Sinode Gereja Anggota PGI

NO.  NAMA SINODE GEREJA
1     

Huria Kristen Batak Protestan (HKBP)

Menjadi Anggota PGI: 25 Mei 1950
Berdiri: 7 Oktober 1861
Telepon: (0633)21707, 21122(Ext 100-139) | Fax: (0633)21596
e-Mail:  binbinemailok@yahoo.com
website: www.hkbp.or.id  

Alamat Sinode: Pearaja, Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara

 

Profil Singkat

HKBP salah satu gereja pelopor berdirinya Dewan Gereja-gereja di Indonesia (DGI). Sebagai hasil usaha Zending Rheinische Mission Geschelschaft (RMG) Bremen-Jerman, ditandai dengan dibaptisnya orang Batak pertama menjadi Kristen. Pada 11 Juli 1940 HKBP menjadi gereja yang mandiri dan Pdt. K. Sirait terpilih sebagai Ephorus pertama dari kalangan orang Batak. HKBP telah menyebar ke seluruh Indonesia dan luar negeri. Meski memakai nama Batak, HKBP juga terbuka bagi suku bangsa lainnya. Sejak pertama kali berdiri, HKBP berkantor pusat di Pearaja (Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara) yang berjarak sekitar 1 km dari pusat kota Tarutung, ibu kota Kabupaten tersebut. Pearaja merupakan sebuah desa yang terletak di sepanjang jalan menuju kota Sibolga (ibu kota Kabupaten Tapanuli Tengah). Kompleks perkantoran HKBP, pusat administrasi organisasi HKBP, berada dalam area lebih kurang 20 hektar. Di kompleks ini juga Ephorus (uskup) sebagai pimpinan tertinggi HKBP berkantor.

HKBP adalah anggota Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), anggota Dewan Gereja-Gereja Asia (CCA), dan anggota Dewan Gereja-Gereja se-Dunia (DGD). Sebagai gereja yang berasaskan ajaran Lutheran, HKBP juga menjadi anggota dari Federasi Lutheran se-Dunia (Lutheran World Federation) yang berpusat di Jenewa, Swiss.

2


Banua Niha Keriso Protestan (BNKP)

Menjadi Anggota PGI: 25 Mei 1950
Berdiri: 15 Mei 1938
Telepon: (0639) 21448 | Fax: (0639) 323.127
e-Mail:  sinodebnkp@yahoo.combiroprogram@yahoo.com
website: wikipedia

Alamat kantor sinode: Jln. Soekarno 22, Gunung Sitoli, Nias 22813

 

Profil Singkat

Injil diberitakan pertama kali di Nias oleh dua Pastor dari Gereja Roma Katolik Mission Etragers de Paris (Inggris) sekitar 1822-1823. Namun misi kedua pastor ini tidak tercapai, karena mereka meninggal dunia. Pada 1865, Rheinische Mission Geschelschaft (RMG) dari Jerman mengutus Ludwig Erens Denninger dan tiba di Pulau Nias 27 September 1865. Awalnya, Denninger membuka sekolah di Gunungsitoli sambil memberitakan Injil. Pada 1872 datang J.W. Thomas dan ditempatkan di Ombolat Seminari. Setahun kemudian tiba pula Kreamer dan tinggal bersama isterinya di Gunungsitoli. Berkat keuletan mereka memberitakan Injil dan bergaul akrab dengan masyarakat Nias, tahun 1874 seorang kepala kampung bernama Yawaduha membawa 25 warganya dibaptis Kreamer. Demikianlah seterusnya Injil itu menyebar ke seluruh Nias dan banyak yang menjadi Kristen. Namun seiring kemajuan kekristenan itu, muncul pula ajaran-ajaran sesat. Karena itu, timbullah kesepakatan orang-orang Kristen Nias di tahun 1936 untuk membentuk sebuah organisasi gereja di Nias yang diberi nama Banua Niha Keriso Protestan (BNKP). Nama inilah yang dipakai sebagai nama sinode hingga sekarang ini. BNKP aktif melaksanakan pelayanan pendidikan, ksehatan dan pekerjaan sosial.  Tanggal 27 September dijadikan sebagai Yubelium BNKP. Kini BNKP hadir pula di luar Pulau Nias, serta wilayah pelayanannya antara lain di Pulau Nias, Medan, Padang, Pekanbaru, batam, Jakarta, Bandung, Surabaya dan kota-kota kecil lainnya.

Mitra kerja BNKP antara lain adalah Reformed Church of America (RCA), United Evangelical Mission (UEM) dari Jerman dan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat. Selain itu, BNKP menjadi anggota dari Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) sejak 25 Mei 1950, Persekutuan Gereja-Gereja Wilayah Sumatera Utara, Dewan Gereja-Gereja Asia (CCA), Federasi Lutheran se-Dunia (LWF), dan Dewan Gereja-Gereja se-Dunia (DGD).

3  

Gereja Batak Karo Protestan (GBKP)

Menjadi Anggota PGI: 25 Mei 1950
Berdiri: 18 April 1890
Telepon: (0628) 20466, 21524 | Fax: (0628) 20392
e-Mail: moderamen@gbkp.or.id
website: www.gbkp.or.id

Alamat kantor sinode: Jln. Kapten Pala Bangun 66 Kabanjahe 22115, Sumatera Utara

 

Profil Singkat

GBKP sebuah Gereja yang berdiri di tanah Karo dan melayani masyarakat Karo. Permulaan usaha pekabaran Injil ke daerah Karo bukan muncul karena tugas rohani. Usaha itu dimulai karena permohonan J.T. Creamers, seorang pemimpin perkebunan di Sumatera Timur. Ia berpendapat, jalan yang paling baik supaya penduduk asli daerah itu tidak menentang dan mengganggu usaha-usaha perkebunan ialah dengan mengabarkan Injil dan mengkristenkan mereka.GBKP diawali dengan kehadiran Pdt. H.C. Kruyt, seorang misionaris NZG ke tanah Karo 18 April 1890. Tanggal inilah yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Ulang Tahun (HUT) GBKP. Untuk membantu Pdt. H.C. Kruyt dan para misionaris lainnya, NZG mengutus beberapa Guru Injil dari Minahasa. Pekabaran Injil dimulai dari satu Desa bernama Buluhawar. Sementara nama GBKP ditetapkan pada Sidang Sinode I, 21 Juli 1941 di Sibolangit, sekaligus pentahbisan dua orang Karo menjadi pendeta pertama orang Karo, Pdt. Palem Sitepu dan Pdt. Thomas Sibero. Sebelumnya mereka berdua mendapat pendidikan formal di Seminari Sipoholon (HKBP).Perkembangan Injil di karo sangat lambat. Perkembangannya yang pesat baru terjadi setelah peristiwa G30S-PKI yang mendorong banyak orang berlindung di GBKP. Sejak 1970, GBKP menekankan program pembinaan warga jemaat, termasuk keterlibatannya dalam memberdayakan warga gereja dan masyarakat.GBKP resmi menjadi anggota PGI 25 Mei 1950. Selain itu juga menjadi anggota Dewan Gereja-Gereja se-Dunia (DGD). GBKP bermitra dengan Nederlanse Hervormde Kerk di Belanda, Evangelical Lutheran Church in America (ELCA) serta United Evangelism Mission (UEM) dari Jerman.

 

4

 

Gereja Methodist Indonesia (GMI)

Menjadi Anggota PGI: 25 Mei 1950
Berdiri: Mei 1905
Telepon: (061) 451.0570; 457.1191 | Fax: (061) 415.7118
e-Mail:  methodis@indosat.net.id
website: www.gmi.or.id

Alamat kantor sinode: Jln. R.A. Kartini No. 31 Medan 20152, Sumatera Utara

 

Profil Singkat

GMI satu-satunya gereja di Indonesia yang hadir bukan sebagai hasil pekabaran Injil misi Belanda dan Jerman, melainkan hasil pelayanan misionaris dari Amerika yang bekerja di Malaysia dan Singapura. Pekabaran Injil melalui pendidikan umum dianggap cara terbaik sehingga jemaat cepat berkembang. Inilah salah satu kekhasan lain dari GMI. Pada 1902. George F. Pykett, pimpinan Distrik Penang dari Konferensi Malaysia datang ke Medan, untuk melihat kemungkinan dibukanya pos pekabaran Injil. Saat itu belum ada misi Methodist. Di sana dia bertemu beberapa pendatang dari Penang tetapi sudah lama tinggal di Medan, dan pernah mendengar Injil melalui sekolah di Penang. Hong Teen, seorang Tionghoa yang pernah menjadi murid di Methodist Anglo Chinese School di Penang adalah salah satu yang ditemui Pykett. Hong Teen mendirikan sebuah sekolah di Medan. Dia meminta Pykett membantu memimpin Boy’s School. Tahun berikutnya, 1903, Pykett pindah ke Medan dan mendirikan Boy’s School. Pykett diizinkan juga untuk mengajar Alkitab setiap hari. Pykett lalu minta bantuan dua guru. Salah satunya ialah Salomon Pakianathan dari Anglo Chinese School di Penang. Pakianathan, seorang Tamil datang ke Medan pada Mei 1905. Sambil mengajar dia juga bersaksi tentang Yesus. Karena kesaksiannya itu beberapa kelompok PA terbentuk. Kelompok-kelompok ini menggunakan bahasa Hokkian dan Melayu. Jumlah orang-orang yang percaya bertambah.Tahun 1906, Pykett kembali ke Penang dan mengutus Ng. Kuan Jiu, seorang guru ke Medan. Pendeta John R. Denyes ditetapkan menggantikan kedudukan Pdt. Pykett. Sayang sekali, tahun itu juga Hong Teen melarang pelajaran agama Kristen di sekolahnya itu. Karena itu, Pakianathan pindah ke Palembang, Sumatera Selatan.

5

 Gereja Kalimantan Evangelis (GKE)

Menjadi Anggota PGI: 25 Mei 1950
Berdiri: 4 April 1935
Telepon: (0511) 335.4856 | Fax: (0511) 436.5297
e-Mail:  msgke@indo.net.id;  ms_gke@yahoo.com
website: www.gke.or.id

Alamat kantor sinode: Jln. Jenderal Sudirman 4 RT 01/RW 01

Banjarmasin 70114, Kalimantan Selatan

 

Profil Singkat

Pekabaran Injil bagi suku Dayak di Kalimantan dimulai Zending Barmen (RMG) yang mengutus dua penginjil dari Jerman, Heyer dan Branstein yang tiba di Jakarta pada tanggal 13 Desember 1834. Tetapi hanya Branstein yang berangkat ke Kalimantan dan tiba di Banjarmasin pada 26 Juni 1835. Lalu, 3 Desember 1836 tiba lagi 3 penginjil yaitu Beeker, Hupperts dan Krusman. Mereka langsung ditempatkan di pedalaman.Baptisan pertama terjadi 10 April 1839 yang dilayani Hupperts. Pekabaran Injil juga disertai pelayanan diakonia, seperti pendidikan, kesehatan dan pembebasan budak. Pasang surut terjadi ketika Perang Dunia I di mana RMG menyerahkan tugas Pekabaran Injil kepada Zending Basel di Swiss tahun 1920.Zending Basel meneruskan dan mengembangkan pekerjaan RMG sebelumnya, hingga pendirian Sekolah Tinggi Teologi tahun 1932. Zending Basel yang membidani lahirnya organisasi Gereja Dayak Evangelis (GDE) pada 4 April 1935 melalui Sinode Umum. Ini adalah Sinode Umum pertama GDE. Tetapi pada masa pendudukan Jepang GDE terputus hubungannya dengan Zending.Selanjutnya, GDE dipimpin pendeta Dayak yang pertama, Pdt. H. Dingang Patianom. Para pendeta GDE sadar bahwa gereja bukan hanya untuk orang Dayak, tetapi terbuka bagi semua orang. Karena itu, melalui Sidang Umum V tanggal 5-9 November 1950 diputuskan GDE berubah nama menjadi Gereja Kalimantan Evangelis (GKE). Mulai tahun 1960 GKE memperluas wilayah pelayanannya ke Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat. Sejak itulah, kawasan pelayanan GKE meliputi seluruh wilayah Kalimantan.

6  

Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud (GMIST)

Menjadi Anggota PGI: 25 Mei 1950
Berdiri: 25 Mei 1947
Telepon: (0432) 21370
Fax: (0432) 22828, 21865
e-Mail:

Alamat kantor sinode: Jln Gereja RT 02/Lingkar 1, Sawang Bendar Tahuna 95812,

Sulawesi Utara

 

Profil Singkat

GMIST adalah salah satu gereja Protestan di Indonesia yang bermula di Kepulauan Sangihe dan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara. GMIST termasuk anggota mula-mula dari Pereekutuan Gereja-Gereja di Indonesia, yaitu sejak 25 Mei 1950.GMIST merupakan organisasi pelayanan yang lahir melalui kedatangan Zending Tukang dari Belanda sejak 1857. Pelayanan Zending ini berakhir pada 1935. Selanjutnya Zending menyerahkan tanggungjawab pelayanan kepada Komite Sangihe Talaud melaksanakan Sidang Sinode Pertama pada 1947. Tanggal pelaksanaan Sidang Sinode inilah juga yang ditetapkan sebagai hari lahirnya GMIST, 25 Mei 1947. Ketua sinode pertama adalah Yahya Salawati (1890-1964).Selama tahun-tahun pertama, sebagian besar jemaat-jemaat di kepulauan Talaud tidak masuk menjadi bagian dari gereja ini. Barulah tahun 1955, ketika Yahya Salawati diganti seorang dari suku Talaud, gereja-gereja di Talaud bergabung dengan GMIST. Kemudian dibentuklah klasis Indonesia Barat (resort Inbar) yang mencakup jemaat-jemaat orang Sangir dalam perantauan di Pulau Jawa dan Sumatera.

7  

Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM)

Menjadi Anggota PGI: 25 Mei 1950
Berdiri: 30 September 1934
Telepon: (0431) 351.036 | Fax: (0431) 351.161
e-Mail:  gmim@telkom.net
website:

Alamat kantor sinode: Jln Raya Tomohon, Talete Dua, Tomohon Tengah, Tomohon

95362 Sulawesi Utara

 

Profil Singkat

GMIM merupakan salah satu gereja terbesar di Indonesia yang berarliran Calvinisme. GMIM didirikan di Minahasa, Sulawesi Utara. GMIM adalah bagian dari Gereja Protestan Indonesia (GPI). Diproklamasikan sebagai gereja yang mandiri 30 September 1934, dan selama delapan tahun pertama dipimpin para pendeta Belanda, seperti Pdt. Dr. E.A.A. de Vreede. Kemudian sejak tahun 1945 kepemimpinan diemban pendeta pribumi dengan terpilihnya Ds. A.C.R. Wenas sebagai pimpinan gereja hingga sekarang.GMIM yang menjadi anggota PGI sejak 25 Mei 1950 ini, juga merupakan anggota dari Dewan Gereja-Gereja Asia, Dewan Gereja-Gereja se-Dunia dan Aliansi Gereja-Gereja Reformasi se-Dunia. Selain itu, GMIM juga merupakan bagian dari Gereja Protestan di Indonesia (GPI) dan anggota dari Sinode Am Gereja-Gereja di Sulutteng (SAG) yang terdiri atas Gereja-Gereja di Sulawesi Utara dan Tengah.

8

 

Gereja Masehi Injili Di Bolaang Mongondow (GMIBM)

Menjadi Anggota PGI: 25 Mei 1950
Berdiri: 28 Juni 1950
Telepon: (0434) 21280 | Fax: (0434) 22446
e-Mail:  gmibm@telkom.netsinodegmibm@gmail.com
website:

Alamat kantor sinode: Jln A. Yani No 720, Kotak Pos 104 Kotamobagu 95711 Bolaang

Mongondow, Sulawesi Utara

 

Profil Singkat

GMIMB salah satu gereja beraliran Protestan di Indonesia yang bermula di daerah Bolaang Mongondo, Provinsi Sulawesi Utara. Penginjilan di daerah Bolaang Mongondow dilakukan para Zending yang datang dari Eropa sejak tahun 1904 dibantu dua orang pribumi yaitu Tumewu di Mariri, dan Th. Pangkei di Poopo. Pada 28 Juni 1950 terbentuk Sinode GMIBM dengan Ketua Sinode yang pertama Pdt. P.M. Kolopita. Sebelumnya di abad ke-18 sudah terdapat ratusan orang Kristen di daerah pesisir Bolaang Mongondow. Tetapi daerah ini pun tidak mendapat perhatian yang cukup dari pihak VOC. Hingga di abad ke-19, Islam masuk dan Raja pun memeluk agama Islam. Tenaga NZG di Minahasa mengunjungi kelompok-kelompok perantau dari Minahasa yang terdapat di situ. Tetapi ketika NZG hendak mengutus seorang tenaga tetap, pemerintah Belanda melarangnya dengan alasan tidak bisa menjamin keselamatan utusan itu. Tahun 1904 Raja Cornelis Manoppo, seorang Islam, telah berbuat banyak membangun kehidupan rakyat, meminta Zending agar membuka sekolah-sekolah di daerahnya. NZG mengutus beberapa orang diantaranya ada yang membuka sekolah HIS di Kotamobagu. Di antara mereka terdapat guru J. Pandegitor (guru sejak 1906, 1930 ditahbiskan menjadi pendeta pribumi) yang menjadi tokoh pemimpin waktu Perang Dunia. Namun ada pula sebagian orang asli Bolaang Mongondow yang masuk Kristen. Tahun 1970 mereka ini 20 persen dari jumlah anggota yang ketika itu meliputi 30.000 jiwa lebih (15-20 persen penduduk). Tahun 1997 anggota berjumlah 85.000 orangKemandirian gereja barulah mendapat perhatian pada tahun 1938 dengan kedatangan seorang zendeling dari Sangir, yang secara khusus didatangkan untuk itu (J. Langeveld). Ia mengadakan rapat para penghantar jemaat (permulaan 1939), kemudian kumpulan wakil-wakil jemaat (Desember 1939).

9  

Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST)

Menjadi Anggota PGI: 25 Mei 1950
Berdiri: 18 Oktober 1947
Telepon: (0458) 21050, 21141, 21136, 21459 | Fax: (0458) 21318, 21711
e-Mail:
website:

Alamat kantor sinode: Jln Setiabudi No. 93 Kec. PAmona Utara, Tentena 94663, Sulawesi

Tengah

 

Profil Singkat

GKST adalah hasil pekabaran Injil Dr.A.C.Kruyt dari Nederlandsch Zendeling Genootschap (NZG) yang tiba di Poso pada tahun 1892; dan Dr. N.Adriani dari Nederlandsch Bijbelgenootschap yang tiba tahun 1895. Pembaptisan pertama dilaksanakan pada 25 Desember 1909 di Kasiguncu kepada Kepala Suku Pebato Papa I Wunte dan Ine I Maseka bersama seratusan orang pengikutnya. GKST ditetapkan sebagai Gereja oleh pemerintah pada tahun 1947. GKST kemudian dimandirikan sebagai gereja yang dewasa dengan Ketua Sinode yang pertama adalah Dr.E.Dijkhuis, dan berpusat di Tentena. GKST pernah mengalami masa sulit, yaitu ketika terjadi konflik Poso tahun 1998, 2000 sampai 2005. Dalam konflik tersebut, Sekretaris Umum Sinode GKST, Pdt. Rinaldy Damanik yang adalah Deklarator Perdamaian Malino untuk Poso, divonis 3 tahun penjara, atas tuduhan yang tidak dia lakukan, tetapi sesungguhnya ia melakukan pembelaan terhadap umat Kristen dan berani melakukan evakuasi korban di wilayah yang berbahaya yang membuatnya memiliki dan mempublikasikan data-data faktual tentang peristiwa konflik tersebut, serta melakukan protes keras terhadap pemerintah dan aparat keamanan. Tahun 2004, pada saat masih di dalam penjara, Pdt. Rinaldy Damanik dipilih menjadi Ketua Umum Sinode GKST oleh warga GKST.Gereja yang berdenominasi Reformed ini memiliki wilayah pelayanan di Sulawesi Tengah (Donggala, Poso, Pulau Banggai, Luwuk, Morowali, Kota Palu, Parigi-Mountong, Buol, Toli-Toli dan Tojo Una-Una), dan Sulawesi Selatan (Luwu, Luwu Utara, Toraja, Luwu Selatan, Luwu Timur, Palopo, Enrekang, Sidrap, Bone dan Kota Watampone).

10  

 Gereja Toraja (GETOR)

Menjadi Anggota PGI: 25 Mei 1950
Berdiri: 25 Oktober 1947
Telepon: (0423) 21460, 21539, 21612, 21742 | Fax: (0423) 25143
e-Mail:  bpsgetor@gmail.com
website:

Alamat kantor sinode: Jln Jendral A. Yani 45 Rantepao, Tana Toraja 91831, Sulawesi

Selatan

 

Profil Singkat

Cikal bakal Gereja Toraja berawal dari benih injil yang ditaburkan oleh guru-guru sekolah Landschap (anggota Indische Kerk-Gereja Protestan Indonesia), yang dibuka oleh pemerintah Hindia Belanda pada 1908. Para guru ini berasal dari Ambon, Minahasa, Sangir, Kupang, dan Jawa. Atas pimpinan dan kuasa Roh Kudus, terjadilah pembaptisan yang pertama pada 16 Maret 1913 kepada 20 orang murid sekolah Lanschap di Makale oleh Hulpprediker F. Kelleng dari Bontain. Pemberitaan injil kemudian di lanjutkan secara intensif oleh Gereformerde Zendingsbond (GZB) yang datang ke Tana Toraja sejak 10 Nopember 1913. GZB adalah sebuah badan zending yang didirikan oleh anggota-anggota Nederlandse Hervormde Kerk (NHK) yang menganut paham gereformeerd. Injil yang ditaburkan oleh GZB di Tana Toraja tumbuh dan dibina oleh GZB selama kurang lebih 34 tahun lamanya. Paham teologi GZB yang pietis itu banyak mempengaruhi paham teologi warga Gereja Toraja sampai saat ini.

Pada 1947 terjadilah babak baru dalam sejarah penginjilan di kalangan masyarakat Toraja. Pada 25-28 Maret 1947 diadakan persidangan Sinode I di Rantepao yang dihadiri oleh 35 utusan dari 18 Klasis. Sidang Sinode I ini memutuskan bahwa orang-orang Toraja yang menganut agama Kristen bersekutu dan berdiri sendiri dalam satu institusi gereja yang diberi nama Gereja Toraja. Dalam rangka membina persekutuan, kesaksian dan pelayanannya sejak berdiri sendiri Gereja Toraja telah mengalami banyak pergumulan, baik yang berasal dari dalam dirinya sendiri (faktor internal), maupun yang berasal dari luar (farktor eksternal). Dalam arak-arakan gerakan oikoumene GT juga menjadi gereja pelopor karena termasuk anggota PGI pertama yaitu pada 25 Mei 1950. Pada 25 Maret 1947, jemaat-jemaat sepakat membentuk suatu organisasi gereja yang bernama Gereja Toraja dalam sidang Majelis Am yang pertama di Rantepao.

