Tokoh Lintas Agama Gelar Doa Pemulihan Bangsa, PGI Soroti Krisis Ekologis dan Integritas Pemerintahan
admin
28 Oct 2026 11:18
JAKARTA, PGI.OR.ID — Sejumlah tokoh lintas agama bersama kelompok masyarakat sipil dan organisasi lingkungan hidup menggelar doa bersama di Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Jemaat Immanuel, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (27/10/2026). Ibadah dan doa bersama tersebut dipanjatkan menyusul darurat bencana ekologis di Tanah Air. Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap menahun kini melanda wilayah Sumatra, Kalimantan, hingga Papua.
Gerakan ini diinisiasi oleh Departemen Germasa dan Lingkungan Hidup GPIB bersama Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), Institut WJ Rumambi, WWF Indonesia, Interfaith Rainforest Initiative (IRI), Eco Bhinneka Muhammadiyah, Ummah for Earth, Eksekutif Nasional WALHI, Forest Watch Indonesia (FWI), serta Indonesian Working Group on Forest Finance (IWGFF).
Sekretaris Umum PGI, Pdt. Darwin Darmawan, hadir bersama Sekretaris Eksekutif Bidang Keadilan dan Perdamaian PGI, Pdt. Etika Saragih. Melalui pertemuan lintas iman ini, para peserta diajak untuk tidak menutup mata terhadap penderitaan masyarakat sekaligus menjaga harapan akan perubahan bagi Indonesia.

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Umum Majelis Sinode GPIB, Pdt. Nitis Putrasana Harsono. Dalam sambutannya, ia mengajak para peserta untuk menjadikan keyakinan iman sebagai landasan dalam menghadapi berbagai pergumulan bangsa.
"Keberagaman agama, bahasa, dan budaya merupakan anugerah yang seharusnya mempererat persaudaraan, bukan menjadi alasan untuk saling mencurigai atau menjauhkan satu sama lain," ujar Ketua Umum Majelis Sinode GPIB, Pdt. Nitis Putrasana Harsono. "Perbedaan keyakinan justru dapat menjadi kekuatan bersama untuk membangun kehidupan yang damai, sejahtera, dan berkeadilan. Karena itu, peran tokoh dan komunitas agama tidak berhenti pada kehidupan spiritual, tetapi juga hadir untuk menguatkan, menghibur, dan memberikan harapan kepada masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan," tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya memberikan harapan kepada anak-anak yang hidup di tengah berbagai bencana dan persoalan sosial. Di tengah keadaan yang tidak menentu, mereka perlu diyakinkan bahwa masa depan tetap layak diperjuangkan.
Pdt. Nitis berharap melalui doa bersama, para peserta diajak merendahkan hati di hadapan Tuhan dan memperkuat komitmen untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.
_1793161636.jpeg)
Sekretaris Umum PGI, Pdt. Darwin Darmawan, memberikan refleksi bertajuk “Mendengarkan Bangsa yang Terluka”. Dalam refleksinya Pdt. Darwin mengajak peserta melihat kondisi Indonesia melalui nilai-nilai Pancasila. Ia menilai, berbagai persoalan yang terjadi saat ini menjadi alasan bagi seluruh elemen bangsa untuk berefleksi secara jujur.
Menurut Pdt. Darwin Darmawan, sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, seharusnya tidak berhenti sebagai simbol atau seremoni keagamaan. Nilai ketuhanan perlu diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk melalui integritas, kejujuran, dan keberanian menolak korupsi. Ia juga menyoroti persoalan kemanusiaan yang terlihat dari krisis ekologis, terutama kebakaran hutan dan lahan serta dampak kabut asap terhadap masyarakat.
"Pengalaman saya mengunjungi Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat membuat saya melihat secara langsung beratnya dampak pencemaran udara bagi kehidupan masyarakat," ujar Sekretaris Umum PGI, Pdt. Darwin Darmawan.
Dalam refleksinya, ia turut menyoroti persoalan konsesi pertambangan dan pengelolaan lahan yang menurutnya perlu mendapat perhatian serius. "Situasi tersebut menjadi pertanyaan bagi komitmen bangsa dalam menjunjung kemanusiaan yang adil dan beradab. Ketika masyarakat kesulitan mendapatkan udara bersih dan harus menanggung dampak kerusakan lingkungan, perlindungan terhadap martabat manusia tidak boleh hanya menjadi slogan," kata Sekretaris Umum PGI, Pdt. Darwin Darmawan.
