Gelar Malam Budaya di Konas Perempuan Gereja 2026. Kebersamaan dalam Keberagaman
admin
06 Nov 2026 12:30
SIPOHOLON,PGI.OR.ID-Peserta Konsultasi Nasional (Konas) Perempuan Gereja 2026 mengikuti acara Malam Budaya yang dilaksanakan di hari kedua konas. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium HKBP (Seminarium Sipoholon), Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada Kamis (5/11/2026) malam.
Malam Budaya berlangsung semarak. Seluruh peserta serempak menggunakan pakaian daerah masing-masing. Momen ini seakan menjadi pelepas kepenatan lewat tari dan nyanyian daerah, setelah dua hari penuh mengikuti kegiatan. Ruang persidangan sontak bergemuruh saat musik tradisionak Batak, gondang dan uning-uningan dimainkan. Spontan mengajak semua untuk manortor bersama. Pada kesempatan itu mereka juga sekaligus menikmati makanan khas daerah masing-masing yang dibawah peserta untuk dinikmati bersama.
Dikomandoi MC, secara bergantian peserta di antaranya mewakili Sinode GKE, HKBP, Gereja Toraja, GKP, GKPI, BNKP, HKI, PGIW DKI, GKI Tanah Papua, GKPPD, dan PGIW Sulselbara, mempertunjukkan tari dan nyanyian.
Ketua Umum Panitia Konas Perempuan Gereja 2026, Dra. Sandra Sidabutar mengungkapkan bahwa kegiatan Malam Budaya bertujuan agar peserta saling mengetahui ragam adat-istiadat, termasuk pakaian adat dari daerahnya masing-masing. “Dengan demikian kita bisa saling mengenal, karena mungkin kita tidak pernah berkunjung ke suatu daerah, tetapi di sini kita bertemu dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, dengan melihat pakian mereka, kita bisa ada gambaran sedikit dan saling mengenal,” ujarnya.

Secara khusus di Sumatera Utara, lanjutnya, Malam Budaya sengaja diiringi dengan musik tradisional Batak agar dikenal oleh seluruh peserta. “Kemudian bagaimana menampilkan suasana Batak, yaitu dengan ulos. Jadi kalau manortor atau bernyanyi tidak sah kalau tidak ada ulos,” ujarnya
Sementara itu, Malam Budaya sengaja dilaksanakan di hari kedua karena seluruh peserta mulai terbangun keakraban dan telah saling mengenal satu sama lain. “Itu yang jadi pertimbangan kami mengapa acara ini dilaksanakan di hari kedua. Karena kalau hari pertama nanti mereka canggung karena belum kenal, lalu kalau di hari terakhir pasti sudah Lelah dan tidak sedikit juga yang sudah Kembali ke daerahnya masing-masing,” tandas Sandra Sidabutar.
Membangun Jembatan
Gelar Malam Budaya mendatangkan sukacita bagi peserta, salah satunya apa yang disampaikan oleh Pdt. Deborah Mamrasar, dari GKI di Tanah Papua. “Saya sangat merasa bahagia ketika hadir dalam acara Malam Budaya. Bagi saya itu bukan hanya mengangkat budaya tapi juga kekeluargaan. Saya akhirnya sepakat dengan banyak orang lain bahwa seni itu membangun jembatan, bukan membangun tembok pemisah,” ujarnya.

Dia menambahkan, Malam Budaya juga memperkaya kita dalam kebersamaan, persaudaraan, kerukunan, lalu memperkaya kita untuk menjadi manusia yang lebih manusiawi. Selanjutnya, menegaskan bahwa berbeda-beda itu tidak selamanya buruk. “Ternyata acara itu pada kemarin itu menunjukkan bahwa perbedaan itu pada akhirnya dibuat jadi istimewa, jadi indah dengan berbagai penampilan budaya, tarian-tarian, lagu dan sebagainya yang ternyata itu mempersatukan setiap kami peserta yang datang dari ujung timur Indonesia sampai ujung barat Indonesia,” tandas Pdt. Deborah Mamrasar.
Kelelahan di penghujung Malam Budaya, akhirnya terbayar dengan sukacita karena panitia memberikan kain ulos kepada seluruh peserta sebagai kenang-kenangan. (MS)
Berikan Komentar
Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *
Berita & Peristiwa
Peserta Konas Perempuan Gereja PGI 2026 Keluarkan Seruan Bersama
SIPOHOLON,PGI.OR.ID-Peserta Konsultasi Nasional (Konas) Perempuan Gereja 2026 mengeluarkan Seruan Bersama, dia...
Gelar Malam Budaya di Konas Perempuan Gereja 2026. Kebersamaan dalam K...
SIPOHOLON,PGI.OR.ID-Peserta Konsultasi Nasional (Konas) Perempuan Gereja 2026 mengikuti acara Malam Budaya yan...
Pembukaan Konas Perempuan Gereja 2026: Menentukan Langkah Bersama di T...
SIPOHOLON, PGI.OR.ID-Pembacaan akta serta pemukulan gong oleh Ketua Umum PGI, Pdt. Jacklevyn Fritz Manuputty, ...