11

Gereja Toraja Mamasa (GTM)

Menjadi Anggota PGI: 25 Mei 1950
Berdiri: 7 Juni 1947
Telepon: 0428-2841003 | Fax:
e-Mail:
website:

Alamat kantor sinode: Jln. Demmatande No. 17 Kab. Mamasa 91362, Sulawesi Barat

 

Profil Singkat

GTM adalah kelompok Gereja Kristen Protestan di Indonesia, yang berpusat di Jl. Demmatande No.17, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat (sebelumnya Kabupaten Mamasa pernah menjadi bagian dari Provinsi Sulawesi Selatan) serta terdaftar sebagai anggota PGI pada tanggal 25 Mei 1950. Penginjilan dirintis tahun 1931, dan pendiri awal adalah Zending Cristelijke Gereformeed Kerk in Netherlands (dari Belanda), meskipun sebelumnya kekristenan dimulai oleh Indische Kerk. Tahun 1913/14-1928 Indische Kerk. Indische Kerk melakukan pembaptisan missal pada tanggal 12 Oktober 1914 sebagai awal kekristenan di Mamasa. Tahun 1928-1947  Zending Christelijke Gereformeerde Kerk (ZCGK) dari Negeri Belanda. Ada dua zendeling ZCGK yang sangat terkenal di kalangan warga Gereja Toraja Mamasa, yakni Ds. M. Geylense dan Ds. A. Bikker.Tahun 1947-Sekarang, GTM ditetapkan menjadi sebuah gereja lokal yang berdiri sendiri pada tanggal 7 Juni 1947 dalam sidang Sinode yang pertama di Minake, Malabo. Sejak Sidang Sinode Perta tersebut sudah 17 kali melasanakan sidang sinode Am.GTM yang berdenominasi Reformed ini memiliki wilayah pelayanan GTM tersebar di 2 Provinsi, Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan. Sebagian besar jemaat GTM berada di Kabupaten Mamasa. Terbesar kedua ada di Kabupaten Mamuju dengan 8 Klasis. Satu Klasis di Mamuju Utara dan satu Klasis di Polewali Mandar. Ada dua Klasis di Sulawesi Selatan, Klasis Makassar dengan 8 jemaat dan 6 cabang kebaktian termasuk satu cabang kebaktian di Jakarta, serta Klasis Pare-pare yang meliputi Kabupaten Pinrang dan Kota Pare-pare.

12

 Gereja Kristen di Sulawesi Selatan (GKSS)

Menjadi Anggota PGI: 25 Mei 1950
Berdiri: 12 Juni 1966
Telepon: (0411) 854436 | Fax: (0411) 854436
e-Mail:  sinode_gkss@ilovejesus.net
website:

Alamat kantor sinode: Jln Arung Sanrego Km 19 Mandai PO Box 1186, Makassar 90242,

Sulawesi Selatan

 

Profil Singkat

GKSS dimulai pada zaman VOC dengan menempatkan pendeta untuk perawatan rohani para pegawainya di Makassar. Pemerintah melarang segala usaha pekabaran injil kepada penduduk asli. Namun, Dr. F.B. Matthes, seorang ahli bahasa Bugis yang menerjemahkan Alkitab ke dalam Bahasa Bugis dan Makassar. Pada 1851 NZG mengutus misionarisnya yang ditempatkan di Makassar, Bonthain, dan Bulukumba serta berusaha memberitakan Injil kepada penduduk asli. Pada 1858, pemerintah melarang pekabaran Injil kepada penduduk asli sehingga mereka meninggalkan daerah itu. Pada 1895 Nederlandse Zending Vereniging (NZV) mengutus misionarisnya, tetapi mereka tidk berhasil, maka dipindahkan ke Halmahera pada 1905. Selanjutnya di 1933, GPI menempatkan Pdt. Binsberger di Makassar. Ia membuka pos pekabaran Injil di Lanjuanging, Maros, dan pulau Selayar. Sekolah pun dibuka untuk menarik perhatian penduduk. Pada tahun yang sama, Gereja Gereformeerd Surabaya menjadikan Sulawesi Selatan sebagai wilayah pekabaran Injilnya dengan mengutus Pdt. H. van den Brink. Van den Brink membuka Rumah Sakit yang dikenal dengan nama Rumah Sakit Labuang Baji. Gereja juga berkembang di Watan Soppeng, Jallo, Lampuiko, Karadiwang, dan Malino. Pada 7 Januari 1949, dibentuklah Panitia Penghubung dan Pengarah. Pdt Daeng Masikki dan kawan-kawan tidak puas dengan kelambanan pendewasaan jemaat-jemaat di sana karena tidak melibatkan mereka sehingga mereka membentuk Badan Pengurus Bakal Gereja Bugis dan Makassar Selebes Selatan pada Agustus 1949. Inisiatif ini disambut Zending sehingga pada 16 November 1949 dibentuk Bakal Gereja Kristen di Sulawesi Selatan. Badan pengurusnya disebut Badan Pekerja Pelaksana Gereja Sulawesi Selatan (BAPPELGRESS). Pada 1954, namanya kemudian dibuah menjadi Gereja Kristen Protestan Bugis-Makassar di Sulawesi Selatan dan pada tahun 1965 menjadi Gereja Kristen di Sulawesi Selatan.

 

13  

Gereja Protestan di Sulawesi Tenggara (GEPSULTRA)

Menjadi Anggota PGI: 25 Mei 1950
Berdiri: 10 Februari 1957
Telepon: (0401) 3121.506 | Fax: (0401) 3122.626
e-Mail: gepsultra@telkom.net
website:

Alamat kantor sinode: Jln Dr RAtulangi 121 Kotak Pos 3, Kendari 93121, Sulawesi

Tenggara

 

Profil Singkat

GEPSULTRA didirikan untuk wilayah pelayanan di provinsi Sulawesi Tenggara. Gereja ini terdapat di 40 lokasi di seluruh Sulawesi Tenggara. Bermula dari utusan Zending dari Netherlands Vereniging, Ds.H.van der Klift, tiba di Kolaka pada 16 Desember 1915. Lalu pindah ke Mowewe pada 17 September 1917 dan melakukan pembaptisan yang pertama kepada Paulus Wongga. Dari Desa Mowewe inilah Injil menyebar dan berkembang di Sulawesi Tenggara (Sultra).Pada masa penjajahan Jepang, para zending banyak yang ditawan dan dibunuh, sehingga pelayanan mulai ditangai para pendeta pribumi. Hasil Sidang Sinode pertama pada 7 Februari 1957 lahirlah Gereja Kristen Protestan di Sulawesi Tenggara (GKSTa) berpusat di Lambuya dengan Ketua Sinode yang pertama adalah Pdt.Piter Rumono. Kemudian, pada Sidang Sinode V GKSTa diubah menjadi Gereja Protestan di Sulawesi Tenggara (GEPSULTRA).GEPSULTRA yang bedenominasi Reformed ini memiliki 131 jemaat (7 klasis), 114 pendeta (data 2013) dengan wilayah pelayanan di Silawesi Tenggara.

14

 

Gereja Masehi Injili Halmahera (GMIH)

Menjadi Anggota PGI: 25 Mei 1950
Berdiri: 06 September 1949
Telepon: (0924) 21166 | Fax: (0924) 21302
e-Mai :
website:

Alamat kantor sinode: Jln Kemakmuran Halmahera 97762, Maluku Utara

 

Profil Singkat

Embrio GMIH dimulai dari kegiatan pekabaran Injil yan dilakukan oleh H. Van Dijken_tenaga utusan Utrechtsche Zendings Vereeniging (UZV) pada 1867 di desa Duma, Galela. Seruan pertobatan selalu didengungkan kepada masyarakat Galela, karena ia menganggap perlu untuk mencabut kehidupan masyarakat Galela dari kekafiran. dengan agama berhala dibuang. Seperti perkawinan adat. Adapun usaha-usaha lain yang dilakukan dalam rangka mengembangkan dan memperluas PI di Halmahera adalah dalam bidang pertanian, pendidikan dan kesehatan. Nafas penginjilan di desa Duma Galela menjadi roh penginjilan Halmahera yang terus menjalar sampai di wilayah Barat, Timur dan Selatan. A. Hueting, Van Baarda, J.L.D. van der Roest, J.A.F. Schut dan J. Forgens turut memberikan kontribusi dalam ekspansi penginjilan di wilayah-wilayah lain. Jemaat-jemaat Zending yang sudah terbentuk tersebut kemudian mendapat pergumulan keras sebagai konsekuensi dari akibat gejolak Perang Dunia II. Pada 1946, kembalilah sejumlah tenaga zending, walaupun mereka sudah tidak lagi dengan panji UZV, karena mereka telah menggambungkan diri ke dalam badan zending VNZ. Ketika kembali mereka tidak menerima begitu saja pembentukan Gereja Protestan Halmahera (selanjutnya disingkat GPH). Mereka menerima nama GPH untuk sementara waktu, Di samping itu tetap mencari solusi terbaik bagi kemandirian. Dengan begitu menyebabkan berbagai konferensi dilaksanakan demi membahas masalah pendirian dan kemandirian Gereja. Dalam rangka mempersiapkan penataan sumber daya Gereja, maka pada tahun 1947, enam guru jemaat/sekolah yang labih muda, yang mewakili ke enam suku di Halmahera di kirim ke SoE di Timor untuk belajar di Sekolah Theologia untuk Indonesia Timur. Dengan jalan ini orang-orang Halmahera menjamin bahwa kepemimpinan Gereja kelak akan dipegang oleh suku Halmahera sendiri dan tidak tergantung kepada orang-orang Ambon. Setelah itu, satu tahun kemudian diadakan Proto-Sinode kedua. Sejak berdiri, GMIH terus menjalankan misi penginjilan di Halmahera dengan sifat dan pergumulannya menghadapi situasi dan kondisi Halmahera yang sebagai locus pelayanannya.

15  

Gereja Protestan Maluku (GPM)

Menjadi Anggota PGI: 25 Mei 1950
Berdiri: 6 September 1935
Telepon: (0911) 352248,342442 | Fax: (0911) 312440
e-Mail:  sinode@ambon-wasantara.net.id
website: http://www.sinodegpm.org

Alamat kantor sinode: Jln Mayjen D.I. Panjaitan No. 2, Ambon 97124, Maluku

 

Profil Singkat

GPM merupakan salah satu gereja di Indonesia yang beraliran Protestan Reformasi atau Calvinis. GPM berdiri di Ambon, Maluku pada tanggal 6 September 1935. Tanggal ini kemudian diperingati sebagai hari kelahiran GPM. GPM memandirikan dirinya dari Gereja Protestan di Indonesia (GPI) atau Indische Kerk sebagai bentuk kemandirian gereja. Lahirnya GPM diawali ibadah perdana Gereja Protestan Calvinis orang-orang Belanda, pegawai VOC di Ambon, 27 Februari 1605.GPM adalah gereja Protestan yang melayani di wilayah Provinsi Maluku (Pulau Buru, Pulau Seram, Pulau Ambon, Pulau-pulau Lease (Saparua, Haruku dan Nusalaut), Pulau-pulau Banda, Kepulauan Kei, Kepulauan Aru (Dobo), Tanimbar, Babar, Leti-Moa-Lakor, Kisar hingga Wetar, dan Provinsi Maluku Utara (Ternate, Pulau-pulau Bacan, Pulau-pulau Obi, dan Kepulauan Sula) GPM bertumbuh dengan berbagai tantangan yang bukannya membuat umat Kristen di provinsi kepulauan ini mundur, tetapi semakin membuat semangat kekristenan mereka makin menyala-nyala.Tantangan-tantangan yang dihadapi mulai dari dibombardirnya wilayah Ambon pada Perang Dunia II oleh Jepang, yang menyebabkan separuh hamba Tuhan terbunuh dan penduduk di beberapa desa dibantai. Kemudian ketika pecahnya pemberontakan RMS di tahun 1950 berakibat pada hancurnya sebagian besar gereja di Ambon dan Seram. Kemudian yang terakhir ketika pecah kerusuhan antarwarga Kristen–Islam yang sangat disayangkan adalah buah tangan orang-orang yang membenci kedamaian. Sehingga kembali lagi gereja dan bangunan-bangunan penting milik GPM ikut hancur, fasilitas sekolah dan kampus Universitas Kristen hangus terbakar. Dua Klasis berhenti melayani dan ratusan warga yang ada di desa dan kota dibantai. Ribuan orang pun mengungsikan diri ke wilayah aman seperti Sulawesi Utara, Bali, dan Papua. Akibatnya di Ambon dan beberapa tempat bekas kerusuhan muncul pembagian wilayah-wilayah Islam dan Kristen yang sebenarnya sangat disayangkan, serta muncul trauma-trauma negatif yang masih tertanam pada kedua pihak.Kini GPM bekerja keras tidak hanya untuk membangun kembali gereja secara fisik tetapi juga secara mental dan spiritual. Dengan fokus membangun kehidupan masyarakat Kristen yang berlandaskan teologi hidup dan semangat “pela gandong” yang diharapkan dapat menyembuhkan luka-luka konflik dan kekerasan. Sehingga masyarakat Kristen di Maluku khususnya warga GPM dapat kembali melanjutkan pelayanan dengan semangat penginjilan yang teguh dan tidak terkungkung dalam kebodohan duniawi dengan salah satu cara yakni; memberikan pelayanan Injil yang komprehensif di tengah masyarakat, seperti tampak dari keikutsertaan dalam mencerdaskan anak-anak bangsa melalui penyelenggaraan pendidikan. Sejarah mencatat GPM juga merupakan gereja pertama yang ikut mendirikan PGI, dan menjadi anggota PGI pertama pada 25 Mei 1950.

 

16  

Gereja Kristen Injili di Tanah Papua (GKITP)

 

Menjadi Anggota PGI: 25 Mei 1950
Berdiri: 26 Oktober 1956
Telepon: (0967) 531.472
Fax: (0967) 533.192
e-Mail:  gktanahpapua@yahoo.com
website:

Alamat kantor sinode: Jln Argapura 9 Kotak Pos 1160, Jayapura 99222, Papua

 

Profil Singkat

Para Penginjil dari Badan Misi Gossner Jerman yakni Johann Geissler, Schneider dan Carl Ottow tiba di Batavia (Jakarta) pada 7 Oktober 1852. Mereka berangkat dengan dari pelabuhan Rotterdam Belanda, dengan menggunakan Kapal yang bernama “Abeltasman”.Gereja Kristen Injili Tanah Papua (GKITP) berdiri pada 26 Oktober 1956 sebagai hasil pekabaran Injil yang dimulai oleh Ottow dan J G. Geissler. Pada 5 Februari 1855 Ottow dan Geisler tiba di Mansinam jam 6 pagi. Sauh kapal dilabuhkan dan tepat jam 9 mereka menginjakan kaki di pulau itu dengan mengucapkan doa sulung mereka “In Gottes Namen Bettraten Wir Das Land yang artinya “Dengan nama Tuhan Kami Menginjak Tanah ini”. Kemudian pada 1 Januari 1868 dua orang wanita, Sara dan Margaretha, yang biasa membantu di rumah penginjil Geissler menjadi orang Papua pertama yang dibaptis Pdt. Geisler.Sejak awal berdirinya, GKI di Tanah Papua adalah suatu gereja yang bersifat oikumenis, dan bukan gereja suku. Oleh karena itu, anggota-anggota jemaat GKI berasal dari orang Papua sendiri dan orang-orang bukan Papua dari berbagai suku dan bangsa serta dari berbagai latarbelakang keanggotaan gereja.Kehadiran dan keberadaan GKI di Tanah Papua adalah kehendak Tuhan untuk menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah yang nyata di tengah keterbelakangan, keterasingan, kebodohan dan kemiskinan. Oleh pemberitaan Injil peradaban baru Papua dimulai dan terus berlangsung sampai sekarang ini. GKI di Tanah Papua yang berdenonimasi Reformed ini melayani di wilayah Papua.

17  

Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT)

Menjadi Anggota PGI: 25 Mei 1950
Berdiri: 31 Oktober 1947
Telepon: (0380) 832.943; 826.927 | Fax: (0380) 831.182, 832.943
e-Mail:  sinodegmit@plasa.com;  sinodegmit@telkom.net
website:

Alamat kantor sinode: Jln S.K. Lerik Kota Baru, Kupang 85228, NTT

 

Profil Singkat

Cikal-bakal GMIT bermula dari kedatangan Ds. Mattheus van den Broek pada tahun 1614 sebagai pelayan rohani pegawai-pegawai VOC di Kupang. Tetapi tidak lama kemudian pendeta ini pulang ke Belanda. Lalu, setelah kurang lebih 50 tahun, pada tahun 1670 datang Ds.Key Sero Kind, dan kemudian digantikan oleh Ds.A.Corpius tahun 1687 yang bekerja hanya setahun karena meninggal dunia. Demikianlah jemaat di Kupang tidak mendapat pelayanan yang sungguh-sungguh.Untuk melayani jemaat diangkat oleh seorang Kupang bernama Paulus. Kemajuan berarti terjadi pada abad ke-18, seiring dengan didirikannya benteng VOC di Kupang pada 1701. VOC juga mendatangkan pendeta-pendeta ke P.Timor. Sejak itu berdirilah gereja dan sekolah-sekolah di Kupang. Pekabaran Injil pun mulai digiatkan ke beberapa pulau sekitar, seperti: Rote dan Sabu. Setelah VOC bubar, pekabaran Injil diambil-alih oleh lembaga Zending NZG (Nederlansche Zendeling Genootschap). Maka sejak 1817-1942 gereja di Timor menjadi bagian dari Indische Kerk. Pada masa inilah terjadi kemajuan pekabaran Injil yang pesat sampai ke pedalaman Timor dan sekitarnya. Alkitab dan nyanyian-nyanyian juga diterjemahkan para misionaris ke bahasa-bahasa setempat. Ketika para Zendeling ditawan oleh Jepang, kepemimpinan diambil-alih putra-putra Kupang dengan membentuk Badan Gereja Timor Selatan. Sebenarnya, gagasan pembentukan GMIT telah dimulai tahun 1933 untuk maksud memandirikan. Namun gagasan ini baru terealisasi pada 31 Oktober 1947, yang waktu itu terdiri dari 6 klasis dan dipimpin oleh Ds.Durkstra.GMIT adalah salah satu gereja yang tergabung dalam Gereja Protestan di Indonesia (GPI). Pada tahun 1948, gereja ini tergabung dalam World Christian Conference (WCC). Gereja ini memiliki 6 klasis, yaitu Klasis Kupang, yang meliputi Kupang dan Amarasi; Klasis Camplong, yang meliputi Fatule’u dan Amfoang; Klasis SoE, yang meliputi Amanuban, Amanatum, Mollo, Timor Tengah Utara, dan Belu; Klasis Alor atau Pantar, yang meliputi Alor; Klasis Rote, yang meliputi Rote; dan Klasis Sabu, yang meliputi Sabu.

18  

 Gereja Kristen Sumba (GKS)

 

Menjadi Anggota PGI: 25 Mei 1950

Berdiri: 15 Januari 1947
Telepon: (0387) 61342,62279 | Fax: (0387) 61342,62279
e-Mail:  gks@indo.net.id
website:

Alamat kantor sinode: Jln R. Suprapto 23, Waingapu 87113, Sumba, NTT

 

Profil Singkat

GKS adalah lembaga gerejawi yang berkarya di Pulau Sumba, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pelayanan GKS meliputi empat Kabupaten yang ada di Sumba, yaitu Kabupaten Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya. GKS berdiri sendiri pada tanggal 15 Januari 1947 setelah melewati beberapa periode, yakni periode perintisan (1881-1902), periode peletakan dasar (1902-1947) dan periode berdiri sendiri (1947).GKS hasil pekabaran Injil dari Zending Gereformeerde Kerken in Nederland (GKN) yang dimulai sejak tahun 1881. GKS mengalami berbagai dinamika dalam karya pelayanan di Sumba. Dinamika pelayanan tersebut mulai dari tahap mencari bentuk (1947-1972), tahap penyusunan rencana pendewasaan (1970-an), tahap pekabaran Injil dan berbenah diri (1980-1990) hingga mengalami pertumbuhan sampai sekarang ini.Sebagai gereja yang lahir hasil dari pekabaran Injil gereja dari Belanda (GKN) yang bercorak/azas Calvinis, maka GKS mewarisi corak/azas Calvinis. Dalam menjalankan Organisasi gerejawinya, GKS menerapkan sistim pemerintahan Prebiterial Sinodal dimana melalui sistim ini pada satu sisi memberi penekanan kepada Majelis Jemaat (Jemaat setempat) dan di sisi lain menekankan kebersamaan antar jemaat se-GKS melalui peran Sinode GKS.GKS merupakan salah satu anggota PGI tertua, yaitu  pada 25 mei 1950. Sekarang ini GKS memiliki 712 gereja dengan jumlah jemaat 386.000 jiwa dan pendetanya berjumlah 164 orang. Sedangkan Jumlah pelayan lainnya sebanyak  656 orang, meliputi Guru Injil, Vicaris dan Penolong Guru Injil.

 

19  

Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB)

Menjadi Anggota PGI: 25 Mei 1950
Berdiri: 11 November 1931
Telepon: (0361) 4424.862 | Fax: (0361) 4420.591
e-Mail:  gkpbbali@indosat.net.id
website: www.christianchurchbali.org

Alamat kantor sinode: Jln Raya Kapal Kec. Mengwi, Kab. Badung, Bali

 

Profil Singkat

GKPB adalah gereja Protestan di Indonesia yang berpusat di Jl. Dr. Sutomo No. 101, Denpasar, Bali, dan terdaftar menjadi anggota PGI pada tanggal 25 Mei 1950. GKPB berdiri sebagai hasil penginjilan Christian and Missionary Alliance (CMA)  yang pada tahun 1930 mengutus Tsang Kam Foek (Tsang To Hang) ke Bali.Kemudian, 11 November 1931 ketua CMA, R. A. Affray membaptiskan 12 orang Bali asli di Yeh Poh, sungai kecil dekat dusun Untal-untal di Sesa Dalung. Hari pembaptisan yang pertama inilah yang ditetapkan sebagai hari lahirnya GKPB. Pada 14-16 Januari 1948 diadakan Sidang I di Blimbingsari diputuskan bahwa nama gereja adalah Persatuan Kristen Protestan Bali (PKPB) dan Ds. Made Runggu terpilih sebagai Ketua Badan Pekerja. Nama gereja itu kembali dirubah menjadi Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB) pada Sidang IV Gereja Bali pada 20-21 April 1949. GKPB berbentuk presbiterial sinodal serta berazaskan pada sola gratia, sola fide dan sola scriptura. Gereja yang berdenominasi Reformed ini melayani di Pulau Bali.

