TOT Ayo Nyoblos Ayo Pantau: Mempersiapkan Warga Gereja Jelang Pemilu 2019

Salah satu sesi dalam TOT Ayo Nyoblos Ayo Pantau

JAKARTA,PGI.OR.ID-Orang Kristen berpartisipasi dalam PEMILU bukan semata untuk memperjuangkan kepentingan gereja atau kelompok Kristen, melainkan untuk memperjuangkan kepentingan bangsa dalam memastikan pesta demokrasi berlangsung dengan jujur dan adil. Orang Kristen harus berperan aktif dalam mensukseskan pelaksanaan pemilu bahkan harus turut berpartisipasi aktif dalam memastikan bahwa penyelanggaraan pemilu kali ini dapat berjalan sesuai ketetapan yang sudah diamanatkan.

Pdt. Gomar Gultom saat menyampaikan materi

Wacana ini dikemukakan oleh Sekretaris Umum PGI Pdt. Gomar Gultom, MTh ketika menyampaikan pengantar teologis sekaligus membuka TOT Ayo Nyoblos Ayo Pantau yang diselenggarakan oleh PGI bersama Jaringan Pelayanan Anak (JPA), di Grha Oikoumene, Jakarta, Rabu (27/2).

TOT ini diselenggarakan atas kesadaran akan pentingnya mendorong gereja-gereja di Indonesia untuk mensosialisasikan pentingnya pemilu, dan tantangan-tantangan yang saat ini kita hadapi dengan menguatnya politik identitas yang berpotensi menimbulkan gesekan dikalangan masyarakat. TOT kali ini diprioritaskan untuk para pemuda gereja namun ada pulu kaum ibu dan bapak yang juga turut hadir mengikuti kegiatan ini.

Pada TOT ini para peserta yang berjumlah 82 orang mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi langsung mengenai tahap tahapan persiapan menuju pemilu 17 April 2019 nanti termasuk langkah-langkah apa saja yang dapat dilakukan dalam rangka memantau pesta demokrasi dengan Ketua Div. Hukum dan Pengawasan KPU DKI Muhaimin, SH dan anggota Bawaslu DKI Provinsi DKI Irwan Supriadi Rambe, S.IP, M.Han/M.Sc.

Peserta serius mengikuti TOT Ayo Nyoblos Ayo Pantau

Seluruh peserta yang mengikuti TOT hari ini juga diajak untuk menyusun rencana kerja bersama dalam 48 hari menuju waktu pemilihan. Dengan difasilitasi oleh Pengurus Jaringan Pelayan Anak Beni Lumi, dan Kepala Biro Pemuda & Remaja PGI Abdiel F. Tanias, para peserta diajak menyusun rencana kerja bersama yang dapat dilakukan dalam 48 hari kedepan sebagai sebuah gerakan bersama untuk menjangkau dan mengedukasi lebih banyak umat dan masyarakat agar memahami fungsi, dan perannya dalam mensukseskan pemilu.

Kegiatan serupa masih akan dilaksanakan pada hari kedua di Grha Oikoumene dengan peserta yang dikhususkan bagi kaum Ibu dan perempuan. Hingga kemarin malam peserta TOT yang mendaftar untuk TOT besok telah melampaui kuota peserta yang ditargetkan. Hal ini menunjukan besarnya antusias warga gereja dalam mengikuti kegiatan-kegiatan serupa yang bertujuan memperlengkapi warga gereja dalam menyambut Pemilu 17 April mendatang.

Partisipasi aktif dari warga gereja dalam pesta demokrasi ini juga menentukan, kepada siapa masa depan bangsa ini dipertaruhkan. Kepada siapakah hak suara kita akan kita berikan? Kepada orang-orang yang memiliki kapasitas dan yang layak memimpin ataukah kepada mereka yang hanya memanfaatkan momentum pesta demokrasi ini berkuasa, dan mengeruk manfaat sebanyak banyaknya untuk kepentingan individu atau kelompoknya sendiri? Pertanyaan Kritis ini menjadi pertanyaan yang perlu kita refleksikan dalam masa-masa jelang Pemilu 2019.

 

Pewarta: Abdiel FT

COPYRIGHT © PGI 2019

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*