Pada sila Persatuan Indonesia, Pdt. Darwin Darmawan mengingatkan bahwa politik seharusnya menjadi sarana untuk membangun kehidupan bersama. Namun, ia mengkritik kecenderungan ketika kepentingan pemilik modal dan kekuasaan lebih dominan daripada kepentingan rakyat. Ia juga menyampaikan keprihatinan terhadap praktik demokrasi dan persoalan korupsi yang dinilainya menghambat terwujudnya pemerintahan yang berintegritas.
Sementara itu, sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, mengingatkan bahwa keberpihakan kepada masyarakat yang lemah dan menderita harus menjadi bagian penting dari kehidupan beragama maupun penyelenggaraan negara. Di tengah kenaikan harga dan kesulitan ekonomi yang dirasakan masyarakat, Pdt. Darwin Darmawan mengajak umat beragama untuk tidak kehilangan kepekaan terhadap keadaan di sekitarnya.
Baginya, refleksi kritis terhadap kondisi bangsa bukanlah alasan untuk menyerah. Doa menjadi cara untuk menjaga pengharapan sekaligus mendorong perubahan, baik dalam tata kelola pemerintahan maupun dalam kehidupan setiap individu. Pdt. Darwin Darmawan menegaskan bahwa persoalan bangsa tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja. Perubahan juga membutuhkan kesediaan setiap orang untuk memeriksa diri, memperbaiki perilaku, dan hidup dengan integritas. Pdt. Darwin mengajak seluruh peserta untuk terus menyalakan pengharapan di tengah situasi yang sulit, seraya memohon pertolongan Tuhan agar perubahan dapat dimulai dari diri sendiri dan meluas ke kehidupan berbangsa.
_1793161660.jpeg)
Koordinator Interfaith Rainforest Initiative (IRI) sekaligus perwakilan Eco Bhinneka Muhammadiyah, Hening Parlan, menegaskan bahwa kepedulian lintas iman tidak cukup diwujudkan melalui doa di rumah ibadah masing-masing. Menurut Hening, nilai-nilai keagamaan perlu hadir dalam tindakan nyata, termasuk melalui advokasi kebijakan dan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan. Baginya, doa dan tindakan tidak seharusnya dipisahkan. "Keprihatinan terhadap kerusakan lingkungan, penderitaan masyarakat, dan ketidakadilan perlu mendorong komunitas agama untuk mengambil bagian dalam upaya penyelesaian persoalan tersebut," ujar Hening Parlan.
"Keterlibatan organisasi keagamaan dan masyarakat sipil menjadi penting agar kepedulian tidak berhenti pada pernyataan moral, tetapi juga berlanjut menjadi langkah konkret untuk melindungi manusia dan alam," tambahnya.
Dalam kegiatan ini, panitia juga membagikan tanaman dan bibit kepada para tokoh lintas iman serta peserta yang hadir. Langkah sederhana ini menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap bangsa juga perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam menjaga lingkungan hidup. Melalui gerakan “Suara Keprihatinan dan Doa Pemulihan Bangsa”, para tokoh agama dan organisasi masyarakat sipil mengajak semua pihak untuk melihat pemulihan Indonesia secara lebih luas. Bukan hanya soal pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, tetapi juga tentang bagaimana kita memperlakukan sesama, merawat alam, dan menjalankan tanggung jawab dengan integritas.
_1793161670.jpeg)
Di tengah berbagai persoalan bangsa, perbedaan agama dan keyakinan bukanlah penghalang untuk berjalan bersama. Justru dari keberagaman, tumbuh kekuatan untuk saling mendukung, memperjuangkan keadilan, dan menjaga perdamaian.
Doa bersama ini menjadi pengingat bahwa keprihatinan tidak cukup hanya diungkapkan lewat kata-kata. Harus ada langkah nyata, sekecil apa pun, untuk membawa perubahan. Sebab, menjaga harapan bagi Indonesia berarti juga merawat sesama, melindungi alam, dan terus berusaha mewujudkan kehidupan yang lebih adil, damai, dan lestari. (BRNDS)
Berikan Komentar
Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *
Berita & Peristiwa
Tokoh Lintas Agama Gelar Doa Pemulihan Bangsa, PGI Soroti Krisis Ekolo...
JAKARTA, PGI.OR.ID — Sejumlah tokoh lintas agama bersama kelompok masyarakat sipil dan organisasi lingkungan...
Merespons Karhutla: Refleksi dan Doa Lintas Iman, Berharap Pemerinta...
JAKARTA,PGI.OR.ID-Satu persatu perwakilan agama menaikan doa-doanya. Diawali agama Islam dan ditutup oleh seor...
Dana Pensiun Tak Cukup Mengejar Return, BKS Dapen-KI Tekankan Mitigasi...
JAKARTA, PGi.OR.ID— Badan Kerja Sama Dana Pensiun Kristen Indonesia (BKS Dapen-KI) menggelar diskusi bertaj...