20  

Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW)

Menjadi Anggota PGI: 25 Mei 1950
Berdiri: 11 Desember 1931
Telepon: (0341) 325.846, 325.873, 325.946 | Fax: (0341) 362.604
e-Mail: ma.gkjw@yahoo.comsekretariat_magkjw@yahoo.com
website :

Alamat kantor sinode: Jln Shodancho Supriadi 18, Malang 65147, Jawa Timur

 

Profil Singkat

GKJW bermula dari pembaptisan perdana pada 12 Desember 1843 di Surabaya. Setelah anggotanya bertambah banyak, Gubernur Hindia Belanda membentuk persekutuan orang percaya pada 11 Desember 1931 dengan nama Pasamuwan-pasamuwan Kristen Djawi Wetan dengan pengakuan resmi Besluit No. 53 atau staatblad No. 372 tanggal 27 Juni 1932. Besluit itu menyebut persekutuan dengan nama Oost Javaansche Kerk, yang berubah nama menjadi Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW). Deklarasi GKJW sebagai gereja dilakukan dengan melalui pendirian suatu Majelis Agung (MA) yang merupakan upaya mempersatukan 29 raad pasamuwan alit (majelis jemaat) di seluruh Jawa Timur. MA merupakan suatu wadah sinodial yang telah ditawarkan oleh persekutuan pekabar Injil dari Belanda, yang selama hampir 100 tahun menjadi pengampu jemaat-jemaat Kristen Jawa tersebut. Saat itu, ada dua kelompok pekabar Injil yang bekerja di antara orang Kristen di Jawa Timur, yakni Nederlandsche Zending-genootschap (NZG) dan suatu panitia pekabar bernama Java Comite.Dekrit pengurus pusat NZG ditandatangani Konsul Jenderal Th. Boetzelaer van Dubbeldam, tertanggal 11 Oktober 1931, ditawarkan pendirian suatu gereja bagi orang Jawa Timur sebagai tindakan strategis dalam pekabaran Injil di Jawa. Pendirian MA sebagai wujud kesatuan sinodial, tak lepas dari usulan Dr. H. Kraemer, utusan Nederlands Hervormd Kerk (NHK) Belanda yang bekerja untuk NZG, guna mewujudkan suatu jemaat kristiani berbasis kewilayahan di Hindia Belanda sebagai sebuah gerakan kultur sekaligus politik. Bahkan selanjutnya MA GKJW didaftarkan ke Mahkamah Hindia Belanda sebagai suatu recht-persoon (badan hukum), sehingga memiliki kewenangan mengelola aset dan bertindak sebagai organisasi yang diakui pemerintah. Tampak, pendirian MA merupakan suatu siasat kebudayaan yang berada dalam koridor dinamika politik Hindia Belanda.

Sidang perdana MA diadakan keesokan hari setelah deklarasi, bertempat di gedung gereja Jemaat Mojowarno, Sabtu 12 Desember 1931.

21  

Gereja Kristen Indonesia (GKI)

Menjadi Anggota PGI: 25 Mei 1950
Berdiri: 26 Agustus 1988
Telepon: (021) 4585.0904 | Fax: (021) 4585.2899
e-Mail:  synodgki@indo.net.id
website:

Alamat kantor sinode: Jln Bukit Gading Indah Blok Q-29, Jakarta 14240

 

Profil Singkat

GKI dapat dikatakan sebagai sebuah “gereja baru” di Indonesia sebagai buah penyatuan dari GKI Jawa Barat, GKI Jawa Tengah, dan GKI Jawa Timur. Ketiga Sinode GKI tersebut sudah menjadi anggota DGI (sekarang PGI) sejak DGI berdiri 25 Mei 1950.Berdirinya GKI melewati perjalanan sejarah yang panjang, dimulai dengan berdirinya ketiga gereja yang menyatu itu sebagai gereja yang berdiri sendiri-sendiri. Pada 22 Februari 1934 di Jawa Timur berdirilah gereja yang kemudian disebut GKI Jawa Timur. Demikian juga, pada 24 Maret 1940 di Jawa Barat berdirilah gereja yang kemudian disebut GKI Jawa Barat, dan pada 8 Agustus 1945 di Jawa Tengah berdirilah gereja yang kemudian disebut GKI Jawa Tengah.Awalnya, ketiga gereja ini dikenal dengan nama Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwee (THKTKH) yaitu gereja berbahasa Hokian. Gereja THKTKH di Jawa Tengah dan Jawa Timur didirikan oleh Zending dari Belanda (Nederlandsche Zendings Vereeniging) sedangkan di Jawa Barat diawali oleh penemuan sebuah Alkitab berbahasa Melayu oleh Bapak Ang Boen Swie di 1858.Nama Gereja Kristen Indonesia sendiri mulai digunakan pada 1950. Penetapan nama ini menunjukkan kesadaran GKI untuk dapat menjalankan misi dan panggilannya secara nasional, tidak lagi terikat pada suku tertentu saja. Sejak 27 Maret 1962 ketiga gereja itu memulai upaya menggalang kebersamaan untuk mewujudkan penyatuan GKI, dalam wadah Sinode Am GKI. Sesudah melewati perjalanan hampir tiga dekade, 26 Agustus 1988 ketiga gereja tersebut diikrarkan menjadi satu gereja. GKI berdenominasi Reformed dan memiliki wilayah pelayanan di Jawa, Bali, Lampung dan Batam.

22  

Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ)

Menjadi Anggota PGI: 25 Mei 1950
Berdiri: 30 Mei 1940
Telepon: (0295) 385.337 | Fax: 0295-384.280
e-Mail:  sinodegitj@gmail.com
website:

Alamat kantor sinode: Jln Tondonegoro No. 9, Pati 59115, Jawa Tengah

 

Profil Singkat

GITJ adalah kelompok Gereja Kristen Protestan di Indonesia  yang berpusat di Pati, Jawa Tengah. Wilayah pelayanannya cukup luas yakni meliputi sebagian Jawa dan beberapa daerah transmigran di Sumatera.GITJ berdiri 30 Mei 1940 dari hasil penginjilan yang dilakukan oleh Pieter Jantz dari DZV-Belanda, yang dibantu oleh seorang penginjil pribumi bernama Tunggul Wulung. Semula GITJ hanya berada di sekitar wilayah Gunung Muria, tetapi kemudian berkembang ke Semarang, Salatiga, Yogyakarta, dan Sumatera. GITJ yang berdenominasi Reformed ini bergabung dengan PGI 25 Mei 1950.

 

23

 

Gereja Kristen Jawa (GKJ)

 

Menjadi Anggota PGI: 25 Mei 1950
Berdiri: 17 Februari 1931
Telepon: (0298) 326.684, 326.351
Fax: (0298) 323.985
e-Mail:  sinodegkj@salatiga.wasantara.net.id;
sinodegkj@telkom.net
website: www.gkj.or.id

Alamat kantor sinode: Jln Dr. Sumardi 10 Salatiga 50711, Jawa Tengah

 

Profil Singkat

GKJ adalah sebuah ikatan kebersamaan Gereja-gereja Kristen Jawa yang seluruhnya berjumlah 307 Gereja yang terhimpun dalam 32 klasis dan tersebar di 6 provinsi di Pulau Jawa yaitu Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten. Diawali dari sembilan orang dari kalangan terbawah masyarakat Jawa dengan profesi buruh miskin tukang mbatik yang menjadi pembantu Ny. Van Oostrom Phillips di Banyumas, nekad berjalan kaki dalam rombongan kecil menerabas desa-desa dan pegunungan menuju ke Semarang  (sejauh sekitar 300 Km) untuk sekedar mendapatkan tanda baptis dari Zendeling NZG W. Hoezoo pada 10 Oktober 1858 karena pemberian tanda babtis di karesidenan Banyumas oleh zendeling tersebut dilarang oleh pemerintah kolonial setempat. Mereka inilah cikal bakal pertama gereja GKJ; GKJ tumbuh pertama kali di kawasan Banyumas. Setelah itu, dua lelaki dan tiga orang perempuan pekerja miskin batur (pembantu rumah tangga) Ny. Christina Petronella Phillips Stevens di Ambal, Purworejo yang menerima tanda baptis mereka di Gereja Indische Kerk Purworejo pada 27 Desember 1860. Itulah cikal-bakal dari yang disebut dan menamakan diri Gereja-gereja Kristen Jawa adalah golongan akar rumput lagi pula buta huruf, keluarga para pembantu rumah tangga dan buruh membatik, anggota masyarakat kelas bawah Boemipoetera zaman kolonial yang paling rendah status sosialnya.

Tumbuhnya kelompok Kristen awal ini segera disusul oleh tumbuhnya kelompok lain hasil pekabaran injil Nederlandche Gereformeerde Zendingvereniging (NGZV) yang mulai bekerja di Jawa Tengah sejak 1865 di Tegal (Muaratuwa) dan Purbalingga (plus Bobotsari dan Bojong), yang nantinya diambil-alih oleh Zending Gereformeerd Kerken (ZGK) sejak tahun 1896 dan dikembangkan dengan pusat-pusat penginjilan dari kota-kota Purwerejo–Temon, Kebumen, Yogyakarta, Surakarta, Banyumas-Purbalingga serta Magelang, Temanggung, semuanya di kawasan Jawa Tengah  Selatan (Jawa Tengah Utara menjadi ladang pekabaran Injil Salatiga  Zending).

24

Gereja Kristen Pasundan (GKP)

 

Menjadi Anggota PGI: 25 Mei 1950
Berdiri: 14 November 1934
Telepon: (022) 520.8723, 7080.2012
Fax: (022)-520.5698
e-Mail:  sinode@gkp.or.id
website: www.gkp.or.id

Alamat kantor sinode: Jln Dewi Sartika No. 119 Bandung 40252, Jawa Barat

 

Profil Singkat

Kehadiran GKP tidak terlepas dari adanya Lembaga Pekabaran Injil Genootschap voor Inen Uitwendige Zending te Batavia (GIUZ) yang didirikan di Jakarta pada 1851 oleh beberapa orang Eropa dan beberapa Lembaga Pekabaran Injil. Lembaga ini bekerjasama antara lain dengan Lembaga Pekabaran Injil Zendeling Werkman di negeri Belanda. Diantara tokoh-tokoh pendiri GIUZ adalah Mr.F.L.Anthing dan Pdt.E.W.King. Mr.F.L.Anthing adalah orang pertama yang melakukan Pekabaran Injil kepada penduduk asli di Jawa Barat. Pada 11 Juli 1855 dua orang pribumi dari daerah Cikuya, yakni Minggu dan Sarma menerima Baptisan Kudus oleh Pdt. Bierhans di Jakarta. Pelayanan Baptisan Kudus dilakukan di Jakarta karena Muhinickel tidak mempunyai wewenang untuk melakukan pelayanan tersebut. Pada 1862, LPI pertama, Nederlandsche Zendelings Vereeniging (NZV) mulai mengirimkan para Zendelingnya ke Jawa Barat. Rombongan Zendeling NZV yang pertama yakni C.J.Albers, D.J.v.d.Linden dan G.J.Grashuis tiba di Jakarta. Mereka melanjutkan perjalanan ke Bandung bulan Maret 1863. Tetapi mereka harus menunggu 2 tahun baru kemudian memperoleh ijin kerja dari Gubernur Jenderal Pemerintah Kolonial Belanda saat itu. Pada 1885 jemaat di Cikuya-Banten yang dibina Mr.F.L.Anthing dan “Jemaat-jemaat Anthing” lainnya serta jemaat peninggalan pelayanan Pdt.E.W.King dimasukkan dalam lingkup pelayanan NZV. Sejak tahun ini pelayanan Pekabaran Injil dikalangan masyarakat di Jawa Barat dilakukan oleh NZV dibantu oleh para Penginjil pribumi. Beberapa Zending yang pernah melayani di wilayah Jawa Barat antara lain A. Geedink (1870), P.N.Gijsman di SUkabumi (1872) dan J.Verhoeven di Majalengka dan sekitarnya (1876). Sejak 1942 kepemimpinan GKP mulai dipegang sepenuhnya oleh orang-orang pribumi (Bumiputra) karena dalam masa pendudukan Jepang para Zendeling Belanda tidak lagi dapat melakukan kegiatannya. Persidangan VIII Rad Ageng di Bandung memutuskan istilah Rad Ageng diubah menjadi SINODE, dan istilah pengurus harian diubah menjadi Badan Pekerja sehingga nama lengkap pengurus hariannya menjadi Badan Pekerja Sinode GKP.

25  

Gereja Kristus (GK)

 

Menjadi Anggota PGI: 25 Mei 1950
Berdiri: 12 Jun 1939
Telepon: 911.0536
Fax: 021-563.4118
e-Mail:  sinodegk@cbn.net.id;  sinodegerejakristus@ymail.com
website  :

Alamat kantor sinode: Jln Aipda K.S. Tubun No. 2 Slipi 11410, Jakarta Barat

 

Profil Singkat

GK adalah salah satu organisasi Gereja Kristen Protestan di Indonesia yang beraliran Presbiterian. GK memiliki gereja yang tersebar di 4 provinsi di Indonesia. Berawal dari Misi Penginjilan yang dijalankan oleh Methodist Episcopal Church Amerika ke Batavia pada tahun 1905 dengan mengutus J.R.Denyes dan B.F.West untuk menjajaki penginjilan kepada orang-orang pribumi di Pulau Jawa. Mereka sebenarnya tidak ingin memfokuskan penginjilan kepada orang-orang Tionghoa saja tetapi menjadikan orang Tinghoa sebagai batu loncatan untuk mencapai orang pribumi di Pulau Jawa.

Pada tahun 1910 Methodist Mission mengutus Worthington dan Baughman untuk merintis pekerjaan penginjilan di Batavia (kota). Hasil usaha mereka merupakan permulaan atau cikal bakal jemaat Gereja Kristus di kemudian hari. Walaupun dalam sejarah Methodist tidak tercatat dengan jelas, bahwa cikal bakal jemaat Gereja Kristus merupakan hasil dari pekerjaan Misi yang dijalankannya, namun kita dapat melihat bahwa pekerjaan sekecil apapun yang dipersembahkan untuk Tuhan tidak akan pernah sia-sia. Hal itu terbukti dengan bertumbuh dan berkembangnya Gereja Kristus sampai saat ini. GK memiliki wilayah pelayanan di Provinsi Jawa barat, DKI Jakarta, dan Provinsi Banten.

26  

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB)

 

Menjadi Anggota PGI: 25 Mei 1950
Berdiri: 31 Oktober 1948
Telepon: (021) 384.2895, 384.9917
Fax: (021) 385.9250
e-Mail:  ms.gpib@gpib.org
website: www.gpib.org

Alamat kantor sinode: Jln Medan Merdeka Timur 10, Jakarta Pusat

 

Profil Singkat

GPIB saat didirikan bernama  De Protestantse Kerk in Westelijk Indonesie berdasarkan Tata-Gereja dan Peraturan-Gereja yang dipersembahkan oleh proto-Sinode kepada Badan Pekerja Am (Algemene Moderamen) Gereja Protestan Indonesia. Ketika pertama kali terbentuk, GPIB mempunyai tujuh Klasis (kini disebut Mupel atau Musyawarah Pelayanan) dengan 53 jemaat. GPIB kini merupakan salah satu Gereja Protestan terbesar di Indonesia, dengan anggota-anggotanya yang banyak berasal dari Indonesia Timur. Namun dalam perkembangannya sekarang, anggota-anggota Gereja ini sangat berbaur dan dapat dikatakan hampir setiap suku bangsa di Indonesia terwakili di Gereja ini. Program-program pelayanannya mencakup pendidikan, pelayanan kesehatan, pembangunan masyarakat desa, dan lainnya. GPIB juga aktif di dalam dialog antar-iman dengan umat beragama lainnya dan kegiatan penerbitan untuk kebutuhan internal dan eksternal. GPIB adalah anggota GPI, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Dewan Gereja-Gereja Asia (CCA), Aliansi Gereja-Gereja Reformasi se-Dunia (WARC), dan Dewan gereja-Gereja se-Dunia (WCC). GPIB menjadi anggota dari PGI sejak tanggal 25 Mei 1950. GPIB merupakan bagian Gereja Protestan Indonesia yang berdiri sendiri sebagaimana disetujui dan diputuskan melalui Surat Keputusan Wakil Tinggi Kerajaan di Indonesia tertanggal 1 Desember 1948 No. 2. GPIB berdenominasi Reformeed dan memiliki wilayah pelayanan di Indonesia dan juga di manca negara.

27  

Gereja Protestan di Indonesia (GPI)

 

Menjadi Anggota PGI: 25 Mei 1950
Berdiri: 6 Juni 1927
Telepon: (021) 351.9003
Fax: (021) 3483.0224
e-Mail:  BPHGPI@telkom.net
website: www.sejarah-gpi.org

Alamat kantor sinode: Jln Medan Merdeka Timur 10, Jakarta Pusat

 

Profil Singkat

GPI lahir di Ambon, Maluku pada tahun 1605, dengan nama De Protestantsche Kerk in Nederlandsch-Indie, atau lebih dikenal dengan Indische Kerk. Tetapi pada tahun 1619 kantor pusatnya dipindahkan ke Batavia seturut dengan berpindahnya kedudukan Gubernur Jenderal ke Batavia. Gereja Protestan ini mewarisi jemaat-jemaat yang ditinggalkan oleh misi Portugis dan dikemudian hari karena pekerjaan misi maka pelayanannya semakin meluas. Wilayahnya meliputi beberapa daerah antara lain: maluku, Minahasa, Kepulauan Sunda Kecil  (sekarang: Nusa Tenggara Timur, termasuk Pulau Sumbawa), Jawa, Sumatera, dan lainnya. GPI telah memekarkan diri dalam beberapa gereja bagian, tetapi gereja-gereja itu terus memelihara keesaannya. Keesaan itu diwujudkan melalui, pertama, sidang-sidang gerejawi yang dilakukan satu kali setahun dan satu kali lima tahun untuk evaluasi dan penyusunan program kerja yang bersifat ekumenis. Kedua, Dokumen keesaan yang diterima dan diberlakukan dalam pergaulan ekumenis antara GBM ini yaitu Pemahaman Iman GPI, Kepejabatan, dan Peribadahan. Ketiga, Komitmen bersama GBM-GPI sebagai gereja saudara tidak boleh mendirikan gerejanya dalam wilayah gereja yang lain. Dengan komitmen ini, bila warga jemaat dari satu GBM yang karena tugas, berpindah ke satu wilayah lain di mana GBM yang lainnya sudah ada maka mereka dianjurkan untuk masuk dalam GBM itu. Keempat, memiliki akar tradisi ajaran gereja yang sama termasuk sakramen, yaitu baptisan dan perjamuan kudus. Dengan demikian maka GPI adalah wujud keesaan dari gereja-gereja bagiannya yang tersebar di seluruh Indonesia, bukan super church.

28  

Gereja Isa Almasih (GIA)

 

Menjadi Anggota PGI: 17 Juli 1956
Berdiri: 21 Juli 1946
Telepon: (024) 351.7141, 3515.649, 351.3970
Fax: (024) 356.4265
e-Mail:  gia_mph@yahoo.com
website: www.gia.or.id

Alamat kantor sinode: Jln Pringgading 20 Semarang 50135, Jawa Tengah

 

Profil Singkat

Sejarah GIA dimulai dari lahirnya persekutuan doa (kemudian disingkat PD) yang diselenggarakan di rumah Bp. Tan Hok Tjoan di Jl. Brumbungan 6 Semarang. Pdt. Tan Hok Tjoan adalah pendiri Gereja Isa Almasih. Semula PD ini dihadiri oleh beberapa orang, yaitu Bp. Goei Swan Tong, Bp. Tan Sien Kiong, Bp. Liem Thiam Tjoan, Bp. Tjan Thiam Sioe, Bp. Tan Sien Kie, Bp. Liem Khiem Soe, dan lainnya.

Pada 18 Juli 1946 dipilih 12 anggota majelis yaitu Tan Sien Kiong, Goei Swan Tong, Liem Thiam Tjoan, Tjan Thiam Sioe,  JCD. Meulenaar, Oei Khing Yoe, Tan Sien Kie, Liem Ping Hong, Nyoo Soen Liat, Tan Tjiang Tjay, Yoo Tik Liong, dan Go Sing Liam. Kemudian pada 21 Juli 1946 para majelis dilantik oleh Pdt. Tan Hok Tjoan. Tanggal 21 Juli menjadi tanggal resmi HUT Gereja Sing Ling Kauw Hwee. Pada waktu itu jumlah jemaat bertambah menjadi ± 350 jiwa. GIA memiliki lima ciri khas yaitu Kerohanian, Pengetahuan, Penginjilan, Ketertiban dan Ekumenika. GIA berdenominasi Pentakosta ini memiliki Sistem Pemerintahan Gereja Presbiterial Sinodal Khas GIA. Pemerintahan jamak dan bukan tunggal. Khas GIA artinya Ketua Majelis selalu dijabat Gembala Jemaat/Pendeta.

29  

Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI)

Menjadi Anggota PGI: 13 September 1960
Berdiri: 6 Desember 1920
Telepon: (024) 831.2795
Fax: (024) 8442.644
e-Mail:  sinodemi@idola.net.id
website:

Alamat kantor sinode: Jln Sompok Lama 60 Semarang 50249, Jawa Tengah

 

Profil Singkat

GKMI berdiri pada 6 Desember 1920, yang ditandai dengan terjadinya pembaptisan kudus bagi 25 orang petobat baru sebagai hasil penginjilan yang dilakukan oleh Tee Siem Tat. Baptisan pertama itu diselenggarakan di rumah Tee yang beralamat di Jl. K.H.Wahid Hasyim (dulu Panjunan) No.11 Kudus. Dari Kudus penginjilan terus bergerak ke beberapa kota terdekat seperti Jepara, Bangsri, Welahan, Pati, Blora dan Pecangaan, sambil memberikan pelayanan diakonia. Sekarang ini, telah ada 41 gereja dewasa, 52 cabang dan 59 pos Pekabaran Injil. Dari Pulau Jawa, GKMI menyebar ke Lampung Selatan, Kalimantan Barat, Bali, Batam dan sedang menjejagi ke Singapura dan negara Asia lainnya. Menurut data statistik GKMI memiliki 50 gereja, 16.208 anggota jemaat, 50 pendeta dan 30 pendeta muda. Selain itu memiliki 8 evangelis dan 30 tenaga orientasi. Sementara wilayah pelayanannya meliputi Jawa, Jabotabek, Bali, Sumatera, Kalimantan dan Batam.

30  

Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS)

 

Menjadi Anggota PGI: SR V di Jakarta (3-14 Mei 1964)
Berdiri: 2 September 1903
Telepon: (0622) 23676, 433381
Fax: (0622) 22626
e-Mail:  gkps@gkps.or.id
website: www.gkps.or.id

Alamat kantor sinode: Jln Pdt. J. Wismar Saragih Kotak Pos 101, Pematangsiantar 21142,

Sumatera Utara

 

Profil Singkat

Menyadari sulitnya meraih orang Simalungun menjadi Kristen, J. Wismar Saragih bekas pamong pemerintahan kerajaan Simalungun (pangulubalei) memperjuangkan identitas Simalungun dalam kristenisasi suku Simalungun. Perjuangan J. Wismar Saragih ternyata tidak begitu saja diterima HKBP yang waktu itu menaungi orang Kristen Simalungun. Barulah pada 1 September 1963 HKBP resmi memandirikan orang Kristen Simalungun dengan ditandatanganinya Naskah Panjaeon (Kemandirian) HKBP Simalungun dari HKBP. GKPS adalah sebuah Gereja dari daerah Simalungun yang dirintis oleh zendelling (pengabar Injil) dari Rheinische Missions-Gesselschaft (RMG), sebuah badan pengabaran Injil dari Jerman sebagai bagian dari upayanya menyebarkan Injil bagi Suku Simalungun. Pada tanggal 2 September 1903 sekelompok penginjil dari RMG yang dipimpin oleh Pendeta August Theis tiba di Pematang Raya untuk menyebarkan Injil.  Tanggal 2 September sampai saat ini diperingati setiap tahunnya oleh anggota GKPS di seluruh dunia sebagai hari olob-olob (bahasa Simalungun untuk “suka cita”) untuk mensyukuri masuknya ambilan na madear (bahasa Simalungun untuk Firman-Firman Alkitab/ajaran Kristen) di Simalungun, dan Pendeta August Theis, penginjil RMG yang merintis penyebaran Injil di daerah Simalungun. GKPS menjadi anggota wilayah PGI-Wilayah SUMUT serta menjalin kerja sama dengan gereja-gereja Lutheran lain, seperti Evangelical Lutheran Church in America (ELCA, sejak 1969) dan Lutheran Church of Australia (LCA, sejak September 1973). GKPS juga menjadi anggota beberapa organisasi gereja di tingkat dunia dan regional, seperti Dewan Gereja-gereja se-Dunia (WCC, sejak Agustus 1973), Dewan Gereja-gereja Asia (CCA, 31 Mei 1977) dan Federasi Lutheran se-Dunia (LWF, sejak 1968).

