Preloader
PGI.OR.ID

Alamat

Jalan Salemba Raya No. 10
Jakarta Pusat (10430)

Hotline

021-3150451

021-3150455

021-3908118-20

Alamat Email

mailto:info@pgi.or.id

Membangun Kapasitas Gereja-gereja di Indonesia Timur Menghadapi Polikrisis Ekologis

Thumbnail
Author

admin

22 Sep 2026 14:53

Share:

JAKARTA,PGI.OR.ID-Merespons tantangan ekologis, sosial, ekonomi, budaya, dan spiritual yang semakin meningkat serta dihadapi oleh masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, PGI bersama UEM, dan PGIW Nusa Tenggara Barat, melaksanakan kegiatan Seminar Ekoteologi dengan tema Teologi Pariwisata di Tengah Polikrisis: Respons Ekoteologis Gereja-Gereja di Indonesia Timur, di Lombok, Nusa Tenggara Barat, 21-24 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi ruang teologis serta strategis bagi gereja-gereja di Indonesia Timur untuk merefleksikan dan merespons dampak pembangunan pariwisata dalam konteks polikrisis, yang saling terkait di Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). PGIW Nusa Tenggara Barat menjadi tuan dan nyonya rumah dari kegiatan yang diikuti pimpinan sinode gereja anggota PGI, PGI Wilayah, gereja lokal dan institusi akademi ini.

Dalam sambutannya, Sekretaris Umum PGI, Pdt. Darwin Darmawan menegaskan, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan wilayah yang dianugerahi sumber daya alam yang luar biasa, keragaman budaya, serta tradisi spiritual yang kaya. “Dalam satu dekade terakhir, wilayah-wilayah ini telah berkembang menjadi destinasi pariwisata utama, baik pada tingkat nasional maupun internasional. Meskipun pariwisata telah membuka berbagai peluang ekonomi, sektor ini juga turut memunculkan beragam krisis yang saling berkaitan dan berdampak pada masyarakat serta ekosistem,” ujarnya.

Dengan demikian, lanjut Sekum PGI, seminar ini diharapkan menjadi sebuah ruang ekumenis nasional yang menghasilkan pendekatan-pendekatan kontekstual yang dapat diterapkan dan dikembangkan bersama oleh gereja-gereja dalam merespons polikrisis ekologis. Melalui kemitraan antara PGI dan United Evangelical Mission (UEM), lanjutnya, program ini diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas gereja-gereja di Indonesia Timur, tetapi juga memperkokoh gerakan ekumenis di Indonesia secara lebih luas. 

Sedangkan Sekjen UEM, Pdt. Andar Pasaribu dalam sambutannya menegaskan bahwa Gereja dipanggil untuk ikut dalam pembangunan pariwisata lokal. “Kita tidak akan dapat menikmati keindahan alam tapi masyarakat lokal menjadi penonton. Sebab itu kuncinya tanpa keadilan tidak aka nada perdamaian,” ujarnya. 

Pada kesempatan itu dia pun menyampaikan kerima kasih kepada tokoh dan elemen terkait, termasuk pula para peserta, yang telah turut mensukseskan kegiatan ini. 

Hal senada juga disampaikan Ketua Umum PGIW NTB, Pdt. Radius Aditya Jonar. Dalam sambutannya dia menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua gereja dan elemen gereja yang suda mau membantu jalannya kegiatan seminar ini. Dia pun menyampaikan selamat datang di Pulau Lombok sekaligus menjelaskan arti dari Pulau Lombok sekaligus menyampaikan beberapa tantangan yang dialami pulau ini sejak tahun 2018 dimana gempa dan wabah covid-19 tahun 2020 memporak-porandakan parawisata di NTB. Meski demikian disampaikan bahwa masyarakat Lombok bersemangat untuk bangkit kembali dari berbagai macam tantangan yang terjadi. 

Mewakili Pemerintah daerah, Pembimas Kristen Wilayah NTB, Jhonson Parulian Hottua, M.Th, M.h, dalam sambutannya mengatakan bahwa Seminar ini memiliki relevansi terhadap kementerian agama yang di mana di atur dalam KMA Nomor 244 Tahun 2025 tentang program prioritas mentria agama tahun 2025-2029. 

“Kementrian agama memandang bahwa ekoteologi bukan sekedar isu lingkungan, tetapi sebagai cara pandang keagamaan yang mendorong manusia membangun hubungan yang harmonis dengan Tuhan, sesama manusia dan alam. Bahkan kementrian agama menempatkan ekoteologi sebagai strategi membangun peradaban ekologis melalui pendidikan, penyuluhan dan lain sebagainya,” tandasnya.

Sebab itu, diharapkan seminar ini dapat membawa berkat, karena gereja yang menjaga ekologis adalah gereja tersebut takut akan Tuhan. Gereja harus terlibat aktif di dalam pembangunan pariwisata. 

Kegiatan Seminar Ekoteologi dengan tema Teologi Pariwisata di Tengah Polikrisis: Respons Ekoteologis Gereja-Gereja di Indonesia Timur, sebagai bagian dari komitmen PGI dalam mengimplementasikan Dokumen Keesaan Gereja (DKG), khususnya panggilan gereja untuk menegakkan keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan. 

 

 

 

Berikan Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *

Komentar *
Nama Lengkap *
Email *
Website
(optional)

Berita & Peristiwa
Ketum PGI: Kerukunan Tak Boleh Dibangun di Atas Pengorbanan Kebebasan ...
by admin 22 Sep 2026 15:37

JAKARTA, PGI.OR.ID – Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) mengecam keras tindakan sekelompok massa ...

Membangun Kapasitas Gereja-gereja di Indonesia Timur Menghadapi Polikr...
by admin 22 Sep 2026 14:53

JAKARTA,PGI.OR.ID-Merespons tantangan ekologis, sosial, ekonomi, budaya, dan spiritual yang semakin meningkat ...

PGI Dampingi Jemaat GKPI Rajeg, Dorong Penegakan Hukum dan Jaminan Keb...
by admin 22 Sep 2026 10:26

TANGERANG, PGI.OR.ID– Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) bersama PGI Wilayah Banten mengunjungi je...