Umat Kristiani Wondama Rayakan HUT Pekabaran Injil di Tanah Papua

Situasi ibadah perayaan HUT Pekabaran Injil yang dolaksanakan Jemaat Gereja di Kabupaten Telul Wondama, Selasa (5/2/2019) (foto/Antaranews Papua Barat/Zack T Bala)

WASIOR,PGI.OR.ID-Ratusan Umat Kristiani di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, berkumpul di taman kota Wasior merayakan ulang tahun Pekabaran Injil (PI) di Tanah Papua, Selasa (5/2).

Seperti dilansir Antaranews Papua Barat, Perayaan HUT PI ini diisi dengan ibadah syukur. Jemaat dari berbagai dedominasi gereja di daerah ini berkumpul di Taman Masasoya Topai Wasior tersebut.

Bupati Teluk Wondama Bernadus Imburi dalam kesempatan tersebut, menyerukan pentingnya gereja dan pemerintah untuk selalu seiring sejalan dalam pelaksanaan pembangunan di tanah Papua demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Tanah Papua ini harus dibangun dengan kasih. Tanah Papua harus dibangun dengan hikmat Tuhan tetapi juga kasih sebab manusia Papua mengenal terang karena agama, karena gereja. Maka itu gereja harus bersatu bekerja sama dengan pemerintah bangun tanah dan negeri ini,“ ucap Imburi saat memberikan sambutan.

Bupati mengatakan, Injil yang pertama kali diberitakan bagi orang asli Papua oleh dua misionaris asal Jerman pada 5 Februari 1855 di Pulau Mansinam Manokwari yakni Ottow dan Geisler telah membawa pembaharuan hidup dan peradaban bagi orang Papua.

Kuasa Injil telah mengantarkan orang Papua dari kehidupan lama yang penuh kegelapan menuju peradaban baru yang dipenuhi terang dan kebaikan. Oleh karena itu, kata Bupati, sudah sepantasnya orang Papua terutama umat Kristen selalu bersyukur dan berterima kasih atas  berkat Injil yang bersumber dari Tuhan Sang Pencipta Semesta.

Salah satu bentuk syukur itu adalah dengan rajin beribadah setiap hari termasuk beribadah di gereja  pada setiap hari Minggu. “Gereja harus penuh setiap hari, jangan hanya hari raya seperti ini, tapi gereja harus penuh untuk kita terus memupuk kebersamaan dan iman akan Yesus Kristus,” kata Imburi.

Ibadah Hari Masuknya Injil ke-164 tahun diisi dengan  penampilan fragmen yang mengisahkan tentang peralihan kehidupan manusia Papua dari zaman yang penuh kegelapan dan kuasa roh jahat menuju peradaban baru yang penuh hikmat dan suka cita dengan adanya pemberitaan Injil.

 

Pewarta: Markus Saragih

COPYRIGHT © PGI 2019

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*