31

Gereja Kristen Pemancar Injil (GKPI)

Menjadi Anggota PGI: 10 Mei 1964
Berdiri: 30 Mei 1959
Telepon: (0551) 21154
Fax: (0551) 34469
e-Mail:  mstrk-gkpi@plasa.com;  mstrk-gkpi@telkom.net
website:

Alamat kantor sinode: Jln Gunung Belah No. 6, Kotak Pos 112, Tarakan 77101,

Kalimantan Timur

 

Profil Singkat

Berdirinya GKPI Tarakan tidak terlepas dari pengaruh misi pekabaran injil yang dilakukan oleh yayasan penginjilan yang masuk ke Kalimantan Timur, The Christian Misionari Alliance (CMA), sebuah pekabaran Injil yang muncul di Amirika Serikat pada 1880-an yang didirikan sekaligus sebagai pemimpin pertamanya adalah A.B. Simpson, mantan pendeta Gereja Presbiterian di New York, yang dikenal komitmennya mengabdi kepada kaum miskin. Awal penginjilan di Kalimantan Timur dimulai dari kedatangan lima misionaris dari CMA New York ke Surabaya, Jawa Timur pada 1929. Para misionaris tersebut adalah Rev. J.W. Brill dan istrinya, Rev. G. E. Fisk dan istrinya, dan Rev. David C. Clench. Perintis pekerjaan misi di Kalimantan Timur adalah David C. Clench dan George E. Fisk yang masuk ke sana pada 1929. Setelah David Clench tinggal di Balikpapan selama setahun, ia pindah ke Samarinda dan melakukan Pekabaran Injil terhadap orang Dayak di Hulu Sungai Mahakam. Sedangkan Fisk berlayar ke Pulau Tarakan, pulau kecil di Kalimantan Timur, dimana perusahaan minyak Belanda berada. Peristiwa ini terjadi pada 11 Juli 1929. Namun karena ia kesulitan berhubungan dengan orang-orang Dayak di pedalaman Kalimantan, ia pindah ke Tanjung Selor, ibukota Kabupaten Bulongan Kalimantan Timur. Dari sana ia menjalin hubungan dengan orang Dayak Kayan dan Dayak Kenyah di Kalimantan Timur bagian Utara. GKPI resmi berdiri pada ibadah pembukaan pertama 30 Mei 1959 dihadiri 26 orang. Pembentukan GKPI ini dimotivasi oleh kuatnya keinginan masyarakat yang telah merasakan peran gereja dalam menanggulangi masalah-masalah sosial, seperti pendidikan dan kemiskinan masyrakat Dayak yang ada di pedalaman Kalimantan Timur. GKPI terdaftar di Depag RI dengan No. E/VII/15/59/73 dan didaftar ulang kembali dengan No. 81/1992. GKPI yang berdenominasi Reformeed ini memiliki wilayah pelayanan di kalimantan Timur.

32  

Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS)

 

Menjadi Anggota PGI: 14 Mei 1964
Berdiri: 21 Januari 1952
Telepon: (0271) 585.1555, 672.7107
Fax: (0271) 624704
e-Mail:  bp_gbis@telkom.net
website: http://www.gbis-online.org

Alamat kantor sinode: Jln Krakatau No. 4 Surabaya 60252, Jawa Timur

 

Profil Singkat

GBIS adalah sebuah denominasi Gereja di Indonesia. Dalam Bahasa Inggris disebut Bethel Full Gospel Church of Indonesia. Merupakan anggota Persekutuan gereja-Gereja di Indonesia No. 34. GBIS juga menjadi salah satu gereja pendiri dan penopang Yayasan Pendidikan Kristen Petra dan Universitas Kristen Petra Surabaya. Kelahiran GBIS diawali dengan keluarnya Pdt. F.G Van Gessel dengan beberapa pendeta lainnya dari GPDI dan membentuk Badan Persekutuan Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) di Surabaya pada tanggal 21 Januari 1952. GBIS lahir dari satu kerinduan untuk mendapatkan kembali gereja, bukan hanya sekedar sebagai satu organisasi gereja, namun juga sebagai organisme, bersifat otonom dan memiliki jiwa fellowship.

Sejak kelahirannya, GBIS telah berkembang demikian cepatnya, sehingga dalam waktu 15 tahun telah memiliki kira-kira 450 mata jemaat dengan 70000 anggota yang tersebar di seluruh persada Nusantara. Sehingga dapat dikatakan, saat itu GBIS telah menjadi organisasi Pentakosta terbesar ke-2 se Indonesia setelah GPdI. GBIS memiliki Komisi Wanita (WBIS), Komisi Pemuda (PBIS) dan Komisi Sekolah Minggu. GBIS berdenominasi Pentakosta.

33  

Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS)

Menjadi Anggota PGI: 10 Mei 1964
Berdiri: 25 Februari 1964
Telepon: (031) 547.7614 | Fax: (031) 547.6938
e-Mail:
website:

Alamat kantor sinode: Jln Bromo 1/3 Surabaya 60251, Jawa Timur

 

Profil Singkat

Pendeta Ishak Lew Lewi Santoso menerima panggilan Tuhan di Indonesia melalui pergumulan yang cukup berat dan panjang. Di awal-awal pelayanannya, dia membuka sebuah pos pelayanan di daerah Bibis, Surabaya (1945), dan di daerah Sawahan, Surabaya (Juli 1946), dan di beberapa tempat yang lain. Selanjutnya, berkehendak mendirikan Organisasi Gereja pada 1959 yang nantinya didaftarkan di Departemen Agama Jakarta melalui Kantor Urusan Agama Daerah Tingkat I Jawa Timur dengan nama “Gereja Pantekosta” dengan nomor pendaftaran: E-83-1960. Dikarenakan nama “Gereja Pantekosta” tersebut ternyata adalah nama kembar, artinya nama yang juga dimiliki oleh organisasi gereja lain di daerah tertentu, maka Beliau menggantinya dengan nama “Gereja Pantekosta Pusat Surabaya” (disingkat: GPPS) yang terdaftar di Departemen Agama Dirjen Bimas Kristen-Protestan di Jakarta pada 26 Februari 1964, yang sekaligus tanggal tersebut diakui sebagai tanggal berdirinya GPPS. Dengan semangat penyerahan diri kepada Roh Kudus dalam rangka menghadirkan kasih Allah secara nyata dan tanda-tanda Syalom Kerajaan Allah, GPPS berpedoman pada Filosofi Pelayanan “Hidup dengan Iman, Bekerja menurut Panggilan” dan Filosofi Doa “Banyak berdoa banyak berkat, kurang berdoa kurang berkat dan tidak berdoa tidak ada berkat”. GPPS bersifat Sinodal di mana Majelis Pusat sebagai pimpinan tertinggi. GPPS melaksanakan kehendak Tuhan Yesus Kristus sesuai Yohanes 17:21, mewujudkan kesatuan tubuh Kristus dalam hubungan yang serasi dan seimbang dengan gereja-gereja serta lembaga-lembaga Kristen lainnya demi melaksanakan Missio Dei di muka bumi. GPPS berdenominasi Pentakosta ini memiliki 1.219 pendeta, wilayah pelayanan di seluruh Indonesia.

34

Huria Kristen Indonesia (HKI)

 

Menjadi Anggota PGI: 29 Oktober 1967
Berdiri: 1 Mei 1927
Telepon: (0622) 25995 | Fax: (0622) 23238
e-Mail:  support@kanpushki.com
website: http://www.kanpushki.com

Alamat kantor sinode: Jln Melancthon Siregar 111 Pematangsiantar 21128, Sumatera

Utara

 

Profil Singkat

HKI sebuah gereja Lutheran di Indonesia yang berkantor pusat di Pematangsiantar, Sumatera Utara. Pada 1907, Badan Zending Jerman Reinische Mission Gesellschaft (RMG) mendirikan jemaat di Pematangsiantar (sekarang jalan Gereja) dan jemaat ini menjadi pusat utama para misionaris RMG di Sumatera Timur. Namun, warga jemaatnya banyak yang tersebar di sekitar pinggiran kota Pematangsiantar yang jaraknya kurang lebih 4 km dari gereja ini, dan F. Sutan Maloe Panggabean adalah salah seorang diantaranya. F. Sutan Maloe Panggabean berinisiatif mendirikan persekutuan gereja yang diberi nama Hoeria Christen Batak (HChB) di rumahnya di daerah pantoan, pematangsiantar. Tahun 1909, F. Sutan Maloe lulus dari Sekolah Guru Seminari Sipoholon. Tanggal 1 April 1927, F. Sutan Maloe yang sudah membuka kebaktian Minggu di rumahnya, akhirnya membuat surat pemberitahuan resmi pendirian HChB kepada pemerintahan dengan alasan utama, penolakan RMG terhadap usulan pendirian. Pada 1927-1930 sambutan masyarakat Kristen Batak terhadap HChB di Pematangsiantar dan sekitarnya sangat luar biasa. Dalam kurun waktu yang relatif singkat (8 tahun) telah berdiri 5 jemaat dengan 220 kepala Keluarga. Tanggal 5 Agustus 1928, 123 orang warga jemaat RMG yang ada di Medan mendirikan salah satu jemaat baru yang disebut “Hoeria Christen Batak Medan Parjolo” (HChB Medan). Tanggal 27 Mei 1933 Pemerintah Hindia belanda memberikan izin Rechtperson kepada HChB. Sepuluh hari berikutnya izin melayangkan sakramen juga diberikan. Menyadari pentingnya pelayanan melayani sakramen, tahun 1933 Voorzitter F. Sutan Maloe Panggabean ditahbiskan menjadi pendeta. Pada 1946 nama HChB diperluas dan diubah namanya menjadi Huria Kristen Indonesia (HKI). Tanggal 26 Agustus 1976, Sinode GKB menyatakan diri bergabung kembali dengan HKI.

35  

Gereja Kristen di Luwuk Banggai (GKLB)

 

Menjadi Anggota PGI: 29 Oktober 1967
Berdiri: 27 Januari 1966
Telepon: (0461) 21436 | Fax: (0461) 22218
e-Mail:
website:

Alamat kantor sinode: Jln Sam Ratulangi 261 Kotak Pos 13, Luwuk 94712, Sulawesi Tengah

 

Profil Singkat

Tahun 1912, Indische Kerk mengutus penginjil Ds. J. Kelling (yang waktu itu berada di Makassar) untuk menyebarkan Injil di daerah Banggai di Distrik Lamala. Pada waktu itu di daerah Luwuk Banggai baru ada dua agama, agama suku Pilogot, dan agama Islam. Usai melewati proses waktu dan menempuh berbagai upaya pemberitaan Injil, tanggal 21 Januari 1913 diadakanlah baptisan massal pertama di desa Mantok-Lamala, kemudian pembaptisan berikut berlanjut di desa Molino dan sesudah itu Ds. J. Kelling kembali ke Makassar. Selanjutnya Indische Kerk menugaskan Ds Tumbelaka dan seorang pembantunya melaksanakan pelayanan dan pembinaan bagi jemaat-jemaat di Kabupaten Banggai. Beberapa dari orang-orang pribumi yang sudah menerima Injil diutus mengikuti pendidikan di sekolah penginjilan baik di GKST maupun di GMIM. Mereka yang pada akhirnya membantu meneruskan pelayanan. Pada 1913 jumlah anggota baptis 2.338 jiwa. Ketika GMIM berdiri sendiri, Pimpinan Gereja Protestan (Indische Kerk) di Jakarta menyerahkan pelayanan di tanah Banggai kepada GMIM untuk dijadikan daerah pelayanan Pekabran Injil. Itu berlangsung sejak 1935-1947. Berhubung komunikasi sulit dan jarak yang terlalu jauh, pelayanan di tanah Banggai diserahkan GMIM kepada Zending Poso (GKST).Pada 1963 majelis Sinode GKST membentuk Sinode GKST Wilayah Luwuk Banggai. Pelayanan dan kehidupan jemaat pun mulai bertambah dan berkembang yang ditandai dengan terbentuknya jemaat-jemaat baru, juga semakin bertambahnya tenaga pelayan. Akhirnya 27 januari 1966 Sinode GKST Wilayah Luwuk banggai ditetapkan sebagai Sinode yang Mandiri dengan nama Gereja Kristen di Luwuk Banggai (GKLB).Seiring perkembangan pelayanan dan semakin bertambahnya jemaat-jemaat GKLB, mengingat luasnya wilayah pelayanan GKLB dan jarak yang harus dijangkau, pada 3 Februari 2000 GKLB dimekarkan lagi di mana jemaat-jemaat yang berada di wilayah pelayanan Banggai Kepulauan telah berdiri sendiri menjadi satu Sinode dengan nama Gereja Protestan Indonesia banggai kepulauan (GPIBK). Dengan demikian wilayah pelayanan GKLB hanya meliputi di daerah “Banggai Daratan”.

36  

Gereja Kristus Tuhan (GKT)

 

Menjadi Anggota PGI: 29 Oktober 1967
Berdiri: 7 Desember 1939
Telepon: (0341) 325826
Fax: (0341) 368871
e-Mail:
website :

Alamat kantor sinode: Jln Argopuro 6, Malang 65112, Jawa Timur

 

Profil Singkat

Diawali 1917 melalui persekutuan umat Kristen Tionghoa yang ada di Surabaya bekerjasama dengan The Methodist Mission Amerika, telah diadakan kebaktian tetap Jemaat Tionghoa-Surabaya. Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, semua misi di Jawa Timur dilayani oleh NEV sejak tahun 1929.Kemudian pada 1939 atas prakarsa Ds.H.A.C.Hildering gereja-gereja di Jawa Timur, termasuk GKT, disahkan sebagi gereja berbadan hukum No.17 Stbl.694 pada 7 Desember 1939 dengan nama: “Tiong Hoa Ki Tok Kau Khoe Hwee, Oost Java” (Chineesch Christelijke Kerk Classis Oost Java). Pada tahun 1956, untuk memperlancar pelayanan, disepakati supaya gereja-gereja Tionghoa yang bahasa pengantarnya melayu/Indonesia berganti nama menjadi: Gereja Kristen Indonesia Jawa Timur (GKI Jatim), sedangkan yang bahasa pengantarnya bahasa Tionghoa tetap memakai nama asli.Namun pada 10 September 1968 Dirjen Bimas (Kristen) Protestan mengubah nama Tiong Hoa Ki Tok Kau Khoe Hwee, Oost Java menjadi Gereja Kristus Tuhan (GKT). Nama itulah yang dipakai sampai sekarang. GKT yang berdenominasi Reformeed ini memiliki wilayah pelayanan di Jakarta, Jawa tengah, Jawa Timur, bali dan NTB.

37


Gereja Protestan Indonesia Donggala (GPID)

 

Menjadi Anggota PGI: 10 Mei 1964
Berdiri: 4 April 1965
Telepon: (0451) 484.682 | Fax: (0451) 484.683
e-Mail:  ms_gpid@yahoo.com
website :

Alamat kantor sinode: Jln Kijang Raya No. 14, Palu 94121, Sulawesi Tengah

 

Profil Singkat

GPID adalah sebuah kelompok gereja Protestan di Indonesia yang berpusat di pulau Sulawesi bagian tengah. GPID yang terbentuk pada 4 April 1965 ini merupakan gereja bagian Gereja Protestan di Indonesia (GPI) yang berdiri sendiri.Pada awalnya, anggota jemaatnya berasal dari warga Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) yang datang ke Sulawesi Tengah sejak tahun 1909, dan kemudian berkembang sebagai hasil penginjilan yang dilakukan oleh GMIM. Dengan demikian jemaat GPID tersebar di Kabupaten Donggala, Parigi Moutong, Poso, Sigi dan Kota Palu sebagai kedudukan kantor Sinode. GPID berdenominasi Reformeed.

38  

Gereja Punguan Kristen Batak (GPKB)

Menjadi Anggota PGI: 26 April 1971
Berdiri: 10 Juli 1927
Telepon: (021) 3190.3203 | Fax: (021) 314.3881,877.92729
e-Mail:  mpgpkb@plasa.com
website:

Alamat kantor sinode: Jln HOS Cokroaminoto 96, Menteng, Jakarta Pusat

 

Profil Singkat

Bagi masyarakat tanah Batak yang memeluk agama kristiani, saat merantau ke Jakarta pasti gereja yang dicari adalah gereja HKBP. Bisa dimakhlumi karena di tanah asalnya, HKBP sangat terkenal bagi para jemaatnya bahkan HKBP sendiri adalah gereja yang memiliki jemaat terbesar di Asia Tenggara. Tapi tidak banyak komunitas Batak yang tahu kalau gereja Batak yang berdiri di Jakarta pada awalnya adalah Gereja Punguan Kristen Batak (GPKB).GPKB merupakan pemisahan dari Bataksche Christelljke Gemeente (BCG). BCG sendiri didirikan pada tahun 1927 oleh sekelompok pemuda dan keluarga Batak Kristen yang kurang memahami bahasa Melayu tinggi dan tidak mengerti bahasa Belanda. Kebaktian pertama dimulai pada 10 Juli 1927 yang dihadiri 13 orang.Ketika di tubuh BCG terjadi ketidaksepakatan, dan Reinsche Zending (RZ) dari tanah Batak serta utusan pemerintah Hindia Belanda mencoba menengahi, sebagian warga jemaat tidak setuju karena dinilai telah turut mencampuri urusan rumah tangga BCG. Warga jemaat yang tidak setuju inilah yang kemudian mendirikan Punguan Kristen Batak yang didorong oleh keinginan untuk manjujung baringinna (mandiri). Maka pada tahun 1928 berdirilah PKB (GPKB sekarang), dan selanjutnya pun PKB berkembang dimulai dari Jakarta, Palembang, hingga kembali memasuki Tanah Batak (Tapanuli). Kepengurusan PKB Batavia (Jakarta) berfungsi mengkoordinasi seluruh jemaat PKB yang kemudian membentuk Sinode. Seiring dengan perkembangan PKB di Jakarta, maka GPKB Jakarta berganti nama menjadi GPKB Menteng. GPKB hingga sekarang tetap berdiri, dan sudah memiliki 40 gereja di beberapa cabang daerah, 7 gereja diantaranya ada di Jakarta. GPKB sendiri sudah diakui Pemerintah dan terdaftar di Departemen Agama.Hubungan GPKB sendiri dengan gereja-gereja Batak yang sudah mulai banyak berdiri di Jakarta terutama HKBP, berjalan sangat baik. Ada 8 organisasi gereja Batak (HKBP, GKPS, GPKB, GKPI, HKI, GKLI, GPKA, dan GKPM) sudah ikut bergabung dalam wadah PGI yang menganut asas kesatuan dan keesaan gereja. Bahkan kedelapan organisasi itu kerap mengadakan pertukaran mimbar antar gereja. GKPB berdenominasi Lutheran.

39  

Gereja Protestan Indonesia Gorontalo (GPIG)

 

Menjadi Anggota PGI: 26 April 1971
Berdiri: 18 Juli 1965
Telepon: (0435) 823.815 | Fax: (0435) 823.815
e-Mail: sinode_gpig@yahoo.co.id
website:

Alamat kantor sinode: Jln Pendang Kalengkoan No. 30 Kotak Pos 45 Gorontalo 96117,

Sulawesi Utara

 

Profil Singkat

GPIG  ialah cabang kemandirian dari Indische Kerk atau Gereja Protestan Indonesia (GPI). GPIG melayani wilayah provinsi Gorontalo (melayani hampir 10.000 umat di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo), sebagian wilayah Sulawesi Utara (Kabupaten Bolaang Mangondow, Bolaang Mongondow Barat, kota Mubagu dan Bolaang Mongondow Utara) dan Sulawesi Tengah (Kabupaten Buol, Kabupaten Parigi, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Tolitoli). Sementara di luar Sulawesi tercatat ada tiga gereja milik GPIG yang berada di Jawa, satu di Surabaya, satu di Surakarta dan satu di Blora. Untuk di luar negeri GPIG memiliki dua buah gereja, di Malaysia dan Filipina.GPIG bermula dari kehadiran orang-orang Kristen di Gorontalo pada abad ke-16 seiring dengan kehadiran pemerintahan kolonial Belanda. Pembaptisan pertama dilayani oleh misionaris J.H.Lineman. GPIG adalah bagian dari GPI yang dimekarkan menjadi gereja yang berdiri sendiri berdasarkan keputusan Badan Pekerja Am GPI di Jakarta pada 30 April 1964, dan diresmikan pada 18 Juli 1965. Pada Sidangnya yang pertama tanggal 19–20 Juli 1965 ditetapkan Badan Pekerja Sinode periode pertama (1965–1969) dan terpilih sebagai Ketua adalah Pdt. J.Pondaag. Setelah mandiri, GPIG memiliki tekad untuk tetap hidup dan melayani sekalipun mengalami banyak pergumulan dan tantangan. GPIG berdenominasi Reformeed.

40  

Gereja Kristen Jawa Tengah Utara (GKJTU)

 

Menjadi Anggota PGI: 22 April 1972
Berdiri: 22 April 1937
Telepon: (0298) 321.149/325.674 | Fax: (0298) 321.149/325.674
e-Mail:  gkjtu@indo.net.id
website:

Alamat kantor sinode: Jln Letjen Sukowati 74, Kotak Pos 105, Salatiga 50724, Jawa

Tengah

 

Profil Singkat

GKJTU merupakan suatu organisasi gereja Kristen Protestan di Indonesia yang didirikan untuk melayani dan berlokasi di provinsi Jawa Tengah. GKJTU memiliki jemaat hampir 30.000 orang. GKJTU berpusat di kota Salatiga, Jawa Tengah.GKJTU awalnya bernama “Salatiga Zending”, berdiri 17 Desember 1889. Kemudian menjadi gereja dengan nama “Pasamuwan Salatiga Zending‘ atau sebutan sehari-harinya “Parepatan Agung” (PA) yang didirikan di Purwodadi-Grobongan pada 27 Maret 1937. Pada Sidang gereja di Salatiga tanggal 20 April 1949 ditetapkan menjadi Gereja Kristen Jawa Tengah Utara (GKJTU). GKJTU berdenominasi Reformeed.

41  

 Gereja Kristen Kalimantan Barat (GKKB)

Menjadi Anggota PGI: 22 April 1972
Berdiri: 2 Juli 1966
Telepon: (0561) 737411 | Fax: (0561) 737411
e-Mail:  sinodegkkb@yahoo.com
website: http://www.gkkb.or.id/

Alamat kantor sinode: Jln Gajah Mada No 250, Pontianak 78122, Kalimantan Barat

 

Profil Singkat

GKKB berdiri karena buah pekerjaan misi misionaris-misionaris dari berbagai negara. Sejarah gereja ini dimulai dari tiga gereja yang berdiri secara terpisah di tiga kota utama: Singkawang, Pontianak, dan Pemangkat.GKKB Jemaat Singkawang, memiliki sejarah paling panjang, berdiri pada awal abad ke-20, tepat pada tahun 1906, buah hasil pelayanan misionaris Amerika yang bernama Charles M. Worthington. Kemudian pada tahun 1928 Gereja ini mendapat bantuan pelayanan dari Basel Mission. GKKB Jemaat Pontianak, dimulai pada tahun 1935 oleh sekelompok orang Kristen asal Tiongkok. Gereja ini kemudian mendapatkan bantuan pelayanan dari hamba-hamba Tuhan Tiongkok.Selama pendudukan Jepang, orang-orang Tionghoa di Kalimantan Barat, khususnya orang-orang Kristen Tionghoa mengalami masa penderitaan. Namun mereka tetap bertahan, walaupun gereja ditutup dan salah satu pendetanya dibunuh. Gereja ini kembali setelah masa perang dan pada tahun 1950 mendapatkan bantuan pelayanan dari misionaris China Inland Mission (sekarang OMF International).GKKB Jemaat Pemangkat dirintis oleh beberapa orang Kristen yang pindah ke kota Pemangkat. Awalnya hanyalah berupa kebaktian rumah tangga. Tetapi atas bantuan para misionaris yang datang ke Pemangkat pada tahun 1950-an, maka Gereja Pemangkat resmi berdiri pada tahun 1963.Ketiga gereja ini kemudian meluaskan pelayanan ke daerah sekitarnya, maka berdirilah gereja-gereja di berbagai kota di Kalimantan Barat. Pada awalnya ketiga gereja ini berdiri sendiri. Baru pada tahun 1966 ketiga gereja utama berserta gereja-gereja yang didirikan masing-masing sepakat bergabung dan mendirikan satu organisasi dengan nama Tiong Hua Kie Tok Kauw Hwee, dengan Gereja Pontianak sebagai pusat. GKKB berdenominasi Reformeed dengan wilayah pelayanan Kalimantan Barat.

42  

Gereja Gerakan Pantekosta (GGP)

 

Menjadi Anggota PGI: 29 Oktober 1967
Berdiri: 29 Maret 1923
Telepon: (021) 315.1984 | Fax: (021) 315.1984
e-Mail:  adiharsanto@yahoo.co.id
website :

Alamat kantor sinode: Jln Kramat Pulo No. 22 B, Jakarta 10450

 

Profil Singkat

Meniti sejarah Gereja Gerakan Pentakosta (Pinkster Beweging) masuk ke Indonesia tidak dapat dipisahkan dengan tokoh pendirinya, yakni Rev Johannes Gerhard Thiessen, yang dilahirkan di Kitchkas, Ukraina, 22 November 1869. Tamatan Seminary Theologia St. Chrischona di Switserland, dan Tamatan Sekolah Kedokteran di Roterdam, yang menikah dengan Anna Maria Vink, mengawali pelayananya, sebagai Utusan Injil di Pulau Sumatera pada Tahun 1901. Rev Johanes Thiessen bersama isterinya meninggalkan negeri Belanda, diutus oleh Doopgzinke Kerk sebagai guru injil ke daerah Sumatera Utara untuk bekerja melayani suku Batak, dan kemudian kembali ke Belanda. Pada 1921 Thiessen bersama keluarganya meninggalkan Belanda dan kembali ke Indonesia. Mereka tidak kembali di Pulau Sumatera melainkan ke pulau Jawa dengan membawa visi baru dari Tuhan de-ngan predikat Evangelist (penginjil). Beberapa pelopor aliran Pentakosta lainnya bergabung dengan Thiessen antara lain Br John Bernard dari Liverpool, Inggris dan Weenink Van Loon Hoofd On-derwyzer (Kepala Sekolah), mereka dari satu persekutuan yang bernama ‚’’De Bond Voor Evangelistie’’ yang membentuk suatu yayasan” De Zendings Vereeniging”. Yayasan ini mengelola/mengasuh sebuah sekolah Kristen yakni Hollands Chineesche school met de Bijbel, sebagai pimpinan Sekolah ditunjuk Wenink Van Loon. Dekade 30 tahun (1923-1953) atau sampai meninggalnya rev. Johannes Thiessen pada 1 Maret 1953,saat usia 83 tahun, Gereja Gerakan Pentakosta sudah menyebar ke beberapa kota di pulau jawa, di Makassar Sulawesi Selatan sampai ke pedalaman tanah Toraja, dan di Minahasa, Sulawesi Utara.  Dan dalam dekade 30 tahun berikutnya Gereja Gerakan Pentakosta atau sampai tahun tahun 1980 telah meluas ke pedalaman kalimantan timur dan Barat, serta Sumatera Selatan atau Lampung sampai ke Sumatera Utara dan Sanger Talaud, Sulawesi Utara. Dari tahun 1990 sampai sekarang GGP (Pinkster Beweging) telah meluas ke propinsi Papua dan Nusa Tenggara Barat dan Maluku hingga ke manca negara.

43

Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI)

 

Menjadi Anggota PGI: 10 Juli 1976
Berdiri: 30 Agustus 1964
Telepon: (0622) 22664
Fax: (0622) 433.625
e-Mail:
website: www.gkpi.org

Alamat kantor sinode: Jln Kapten M.H. Sitorus 13, Pematangsiantar 21115, Sumatera

Utara

 

Profil Singkat

GKPI adalah bagian dari Tubuh Kristus yang esa, kudus, am dan rasuli di muka bumi ini. GKPI adalah juga suatu persekutuan yang secara khas hadir di Negara Republik Indonesia ini. Sejak berdirinya, GKPI ditantang untuk memberi jawaban atas berbagai pertanyaan dan masalah yang menyangkut banyak hal mendasar yang diimaninya, dalam rangka menyatakan ketaatan dan kesetiaannya kepada Tuhan Yesus Kristus, Raja Gereja dan Juru Selamat dunia. Pokok Pokok Pemahaman Iman GKPI ini berfungsi sebagai pertama, pedoman dan tuntunan bagi seluruh jajaran GKPI dalam hal ajaran, supaya tidak diombang- ambingkan oleh rupa rupa angin pengajaran (Ef 4:14) dan supaya dapat menjawab perkara-perkara mendasar yang berkaitan dengan imannya, sebagaimana terlihat dari susunan isi dokumen ini. Kedua, pedoman  dan acuan bagi warga dan pelayan GKPI dalam merumuskan bentuk, isi, dan tujuan kesaksian dan pelayanan, demikian juga dalam menyusun peraturan dan program GKPI di semua aras. Ketiga, pedoman dan acuan untuk memberi jawaban dan pertanggungjawaban tentang imannya terhadap berbagai pengajaran dan nilai yang terus menerus bermunculan dan berubah, sekaligus menolaknya kalau ternyata bertentangan dengan iman Kristiani. Pokok pokok Pemahaman Iman GKPI ini bersumber dan berdasar pada Alkitab. Karena itu tidak dimaksudkan sebagai pengganti ataupun tandingan terhadap Alkitab. Namun di lain pihak dokumen ini hendak juga mencerminkan pemahaman dan penafsiran atas amanat Alkitab secara aktual, sehingga Alkitab sungguh-sungguh bersuara secara relevan pada masa kini, dan pesannya menjadi jelas bagi para warga dan pelayan GKPI.

44  

Gereja Protestan Indonesia di Buol Toli-toli (GPIBT)

 

Menjadi Anggota PGI: 10 Juli 1976
Berdiri: 18 Apr 1965
Telepon: (0453) 23143 | Fax:
e-Mail:
website:

Alamat kantor sinode: Jln Sam Ratulangi No. 54 Tuweley PO Box 105, Tolitoli 94501,

Sulawesi Tengah

 

Profil Singkat

GPIBT adalah sebuah kelompok Gereja Kristen Indonesia yang berbasis di Toli-toli dan Buol, Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. GPIBT lahir dari hasil penginjilan Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) yang pada pertamakalinya mengutus A. Rondonuwu ke Toli-toli dan Ev. A.D. Siwy ke Buol. Awalnya, jemaat-jemaat yang berdiri ini disebut sebagai jemaat GMIM wilayah Buol dan wilayah Toli-toli. Tetapi setelah makin berkembang, maka dalam Sidang Sinode GMIM tanggal 14–18 Desember 1964 di manado, diresmikan menjadi gereja yang berdiri sendiri dengan nama Gereja Protestan Indonesia di Buol Toli-toli (GPIBT).Pada Sidang Sinode yang pertama tanggal 18 April 1965 ditetapkan Badan Pekerja Pertama dan terpilih sebagai ketua adalah Pdt. J.J.Ch.W. Wala. GPIBT yang berdenominasi Reformeed ini, memiliki wilayah pelayanan di Buol, Tolitoli.

45  

Gereja Kristen Protestan Mentawai (GKPM)

Menjadi Anggota PGI: 10 Juli 1976
Berdiri: 9 Juli 1916
Telepon: (0759) 322.012 | Fax: (0759) 322.011
e-Mail:  pusatgkpm@yahoo.co.id
website:

Alamat kantor sinode: Nemnemleleu-Sikakap Mentawai, Kec. Pagai Utara Selatan 25391,

Sumatera Barat

 

Profil Singkat

GKPM ialah suatu kelompok gereja Kristen Protestan di Indonesia. Didirikan di pulau Pagai utara dan akhirnya menjadi anggota Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) yang ke 45.GKPM berdiri pada 9 Juli 1916 di Nemnemleleu – Sikakap, Mentawai, untuk mewujudkan tri tugas panggilan gereja, yaitu: persekutuan, kesaksian, dan pelayanan, sebagai tubuh Kristus dalam menghadirkan Kerajaan Allah yang berisikan keadilan, perdamaian dan kesejahteraan bagi umat manusia, khususnya di Pulau Mentawai. GKPM termasuk denominasi Lutheran.

46  

Gereja Kristen di Indonesia di Sumatera Utara (GKI SUMUT)

Menjadi Anggota PGI: 10 Juli 1976
Berdiri: 11 Sep 1969
Telepon: 0622-23143 | Fax:
e-Mail:
website:

Alamat kantor sinode: Jln Gunung Simanukmanuk No. 13 Pematangsiantar 2115,

Sumatera Utara

 

Profil Singkat

Sinode GKI Sumut terletak di Jl. Gunung Simanuk-manuk No.13, Pematangsiantar – Sumut 21115.Menilik sejarahnya GKI Sumut sebelumnya bernama Gereja Gereformeed Sumatera Utara, lahir dan berkembang sebagai hasil misi Gereja Gereformeed Kwitang – Jakarta tahun 1877. Beberapa pendeta yang aktip melayani pada waktu itu adalah Pdt. Harrenstein, Pdt.Dr.J.H.Baving, Pdt.W.S.Wlersings.Setelah jemaatnya berkembang, maka pada 11 September 1969 gereja ini dilembagakan menjadi satu sinode yang berdiri sendiri dengan nama Gereja Gereformeed Indonesia Sumatera Utara. Kemudian, pada Sinode tanggal 17-19 1974 diputuskan untuk berubah nama menjadi Gereja Kristen Indonesia Sumatera Utara (GKI Sumut), denominasi Reformeed.

47

 

Gereja Kristen Protestan Angkola (GKPA)

 

Menjadi Anggota PGI: 19 Mei 1977
Berdiri: 26 Oktober 1975
Telepon: (0634) 21302 | Fax: (0634) 22751
e-Mail:  kp_gkpa@yahoo.com
website: http://gkpa.wordpress.com

Alamat kantor sinode: Jln Teuku Umar 102 Padangsidempuan 22722, Tapanuli Selatan,

Sumatera Utara

 

Profil Singkat

GKPA adalah suatu sinode gereja Kristen Protestan di Indonesia yang berkantor pusat di Padangsidempuan, Provinsi Sumatera Utara. GKPA pada awalnya merupakan bagian jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Untuk menunjukkan ciri khasnya huruf A (Angkola) ditambahkan di belakang nama HKBP, seperti misalnya nama gereja yang terbentuk pada tahun 1940-an di daerah Bona Bulu Luat Angkola diberi nama HKBPA. Kemudian jemaat ini dimekarkan dan menjadi satu sinode yang berdiri sendiri dengan nama Gereja Kristen Protestan Angkola (GKPA).Awal berdirinya GKPA berasal dari pergumulan Putra-putri Angkola tentang pentingnya Berita Kesukaan/Injil disampaikan, dan dengan mudah dimengerti oleh orang–orang Angkola. GKPA semula bernama HKBPA dan berdiri sendiri dari HKBP tanggal 26 Oktober 1975, dan sejak semula telah memiliki misi: “Patanakkon Hata Ni Debata di Luat Angkola“, adalah penggabungan dari HKBPA dan GPA yang ditetapkan pada tanggal 1 Juli 1988.  Saat ini jemaat GKPA tersebar di seluruh Indonesia, dan terdiri dari 6.291 KK dan 29.511 jiwa.Berbekal dari pengakuan Pemerintah c.q. Depag RI No. 1 Ket/413/159277 tertanggal 19 Oktober 1997, No. 75 tanggal 10 Maret 1988 dan No. 21 TAHUN 1995, serta berdasarkan UU No. 8 / 1985 Tambahan Berita Negara RI No. 17 tanggal 26 Pebruari 1999 GKPA tetap memberitakan Kristus walaupun menghadapi banyak pergumulan dan tantangan. GKPA berdenominasi Lutheran.

 

 

 

48  

Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM)

 

Menjadi Anggota PGI: 6 September 1979
Berdiri: 25 Maret 1933
Telepon: (0431) 865.941 | Fax:
e-Mail:  revlibororing@yahoo.com
website:

Alamat kantor sinode: Jln 5 September No. 6 Malalayang I Barat Kotak Pos 1239, Manado

95012, Sulawesi Utara

 

Profil Singkat

KGPM jawaban atas berbagai masalah yang ada pada Gereja Negara (Indische Kerk) yang menguasai kehidupan kerohanian jemaat-jemaat protestan sejak permulaan abad ke-19 sampai dengan permulaan abad ke-20. Namun, kelahiran KGPM itu tidaklah secara tiba-tiba, melainkan melalui suatu proses perjuangan yang cukup lama dengan dasar dan latar belakang yang kuat seperti kepincangan/kelemahan Indishe Kerk (aspek gerejawi/rohani), kepincangan sosial dan situasi perjuangan bangsa Indonesia ketika itu (aspek politik). Usaha perintisan mendirikan gereja otonom dimulai dari Dominggus Lambertus Mangindaan (asal Pondang, Minsel). Pada 1858 dia selesai menempuh pendidikan teologia I Rotterdam Negeri Belanda. Dia membawa 2 ijasah yaitu Hoofdacte (ijasah kepala sekolah) dan Domine (pendeta). Dominggus dikirim belajar ke Rotterdam pada 1848 oleh Zendeling CT Herman yang bertugas di Amurang. Setelah kembali dia sebagai utusan Injil NZG. Pada 1912 AM Pangkey dan JU Mangowal (Sonder) yang adalah guru di Kweekschool Kuranga Tomohon membentuk Perserikatan Pangkal Setia. Kebaktian Gereja Minahasa Berdiri Sendiri dimulai AM Pangkey di Kuranga, Tomohon pada bulan Juli 1925 dan dilanjutkan pada setiap hari Minggu. Pada tahun itu juga disusunlah Peraturan Gereja (Peraturan itu setelah diadaptasi menjadi Peraturan KGPM). Sekitar 1931 dan 1932 gerakan keluar dari Indische Kerk semakin meluas dan semakin hangat dibicarakan di kalangan masyarakat. Gerakan ini semakin kuat karena pemerintah tidak mau melepaskan gereja dari Negara dan akan mengabilalih kembali NZG pada tahun 1930. Agustus 1932 Perserikatan Pangkal Setia mengundang Majelis Gereja Manado dan lain-lain mengadakan rapat besar di Kuranga Tomohon, salah satu keputusannya dibentuk Panitia Kerapatan Gereja Protestan Minahasa. Pada 11 Maret 1933 berkumpulah 75 orang tokoh gereja dan tokoh masyarakat membicarakan pemisahan gereja dan Negara dan tuntutan untuk segera mendirikan Gereja Protestan Minahasa. Nama organisasi yang disepakati waktu itu adalah: Kerapatan Gereja Protestan Minahasa disingkat KGPM. Didorong oleh rasa nasionalisme yang kuat, maka pada 25 Maret 1933 dalam suatu rapat di Manado, diputuskan untuk mendirikan satu sinode gereja dengan nama Kerapatan Gereja Protestan Minahasa.

49

 

Gereja Mission Batak (GMB)

Menjadi Anggota PGI: 22 Juli 1980
Berdiri: 17 Juli 1927
Telepon: (061) 770.94788
Fax:
e-Mail:
website:

Alamat kantor sinode: Jln Lapangan Golf Tuntungan No. 121, Pancur Batu 20353,

Medan, Sumatera Utara

 

Profil Singkat

Pada 2 November 1899 oleh prakarsa Pdt. Henock Lumbantobing berdiri Zending Batak yang disebut Pardonganon Mission Batak “PMB” yang mana atas inisyatif Pdt. Henock Lumbantobing dan Pdt. Metzler, Pearaja dijadikan sebagai pusat Zending tersebut. Kata “Mission Batak” yang digunakan sebagai nama badan zending tersebut mengandung arti yang dalam bagi setiap orang Kristen pribumi, yang merasakan tanggungjawab atau kewajiban mutlak untuk mengeluarkan sesuatu dari miliknya kepadanya usaha zending pribumi tanpa menaruh rasa curiga kepada usaha zending luar negeri (Kongsi Barmen di tanah Batak sejak tahun 1861). Setelah pendirian badan zending tersebut, terdapat berbagai sikap yang antusias dan mendukung dari berbagai pihak, di antaranya sambutan dari Badan Zending “Kongsi Barmen”.

Sebuah karya misi yang terlaksana dalam tubuh gereja Batak yang terlihat dalam PMB adalah sebuah bentuk misi yang transformatif. Misi pemberitaan akan Injil melalui para missionaris mendapat respon dari orang-orang Batak, mereka percaya dan dibaptis. Terang yang diberikan Injil menjadikan orang-orang Batak Kristen memiliki rasa ingin ikut serta dalam usaha pekabaran Injil tersebut. Inilah yang terjadi dalam Lembaga Pardonganon Mission Batak (PMB). GMB yang lahir karena didorong nasionalisme serta keinginan untuk merdeka dari kuasa penjajahan Belanda dan dominasi Zendeling Eropa di tengah-tengah gereja Batak. Kebaktian perdana diadakan pada 17 Juli 1927 di Gedung Methodist Boys School (Medan), dipimpin oleh Vorg.Mahadi Siregar. Pendeta Pertama yang ditahbiskan adalah Pdt.Kenan Hutabarat. Demikianlah gereja ini terus hidup dan melayani sekalipun menghadapi banyak tantangan dan tekanan, terutama pada saat pembentukannya.

 

50  

Gereja Angowuloa Masehi Indonesia Nias (Gereja AMIN)

Menjadi Anggota PGI: 22 Juli 1980
Berdiri: 12 Mei 1946
Telepon:   |   Fax:
e-Mail: amin.nias@yahoo.co.id
website:

Alamat kantor sinode: Jl. Gereja AMIN No. 48, Desa Tetehosi I, Gunungsitoli Idanoi,

Sumatera Utara

 

Profil Singkat

Gereja AMIN adalah salah satu gereja Protestan di Indonesia yang ada di Pulau Nias, yang. Tahun 1865 misi Protestan di pulau Nias dimulai oleh RMG. Pada saat itu, penduduk pulau masih memeluk agama leluhur. Kemudian ketika kekuasaan colonial Belanda masuk (sekitar tahun 1900an), pertumbuhan jemaat Kristen kian melambat lambat (706 pada tahun 1890).Pada 1 Mei 1946 Gereja AMIN memisahkan diri dari BNKP. Alasan paling kuat yang digunakan adalah gaya kepemimpinan BNKP yang legalistis dan kewenangan para pemimpin tradisional (adat) di dalam gereja, sehingga gereja itu hanya terbatas pada satu kepala Adat (Nias). Tokoh utama di balik pendirian Gereja AMIN adalah Adolf Gea dan Pdt. Sigambowo Zebua. Gereja AMIN berdenominasi Lutheran ini, memiliki wilayah pelayanan di Nias, Sumatera dan Jawa.

51  

Gereja Kristen Anugerah (GKA)

Menjadi Anggota PGI: 4 Desember 1980
Berdiri: 1 September 1963
Telepon: (021) 631.5309 | Fax: (021) 6470.0736
e-Mail:
website:

Alamat kantor sinode: Jln Kaji 2-A (belakang), Jakarta 10130

 

Profil Singkat

GKA bermula dari penginjilan langsung ke rumah-rumah, mendoakan ke rumah-rumah sakit, dan penghiburan ketika mengalami musibah. Lama-kelamaan banyak jiwa yang tertarik masuk menjadi Kristen, dan kemudian dibaptis. Pendiri serta pengurus pada pertama kali terbentuk adalah Bishop Prof.Dr.Jahja Hardjojo bersama 6 orang teman.Sekarang ini kegiatan yang dilakukan adalah menyelenggarakan kebaktian, KKR, pemahaman Alkitab, seminar-seminar rohani dan pemuridan. GKA yang berdenominasi Pentakosta ini memiliki wilayah pelayanan di Jakarta.

52  

Gereja Protestan Indonesia Luwu (GPIL)

 

Menjadi Anggota PGI: 3 Oktober 1983
Berdiri: 6 Februari 1966
Telepon: (0471) 23616 | Fax: (0471) 23616
e-Mail:
website:

Alamat kantor sinode: Jln Veteran No. 83 Kotak Pos 118, Palopo 91923, Sulawesi Selatan

 

Profil Singkat

GPIL merupakan suatu organisasi gereja Kristen Protestan di Indonesia yang didirikan melayani wilayah Sulawesi Selatan. Gereja ini ialah bagian dari Gereja Protestan Indonesia (GPI/Indische Kerk).Cikal bakal GPIL berasal dari kelompok kebaktian yang melepaskan diri dari Jemaat Pniel Palopo Gereja Toraja, tahun 1965. Kebaktian sendiri untuk pertama kalinya dilaksanakan pada Juli 1965 dengan nama Jemaat Wara yang dilayani oleh Pdt. M. Gasong. Kemudian, pada hari Minggu 6 Februari 1966 diresmikan menjadi satu gereja yang berdiri sendiri dengan nama Gereja Protestan Indonesia Luwu (GPIL).  Pada sidangnya yang pertama dipilih dan ditetapkan Badan Pekerja Sinode pertama, yaitu Pdt.M.Gasong (Ketua), K.M.L.Pagalla (Sekretaris) dan Itjtjing Pasande (Bendahara).Wilayah pelayanan GPIL meliputi 4 provinsi di pulau Sulawesi yaitu Sulawesi Selatan (kabupaten Luwu, Luwu Utara, kota Palopo, kota Pare-pare, kabupaten Luwu Timur, kabupaten Luwu Barat dan kabupaten Sidrap (Sidenreng Rappeng), Sulawesi Tengah (kota Palu, kabupaten Poso, kota Poso, kabupaten Morowali dan kabupaten Sigi serta wilayah Donggala), Sulawesi Barat (Mamasa dan Mamuju) serta  Sulawesi Tenggara (kabupaten Kolaka, Konewa dan kota Kendari).GPIL resmi masuk pada 3 Oktober 1983,  Dewan Gereja Asia, Dewan Gereja se-Dunia dan Sinode Am Sulawesi Selatan. GPIL merupakan mitra gereja dari Gereja Protestan di Sulawesi Tenggara/GEPSULTRA, Gereja Toraja, Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) dan gereja-gereja mandiri dari GPI. Seperti Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), Gereja Protestan Maluku (GPM) dan Gereja Masehi Injili Halmahera (GMIH). GPIL berdenominasi Reformeed.

