Unit PRB PGI Tinjau Langsung Pembuatan Perahu Nelayan di GPID Jemaat Ora Et Labora Malawa

MALAWA,PGI.OR.ID-Salah satu program Unit Pengurangan Risiko Bencana Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Unit (PRB PGI) dalam rangka pemberdayaan dan pemulihan ekonomi di lokasi-lokasi jemaat dampingan, yaitu bantuan perahu nelayan tradisional yang dilaksanakan di GPID Jemaat Ora Et Labora Malawa. Untuk memastikan program ini berjalan dengan baik, Staf lapangan Unit PRB-PGI, Stefie Nicolaas Wowor dan Winda Christiyanti melakukan kunjungan langsung pada 10-11, dan 15 November 2019.

Dari hasil kunjungan tersebut, diinformasikan perkembangan pekerjaan pembuatan perahu. Dari 7 unit perahu yang di buat, 3 unit sudah selesai dikerjakan, 4 unit lainnya sudah mencapai 80% penyelesaiannya. Bagian yang masih dalam pekerjaan adalah penyambungan papan bagian atas dan tempat dudukan mesin katinting, penghalusan bagian luar badan perahu dan pemasangan pen untuk merekatkan semua papan pada rangka bagian dalam perahu. Untuk mengejar keterlambatan dari target waktu pembuatan, tukang yang mengerjakan perahu, mengerjakan juga di malam hari.

Sampan ketujuh pada fase finishing touch (penyelesaian akhir).

Sedangkan pada kunjungan berikutnya (15/11), bersama-sama dengan Majelis Sinode Harian GPID yang dihadiri oleh Ketua Umum Sinode GPID, Pdt. DR. Alexander Z. Rondonuwu, M.Th, Direktur Pusdiklat Sinode GPID, Pdt. Karlos Binambuni, S.Th, dan Anggota Panitia Pembangunan Pusdiklat GPID, Hotman Sihotang, diinformasikan perkembangan pekerjaan semakin baik. Dari 4 unit yang belum selesai semuanya sudah memasuki proses penyelesaian akhir, yaitu penghalusan bagian luar badan perahu dan pengecatan. Diperkirakan pada akhir bulan November seluruh perahu telah selesai dikerjakan dan siap untuk diturunkan ke laut.

Menanggapi perkembangan ini, Ketua Umum Sinode GPID sangat gembira. Dalam percakapan bersama tukang dan anggota kelompok yang mengerjakan pembuatan perahu tersebut, dia menyampaikan terima kasih untuk usaha dan kerja mereka. Juga memberi motivasi dan berdoa bersama agar pekerjaan bisa selesai dengan baik. Diharapkan perahu-perahu tersebut akan segera dipakai oleh warga jemaat anggota kelompok nelayan untuk membantu meningkatkan perekonomian mereka akan segera terealisasi.

Sementara itu, staf bersama Ketua Umum Sinode GPID, Mejelis Jemaat Harian GPID Ora Et Labora Malawa dan sebagian anggota kelompok nelayan, berdiskusi untuk rencana acara syukuran, dan serah terima bantuan perahu nelayan tersebut. Dari hasil diskusi bersama disepakati bahwa acara ibadah syukur dan serah terima bantuan perahu akan dilaksanakan pada Minggu (1/12). Warga jemaat GPID Ora Et Labora Malawa berharap kiranya ada perwakilan dari PGI dan Unit PRB-PGI dapat  hadir bersama-sama dalam kegiatan tersebut.

 

Pewarta: Stefie Nicolaas Wowor dan Winda Christiyanti
Editor: Markus Saragih