Sekolah Minggu Gereja Toraja Bersyukur di HUT ke 64

Anak-anak Sekolah Minggu gereja Toraja penuh sukacita merayakan HUT ke 64 SM GT

TORAJA,PGI.OR.ID-Untuk pertama kalinya dalam perjalanan sejarah pelayanannya, Sekolah Minggu Gereja Toraja (SM GT) melaksanakan perayaan HUT nya setelah 64 tahun berdiri. Sebab, selama ini  semua tidak tahu kapan sebenarnya pelayanan SM GT dimulai.

Kemudian, Pengurus Pusat SM GT pada 2018 dua kali melaksanakan lokakarya penyusunan sejarah pelayanan SM GT. Dalam dua kali Semiloka yang dilaksanakan di Rantepao Lods, Rantepao, Toraja Utara yang dihadiri para mantan pengurus Pusat dan Wilayah serta sejumlah pihak yang sudah lama berkecimpung sebagai pengurus dan pelayan dalam lingkup Gereja Toraja, maka disepakati bahwa hari lahirnya SM GT pada 27 Pebruari 1955. Jadi tahun ini merupakan perayaan ulang tahun ke 64 berdirinya Sekolah Minggu Gereja Toraja.

Berdasarkan keputusan tersebut, maka untuk pertama kalinya dalam lingkup pelayanan Gereja Toraja dilaksanakan perayaan ulang tahun SM GT yang ke 64. Perayaan yang cukup meriah kali ini dihadiri puluhan ribua anak sekolah minggu yang datang dari seluruh wilayah pelayanan Gereja Toraja.

Sebelumnya juga dilaksanakan perayaan Pekan hari anak Gereja Toraja yang dirangkaikan dengan ibadah ulang tahun SMGT diseluruh pelayanan Gereja Toraja. Hal ini terungkap dari apa yang dingkapkan oleh Ketua Umum PP.SM GT Pdt. Syukur Matasak, M.Th dalam sambutannya dan juga dalam beberapa kali pertemuan dengan penulis sehubungan dengan pelaksanaan ulang tahun ke-64 SM GT.

“Kami sangat bersyukur karena dapat menghadiri perayaan ulang tahun SMGT ke 64 hari ini sekaligus bergembira bersama sesama anak SMGT, tanggal 27 Pebruari 2019 karena ini untuk pertama kalinya dilaksanakan secara menyeluruh dalam lingkup pelayana Gereja Toraja,” ungkap Charisma M, Antho dan Simon yang diwawancarai secara terpisah.

Ibadah syukur kali ini dipimpin oleh Indry Kapa, M.Th, dan dimeriahkan oleh sejumlah kegiatan anak sekolah minggu. Hadir pada kesempatan itu, Bupati Toraja Utara Dr. Kalatiku Paembonan, para Pimpinan Sinode Gereja Toraja, Pengurus Pusat PKBGT, PWGT, PPGT, serta sejumlah undangan lainnya.

Perayaan kali ini dilaksanakan pada tanggal 27 Februari 2019 di halaman gedung Gereja Toraja Jemaat Rantepao, yang merupakan jemaat tertua dalam lingkup pelayanan Gereja Toraja, yang sekaligus bersambung dengan kantor Sinode Gereja Toraja. Ketua Panitia Rita R Pakan mengucapkan terima kasih kepada segenap peserta yang usdah hadir memeriahkan kegiatan ini.

Memulai Pindan Sangullele

Salah satu hal yang sudah lama digumuli dalam lingkup pelayanan Gereja Toraja adalah masalah sentralisasi pemberian jaminan hidup pendeta se Gereja Toraja. Untuk itu, sebagai tanda dimulainya sentralisasi pemberian jaminan hidup pendeta se Gereja Toraja maka secara simbolois Ketua Umum Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja memberikan buku petunjuk Pindan Sangullele yang diterima oleh Ribka Popang, Bendahara Jemaat Sion Anutapura mewakili seluruh bendahara Gereja Toraja menandai dimulainya Pindan Sangngullele dalam acara syukur Pindan Sangngullele dan Syukur HUT SM GT ke 64.

Pindan Sangullele, merupakan simbol dari sebuah tempat dimana semua dihidupi dari tempat tersebut. Jadi merupakan nama simbolik kultural dalam konteks Gereja Toraja.

 

Pewarta: Alexander Mangoting

Editor: Markus Saragih

COPYRIGHT © PGI 2019

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*