 

53  

Gereja Kebangunan Kalam Allah (GKKA)

 

Menjadi Anggota PGI: 28 Oktober 1984

Berdiri: 13 Mei 1973

Telepon: (031) 849.0732, 841.6908    Fax: (031) 849.0151
e-Mail :  mph_gkkaind@yahoo.com
website :

Alamat kantor sinode: Jln Jemur Andayani XX/50, Surabaya 60236, Jawa Timur

 

Profil Singkat

GKKA merupakan satu dari tiga Sinode Gereja yang didirikan Chinese Foreign Missionary Union (CFMU), sebuah Badan Misi Gereja-gereja Tionghoa di Tiongkok yang dibentuk oleh Pdt.Robert A.Jaffray (Kanada) dan Pdt.Dr.Leland Wang pada tahun 1929. Sejak berdirinya, CFMU dengan semangat berkobar-kobar menjalankan pelayanan misi sampai ke Indonesia dan berdirilah gereja-gereja Tionghoa di berbagai daerah.GKKA sendiri lahir sebagai hasil keputusan Sidang Raya Pertama wakil gereja-gereja yang ada di Surabaya, Ujung Pandang, dan Sidoarjo di Surabaya pada 11 – 13 Mei 1973. Pada tahun yang sama, jemaat di Damai Kalimantan Timur dan jemaat-jemaat lain serta pos-pos PI di sekitarnya yang digembalakan Pdt. Chang Shih Ying menjadi anggota Sinode GKKA. Demikian juga jemaat yang ada di Tarakan bergabung ke GKKA pada tahun 1974. GKKA berdenominasi Injili.

54  

Gereja Kristen Kalam Kudus (GKKK)

Menjadi Anggota PGI: 25 Februari 1987
Berdiri: 5 September 1973
Telepon: (021) 2903.4345-6
Fax: (021) 2903.4337
e-Mail:  sinodegkkk@cbn.net.id;  gkkk@sinodekalamkudus.org
website: http://www.sinodekalamkudus.org

Alamat kantor sinode: Jln Letjen S. Parman Kav. 28, Grogol, Petamburan, Jakarta Barat

 

Profil Singkat

Berdirinya GKKK merupakan hasil misi yang dilaksanakan oleh Evangelize China Fellowship (ECF)/Yayasan Penyiaran Injil Tiongkok atau Chung Kuo Pu Tao Hui, Shanghai, China. ECF adalah Yayasan Penginjilan yang dipimpin oleh Pdt. Andrew Gih. Misi pelayanan ECF adalah mengadakan Penyiaran Injil dan KKR, juga mendirikan panti asuhan yatim piatu akibat perang saudara yang melanda Tiongkok waktu itu. Di Indonesia ECF dinasionalisasikan menjadi Yayasan Penyiaran Injil Indonesia yang merintis GKKK dan Yayasan Malseta, yang bertujuan mendirikan Sekolah Teologi MAAT yang kemudian diubah menjadi SAAT Malang. Dalam pelayanan di Medan, Dr. Andrew Gih bertemu Dr. Peter Wongso, kemudian menjadi motor penggerak keberadaan GKKK dan SKKK yang ada di seluruh Indonesia dan menjadi murid pertama MAAT yang didirikan Dr. Andrew Gih.Dr. Mereka berdua melihat kebutuhan tenaga hamba Tuhan yang mendesak di kalangan gereja-gereja Tionghoa untuk menggembalakan jemaat dan memberitakan Injil kepaada orang-orang Tionghoa di perantauan di Indonesia. Yayasan Penyiaran Injil Indonesia kemudian berkembang menjadi Sinode GKKK dan Yayasan Kalam Kudus Indonesia yang masing-masing mempunyai Satuan Unit Pelayanan GKKK dan SKKK. Madrasah Alkitab Asia Tenggara (MAAT) di Malang, Jawa Timur adalah sebuah sekolah teologi yang berazaskan Alkitab, berteologi Injili dan berakar pada budaya Tionghoa. Setelah Dr. James Hiu dan isterinya pensiun, mereka kembali ke Taiwan tahun 1964. Gantinya Pdt. Peter Wongso. Sebagai Rektor, kepemimpinan Pdt. Peter Wongso sangat menekankan misi penginjilan. Semangat penginjilan ditanamkan ke dalam jiwa mahasiswa MAAT ini sangat bermanfat bagi mahasiswa itu sendiri dan sangat mendukung pertumbuhan gereja di Indonesia. Sebagian lulusan MAAT yang tergerak diutus membuka ladang baru mendirikan Pos PI GKKK di seluruh Indonesia. Mulai dari Medan, Pematangsiantar, Sibolga, Padang Sidempuan, Batang Toru, Pekan Baru, Selat panjang, Padang, Pangkal Pinang, Batam, Jakarta, Bandung, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Blitar, Denpasar, Makassar, Bone, Ambon, Jayapura, Sorong, manado dan Pontianak. GKKK berdenominasi Injili.

55  

 Orahua Niha Keriso Protestan (ONKP)

Menjadi Anggota PGI: 22 April 1988
Berdiri: 16 April 1952
Telepon: 0639-22750 | Fax: 0639-22750
e-Mail:  pimpinanpusatonkp@gmail.com
website:

Alamat kantor sinode: Tugala, Lahomi, Kec. Sirombu 22863, Nias, Sumatera Utara

 

Profil Singkat

Gereja ONKP bertumbuh dari pekerjaan utusan Injil E.L. Denninger dari lembaga penginjilan Rheinische Missions-Gesselschaft (RMG) di Barmen, Jerman. Denninger mendarat di Gunung Sitoli pada 27 September 1865. Pada hari raya Paskah 1874, pertama kali dilayankan sakramen baptisan kepada 25 orang warga suku Nias. Salah seorang tokoh Nias yang berperanan besar dalam usaha pemberitaan Injil ialah kepala kampung, Ama Mandranga. Upaya supaya jemaat-jemaat Nias menjadi swadaya telah dimulai agak dini. Sarana yang hendak disebut terakhir ialah penerjemahan Alkitab dan buku-buku lain ke dalam bahasa Nias (Utara) oleh pekabar Injil H. Sundermann, dengan bantuan Ama Mandranga dan beberapa orang Nias lannya. Injil Lukas selesai diterjemahkan ke dalam bahasa Nias pada 1874, dan seluruh Perjanjian Baru diselesaikan pada 1891.Sementara di kalangan masyarakat Nias sendiri terjadi penyembuhan melalui doa, mimpi-mimpi, keadaan ekstatis. Lahirlah juga sejumlah besar lagu gereja yang baru. Orang melakukan doa syafaat yang satu untuk yang lain. Kuasa adat berkurang. Anggota jemaat bergairah mengabarkan Injil kepada yang belum menerimanya.Pada 16 April 1952 terbentuklah gereja baru dengan nama Orahua Niha Keriso Protestan (ONKP). BPH pertamanya Pdt. Dalihuku Marunduri (Presiden), Pdt. Dalimano Hia (Sekretaris), Snk. Huno Hia (Bendahara), Pdt. Fangaro Gulo (Komisaris) dan Pdt. Fosasi Daeli (Penasehat). Kini ONKP hadir pula di bebearpa kota di Indonesia, di luar Pulau Nias. ONKP berdenominasi Lutheran.

56  

 Gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan (GKSBS)

Menjadi Anggota PGI: 22 April 1988
Berdiri: 6 Agustus 1987
Telepon: (0725) 42598 | Fax: (0725) 42598
e-Mail:  sinode_gksbs@yahoo.co.id;  sinode@gksbs.org
website: http://www.gksbs.org

Alamat kantor sinode: Jln Yos Sudarso 15, Kotak Pos 146, Metro 42598, Lampung

 

Profil Singkat

GKSBS memiliki latar belakang sejarah yang panjang. Bermula dari datangnya orang-orang Kristen dari Pulau Jawa mengikuti program transmigrasi (kolonisasi) mulai tahun 1936. Dua tahun kemudian, tahun 1938 Sinode Gereja Kristen Jawa (GKJ) terpanggil melayani mereka dan mengirimkan para pelayannya ke Sumatera Bagian Selatan.Tahun 1971, Sinode GKJ mulai mempersiapkan kemandirian gereja yang dilayaninya di ‘Tanah Seberang’ yang ketika itu bernama Sinode GKJ Wilayah I di Sumatera Bagian Selatan. Arah kemandirian itu diwujudkan dengan melakukan program-program pembinaan yang intensif, perkunjungan-perkunjungan ke wilayah pelayanan dijadwalkan secara teratur sampai tahun 1987. Usaha-usaha itu diberkati Tuhan dan menghasilkan buah.Pada Sidang XVIII Sinode GKJ di Yogyakarta 6 Agustus 1987 diputuskan, Sinode GKJ Wilayah I di Sumatera Bagian Selatan dinyatakan mandiri dan menjadi sinode sendiri dengan nama Gereja-gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan (disingkat GKSBS). Pada awal kemandiriannya itu, Sinode GKSBS masih menggunakan Tata Gereja GKJ.Pada Sidang IV Sinode GKSBS 26-29 Agustus 1996 di Bandar Lampung, GKSBS mengesahkan Tata Gereja/Tata Laksana GKSBS, bertepatan dengan disahkannya Tata Gereja/Tata Laksana GKSBS, nama “Gereja-gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan” menjadi “Gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan”. Pemerintahan Gereja (secara teologis) adalah Kristokrasi, yang menganut sistem “Presbiterial Sinodal” yang didalamnya menekankan pentingnya kebersamaan dalam hal dana, sesuai amanat musyawarah Majelis Sinode 1987 dan Sidang I Sinode GKSBS.Pada Sidang Sinode VIII Sinode GKSBS 23-26 September 2005 di bengkulu, disetujui (Artikel 12: Liturgi Kontekstual) yang didalamnya termuat tentang pelayanan perjamuan kudus untuk anak mulai diberlakukan.

57  

Gereja Protestan Kalimantan Barat (GPKB)

Menjadi Anggota PGI: 24 April 1989
Berdiri: 10 Februari 1963
Telepon: (0561) 37523 | Fax:
e-Mail:  sinode.gpkb@gmail.com
website:

Alamat kantor sinode: Jln Rajawali 57, Pontianak 78112, Kalimantan Barat

 

Profil Singkat

GPKB Pontianak didirikan pada 1963 sebagai perwujudan dari Amanat Agung Tuhan Yesus untuk memberitakan Kabar Baik ke seluruh dunia, khususnya di daerah Kalimantan Barat. Lahirnya GPKB yang diawali dari suatu persekutuan kecil, yang sebagian besar anggotanya TNI/Polri/Sipil beserta keluarganya. Ketika itu jemaat berjumlah 20 KK atau sekitar 80 jiwa mengadakan ibadah/kebaktian di AULA RAI ASRU/kompleks asrama Sudirman Pontiakan (asrama militer). Kini, menjadi kompleks pertokoan “Nusa Indah” Pontianak. Penggunaan tempat ini atas izin tertulis dari Pangdam XII Tanjungpura. Komandan Distrik Militer 1207 Pontianak J.J. Korah untuk pembinaan rohani anggota ABRI dan keluarganya. Persekutuan ini diadakan seminggu sekali dan dilayani Pdt. J.G. Liando yang saat itu menjabat sebagai KA. Roh. PROTDAM XII Tanjungpura.Para penggagas/pendiri gereja yang semuanya dari kaum awam, sebagai manusia biasa penuh kelemahan dan kekurangan. Mereka menyadari untuk mendirikan sebuah lembaga/organisasi, perlu suatu perencanaan yang matang. Apalagi organisasi gereja perlu tenaga pendeta., tempat ibadah, dan dana penunjang. Meski banyak tantangan dan pergumulan, Tuhan tahu motivasi dan kerinduan mereka. Tuhan menjawab doa dan kerinduan mereka, dengan menggerakkan hati seorang ibu janda Kristen keturunan Tionghoa Ny. Hen Kim Moy, memberikan Cuma-Cuma tanah beserta bangunan rumah diatasnya tempat kediamannya (karena mereka semua pindah ke Jakarta) untuk digunakan sebagai tempat ibadah. Tanah itu terletak di jalan Wa’Serang No 81 Pontianak (sekarang berdiri GPKB ELIM Jalan Rajawali No. 57 Pontianak), pada 10 februari 1963.Berkaitan dengan itu, Badan Majelis Gereja dan Badan Pengurus Gereja terbentuk guna mewujudkan visi dan misinya. Berdasarkan keyakinan iman, GPKB meletakan dasar firman Tuhan yang terambil dari Perjanjian Baru, Roma 1:16-17.

Nats firman Tuhan ini tercantum dalam logo stempel GPKB sampai sekarang. Setelah GPKB resmi berdiri lengkap dengan Badan Majelis Gereja dan Pengurus Gereja, maka ditetapkan GPKB Pontianak, sebagai Pusat Pengembangan pekabaran Injil sampai ke pelosok daerah di Kalimantan Barat.

58

 

Gereja Bethel Indonesia (GBI)

Menjadi Anggota PGI: 30 Oktober 1989
Berdiri: 6 Oktober 1970
Telepon: (021) 420.6330; 428.03664 | Fax: (021) 4280.3786
e-Mail:  bpsgbi@cbn.net.id
website:

Alamat kantor sinode: Jln Jenderal A. Yani No. 65, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

 

Profil Singkat

GBI berdiri sebagai hasil pekabaran Injil dari Bethel Pentacostal Temple Inc., Seattle, Washington, Amerika Serikat, yang mengutus dua orang misionarisnya Rev. van Klaveren dan Groesbeek ke Indonesia. Groesbeek memberitakan Injil di Bali kemudian di Cepu dan bertemu dengan van Gessel. Beberapa tahun kemudian, Groesbeek pindah ke Surabaya, dan seterusnya ke Batavia tahun 1926. Pada 6 Oktober 1970, di Sukabumi, Jawa Barat, Pdt. H.L. Senduk (yang juga dikenal sebagai Om Ho) dan rekan-rekannya membentuk sebuah organisasi gereja baru bernama Gereja Bethel Indonesia (GBI). Gereja ini diakui Pemerintah secara resmi melalui Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor 41 tanggal 9 Desember 1972.Pdt. H.L. Senduk melayani GBI Jemaat Petamburan dibantu istrinya Pdt. Helen Theska Senduk, Pdt. Thio Tjong Koan dan Pdt. Harun Sutanto. Tahun 1972, Pdt. H.L. Senduk memanggil anak rohaninya, Pdt. S.J. Mesach dan Pdt. Olly Mesach untuk membantu pelayanan di GBI Jemaat Petamburan. Saat itu, Pdt. S.J. Mesach telah menjadi Gembala Sidang GBI Jemat Sukabumi yang dilayaninya sejak tahun 1963. GBI yang berkembang hadir bukan hanya sebagai gereja aras nasional, tetapi telah menjadi gereja internasional yang tersebar di seluruh dunia.Untuk melengkapi pemahaman firman Tuhan, Sinode GBI mempunyai Lembaga Pendidikan Theologi yang berada di Jakarta dengan nama Seminari Bethel Jakarta, yang menaungi beberapa unit pendidikan. GBI juga membidani lahirnya beberapa sinode-sinode baru, diantaranya Gereja Bethany Indonesia, Gereja Mawar Sharon, Gereja Tiberias Indonesia dan Gereja Berita Injil. GBI berdenominasi Pentakosta dan memiliki wilayah pelayanan di Indonesia.

59  

Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII)

Menjadi Anggota PGI: 7 Mei 1991
Berdiri : 17 Juni 1967
Telepon: (0732) 7000.572 | Fax:
e-Mail:  sinodegkii@ymail.co.id
website:

Alamat kantor sinode: Jln Raya Curup, Lubuk Linggau KM 16 No. 98, Karang Jaya

39153, Bengkulu

 

Profil Singkat

GKII dirintis oleh seorang misionaris utusan CMA, Pdt. Hubert Mitchael, yang melayani di Suku Anak Dalam-Lubuk Linggau. Ia dibantu oleh F.L.Tobing, dan berhasil mendirikan gereja pada tahun 1938 dengan jumlah anggota mula-mula 21 jiwa.

Lantas CMA menyerahkan pelayanan ke WEC. Kemudian dirintislah penginjilan ke Curup Bengkulu dan membentuk persekutuan yang diberi nama Persekutuan Injili Internasional. Dari Curup, pelayanan bergerak ke Sekojo Palembang, dan Pdt. K.G. Williams melayani di Suku Anak Dalam Belah Batu Rupit. Tahun 1967 nama gereja ini diubah menjadi Gereja Kristen Injili Indonesia dan berpusat di Palembang. GKII berdenominasi Injili.

60  

Gereja Masehi Injili Indonesia (GEMINDO)

 

Menjadi Anggota PGI: 12 Mei 1993
Berdiri: 19 Agustus 1964
Telepon: (021) 437.2212 | Fax: (021) 437.2210
e-Mail:
website:

Alamat kantor sinode: Jln Kebun Bawang VII/5 Tanjung Priok 14320, Jakarta Utara

 

Profil Singkat

GEMINDO berdiri sejak tahun 1970 di Jakarta. Sejak berdiri sampai saat ini pelayanan Gemindo terus berkembang di seluruh wilayah Indonesia. Kini GEMINDO memiliki 21 jemaat dan 26 pendeta. GEMINDO berdenominasi Reformeed.

61  

Gereja Kristen Injili di Indonesia (GEKISIA)

 

Menjadi Anggota PGI: 12 Mei 1993
Berdiri: 11 Agustus 1964
Telepon: (0736) 26991 | Fax: (0736) 26991
e-Mail: msg@bengkulu.wasantara.net.id
website:

Alamat kantor sinode: Jln Sedap Malam 13, Bengkulu 38222

 

Profil Singkat

GEKISIA dirintis pertama kali oleh F.L.Tobing yang diundang masyarakat Bengkulu untuk menjelaskan tentang iman Kristen. Ia tiba di Desa Sukanegeri dan Palak Bengkerung, Kec.Air Nipis-Bengkulu Selatan, tahun 1963. Karena minat warga cukup besar, maka didatangkanlah penginjil dari Institut Injil Indonesia (Malang). Baptisan pertama dilayankan kepada 30 orang. Dalam perkembangannya kemudian terbentuklah beberapa jemaat di daerah Bengkulu dan Musi Rawas Sumatera Selatan.GEKISIA, semula bernama Gereja Kristen Injili di Sumatera bagian Selatan (GEKISUS) yang pertama-tama didirikan di Dusun Suka Negri, marga Anak Dusun Tinggi, Manna, Bengkulu Selatan 16 Agustus 1964 dan diresmikan sebagai sinode dalam sidangnya yang pertama 25-27 Januari 1974 di bengkulu. Konferensi pertama di bengkulu 25-27 Januari 1974 ini memutuskan untuk membentuk satu sinode gereja yang baru dengan nama Gereja Kristen Injili di Sumatera Bagian Selatan (GEKISUS) yang berkedudukan di bengkulu. Nama ini kemudian dirubah menjadi Gereja Kristen Injili di Indonesia (GEKISIA) melalui sebuah persidangan istimewa yang diadakan 31 Agustus, dan terdaftar di Depag RI dengan SK No. 68 tahun 1987.GEKISIA adalah gereja Protestan yang misioner (Matius 28:19-20) dan menganut sistem Presbiterial Sinodal. GEKESIA berdsarkan firman Tuhan dari 1 Korintus 3:11 berbunyi: “Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasr lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus”.GEKISIA adalah persekutuan orang-orang percaya yang mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juru Selamat dan merupakan suatu Badan Ilahi yang terdiri dari jemaat-jemaat yang mampu melaksanakan Tri Kemandirian Gereja, mengurus diri sendiri, membiayai disi sendiri, dan mengembangkan diri sendiri sesuai firman Tuhan. GEKISIA terpanggil untuk bersekutu, melayani dan bersaksi. GEKESIA berdenominasi Injili.

62  

Gereja Kristen Luther Indonesia (GKLI)

Menjadi Anggota PGI: 12 Mei 1993
Berdiri: 18 Mei 1965
Telepon: | Fax: (0633) 31708
e-Mail:
website:

Alamat kantor sinode: Parlilitan 22456, Tapanuli Utara, Sumatera Utara

 

Profil Singkat

Pada awal berdirinya gereja ini bernama Huria Kristen Batak Protestan Luther (HKBPL). Pendirinya adalah Ds. J.Sinaga pada 18 Mei 1965. Pelayanannya dimulai di Tapanuli Utara, lalu bergerak ke Medan, Pematangsiantar, Dairi, Riau, Jambi hingga ke Jakarta. GKLI berdenominasi Lutheran.

63  

 Gereja Protestan Persekutuan (GPP)

Menjadi Anggota PGI: 13 Mei 1993
Berdiri: 18 Mei 1975
Telepon: (061) 787.5903 | Fax:
e-Mail:
website:
Alamat kantor sinode: Jln Sempurna Ujung No. 229, Kel. Binjai. Kec. Medan Denai,Medan 20228, Sumatera Utara

 

Profil Singkat

Mendengar nama Gereja Protestan Persekutuan, kebanyakan orang menganggap gereja ini sebuah organisasi greja beraliran kharismatik. Meski sebenarnya gereja ini terbuka dengan metode ibadah seperti cara ibadah kharismatik dalam pujian dan penyembahan. Terutama pada ibadah-ibadah di gereja GPP yang berada di kota, tetapi menjaga ciri dan dogma sebagaimana gereja-gereja Lutheran pada umumnya. GPP mencatat tanggal, bulan dan tahun berdirinya yaitu sejak dimulainya ibadah pertama pada 18 Mei 1975. Tanggal itu pertama kali ibadah dimulai sejak berpisah dari gereja induk/awal, HKBP. Atas berbagai pertimbangan dan banyak hal majelis jemaat dan dua pendeta HKBP Teladan Medan sepakat memisahkan diri dari HKBP dan membentuk sebuah persekutuan doa. Dalam perjalanan waktu dan proses yang panjang, akhirnya persekutuan doa ini menjadi sebuah gereja yang didaftarkan ke Departemen Agama dengan nama Gereja Protestan Persekutuan (GPP) Nomor;F/Ket/278/79 Mei 1979. Pendaftaran ulang. Dep. Agama RI No. F/Kep/121/2115/90 tertanggal 21 Juli 1990.

GPP menjadi anggota dari beberapa persekutuan antara lain Anggota Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia Wilayah Sumatera Utara pada Sidang MPL-PGIW Sumut di Gunungsitoli Nias 7-13 November 1990.

64  

 

Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI)

Menjadi Anggota PGI: 12 Mei 1993
Berdiri: 21 November 1988
Telepon: 021-4661954 – 56 | Fax: 021-4661957 ; 021-79197836
e-Mail:  admin@sinode-gksi-setia.org
website: http://www.sinode-gksi-setia.org

Alamat kantor sinode: Jln Kembang IV No. 7 RT 002/02 Kel. Kwitang, Kec. Senen, Jakarta Pusat

 

Profil Singkat

Karena anugerah dan kemurahan Tuhan Yesus, maka pada 21 November 1988, lahir di bumi persada yang kita cintai, Indonesia, Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI). Sesungguhnya Tuhan Yesus Kristus sendirilah yang mendirikan GKSI (Matius 16:18) dan Dia juga yang akan menumbuhkan, mengembangkan dan meneruskan sampai kegenapannya.Kehadiran GKSI merupakan sebagian dari gereja-gereja yang esa di Indonesia yang secara bersama-sama terpanggil menunaikan tugas dan pengutusanNya mengemban misi Allah di tengah-tengah dunia dalam konteks Indonesia pada masa kini. Atas dasar inilah, GKSI berdiri bersama gereja-gereja lainnya di Indonesia, terpanggil bersekuutu, bersaksi dan melayani di tengah-tengah kehidupan bangsa Indonesia sebagai satu wilayah kesaksian dan pelayanan. GKSI berkedudukan di Jakarta dan ditetapkan sebagai pusat Sinode GKSI.Terlahir dalam visi yang unik dan misi yang langka. Mulai dari Pdt. Dr. Matheus Mangentang, MTh, Ketua Umum sekaligus salah seorang pendiri GKSI, prihatin terhadap para hamba Tuhan di Indonesia yang ketika itu sangat minim melayani dan berperan serta penggembalaan di daerah-daerah tertinggal di pedalaman. GKSI saat ini hadir hampir di seluruh provinsi di Indonesia, terutama di pedalaman Kamimantan secara keseluruhan, di Sumatera, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara dan Barat, dan sedang dalam proses di Sulawesi tenggara dan NTT, sedangkan target ke depan adalah Maluku. GKSI sejak awal berdirinya adalah anggota Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI). GKSI mempunyai visi dan misi, melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus secara konsisten dan berkesinambungan. GKSI dan STT Injili Arastamar (SETIA) seperti dua sisi mata uang yang tdiak bisa dipisahkan.

