.220 paket sembako,” ungkapnya.

Tidak hanya berfokus pada respon terhadap bencana, Panitia Natal Nasional 2025 juga menyiapkan program bantuan berkelanjutan untuk memperkuat masa depan keluarga Indonesia. Di bidang pendidikan, bantuan senilai Rp10 miliar disalurkan kepada 1.000 penerima manfaat di Papua, Maluku, Maluku Utara, Kalimantan Barat, Toraja, Sulawesi Utara, NTT, Toba, Mentawai, dan Nias, masing-masing menerima Rp10 juta per orang. “Pendidikan adalah jalan pembebasan dan harapan. Melalui bantuan ini, kami ingin menanamkan iman dalam tindakan yang mempersiapkan masa depan generasi muda,” ujar Maruarar.

Sedangkan di bidang kesejahteraan masyarakat, Panitia Natal Nasional 2025 juga menyiapkan pembagian 20.000 paket sembako di sepuluh wilayah tersebut, bantuan kesehatan berupa 35 unit ambulans yang disebar di berbagai daerah dan lintas umat di Jakarta, serta dukungan renovasi 100 gereja di 38 provinsi dengan total nilai Rp10 miliar. Program ini mencakup renovasi gereja-gereja di wilayah Papua, Maluku, Maluku Utara, dan NTT, serta puluhan provinsi lainnya.

Bantuan yang disalurkan juga mencakup pembangunan dua jembatan di Papua Pegunungan senilai Rp2,5 miliar, pembangunan aula Sekolah Tinggi Alkitab Tambozeman di Desa Sinakma, Wamena, Papua Pegunungan senilai Rp3 miliar, pembagian 10.000 Alkitab kepada masyarakat, serta bantuan 1.000 kursi roda dengan total nilai Rp850 juta.

Selain aksi sosial, Natal Nasional 2025 juga diperkuat melalui rangkaian seminar nasional yang diselenggarakan di Bandung, Medan, Manado, Palangkaraya, Ruteng, Ambon, Merauke, Toraja, dan Jakarta. Seminar-seminar ini mengangkat tema ketahanan keluarga, toleransi beragama, kesehatan mental, bahaya judi online dan narkoba, serta harmoni antara manusia dan alam, dengan ribuan peserta dari kalangan mahasiswa, rohaniawan, akademisi, dan masyarakat umum.

Maruarar Sirait menegaskan apa yang dilakukan dalam perayaan Natal Nasional 2025 mengikuti arahan Presiden RI Prabowo Subianto yaitu sederhana, berdampak dan berguna.

Keberagaman Kekuatan Bangsa
Sambutan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjadi bagian akhir dari seluruh rangkaian acara perayaan Natal Nasional 2025. Dia menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia. 

“Di bumi Nusantara, agama yang berbeda-beda tetapi kita bisa bersatu dan hidup sebagai satu bangsa, satu nusa dan satu bahasa, dengan niat yang sama, yaitu meraih kehidupan yang baik bersama,” ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto juga mengajak seluruh masyarakat untuk mensyukuri kondisi bangsa Indonesia yang tetap damai di tengah dinamika global. “Bahwa sesungguhnya di tengah dunia yang penuh ketidakpastian dan gejolak perang di mana-mana, kita harus bersyukur bahwa bangsa kita sampai hari ini mengalami keadaan damai,” pungkasnya.  (MS)

Berikan Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *

Komentar *
Nama Lengkap *
Email *
Website
(optional)

Berita & Peristiwa
Perayaan Natal Nasional 2025. Momentum Kehadiran Allah untuk Menyelama...
by admin 10 Jan 2026 11:55

JAKARTA,PGI.OR.ID-Gedung Tennis Indoor Senayan, Jakarta menjadi tempat dari puncak perayaan Natal Nasional 20...

Ibadah Adven 2025 PGI. Menyongsong Natal dan Akhir Tahun dengan Penuh ...
by admin 25 Dec 2025 07:05

JAKARTA,PGI.OR.ID-Dalam suasana penuh sukacita menyongsong Natal, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI)...

PGI dan BPJS Ketenagakerjaan Tandatangani Perjanjian Kerja Sama Penyel...
by admin 23 Dec 2025 19:34

JAKARTA,PGI.OR.ID-Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJ...