Preloader
PGI.OR.ID

Alamat

Jalan Salemba Raya No. 10
Jakarta Pusat (10430)

Hotline

021-3150451

021-3150455

021-3908118-20

Alamat Email

mailto:info@pgi.or.id

HONAI Diresmikan di Jayapura, Gereja-Gereja Papua Perkuat Kerja Kemanusiaan

Thumbnail
Author

admin

16 Sep 2026 09:13

Share:

JAYAPURA,PGI.OR.ID-Gereja-gereja di Papua dan Keuskupan di Papua berkolaborasi menghadirkan Humanitarian Outreach to Need Assistance Initiative (HONAI), sebagai simbol kebersamaan dalam menghadirkan sebuah rumah bersama bagi kerja-kerja kemanusiaan, perdamaian, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat manusia, di Sinode GKI-TP, Jayapura, Selasa (15/9/2026).

Dalam peresmian yang dikemas lekat dengan budaya Papua, pimpinan Gereja-gereja dan Keuskopan yang ada di Papua, yaitu GKI di Tanah Papua, Gereja Kingmi Papua, Gereja Kemah Injil Indonesia, Gereja Injili di Indonesia Papua, Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua, Gereja Pantekosta di Papua, Keuskupan Jayapura, dan Keuskupan Timika, secara bersama melakukan pemukulan tifa secara bersama.

Tifa yang dipukul dengan irama dan ketukan yang sama adalah simbol bahwa kekuatan HONAI tidak terletak pada satu gereja, satu denominasi, atau satu lembaga. Kekuatannya lahir ketika gereja-gereja memilih berjalan bersama, sehati, sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa dan satu tujuan, yaitu untuk kerja kemanusiaan.

Mengawali peresmian HONAI, Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Darwin Darmawan, mengatakan HONAI diharapkan menjadi rumah besar bersama bagi masyarakat Papua sekaligus ruang bagi gereja-gereja untuk menyatukan suara dalam merespons berbagai persoalan kemanusiaan. “Kalau Honai menjadi rumah besar bersama masyarakat Papua, dan hati pimpinan-pimpinan serta lembaga-lembaga gereja bersatu di bawah rumah besar ini, maka kita betul-betul bisa menyuarakan apa yang menjadi isi hati dan cerita terdalam masyarakat Papua,” katanya.

Menurut Pdt. Darwin, persatuan gereja menjadi hal penting agar panggilan untuk mewartakan kasih, perdamaian, dan keadilan tidak berhenti pada kata-kata. “Karena kita tidak mungkin mewartakan kasih, perdamaian, dan keadilan Tuhan kalau kita sendiri tidak bersatu,” ujarnya.

Ia menegaskan, HONAI harus dibangun sebagai ruang bersama tempat kasih, perdamaian, keadilan, dan pertolongan Tuhan dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, HONAI diibaratkan sebagai seorang bayi yang baru lahir dan membutuhkan perhatian serta perawatan bersama. “Honai yang kita launching hari ini adalah seperti bayi yang baru lahir. Ia membutuhkan dukungan, keseriusan, perawatan, cinta kasih, dan perhatian dari banyak orang,” katanya.

Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama merawat dan membesarkan HONAI agar menjadi rumah bersama yang menghadirkan Papua yang lebih damai, adil, dan bermartabat.

KWI: Rumah Bersama untuk Kemanusiaan
Dukungan terhadap kehadiran HONAI juga disampaikan oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Romo Marthen Jenaru memberikan apresiasi kepada para inisiator yang telah menggagas terbentuknya Rumah Bersama HONAI. KWI menilai kehadiran rumah bersama tersebut membuka ruang bagi Gereja Katolik Indonesia untuk mengambil bagian dalam jalan bersama menegakkan perdamaian, keadilan, kegembiraan, dan sukacita bagi seluruh masyarakat Papua. HONAI diharapkan menjadi tempat yang bermartabat, bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu, serta mengedepankan kemanusiaan, penghargaan, dan penghormatan terhadap kehidupan. “Dengan hati yang tulus dan ikhlas, kami akan selalu ada bersama Rumah Honai untuk karya-karya kemanusiaan,” demikian dukungan KWI.

Sementara itu, Uskup Jayapura, Mgr. Yanuarius Teofilus Matopai You, menegaskan bahwa HONAI hadir sebagai ruang untuk membicarakan berbagai persoalan kemanusiaan yang terjadi di Tanah Papua. Menurutnya, persoalan tersebut mencakup krisis kemanusiaan yang berkepanjangan, luka-luka yang belum sembuh, penderitaan yang terus berlangsung, ketidakadilan, pengungsian, hingga pelanggaran terhadap martabat manusia. “Ini adalah memoria passionis, ingatan akan penderitaan yang terus berlangsung. Kita tidak boleh melupakannya, karena melupakan berarti mengkhianati mereka yang menderita. Namun, kita juga tidak boleh berhenti pada ingatan. Kita harus mengubah ingatan itu menjadi keberanian untuk bertindak,” tegasnya.