65  

Gereja Tuhan di Indonesia (GTDI)

Menjadi Anggota PGI: 12 Mei 1993
Berdiri: 1 Juni 1971
Telepon: (061) 451.6477 | Fax:
e-Mail:  katnasbphgtdi@yahoo.com
website:

Alamat kantor sinode: Jln Bambu Runcing No. 30, Medan 20233, Sumatera Utara

 

Profil Singkat

GTDI sebelumnya berbentuk Yayasan Bait Allah yang didirikan oleh Pdt.Dr.S.B.Pardede tahun 1971. Yayasan ini melaksanakan pekabaran Injil, dan setelah berkembang S.B.Pardede  mendirikan gereja dengan nama Gereja Tuhan di Indonesia berkedudukan di Medan dengan surat pengesahan dari kantor Depag Sumut tahun 1973 dan Depag RI tahun 1974. GTDI berdenominasi Pentakosta.

66  

 Gereja Kristen Indonesia di Sulawesi Selatan (GKI SULSEL)

menjadi Anggota PGI: 20 Oktober 1994
Berdiri: 1980
Telepon: (0411) 332.981/322.984 | Fax: (0411) 332.981, 326.871
e-Mail:
website:

Alamat kantor sinode: Jln Samiun No. 17 PO. Box 1197, Ujung Pandang 90111, Sulawesi Selatan

 

Profil Singkat

GKI Sulsel dimulai dengan terbentuknya persekutuan ibadah berbahasa Mandarin yang dilayani oleh Pdt. Yeany (Belanda) bersama dengan Go Kim Nam dan Lie, tahun 1921. Pada tahun 1923 persekutuan ini mendirikan gereja yang diberi nama Gereja Protestan Tionghoa. Di kemudian hari, gereja ini berubah nama lagi menjadi Gereja Kristen Indonesia di Sulawesi Selatan, sehingga anggota jemaatnya tidak lagi hanya keturunan Tionghoa tetapi terbuka ke semua orang. GKI Sulsel berdenominasi Reformeed.

67  

 

Gereja Kristen Perjanjian Baru (GKPB)

Menjadi Anggota PGI: 29 Juni 1995
Berdiri: 7 Juni 1987
Telepon: (021) 536.90033 | Fax: (021) 536.90055
e-Mail:
website: http://www.gkpb.net/

Alamat kantor sinode: Jln Letjen S. Parman Kav. 76. Slipi 11410, Jakarta Barat

 

Profil Singkat

Keberadaan GKPB tidaklah dapat dipisahkan dari visi pemulihan gereja yang Tuhan berikan kepada perintisnya, Almarhum Jerimia Rim. Secara progresif Tuhan memakai hamba Tuhan yang biasa dipanggil ”kak Yer” ini untuk mewujudkan panggilan apostolik tersebut. Hal ini nampak dari perkembangan peranannya dalam gerakan rohani diantara kaum muda di Indonesia di era tahun 1970-1980-an.Di masa itu melalui pelbagai Kebaktian Kebangunan Rohani Tuhan telah memakai hidupnya untuk membawa dampak yang besar di dalam diri kaum muda di tanah air. Pada saat yang sama Tuhan juga memimpin dirinya untuk menggumuli pelayanan pemuridan di antara para remaja dan kaum muda di Surabaya. Pelayanan pemuridan tersebut diwadahinya dalam lembaga yang ia dirikan dan yang diberinya nama Making Disciples for Christ. Lembaga pelayanan yang dikenal dengan nama singkatannya, yaitu MDC ini terdaftar pada Departemen Agama sebagai Yayasan Masa Depan Cerah. GKPB berdenominasi Injili.

68  

 

Angowuloa Fa’awosa Kho Yesu (AFY)

 

Menjadi Anggota PGI: 11 November 1995
Berdiri: 25 November 1925
Telepon: (0639) 22581 | Fax: (0639) 22581
e-Mail:
website:

Alamat kantor sinode: Jln Dipenogoro Gg Setia No. 9-b. Gunung Sitoli 22815, Nias, Sumatera Utara

 

Profil Singkat

Gereja AFY berkantor Sinode di Desa Hilibadalu Km 31,7 Kec. Sogae’adu Kab Nias Provinsi Sumatera Utara, dengan jumlah jiwa berdsarkan statistik sinode tahun 2012 yaitu 46.328.021 jiwa. Gereja AFY lahir 9 November 1925, dipelopori Thomas Lombu (Ama Wohkhi), seorang kaum awam yang mengalami pertobatan dan lahir baru pada masa gerakan pertobatan massal yang pernah berlangsung di Nias (Tano Niha) tahun 1916. Thomas Lombu dibaptis pada 25 Desember 1921 oleh misionaris dari lembaga misi Zending (RMG) di gereja Misi Zending Sogae’adu. Setelah pertobatannya, Thomas Lombu menjadi murid Zending tahun 1922. Awalnya, Gereja AFY hanya berbentuk persekutuan-persekutuan doa yang langsung dipimpin Thomas Lombu bersama teman-temannya. Selanjutnya mereka menetapkan nama persekutuan doa itu dengan sebutan Persekutuan Doa Fa’awosa. Untuk memperkuat persekutuan itu, Thomas Lombu bersama teman-temannya melayani dan memberitakan Injil di kampng-kampung yang belum dijangkau para Misionaris Zending, yaitu di sekitar kampung halamannya. Sambil melayani dan memberitakan Injil, Thomas Lombu dan teman-temannya mendirikan persekutuan doa Fa’awosa serta mendirikan tempat-tempat peribadatan berbentuk pos-pos pelayanan, hingga berhasil menggabungkan 10 kampung ke dalam persekutuan doa Fa’a awosa. Thomas Lombu dipilih menjadi pucuk pimpinan dengan jabatan Presiden. Thomas Lombu menata dan menguatkan organisasi melalui penetapan peraturan-peraturan. Baik yang berkaitan dengan pelayanan maupun keuangan, serta melaksanakan misi pengkaderan, meskipun masih dalam bentuk-bentuk sederhana. Pasca Thomas Lombu meninggal dunia, para generasi penerus melaksanakan pembenahan dan konsolidasi organisasi untuk mencapai tujuan pelayanan gereja yang diembannya. Tahun 1975, Gereja AFY melaksanakan Sidang Sinode ke-VIII, yang menyempurnakan nama Fa’awosa menjadi Angowuloa Fa’awosa kho Yesu atau disingkat AFYGereja AFY memiliki KSU Fa’awosa dengan 76 pendeta melayani 216 jemaat di 23 resort wilayah pelayanan.

69  

Gereja Rehoboth (GR)

Menjadi Anggota PGI: 25 November 1996
Berdiri: 27 Juli 1947
Telepon: (022) 423.0722 | Fax: (022) – 4216784
e-Mail:  info@gerejarehoboth.org;  j.runkat@gmail.com
website: http://gerejarehoboth.org

Alamat kantor sinode: Jln Dewi Sartika 36-38. Kel. Balonggede, Kecl. Regol, Bandung, Jawa Barat 40251

 

Profil Singkat

Gereja Rehoboth dirintis oleh Pdt.Latuparisa tahun 1946 dengan jumlah anggota mula-mula 12 keluarga. Pelayanan dilanjutkan oleh Pdt. E.L.Corbeth dan melakukan ibadah di sebuah gedung yang hingga sekarang ditempati, yaitu di Jl. Dewi Sartika No.36-38 (dulu no.22-24) Bandung, dengan nama De Pinkster Zending Rehoboth Kerk.

70

 Gereja Protestan Indonesia di Papua (GPI PAPUA)

Menjadi Anggota PGI: 10 November 1997
Berdiri: 25 Mei 1985
Telepon: (0956) 22426 | Fax: (0956) 22170
e-Mail:
website:

Alamat kantor sinode: Jln. Jenderal A. Yani Kotak Pos 139, Fakfak, Papua

 

Profil Singkat

Sejarah GPI Papua ditandai tibanya dua pekabar Injil Tukang dari Jerman, Karel Witler Ottow dan Johan Gotlob Geissler. Mereka berdua menginjakkan kaki di pantai Pulau Mansinam-Manokwari pada 5 Februari 1855 setelah pelayaran tiga minggu dari Ternate. Penginjilan mereka mulai menunjukkan hasil pada 1 Januari 1865 ketika Geissler membaptis seorang ibu dan anaknya. Pekabaran Injil (PI) berkembang pesat dan meluas ke daerah-daerah lain di Papua. Di bagian Barat banyak daerah dibuka, karena mulai banyak masyrakat yang meminta tenaga guru dan baptisan Kristen. PI dan pembangunan jemaat-jemaat baru berjalan bersama pelayanan di bidang pendidikan formal dan nonformal. Tahun 1987 Sidang Sinode Istimewa GPI Irja menetapkan Tata Gereja GPI Irja sekaligus dicantumkan Panasila sebagai azas kehidupan bermasyrakat, berbangsa dan bernegara. Tahun itu juga GPI Irja diterima resmi menjadi salah satu Gereja Bagian Mandiri dalam lingkungan Gereja Protestan di Indonesia (GPI). Sejak 31 Oktober 1989 GPI Irja terdaftar sebagau gereja yang sah dan berbadan hukum pada Departemen Agama Republik Indonesia. Hal ini ditandai dengan Surat Keputusan Dirjen Bimas Kristen Depag RI Nomor 2000 tahun 1989. Sejak tahun 2002/2003 GPI Irja telah berubah nama menjadi GPI Papua. Untuk itu dikeluarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Bimas Kristen Departemen Agama RI No.DJ.III/KEP/HK.00.5/47/2009 tertanggal 2 Februari 2009 tentang Perubahan Nama Gereja Protestan Indonesia di Irian Jaya (GPI Irja) menjadi Gereja Protestan Indonesia di Papua (GPI Papua). GPI Papua berdenominasi Reformeed.

 

71  

Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD)

Menjadi Anggota PGI: 13 November 1997
Berdiri: 25 Agustus 1991
Telepon: (0627) 22428 | Fax: (0627) 22428
e-Mail:  kpsgkppdsdk@yahoo.co.id
website: http://gkppd.blogspot.com

Alamat kantor sinode: Jln Air Bersih Comp. Sentrum GKPPD, Sidikalang, Dairi 22211, Sumatera Utara

 

Profil Singkat

Jemaat awal GKPPD terbentuk sebagai hasil Zending HKBP yang mengutus Pdt. Samuel Panggabean mengabarkan Injil di tanah Pakpak, 7 September 1905. Ibadah perdana dilaksanakan di rumah keluarga Raja Sibayak Pakasior Manik di Desa Kuta Usang Suak Pegangan. Pada 3 Maret 1963 berdiri HKBP di Simerkata Pakpak-Sumbul, yang kelak menjadi Gereja Pakpak yang berdiri sendiri dimekarkan dari HKBP.Pada 20 Oktober 1990, diadakan sidang penetapan nama, pemnetapan aturan-peraturan gereja di Gereja GKBP Simerkata Pakpak Sukadame-Sidikalang, Dairi. Peresmian GKKPD sebagai satu satu sinode gereja yang mandiri dilaksakanan di Medan, 15 Agustus 1991 dengan Pdt. E.J. Solin sebagai Ephorus dan St. Sakkap Manik pelaksana harian.GKPPD merupakan persekutuan orang Kristen dari suku Pakpak dan suku lainnya yang ada di Indonesia dan dunia. Gereja ini mandiri pada 25 Agustus 1991 dari HKBP yang berujung perpecahan di internal GKPPD. Perpecahan ini dapat diselesaikan setelah melakukan Sidang Sinode penyatuan pada 16 Agustus 1991.Menurut data statistik 2013, GKPPD memiliki 7.902 KK (37.678 orang), 143 jemat, 30 pendeta, 6 biblevrow, 1 diakones dan 1.403 penatua. GKPPD berdenominasi Lutheran.

72  

Gereja Keesaan Injili Indonesia (GEKINDO)

Menjadi Anggota PGI: 25 Januari 1999
Berdiri: 31 Oktober 1993
Telepon: (021) 8242.0642  | Fax: (021) 910.6942
e-Mail:  gekindoindonesia@yahoo.com
website:

Alamat kantor sinode: Jln Bambu Betung IV No. 24, Bojong Indah, Kel. Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat

 

Profil Singkat

GEKINDO bermula dari pos-pos Pekabaran Injil (PI) yang dibentuk Pdt. Benny Nenoharan, Mdiv dan Pdt. Ny. Anna Nenoharan, STh sejak 16 Juli 1984-16 Juni 1987 di Jakarta dan sekitarnya. Sebelumnya ada rencana untuk menjalin kerjasama dengan Gereja Kristen Injili Indonesia yang berpusat di Curup, bengkulu, tetapi karena letak geografisnya terlalu jauh, maka pada 31 Oktober 1993 pos-pos PI ini sepakat mendirikan satu sinode gereja yang diberi nama Gereja Keesaan Injil Indonesia (GEKINDO) yang berpusat di Bekasi. GEKINDO berdenominasi

Injili.

73   

Gereja Masehi Protestan Umum (GMPU)

 

Menjadi Anggota PGI: 26 November 1998
Berdiri: 15 Maret 1950
Telepon: (0431) 867.336/862.703, 861.703 | Fax:
e-Mail:
website:

Alamat kantor sinode: Jln Achmad Yani XI No. 2, Sario, Manado, Manado 95114

 

Profil Singkat

Cikal bakal GMPU bermula dari terbentuknya sebuah perkumpulan sosial yang mengadakan ibadah dengan memakai bahasa daerah Sangihe Talaud di tahun 1937. Karena anggota peserta ibadahnya terus berkembang, akhirnya pada 15 Maret 1950 diresmikan menjadi Gereja Masehi Protestan Umum, berkedudukan di Sario Manado. Jumlah anggota pada waktu itu tercatat 809 jiwa. Ketua GMPU yang pertama adalah Pdt. Marthin Laihad yang juga turut menjadi salah seorang pelopor berdirinya gereja ini.Kini, GMPU mengembangkan pelayanannya di 6 provinsi yaitu Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Halmahera Tengah, Jawa Tengah, dan Jogyakarta. Ada 46 jemaat, serta 59 pendeta. GMPU berdenominasi Reformeed.

 

74  

Gereja Kristen Sulawesi Barat (GKSB)

Menjadi Anggota PGI: 22 Maret 2000
Berdiri: 31 Oktober 1977
Telepon: (0426) 21519 |  Fax:
e-Mail:
website:

Alamat kantor sinode: Jln Sultan Hasanuddin No. 52A. Kab. Mamuju, Sulbar 91511

 

Profil Singkat

GKSB didirikan pada 31 Oktober 1977 dengan nama Gereja Protestan di Sulawesi Selatan (GPSS). Nama ini diubah pada Sinode Am VII, 27-31 Oktober 2005, menjadi Gereja Kristen Sulawesi Barat, seiring dengan berdirinya provinsi Sulawesi Barat, lokasi di mana sebagian terbesar dari gereja ini berdomisili. Jemaat-jemaat GKSB umumnya berada di pedesaan. Hanya ada dua jemaat kota (Mamuju dan Makassar). Karena itu, GKSB bertekad untuk membawa Injil yang memerdekakan sekaligus mensejahterakan khususnya bagi masyarakat Sulawesi Barat. GKSB berdenominasi Reformeed.

75  

Gereja Kristen Oikoumene di Indonesia (GKO)

Menjadi Anggota PGI: 22 Maret 2000
Berdiri: 29 Juli 1979
Telepon: (021) 745.3362 | Fax: (021) 745.3362
e-Mail:  sinode_gko@yahoo.com
website: http://sinodegko.wordpress.com

Alamat kantor sinode: Komp. Ruko Blok E2 No. 1 BTC, Sektor VII, Bintaro Jaya, Tangerang 15224

 

Profil Singkat

GKO di Indonesia berasal dari sejumlah orang Kristen dari berbagai latar belakang masyarakat pindah ke Perumnas pertama yang dibagun di Depok, Jawa Barat. Mereka datang dari wilayah Jakarta dan daerah-daerah Indonesia lainnya pada tahun 1976. Karena didorong oleh kesadaran dan kerinduan bersama akan kebutuhan pelayanan rohani, maka umat Kristen yang berasal dari berbagai denominasi gereja tersebut  bersepakat untuk mengorganisasikan diri dalam sebuah wadah gereja yang bersifat ekumenis.Karena itu, secara sukarela dan dengan pernyataan bersama dibentuklah Gereja Oikoumene di Depok yang kemudian berubah nama menjadi Gereja Kristen Oikoumene di Indonesia (GKO). GKO menggunakan nama ‘oikoumene’ untuk mengakomodasi kebutuhan umat dari berbagai tradisi gereja, seperti Calvinis, Lutheran, dan Pantekosta yang ada di Depok saat itu.Secara sinodal GKO lahir pada 29 Juli 1979 dengan sistim Presbiterial Sinodal. Sedangkan Pengakuan Iman yang digunakan adalah pengakuan Iman Rasuli dan Nicea-Konstantinopel. GKO diorganisir menurut tradisi presbiterian yang dikombinasikan dengan tradisi gereja lain dalam berbagai bidang pelayanan.

76  

Gereja Sahabat Indonesia (GSI)

Menjadi Anggota PGI: 23 November 2000
Berdiri: 19 Desember 1989
Telepon: (021) 5312.5894 | Fax: (021) 5312.5894
e-Mail:  gsi@cbn.net.id;  arbitergs@yahoo.com
website:

Alamat kantor sinode: Graha Raya Bintaro Jaya Blok G-10/8-a, Pakujaya, Tangerang, Banten

 

Profil Singkat

GSI mempunyai hubungan historis dengan Friends Church Southwest Yearly Meeting (FCSYM) California, USA. Tahun 1987 Rev. Dr. Charles Mylander, General Superintendand FCSYM  dan Rev. Dr. C.W. Perry (alm) Mission Board saat itu datang ke Jakarta dan bertemu Pdt. Dr.J.L.S.Lelengboto (alm) membicarakan kemungkinan pengembangan pelayanan Friend Church di Indonesia. Oktober 1987, kedua misionaris itu kembali ke Indonesia (Jakarta) dan disepakati mempersiapkan pembukaan pelayanan dengan nama Gereja Kristen Sahabat Indonesia sekarang Gereja Sahabat Indonesia (GSI). GSI adalah lembaga keagamaan (gerejawi) yang legal dan sah di wilayah negara NKRI, terrdaftar di Kementrian Agama RI dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen No. DJ.III/Kep/HK.00.5/61/830/2007 (pengganti SK No. 53 tahun 1993) pada kementrian Dalam Negeri RI cq. Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dengan SKP No. 4476/DPM/SOS/IX/93 berdasarkan Undang-undang No. 8 tahun 1985. serta menjadi anggota tetap dari Evangelical Friends International (EFI) dan Friends World Consultation Chruch (FWCC).Gereja yang mempunyai moto “Kamu adalah sahabatKu” ini baru saja melakukan persidangan gerejawi sebagai wujud persekutuan anggota-anggota GSI dan pengambilan keputusan tertinggi. Sidang Umum VI itu dilaksanakan dari 23-26 Oktober 2013 yang lalu di Wisma Remaja Anugerah, Gunung Geulis, Bogor. Hasilnya beberapa keputusan, diantaranya terpilihnya Badan Pengurus Periode 2013-2018 yang terdiri dari Badan Pertimbangan, Badan Pemeriksa Keuangan dan Perbendaharaan, dan Badan Pengurus Harian. GSI saat ini telah hadir dan melayani di daerah-daerah pedalaman di sembilan provinsi dengan 46 jemaat lokal dan sejumlah pos-pos pelayanan.

77  

Gereja Utusan Pantekosta di Indonesia (GUPDI)

 

Menjadi Anggota PGI: 23 November 2000
Berdiri: 22 Januari 1935
Telepon: (021) 30010301, 30010309 | Fax: (021) 30010308
e-Mail:  sinodegupdi@yahoogroups.com
website:

Alamat kantor sinode: Metro Broadway Lt. IV Unit B 76, 77, 78 Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara

 

Profil Singkat

De Pinkster Zending adalah salah satu aliran Pantekosta yang datang ke Indonesia, yang memisahkan diri dari Pinkster Gemeente. Kelompok ini dipimpin oleh Sr.MA van Alt dan menolak pembatasan pelayanan mimbar terhadap wanita. Kemudian pada 22 Januari 1935 mendirikan sebuah organisasi gereja dengan nama Pinkster Zending (Gereja Utusan Pantekosta Di Indonesia) melalui konferensi yang diadakan di Malang.Berkat dan anugerah Tuhan yang dinyatakan luar biasa GUPDI pun berbuah, dan karena dipandang turut berjasa dalam melayani masyarakat maka pemerintah Belanda pernah memberikan penghargaan Deorde van Oranye-Nassau. GUPDI berpedoman memberitakan Injil Empat Segi (Four Square Gospel), yaitu: Yesus sebagai Juruselamat dunia, Tabib di atas segala tabib, Pembaptis dengan Roh Kudus, dan Raja di atas segala raja yang akan datang kembali.

78  

Gereja Protestan Indonesia di Banggai Kepulauan (GPIBK)

 

Menjadi Anggota PGI: 21 November 2001
Berdiri: 3 Februari 2000
Telepon:    | Fax:
e-Mail:
website:

Alamat kantor sinode: Bulagi Kec. Bulai. Kab. Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, 94782

 

Profil Singkat

GPIBK lahir pada 3 Februari 2000 di Jemaat Efrata Bulagi melalui Sidang Khusus II Sinode Gereja Kristen di Luwuk Banggai. GPIBK berdenominasi Reformeed.

79  

Gereja Masehi Injili di Talaud (GERMITA)

Menjadi Anggota PGI: 12 Oktober 2002
Berdiri: 23 Oktober 1997
Telepon: 0433-311.407 | Fax: 0433-311.407
e-Mail:  germita_lirung@yahoo.com
website:

Alamat kantor sinode: Lirung, Talaud 95871, Sulawesi Utara

 

Profil Singkat

GERMITA merupakan pemekaran dari Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud pada 23 Oktober 1997. Berdiri sebagai gereja dari usaha pekabaran Injil para misionaris yang datang dari Belanda dan Jerman sejak tahun 1959. Mereka dikenal sebagai penginjil tukang (Zendeling Werkman), yaitu: A.C.van Essen, P.Gunther, W.Richter, dan K.E.W.Tauffmann.Sekarang ini, GERMITA merupakan lembaga keagamaan terbesar di kepulauan Talaud. Di samping memberitakan Injil, gereja ini juga concern dalam peningkatan SDM khususnya bidang pendidikan dan kesehatan masyarakat. GERMITA berdenominasi Reformeed.

