Awali Tahun 2026, PGI Gelar Ibadah Syukur. Bergandengan Tangan Membuat Indonesia Menjadi Lebih Baik
admin
12 Jan 2026 11:06
JAKARTA,PGI.OR.ID-Mengawali pelayanan di tahun 2026, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menggelar ibadah syukur di ruang Auditorium Lt. 5 Grha Oikoumene, Jakarta, pada Jumat (9/2/2026) malam.
Selain MPH-PGI, staf serta karyawan, tampak hadir Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman RI Maruarar Sirait, Staf Khusus Menag RI Gugun Gumilar, Direktur The Wahid Institute Yenni Wahid, beberapa anggota legislatif, perwakilan lembaga interfaith, mitra/yayasan bentukan PGI, anggota Pokja/Komisi PGI, dan pimpinan sinode gereja anggota PGI.
Ibadah dikemas secara apik dengan melibatkan tim Kolintang GPIB Marthin Luther, Paduan Suara Sola Gratia GKPI Menteng, GPIB Markus, Gerakan Pemuda GPIB Pancaran Kasih Depok serta mahasiswa STFT Jakarta. Sedangkan pelayan firman oleh Ketua Umum GKII Pdt. Prof. Daniel Ronda.
Sekretaris Umum PGI, Pdt. Darwin Darmawan dalam sambutanya mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan mewujudkan Indonesia yang lebih baik. "Mewujudkan mimpi Indonesia yang lebih baik hanya dapat dilakukan dengan kita saling bekerjasama dan memperkuat komitmen,” ujarnya.
Dengan bergandengan tangan, lanjut Sekum PGI, masalah apapun yang akan kita hadapi di tahun yang baru ini, akan terasa ringan karena kita memikulnya bersama-sama.
Dia juga mengapresiasi kehadiran perwakilan Kementerian Agama sebagai wujud negara yang berdiri teguh di atas konstitusi dan melindungi semua agama secara setara.
Menutup sambutannya, Pdt. Darwin mengibaratkan Indonesia seperti langit gelap yang dipenuhi bintang-bintang kecil. “Jika setiap kita mau menjadi terang di tempat masing-masing, Indonesia akan menjadi lebih baik. Indonesia lebih besar dari kelompok dan kepentingan apa pun,” pungkasnya.
Sementara itu, mewakili pemerintah, Maruarar Sirait dalam sambutannya menyinggung soal Indonesia yang pada tahun ini telah mencapai swasembada pangan. Capaian tersebut, menjadi tonggak penting di tengah dinamika geopolitik global yang penuh ketidakpastian.
Swasembada pangan, lanjut Maruarar, sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pangan dan energi sebagai dua sektor paling fundamental bagi kedaulatan nasional. Setelah keberhasilan di sektor pangan, pemerintah kini mengarahkan fokus besar pada terwujudnya swasembada energi.
Disinggung pula soal potensi besar yang dimiliki Indonesia dari sisi sumber daya alam. Menurut dia, kekayaan seperti nikel, timah, dan berbagai komoditas strategis lainnya merupakan modal penting untuk membangun kemandirian energi nasional.
Sebab itu, pemerintah berkomitmen dalam menata ulang pengelolaan lahan dan aset negara. Selama ini banyak tanah yang dikuasai secara ilegal, dan pemerintah telah mulai melakukan penertiban.
“Banyak tanah yang sudah disita, dan ke depan yang ilegal-ilegal akan kita bereskan. Ini yang sedang dan terus kita lakukan. Mohon doanya agar semua berjalan dengan baik dan adil,” ujar Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025 ini.
Menjadi Alat Keselamatan
Mewakili mitra interfaith, Yenni Wahid mengapresasi acara syukur awal tahun 2026 yang dilaksanakan oleh PGI. Menurutnya, momen ini menjadi sarana untuk melakukan refleksi dalam rangka bagaimana mewujudkan Indonesia yang lebih baik lagi.
“Kita berefleksi bagaimana menata Indonesia menjadi lebih baik. Seperti tema perayaan awal tahun ini, bagaimana Allah hadir membawa keselamatan. Sebab itu, kita pun harus berfikir ulang bagaimana menjadi alat keselamatan bagi diri sendiri, masyarakat dan dunia,” katanya.
Mewujudkan keselamatan, ujar Yenni Wahid hal itu berarti kita perlu menata prilaku, termasuk terhadap alam dan lingkungan.
“Bencana yang terjadi mari kita berpikir positif, ini bukan hukuman dari Tuhan, tapi bagaimana menjadi kewajiban bagi kita untuk berpikir ulang hubungan kita dengan alam. Saya percaya semua agama menekankan keselamatan bagi semua. Maka disinilah kita hadir dalam esensi tentang keselamatan.” tandasnya.
Dalam rangkaian acara ini, juga ditayangkan Kaleidoskop PGI yang berisikan kiprah serta peran yang telah dimainkan oleh PGI, dalam merespon berbagai persoalan gereja dan bangsa, yang terjadi di 2025.
Ibadah Syukur Awal Tahun PGI ini menjadi penanda kuat bahwa iman, ketaatan, dan kerja sama lintas iman tetap menjadi fondasi penting dalam merawat persatuan dan harapan bangsa di tahun 2026. (MS)
Berikan Komentar
Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *
Berita & Peristiwa
Awali Tahun 2026, PGI Gelar Ibadah Syukur. Bergandengan Tangan Membuat...
JAKARTA,PGI.OR.ID-Mengawali pelayanan di tahun 2026, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menggelar ib...
Perayaan Natal Nasional 2025. Momentum Kehadiran Allah untuk Menyelama...
JAKARTA,PGI.OR.ID-Gedung Tennis Indoor Senayan, Jakarta menjadi tempat dari puncak perayaan Natal Nasional 20...
Ibadah Adven 2025 PGI. Menyongsong Natal dan Akhir Tahun dengan Penuh ...
JAKARTA,PGI.OR.ID-Dalam suasana penuh sukacita menyongsong Natal, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI)...

