Warga Gereja Diminta Menolak Politik Uang, SARA dan Bijak Bermedia Sosial

BANDUNG,PGI.OR.ID-“Warga Gereja sebagai bagian Warga Negara Indonesia harus bisa menyadari, adalah bagian dari negeri ini yang tak terpisahkan dalam berbagai hal termasuk dalam Pilkada. Oleh karena itu warga gereja diharapkan mengambil sikap positif dalam PIlkada 2018”.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Gereja Kristen Pasundan Pdt Erward Tureay dalam pembukaan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif Bagi Warga Gereja di Trans Luxury Hotel Bandung 27 – 28 Maret 2018. Kegiatan ini diadakan bersama antara Yakoma PGI, Sinode GKP dan Bawaslu Provinsi Jawa Barat.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bawaslu Jabar Harminus Koto menjelaskan bahwa sosialisasi bagi warga gereja ini merupakan lanjutan dari sosialisasi bagi warga Jawa Barat, lewat pramuka, organisasi kepemudaan dan pesantren.

Ketua Bawaslu Jabar mengajak warga gereja untuk mewaspadai politik uang. Selain itu, kata Harminus, pihaknya juga meminta warga gereja tidak ikut menyebarkan berita bohong atau hoax dan kampanye hitam.

Selanjutnya Harminus Koto juga mengajak warga gereja  bersama mencegah terjadinya politisasi SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan).

Dengan demikian Pilkada di Jabar baik untuk Pilgub, Pilbup dan Pilwalkot dapat berjalan baik dan objektif. “Ini agar masyarakat pemilih dapat memilih sesuai visi, misi, program dari pasangan calon”.

Sosialisasi yang berlangsung 2 hari ini diikuti oleh sekitar 300 orang yang terdiri dari kaum muda, kaum ibu, kaum pria, majelis jemaat, pendeta dan Sinode GKP. Kegiatan dalam bentuk seminar dan pendalaman di kelompok.

Warga Gereja komitmen mensukseskan Pilkada 2018
Akhir kegiatan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif bagi Warga Gereja ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Seminar dan Sosialisasi Kebangsaan terkait Pilkada Serentak  2018, oleh perwakilan Bawaslu Jabar, Sinode GKP dan YakomaPGI.
Deklarasi tersebut berisi 4 poin  komitmen warga gereja, yaitu mewaspadai dan menolak politik uang, kampanye hitam dan politik SARA. Selanjutnya juga komitmen warga gereja untuk bijak bermedia sosial dan komitmen untuk berperan aktif warga gereja dalam mewujudkan pilkada bersih dan terakhir aktif dalam pengawasan proses pilkada. (Agung)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*