80

Gereja Kristen Abdiel (GKA)

Menjadi Anggota PGI: 24 Maret 2005
Berdiri: 14 Agustus 1976
Telepon: (031) 7315860 | Fax: (031) 7315860
e-Mail:  sinodegka@telkom.net;  tjan.eng.liem@gmail.com
website:

Alamat kantor sinode: Jln Sukomanungal Jaya X/Jln 5 Surabaya 60118, Jawa Timur

 

Profil Singkat

Sinode GKA pada awalnya diprakarsai oleh tiga gereja, yaitu: Gereja Kristen Amoy di Surabaya; Gereja Kristen Zion di Denpasar-Bali; dan Yayasan Gereja Kristen Surabaya. Ketiga gereja ini berasal dari Gereja Tiong Hwa Kie Tok Kouw Hwee. Nama ini kemudian hilang karena perubahan situasi politik di Indonesia, sehingga muncullah kesepakatan ketiga gereja untuk mendirikan Gereja Kristen Abdiel pada 14 Agustus 1976. Pada Sidang Raya GKA ke XVIII di Batu pada 21-24 januari 2002 disahkan tata dasar dan tata laksana Sinode GKA. Gereja ini terus mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Hingga tahun 2003 gereja ini telah menyebar ke Jawa Timur, Jawa Tengah dan Bali.Berdirinya Sinode GKA pada 5 Oktober 1976 dengan akte pendirian No. 9 Notaris Kho Boen Tian dan kemudian didaftarkan pada Dirjen Bimas Kristen Protestan Departemen Agama Republik Indonesia, hingga diterbitkan surat keterangan No. E/ket/27/0135/77 pada tanggal 9 Februari 1977. Adapun ketua sinode yang pertama Widada Puspana, SH (Wang Yong Fa). GKA berdenominasi Injili. Saat ini memiliki 15 jemat dan 98 pendeta.

81

Gereja Kristus Rahmani Indonesia (GKRI)

Menjadi Anggota PGI: 26 Januari 2006
Berdiri: 12 Desember 1971
Telepon: (021) 586.9522 | Fax: (021) 569.80495
e-Mail:  sinodegkri@yahoo.co.id
website:

Alamat kantor sinode: Jln Latumenten No. 19 Kota Grogol Permai Blok C No. 31, Jakarta Barat 11460

 

Profil Singkat

GKRI didirikan oleh Pdt.Prof.Dr.S.J.Sutjiono. Gereja ini berkembang pesat yang tampak dari lahirnya jemaat-jemaat baru dan pos-pos PI. Pada 3-6 Oktober 1985 para Koordinator mengadakan musyawarah di Wisma Bumi Asih Jakarta dan menghasilkan terbentuknya Sinode GKRI yang ditangani oleh Majelis Pusat (sementara). Kemudian pada Sidang Sinode I tanggal 22-25 Oktober 1986 di Ciawi-Bogor ditetapkan Pengurus Sinode peropde I dan pengesahan Anggaran Dasar-Anggaran Rumah Tangganya. GKRI pada awal terbentuknya sudah memiliki 106 gereja atau jumlah anggota. Jumlah ini merupakan hasil yang sangat baik karena usia gereja ini masih sangat baru namun sudah banyak yang menjadi anggota. Dalam perkembangannya, GKRI memutuskan masuk menjadi anggota Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia.GKRI mempunyai wilayah pelayanan yang cukup luas dan kegiatan pelayanan yang sangat menarik. GKRI menjadi cepat berkembang karena gereja ini selalu memberikan informasi mengenai kepengurusan gereja, warta gereja dan juga info dari bidang-bidang pelayanan yang ada di gereja ini. Selain itu juga, para tokoh dari GKRI juga membuat artikel-artikel yang menarik bagi para pembacanya seperti artikel mengenai aborsi, surga, kasih dan banyak lagi.Berdirinya GKRI memiliki misi dan prinsip menjadikan Tuhan sebagai tujuan hidup dan mengutamakan Tuhan dalam segala tugas dan aktivitas dari anggota jemaat. Maka manusia dapat hidup menurut apa yang menjadi misi dan prinsip hidup yang diajarkan GKRI. GKRI berdenominasi Injili.

82

Gereja Sidang-sidang Jemaat Allah (GSJA)

Menjadi Anggota PGI: 26 Januari 2006
Berdiri: 4 April 1941
Telepon: (021) 380.7454 | Fax: (021) 384.3200
e-Mail:
website:

Alamat kantor sinode: Jln Senen Raya 46 Jakarta Pusat 10410

 

Profil Singkat

GSJA adalah lanjutan dari Bethel Indies Zending yang diakui oleh pemerintah pada 4 April 1941.Kemudian namanya berubah menjadi “The Assemblies of God in Indonesia” yang disahkan Dep.Kehakiman R.I pada 10 Februari 1951 dengan badan hukum No.Y.A.8/11/16. Pendirinya adalah tiga orang misionaris Amerika Serikat, yaitu: Kenneth G.Short, Ralph M.Devin, dan Raymond Arthur Busby. Yang bertindak sebagai Ketua Umum hingga tahun 1959 adalah Ralph Mitchell Devin. Sesudahnya diserahkan kepada pendeta nasional, dan untuk pertama kalinya dipilih Pdt. Soemardi Stefanus.Gereja ini terdaftar di Ditjen Bimas Kristen Departemen Agama RI dengan Nomor SK: 74 tahun 1988 tertanggal 10 maret 1988 dan beraliran Pentakosta. Kini GSJA memiliki 13 sekolah Alkitab, Penerbit Gandum Mas, Malang.Misi pelayanannya memberitakan Injil Tuhan Yesus Kristus dan mendirikan Sidang JemaatNya berdasarkan Alkitab. Sedangkan visinya sampai tahun 2011 mengupayakan membuka 300 gereja bari di perkotaan, 200 gereja baru di pedesaan, dan 20.000 kelompok sel. Sementara sistem pemerintahannya, GSJA mengadopsi gabungan antara bentuk Sinodal/Presbiterian dan bentuk Kongregasional. Berdasarkan laporan WAGF di Portugal, GSJA dunia memiliki anggota sebanyak lebih dari 64 juta orang di 140 negara dengan 330.000 pelayan Injil, 310.000 gereja di seluruh dunia (Afrika, Asia Pacific, Eurasia, Eropah, Amerika, Amerika latin, Karibia, dan Asia bagian utara). Di Afrika sendiri terdapat sekitar 12 juta anggota, di Brazil sekitar 14-16 juta anggota, di Amerika Serikat sekitar 2,2 juta orang. GSJA berdenominasi Pentakosta.

83  

Gereja Kristus Yesus (GKY)

 

Menjadi Anggota PGI: 26 Januari 2007
Berdiri: 3 Juni 2002
Telepon: (021) 649.9903,649.9903 | Fax: (021) 649.9903
e-Mail:  sekum@cbn.net.id
website: http://www.gky.or.id

Alamat kantor sinode: Jln Mangga Besar I No. 74 Jakarta 11180

 

Profil Singkat

GKY didirikan atas dasar pengakuan bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya dasar dan kepala gereja sebagaimana tercantum dalam Alkitab, (Matius 16:18, 1 Korintus 3:11, dan Kolose 1:18). Atas dasar pengakuan tersebut, maka GKY  adalah bagian integral dari Gereja yang kudus dan am (universal). Agustus 1944, sebagian anggota jemaat Chung Chi Tuh Chiao Hui (CCTCH) Ketapang mendirikan pelayanan dalam bahasa Tionghoa (Kuo-yu Pu). Kou yu Pu menjadi jemaat otonom pada 3 Juni 1945 dan disebut Chung Hua Chi Tuh Chiao Hui Kuo Yu Thang, serta menempati gedung tetap di Jalan Mangga Besar 1/74 (Gang Komando), Jakarta. Di tempat ini jemaat dikenal sebagai CHCTCH Kuo Yu Thang Mangga Besar.Sejalan dengan perubahan nama CHCTCH menjadi Gereja Kristus sebagaimana disahkan dalam Surat Keputusan Departemen Agama Republik Indonesia No. H/II/2918 tertanggal 11 Mei 1963, maka nama CHCTCH Kuo Yu Thang Mangga Besar berubah menjadi Gereja Kristus Jemaat Mangga Besar. Gereja Kristus Jemaat Mangga Besar adalah jemaat otonom dalam wadah Sinode Gereja Kristus yang terdaftar di Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI). Status otonom Gereja Kristus Jemaat Mangga Besar dipertegas dengan Surat Keterangan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Kristen) Protestan Departemen Agama Republik Indonesia No. E/Ket/200/1029/79 tertanggal 9 April 1979. Karena kepentingan pengembangan pelayanan internal dan eksternal maka pada tanggal 3 Juni 2002, GKJMB yang memiliki 11 jemaat dan 13 pos membentuk Sinode Gereja Kristus Yesus.Dengan menjunjung tinggi Alkitab yang adalah Firman Allah, Gereja Kristus Yesus disingkat GKY bertekad menjalankan misi Allah bagi dan melalui gereja-Nya (missio ecclesiae) dalam bentuk persekutuan, pelayanan, dan kesaksian dengan visi “Gereja yang Mulia dan Misioner”. GKY berdenominasi Injili.

84

 

Gereja Kristen Protestan Injili Indonesia (GKPII)

Menjadi Anggota PGI: 26 Januari 2007
Berdiri: 7 Desember 1969
Telepon: (024) 352.0260-61 | Fax:
e-Mail:
website:

Alamat kantor sinode: Jln Mengkudu Blok N No. 2 Koja, Lagoa, Tanjung Priok, Jakarta Utara

 

Profil Singkat

GKPII dirintis dan dirikan oleh Ds. J. A. Luturyali. Atas dorongan dan dukungan anggota jemaat, GKPII dideklarasikan pada 7 Desember 1969 di Semarang, dengan pengurus terpilih adalah Ds. J. A. Luturyali (Ketua) dan Andrias Bunga, BA (Sekretaris). GKPII berdenominasi Injili.

85  

Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII)

 

Menjadi Anggota PGI:26 Januari 2007
Berdiri: 10 Februari 1928
Telepon: (021) 319.02510 | Fax: (021) 314.2148
e-Mail:  bphp@kemah-injil.orggkiipusatjkt@yahoo.co.id
website: http://www.kemah-injil.org

Alamat kantor sinode: Jln Jambrut No. 24, Jakarta Pusat 10430

 

Profil Singkat

GKII adalah kelompok Gereja Kristen Protestan di Indonesia yang bermula dari Sulawesi Selatan. Berdirinya gereja ini tidak lepas dari sosok Dr. Robert Alexander Jaffray dan A.B. Simpson. Mereka berdua keturunan Skotlandia, berkebangsaan Kanada, lahir dan dibesarkan dalam keluarga Kristen, anggota Gereja Presbiterian. R.A. Jaffray memulai perjalanannya ke Indonesia (kepulauan Hindia Belanda) dan menjejakan kakinya di Borneo (Kalimantan) pada 10 Februari 1928. Inilah perjalanan pertama Jaffray ke Indonesia untuk mengadakan survei sekaligus memberitakan Injil. Kembali dari Tiongkok Selatan, Jaffray mewujudkan kerinduannya akan pelayanan dan tuaian yang sangat besar di Indonesia terutama pelayanan yang diawalinya di Kalimantan, kota Samarinda dan balikpapan. Pada 1 Juli 1929, Jaffray dan rombongan dari C&MA berangkat ke Batavia (sekarang Jakarta) dengan kendaraan darat. Sekembalinya ke Surabaya, para utusan Injil C&MA berpisah untuk memulai pelayanan masing-masing. Jaffray menyadari pelayanan C&MA di Indonesia tidak dapat berkembang hanya dengan diawasi dari jauh. Karena itu, Jaffray memutuskan untuk menetap di Indonesia. Keputusan ini, pada awalnya tidak mendapat dukungan dari C&MA. Akhirnya, September 1930, Jaffray pindah ke Makassar dan menetap di Makassar sebagai pusat “C&MA” atau “Kemah Injil” pertama. Kantornya di rumah kediaman Jaffray sendiri, di jalan Daeng Tompo No 8. Di tempat inilah Jaffray meletakkan fondasi dan mengembangkan “sayap Injil”, ke seluruh Indonesia, dari Sabang di Sumatera sebelah barat sampai ke Marauke di Irian Jaya (Papua) sebelah timur.

86  

 

Gereja Protestan Soteria di Indonesia (GPSI)

Menjadi Anggota PGI: 26 Januari 2007
Berdiri: 4 Mei 1975
Telepon: (021) 435.0118, 439.00856 | Fax: (021) 435.0118
e-Mail:
website:

Alamat kantor sinode: Jln Gembira Terusan No. 24, Tanjung Priok 14310, Jakarta Utara

 

Profil Singkat

Pembentukan GPSI dipelopori oleh Pdt. Edward, beberapa majelis, dan anggota jemaat pada 4 Mei 1975. Ibadah perdana dilaksanakan pertama sekali di rumah salah seorang anggota jemaat (D. T. Nisapih) yang beralamat di Jl. Gadang No.73 Tanjung Priok.Dalam waktu relatif singkat, jemaat baru ini membeli sebuah rumah panggung di atas empang di Jl. Gembira Terusan No. 24 Tanjung Priok untuk dijadikan sebagai tempat ibadah. Pada 21 Desember 1975 terbentuklah pengurus gereja yang terdiri dari Majelis, Komisi, dan Panitia Pembangunan. GPSI menjadi anggota PGI pada 26 Januari 2007.

87  

Gereja Kristen Sangkakala Indonesia (GKSI)

 

Menjadi Anggota PGI: 28 Februari 2008
Berdiri: 22 September 1946
Telepon: (021) 569.66547 | Fax: (021) 569.60327, 560.0687
e-Mail:  gksipusat@yahoo.co.id
website: http://gksi.or.id

Alamat kantor sinode: Jln Prof. Dr. Latumenten, Komp. Kota Grogol Permai Blok C 41-44, Jakarta Barat 11460

 

Profil Singkat

GKSI dimulai dengan pelayanan sebuah Yayasan pada 1988, yaitu Yayasan Kasih Sejahtera (YAKASTRA). Pertengahan 1988, oleh kemurahan Tuhan, YAKASTRA dipertemukan dengan Gereja Zending Protestan Chung Hua Ya She Kauw Fie berkedudukan di Jakarta yang didirikan pada 1946. Pada pertemuan ini terjadi kesepakatan untuk gabung. Awal 1989 Gereja Zending mengadakan Rapat Luarbiasa melengkapi persyaratan yang diatur Depag-RI dan menyempurnakan YAKASTRA untuk kemudian diberi nama menjadi Gereja Kristen Sangkakala Indonesia, yang selanjutnya mendapat pengakuan dari pemerintah RI melalui SK yang diterbitkan Dirjen Bimas Kristen pada 10 Juli 1989. Namun sebetulnya GKSI bukanlah gereja baru, melainkan sudah berdiri sejak sejak 22 September 1946. Pendirian GKSI diprakasai oleh Otto Robby Panggabean, Sylvia Darmawan, Henky Setiawan Umar, Thea Darmawan, dan Ma Yoeng Sen.

88  

Kerukunan Gereja Masehi Protestan Indonesia (KGMPI)

Menjadi Anggota PGI: 23 Februari 2009
Berdiri: 20 Juli 1965
Telepon: 0411- 854.553 | Fax:
e-Mail:
website:

Alamat kantor sinode: Jln Pogidon 10 No. 80 Manado 95238, Sulawesi Utara

 

Profil Singkat

KGMPI merupakan hasil penyatuan dua lembaga gerejawi, yaitu: Gereja Masehi Protestan Indonesia (GMPI), berdiri pada 20 Juli 1965 di Manado; dan Rukun Agama Protestan Indonesia (RAPRI), berdiri pada 31 Oktober 1948 di Tamako. Karena keduanya memiliki dogma serta visi yang sama, serta didorong oleh semangat untuk bersatu, maka pada tahun 1972 pimpinan GMPI (Pdt.Paulus Maluegha) bersama dengan pimpinan RAPRI menjajagi untuk kemungkinan bersatu.Penyatuan itu akhirnya terealisasi pada 8 Desember 1972 melalui Sidang Khusus (Sidang Raya I) dengan nama Jemaat GMPI Yayasan RAPRI. Kemudian pada Sidang Raya II pada 25-29 Juni 1980 di GMPI Kalvari Talengan, Tabukan Tengah, Sangihe Talaud, nama GMPI Yayasan RAPRI diubah menjadi Kerukunan Gereja Masehi Protestan Indonesia (KGMPI). KGMPI berdenominasi Reformeed.

89  

 

Jemaat Kristen Indonesia (JKI)

Menjadi anggota PGI: 10 November 2014
Berdiri     :  1985
Telepone : (0298) 329-429, 316-019
Website   : –
Email       : sinodejki@gmail.com
Alamat    : Jalan Raya Salatiga-Kopeng Km.07 Salatiga 50701, Jawa Tengah

Profile Singkat

Keberadaan Sinode JKI berawal dari adanya kebutuhan naungan institusi gerejawi bagi pelayanan kristiani yang dilakukan oleh Yayasan Sangkakala sejak 1977 di Semarang (Sutanto,1986: 13-14). Cakupan pelayanan berupa pekabaran Injil, distribusi rekaman kotbah, vocal group, band, pelayanan sosial dan juga dalam beberapa kesempatan mengadakan kursus Alkitab (Sutanto, 1986: 15-18). Hasil dari pelayanan itu melahirkan banyak persekutuan doa di Semarang. Sekitar 17 kelompok persekutuan doa berada di bawah naungan Yayasan Sangkakala. Perkembangan dari pelayanan pekabaran Injil dan kebangunan rohani telah melahirkan kebutuhan baru, yakni naungan institusional bagi mereka yang sudah percaya dan dibaptiskan. Beberapa hasil pelayanan dapat dinaungi oleh beberapa gereja lokal. Namun demikian ada juga hasil pelayanan yang tidak ternaungi oleh institusi gereja yang sudah ada karena corak ibadah dan pelayanan yang dirasa berbeda dan bercorak karismatik. Untuk menjawab keperluan itu maka dilakukan perubahan AD/ART Yayasan Sangkakala dari semula ‘bergerak dalam pekabaran injil secara umum’ hingga ditambahkan ‘mendirikan gereja-gereja lengkap dengan tempat ibadahnya’ (Sutanto, 1986: 47). Buah dari pekabaran Injil yang berkembang di Boyolali, Ungaran, Banyumanik dan Kelet dan juga beberapa persekutuan yang berada di Semarang kemudian menjadi gereja lokal dengan nama Jemaat Kristen Indonesia. Selain itu sebagai hasil dari kebaktian kebangunan rohani dan adanya kebutuhan, maka sejak 1983 juga dirintis jemaat berbahasa Indonesia di Los Angeles (Sutanto, 1986: 48-55). Sejak 1985, Sinode JKI resmi didirikan dan kemudian terdaftar di Bimas Kristen Depag RI, SK Dirjen Bimas Kristen Protestan No. 4 tahun 1989, dan juga menjadi anggota dari Mennonite World Conference (MWC). Adapun bentuk organisasi gereja berdasarkan corak Mennonite adalah kongregasional, di mana otonomi ada pada jemaat-jemaat lokal. Kurun waktu 27 tahun semenjak resmi berdiri, kini sinode JKI telah beranggotakan 300 lebih Gereja lokal yang tersebar di 24 propinsi di Indonesia dan di 2 negara yang lain (Amerika Serikat dan Australia). Jumlah keseluruhan anggota jemaat dewasa ialah 47.087 orang dan anak-anak 11.318 orang. Sinode JKI juga memiliki STT (Sekolah Tinggi Teologi) Sangkakala yang terletak di Kopeng, Salatiga (Direktori Sinode JKI, 2019). Organisasi dalam lingkup sinode diantaranya Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala Salatiga. JKI yang kini dipimpin oleh Pdt. Dr. Adi Sutanto (Ketua Umum JKI) memiliki anggota dewasa/sudah Baptis sebanyak 47.087 orang, sedangkan anak-anak/belum dibaptis, 11.318 orang.

90  

Gereja Misi Injili Indonesia (GMII)

Menjadi anggota PGI: 31 Januari 2019
Berdiri     : 30 November 1984
Telepone : (021) 329-429, 316-019
Website   : –
Email       : sinodegmii5695@gmail.com
Alamat    : Komplek Widuri Blok B7-B8, Jalan Palmerah Barat No.353 Jakarta-Selatan.

 

Profil Singkat

Gereja Misi Injili Indonesia (GMII), dahulu bernama Gereja Pekabaran Injil Indonesia  (GPII). Lahir pada 30 November 1984 di Sei Sawak Sintang, Kalimantan Barat.

GPII sekarang GMII lahir melalui Pekabaran Injil yang dilakukan oleh Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia (YPPII) kala itu melalui Mahasiswa Institut Injil Indonesia (I-3). GMII saat ini melakukan pelayanannya di 27 Propinsi Indonesia.

91  

Gereja Niha Keriso Protestan Indonesia (GNKPI)

Menjadi anggota PGI: 7 November 2019
Berdiri: 17 Juni 1995
Telepone: 0853 7295 4600
Website:
Email: tolonindruru86@gmail.com
Alamat kantor sinode: Jalan Sudirman No. 84 A, Kota Gunungsitoli, Provinsi Sumatera Utara

 

Profil Singkat

GNKP-Indonesiatelah terdaftar pada Kementerian Agama RI sebagaimana Surat Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Departemen Agama Republik Indonesia Nomor: Dj-III/Kep/HK.00.5/151/3872/2004 tanggal 15 September 2004; Surat Keputusan Perubahan Nama Nomor: Dj-III/Kep/HK.00.5/269/2008 tanggal 18 September 2008 dan terakhir pendaftaran ulang sebagaimana surat Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama nomor: 502 Tahun 2009 tentang Pendaftaran Ulang Gereja Niha Keriso Protestan – Indonesia, tanggal 4 November 2019. Dan telah diresmikan oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Departemen Agama Republik Indonesia oleh Dr. Yason Lase, STh, MSi pada 12 Desember 2004 di Gunungsitoli. Semboyan dan Pengakuan GNKP-Indonesia yaitu “Semper Ekklesia Semper Reformata, Semper Ekklesia Semper Reformanda” (Gereja yang sudah dibaharui senantiasa terpanggil untuk membaharui). GNKP-Indonesia mengaku bahwa Yesus Kristus satu-satunya jalan keselamatan dan hidup (Yoh. 14 : 16). Sinode GNKP-Indonesia telah mengadakan MUBEJ/Sidang Sinode dalam rangka memilih BPHS/BPMS GNKP-Indonesia serta menetapkan beberapa peraturan yang berlaku di GNKP-Indonesia. Semenjak berdiri tahun 1995 hingga sekarang ini telah memiliki tenaga pelayan yang melayani di GNKP-Indonesia yang tersebar di kepulauan Nias, Daratan Sumatera maupun pulau Jawa sebanyak 96 orang Pendeta. Sedangkan wilayah pelayanannya hingga saat ini terus bertumbuh dengan warga jemaat sebanyak 40.362 jiwa, memiliki 183 Jemaat (Gereja) dan 8 Pos Pelayanan yang terbagi dalam 51 Distrik yang tersebar di Pulau Nias, Sibolga, Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Labuhan Batu Utara, Labuhan Batu Selatan, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupatan Padang Lawas Utara, Rantau Prapat, Medan, Provinsi Riau/Pekanbaru, DKI Jakarta, Bandung, Bogor dan Cikarang.