PERSETIA Rayakan HUT ke-63 dalam RUA 2026: PGI Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Menghadapi Disrupsi AI
admin
29 Oct 2026 13:30
MAKASSAR,PGI.OR.ID — Perkumpulan Sekolah-sekolah Teologi di Indonesia (PERSETIA) menggelar Rapat Umum Anggota (RUA) 2026 pada 27–29 Oktober 2026 di STT INTIM Makassar sebagai tuan rumah. Pembukaan RUA tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan peringatan HUT ke-63 PERSETIA pada Selasa, 27 Oktober 2026. Momen ini menandai perjalanan PERSETIA sejak didirikan pada 27 Oktober 1963, berawal dari rahim Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI).
Hadir dalam pembukaan RUA PERSETIA 2026 tersebut Wakil Sekretaris Umum (Wasekum) PGI Pdt Lenta Enni Simbolon, Ketua Pengurus PERSETIA Periode 2022–2026 Pdt. Justitia Vox Dei Hattu beserta jajaran pengurus, Ketua STT INTIM Makassar Pdt. Lidya Tandirerung bersama civitas akademika, serta pimpinan, dosen, dan utusan dari seluruh Sekolah Anggota PERSETIA dan gereja-gereja pendukung.
_1793255829.jpg)
Dalam sambutannya, Pdt. Lenta menyampaikan apresiasi dan pesan mendalam atas perjalanan panjang PERSETIA selama lebih dari enam dekade. "Enam puluh tiga tahun bukanlah rentang waktu yang singkat. PERSETIA lahir dari sebuah visi dan jiwa oikoumenis yang kokoh: memajukan dan memperkuat pendidikan teologi di Indonesia agar relevan, bermutu, kontekstual, dan berakar pada panggilan melayani bangsa dan gereja. Semangat oikoumenis itulah yang menjadi jiwa dan napas kelahirannya," ujar Wasekum PGI.
Di usia ke-63 tahun ini, PGI menyampaikan doa dan harapan agar PERSETIA terus berdiri teguh sebagai rumah bersama bagi seluruh sekolah tinggi teologi di Indonesia. Sebuah rumah yang senantiasa lapang untuk merangkul, menopang, dan memberdayakan sebanyak mungkin STT dengan beragam latar belakang dan kekhasannya, sehingga dapat saling menajamkan serta tumbuh bersama secara kontekstual dan relevan di tengah perubahan zaman.
Pendidikan Teologi di Era AI
_1793255846.jpg)
RUA PERSETIA 2026 mengusung tema “Masa Kini dan Masa Depan Pendidikan Tinggi Teologi di Era AI”. Tema ini dinilai sangat sejalan dengan pergumulan PGI saat ini. Bagi PGI, disrupsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) bukan sekadar lompatan teknologi, melainkan krisis peradaban baru yang menyentuh ranah etika, kemanusiaan, relasi kuasa, hingga pemaknaan martabat ciptaan. Oleh karena itu, isu disrupsi teknologi dan AI telah ditetapkan secara tegas sebagai salah satu pergumulan krusial dalam Dokumen Keesaan Gereja (DKG) PGI Periode 2024–2029.
Wasekum PGI menegaskan bahwa gereja tidak dapat berjalan sendirian dalam merespons gelombang besar perkembangan teknologi ini. "Gereja dan pendidikan tinggi teologi harus bergerak bersama. Jika sekolah teologi adalah rahim yang membentuk para pemimpin dan pelayan gereja masa depan, maka kurikulum, praksis, dan diskursus teologi kitalah yang pertama-tama harus membekali mereka agar cakap membaca tanda-tanda zaman, kritis terhadap godaan dehumanisasi teknologi, dan teguh merawat nilai-nilai kasih serta belarasa," tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Pdt Lenta menekankan pentingnya peran PERSETIA sebagai "dapur spiritual dan intelektual" gerakan ekumenis di Indonesia. Mutu gereja di masa depan sangat ditentukan oleh apa yang dididik, didiskusikan, dan dihidupi di ruang-ruang kuliah sekolah teologi hari ini. PGI berkomitmen untuk terus berjalan berdampingan dan menopang PERSETIA dalam menjalankan misi mulia tersebut. (LES).
Berikan Komentar
Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *
Berita & Peristiwa
PERSETIA Rayakan HUT ke-63 dalam RUA 2026: PGI Tegaskan Pentingnya Kol...
MAKASSAR,PGI.OR.ID — Perkumpulan Sekolah-sekolah Teologi di Indonesia (PERSETIA) menggelar Rapat Umum Anggo...
Sidang MPH PGI Dibuka, Evaluasi Pelayanan Gereja dan Tegaskan Pentingn...
JAKARTA, PGI.OR.ID — Gereja dipanggil untuk tetap hadir, menyuarakan kebenaran, dan menghadirkan pengharapan...
Ketum PGI Dorong Gereja Kritis Membaca Situasi Ekonomi dan Memperkuat ...
JAKARTA, PGI.OR.ID— Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty,...

