PP GMKI: Evaluasi PBM 2006!

Potongan gambar dari video suasana penolakan warga sekitar jemaat GBI Philadelpia Medan yang diposting oleh akun Facebook Kabar Sejuk, hari Senin (14/1). (Foto: Dok. Facebook Kabar Sejuk)

JAKARTA,PGI.OR.ID-Menyikapi tindakan persekusi terhadap Jemaat GBI Philadelpia, Griya Martubung,  Medan,  Sumatera Utara, pada Minggu (13/1), Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI)  dalam pernyataan sikapnya,  mendesak Presiden untuk mengevaluasi Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 9 Tahun 2006 dan No. 8 Tahun 2006, karena peraturan tersebut adalah akar persoalan sulitnya melaksanakan kebebasan beribadah dan beragama menurut UUD 1945.

PP GMKI juga meminta Mendagri agar mengevaluasi, menertibkan, dan menindak tegas Gubernur, Bupati/walikota, camat, Lurah, RT/RW, yang bersikap intoleran dan menghalangi kebebasan umat beribadah dan mendirikan rumah ibadah.

Selain itu, mendesak Kapolri agar menindak tegas dan memecat jajaran dibawahnya, yang gagal mengantisipasi dan melindungi keamanan kebebasan umat beragam dari ancaman dan tindakan-tindakan persekusi kelompok intoleran.

PP GMKI merasa pirihatin dengan sikap masyarakat setempat yang tidak Pancasilais, dengan menolak dan menghalangi ibadah jemaat Gereja GBI philadelfia Griya Martubung Medan Labuhan Kota medan, harusnya masyarakat setempat bisa bersabar sampai jemaat selesai beribadah baru berdialog sebagaimana bangsa yang beretika, berbudaya, dan beragama, bukan sebaliknya menunjukan sikap yang tidak beretika, tidak berbudaya dan tidak beragama.

“Untuk itu kami menghimbau agar masyarakat setempat maupun masyarakat umum agar dapat menerapkan nilai-nilai Pancasila dan kehidupan yang toleran dalam kehidupan sehari-hari agar tidak terjadi perpecahan diantara anak bangsa,” demikian pernyataan sikap yang ditandatangani oleh Ketum dan Sekum GMKI,  Korneles Galanjinjinay-David V H Sitorus ini.

Kepada seluruh jemaat dan gereja, PP GMKI meminta agar tetap memenuhi persyaratan dan mekanisme kebebasan beribadah dan mendirikan rumah ibadah menurut konstitusi yang berlaku dalam NKRI.

Kronologis Peristiwa

Sebelum proses pembubaran kebaktian pada Minggu 13 Januari 2019 ada beberapa rangkaian kronologi kejadian persekusi jemaat gereja GBI Philadelfia Griya Martubung yang sangat tidak mencerminkan sikap Pancasila yaitu:

  1. GBI Philadelpia sebelumnya beralamat di Blok 6 (8 tahun), lalu pindah ke Blok 12 (9 tahun) karena bangunan yang dipakai di blok 12 belum milik gereja, masih kontrak. Kontrak bangunan di Blok 12 berakhir pada 2018. Melihat ketiadaan bangunan gereja GBI Philadelpia, jemaat gereja bersepakat untuk membangun bangunan gereja di tanah milik Pdt. Jan Fransman Saragih. Pembangunan gereja di tanah milik Pdt. Jan Fransman Saragih dimulai pada Mei 2018.
  2. Ibadah GBI Philadelpia pertama kali dilaksanakan pada 11 November 2018 dan langsung mendapatkan penolakan dari beberapa masyarakat di Blok 8.
  3. Kamis, 15 Novemver 2018 , warga melakukan konvoi mengelilingi gereja pada saat ibadah malam dan menggeber suara sepeda motor.
  4. Minggu, 25 November 2018, warga masuk ke dalam gereja, membuat video ibadah jemaat. Jemaat yang sedang khusuk beribadah tidak melakukan perlawanan hingga warga membubarkan diri. Selang beberapa hari, warga yang berkeberatan dengan gereja membuat pengaduan kepada Camat Medan Labuhan.
  5. Kamis, 6 Desember 2018, atas undangan Camat Medan Labuhan, terlaksana rapat di kantor camat, dengan poin kesimpulan (ada salinan), namun tidak ditandatangi oleh Pendeta. Dalam pertemuan ini hadir Pdt.jan Fransman Saragih, Camat Medan Labuhan, FKUB, MUI, KUA, Lurah Besar dan Kepling, Kapolres Belawan, dan Perwakilan Warga. Pdt Martin Manullang anggota FKUB Kota medan dari perwakilan umat Kristiani menyarankan agar Pdt. Jan Fransman Saragih memindahkan gereja ketempat lain.
  6. Minggu, 6 Januari 2019, keluarga Hj.Nurhalidah (putri dan menantu) datang ke depan gereja, mendokumentasikan gereja sebelum ibadah dan mengatakan agama Kristen tidak sesuai dengan ajaran Islam. Mereka meneriakkan agar gereja segera ditutup.
  7. Senin, 7 Januari 2019, Adanya tembusan surat dari Camat Medan Labuhan perihal instruksi penutupan gereja GBI Philadelpia, namun pada saat terjadinya protes warga (Minggu, 13 Januari 2019) surat tersebut hilang diambil oleh oknum kepolisian Medan Labuhan.
  8. Minggu 13 Januari 2019, Pada pukul 06.00 WIB dan diulang kembali pada pukul 09.00 WIB, ada pengumuman dari pengeras suara masjid Al-faisal mengajak umat muslim di blok 8 untuk melakukan perang amal mahruf nahi munkar terhadap gereja GBI Philadelpia.
  9. Selanjutnya pukul 09.30, Terjadi aksi protes warga blok 8 Griya Martubung I terhadap peribadahan di GBI Philadelpia, tepat 30 menit sebelum ibadah minggu dimulai. Seratusan lebih massa mendatangi gereja setelah diarahkan oleh pihak tertentu. Massa yang hadir tidak keseluruhan warga blok 8, namun ada yang dari luar lingkungan gereja tersebut.
  10. Massa yang hadir mendesak jemaat menghentikan kegiatan peribadahan dengan meneriakkan “Allahuakbar!! Massa mengintimidasi akan membunuh jemaat yang mendokumentasikan aksi massa tersebut. Massa melarang jemaat masuk ke dalam gereja dan mengancam dibunuh jika berani masuk bahkan menyuruh jemaat untuk kembali ke rumah masing-masing. Tidak sempat terjadi kekerasan fisik, namun intimidasi verbal banyak terjadi.
  11. Tanah dan rumah yang dijadikan bangunan GBI Philadelpia dibeli oleh Pdt.Jan Fransman Saragih 6 tahun lalu, dibuktikan dengan tanda terima bukti pemilikan tanah dari Kementerian ATR-BPN. Tanah dibeli dari Ibu Hj.Nurhalidah. Sebelum dibangun menjadi gereja, bangunan dijadikan PAUD Jireh. Pembangunan bangunan gereja dimulai pada bulan Mei 2018.
  12. IMB gereja belum ada/dalam proses pengurusan. Sudah ada dukungan 60 jemaat dan 90 dukungan warga sekitar (ada daftar salinan). Namun prosesnya mandek dikarenakan lurah tidak mau meleges dukungan warga tanpa alasan yang jelas. Terjadi kekeliruan dalam hal dukungan ini, seharusnya mendapatkan dukungan 90 orang jemaat calon pengguna gereja dan dukungan 60 orang warga sekitar gereja. (Dis-informasi dari Lurah).
  13. Polisi yang hadir tidak mampu menjaga keamanan dan ketertiban dalam peristiwa penghadangan warga, dengan dalih agar massa tidak bertindak lebih anarkis, aparat Kepolisian Medan Labuhan turut mendesak supaya Pdt.Jan Fransman Saragih segera mendatangani surat pernyataan penghentian aktivitas ibadah dan pembangunan gereja hingga IMB terbit.

 

 

Pewarta: Medkominfo PP GMKI

Editor: Markus Saragih

COPYRIGHT © PGI 2019

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*