Ia menekankan, gereja tidak boleh tinggal diam ketika umat dan masyarakat mengalami penderitaan. Tugas gereja, menurutnya, adalah menjalankan panggilan kemanusiaan, bukan terlibat dalam politik praktis. “Gereja dipanggil untuk memperjuangkan harga dan martabat manusia, menjadi suara profetis yang berani berkata benar, menegur ketidakadilan, dan membela mereka yang lemah,” katanya.

Karena itu, gereja harus berada di garis depan dalam memperjuangkan kemanusiaan, bukan untuk memihak pada kekuasaan, melainkan berpihak pada kebenaran dan mereka yang menderita.

Peresmian Honai dihadiri juga oleh lembaga lintas agama, seperti Jaringan GUSDURian, pengurus wilayah Muhamadiyah Papua dan Majelis Ulama Indonesia di Papua. Dalam kesempatan tersebut, Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid, menyampaikan dukungannya secara daring melalui Zoom.

Alisa menegaskan bahwa politik semestinya digunakan untuk menjamin kemaslahatan manusia, bukan menjadikan manusia sebagai korban kepentingan politik. “Politik seharusnya hadir untuk menjamin kemaslahatan manusia, bukan sebaliknya, manusia dikorbankan untuk kepentingan politik,” ujar Alisa.

Ia menilai peluncuran HONAI bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah langkah konkret menuju kebaikan dan kemaslahatan warga Papua. “Pada akhirnya kemanusiaan harus ditempatkan di atas segalanya,” tegasnya.

HONAI Rumah Bersama Gereja di Tanah Papua
Sementara itu Pdt. Andrikus Mofu, Ketua HONAI periode 2026–2029 menegaskan bahwa kerja kemanusiaan di Tanah Papua bukanlah sesuatu yang baru. Selama ini, berbagai individu, kelompok, dan organisasi telah mengambil bagian dalam kerja-kerja kemanusiaan di Papua.

Namun, menurutnya, ada sesuatu yang istimewa dengan hadirnya HONAI, yakni kesepakatan gereja-gereja di Tanah Papua bersama keuskupan untuk hadir dan bekerja secara kolektif dalam satu rumah bersama. “Kami semua gereja-gereja di Tanah Papua, bersama juga dengan keuskupan, kita telah sepakat untuk ada bersama di dalam Honai ini,” ujarnya.

Ia menegaskan HONAI merupakan rumah bersama untuk membicarakan nilai-nilai kemanusiaan sekaligus memperjuangkan martabat manusia. “Ini rumah kita bersama. Rumah di mana kita bicarakan tentang nilai-nilai kemanusiaan, rumah di mana kita perjuangkan martabat kemanusiaan. Di rumah ini kita hadir dan berjuang bersama,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh pihak, termasuk negara, untuk melihat kerja HONAI secara positif. Menurutnya, kehadiran HONAI merupakan respons terhadap realitas penderitaan yang masih dialami masyarakat di berbagai wilayah Papua. “Di seluruh Tanah Papua hari ini ada pengungsian, ada penderitaan, ada kematian, ada jeritan tangis, ada linangan air mata dan darah. Apakah terus-menerus dibiarkan?” katanya.

Karena itu, ia meminta semua pihak mengesampingkan prasangka maupun perbedaan pandangan dan melihat kerja kemanusiaan HONAI sebagai upaya bersama untuk merespons penderitaan masyarakat. “Honai dan kita semua bekerja untuk kemanusiaan dan keadilan di Tanah Papua,” tegasnya.

Peresmian HONAI tersebut menjadi simbol kesediaan gereja-gereja dan keuskupan di Tanah Papua untuk berjalan bersama, membuka ruang dialog, merawat kemanusiaan, dan memperjuangkan kehidupan yang lebih bermartabat. (NA)

Berikan Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *

Komentar *
Nama Lengkap *
Email *
Website
(optional)

Berita & Peristiwa
HONAI Diresmikan di Jayapura, Gereja-Gereja Papua Perkuat Kerja Kemanu...
by admin 16 Sep 2026 09:13

JAYAPURA,PGI.OR.ID-Gereja-gereja di Papua dan Keuskupan di Papua berkolaborasi menghadirkan Humanitarian Outre...

Bangun Perdamaian lewat Ruang Digital, Pemuda Gereja Papua Didorong Pe...
by admin 15 Sep 2026 19:47

JAYAPURA, PGI.OR.ID — Ruang digital dinilai dapat menjadi arena strategis bagi pemuda gereja di Tanah Papua ...

Sekjen LWF Apresiasi Kerja-kerja Advokasi yang Dilakukan PGI
by admin 15 Sep 2026 16:18

JAKARTA,PGI.OR.ID-Sekretaris Jenderal Lutheran World Federation (LWF) Pdt. Dr. Anne Burghardt, menyampaikan ap...