Preloader
PGI.OR.ID

Alamat

Jalan Salemba Raya No. 10
Jakarta Pusat (10430)

Hotline

021-3150451

021-3150455

021-3908118-20

Alamat Email

mailto:info@pgi.or.id

Bangun Keguyuban, PGI Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama Lintas Iman

Thumbnail
Author

admin

06 Mar 2026 10:41

Share:

JAKARTA,PGI.OR.ID-Dalam semangat kebersamaan di bulan Ramadhan 1447 H, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menggelar aksi berbagi takjil dan buka puasa bersama (bukber) lintas iman, di Grha Oikoumene, Jakarta, pada Kamis (5/3/2026).

Berbagi takjil dilakukan oleh MPH-PGI bersama staf, dan karyawan kepada siapa saja,  pejalan kaki, pedagang, supir angkot, driver ojol, pengendara motor dan mobil, yang melintas di Jalan Salemba Raya dan Dipenogoro, Jakarta. Meski sempat khawatir karena hujan yang masih mengguyur Jakarta, bagi-bagi takjil akhirnya dapat berjalan lancar.

Aksi yang berlangsung sekitar 1 jam ini, menjadi momentum mewujudkan kepedulian, rasa kebersamaan, solidaritas sosial, sekaligus ungkapan syukur kepada umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. 

Usai berbagi takjil, dilanjut bukber yang diawali sharing lintas iman bertajuk Puasa & Keadilan Sosial dalam Perspektif Agama & Kepercayaan, yang disampaikan oleh perwakilan dari PGI, KWI, Muhammadiyah, Konghucu, PHDI, Baha'I, MLKI, dan PERMABUDHI. Hadir di acara ini di antaranya perwakilan dari LAI, Komnas Perempuan, LBH Masyarakat, DPP GAMKI, Advokasi KBB, Muslimah Reformis, KOWANI, Pergerakan Sarinah, Alumni Tembang, IRI, dan Jaringan Gusdurian. 

Membuka sharing, Ketua Umum PGI, Pdt. Jacklevyn Fritz Manuputty dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kegiatan ini bagian dari upaya membangun keguyuban. "Guyub itu penting karena menjadi karakter kebangsaan kita, dan bersyukur bisa kita lakukan dalam suasana puasa. Dalam keguyuban kita bisa saling mendekat satu sama lain sebagai sahabat dan saudara. Maka dengan demikian kita bisa menjalani kehidupan ini dengan lebih damai," tandasnya.

Pada kesempatan itu, dari perspektif Islam, Ketua PP Muhammadiyah, Busyro Muqoddas menjelaskan bahwa puasa memiliki dua makna penting yaitu mengintensifkan komunikasi dengan Tuhan serta membangun relasi kemanusiaan. Kedua hal ini, lanjut Busyro, penting untuk diwujudnyatakan dalam kehidupan kita. 

"Apa yang dilakukan oleh PGI dengan mendukung masyarakat Merauke menolak food estate itu menurut kami sangat luar biasa, karena itu menunjukkan bagaimana kita membangun relasi kemanusiaan," ujarnya.

Sementara dari perspektif Katolik, menurut Romo Antonius Suyadi, Pr, puasa adalah wujud pertobatan iman kepada Tuhan. Selain itu, untuk mempersiapkan diri memasuki perayaan Paskah. "Sebab itu umat Katolik menjalankan puasa selama 40 hari yang dimulai dari Rabu Abu. Dengan demikian ketika merayakan Paskah dengan hati yang bersukacita. Kami juga menyisihkan uang untuk diberikan kepada mereka yang membutuhkan," ujar Romo dari Keuskupan Agung Jakarta ini.

Sedangkan dari Kristen Protestan, Wasekum PGI, Pdt. Lenta Enni Simbolon menyampaikan bahwa secara formal gereja tidak mengatur soal puasa. Namun ada beberapa gereja di masa pra-paskah mendisiplinkan rohani untuk berpantang makan, namun melakukan transformasi sosial, seperti menolong mereka yang lemah, terpinggirkan dan lainnya.

"Dalam sebuah kesempatan saya melihat ada beberapa gereja mengajak anak-anak Sekolah Minggu di masa pra-paskah tidak jajan, uang jajan mereka tabung. Selanjutnya uang yang ditabung itu digunakan untuk membantu mereka yang membutuhkan," ujarnya.

Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, menguraikan puasa dari perspektif Hindu. Menurutnya, puasa juga tidak sekadar makan dan minum tetapi mendekat kepada Tuhan dan manusia.

Apresiasi kepada PGI
Sekjen DMP Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI), Is Werdiningsih menyampaikan apresiasi kepada PGI yang selalu konsisten melaksanakan kegiatan buka puasa. “Bagi saya ini sangat luar biasa, tahun lalu kami juga diundang PGI. Saya kira ini juga bagian dari kepedulian dan keterbukaan PGI kepada kami penganut kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Saya juga memberi apresiasi kepada PGI yang selalu berupaya untuk bergotong-royong dan bergandengan dengan lintas iman,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Busyro Muqoddas. Menurutnya, acara yang digagas PGI menggambarkan semakin intensnya hubungan silaturahim antarumat beragama. “PGI mengundang tokoh lintas agama di bulan puasa untuk berdialog ini sangat luar biasa,” tegas Busyro. (MS)

 

Berikan Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *

Komentar *
Nama Lengkap *
Email *
Website
(optional)

Berita & Peristiwa
Bangun Keguyuban, PGI Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama Lintas Ima...
by admin 06 Mar 2026 10:41

JAKARTA,PGI.OR.ID-Dalam semangat kebersamaan di bulan Ramadhan 1447 H, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia ...

Pesan Paskah PGI 2026: KRISTUS BANGKIT MEMBARUI KEMANUSIAAN KITA
by admin 05 Mar 2026 11:00

JAKARTA,PGI.OR.ID-Tema Paskah PGI tahun ini adalah “Kristus bangkit membarui kemanusiaan kita” berdasarkan...

Bangun Sinergitas untuk Papua, PGI dan YCWS Tandatangani MoU
by admin 04 Mar 2026 08:02

JAKARTA,PGI.OR.ID-Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) bersama Yayasan Cita Wadah Swadaya (YCWS) melak...