PGI Berharap Humanitarian Forum Indonesia Menjadi Wadah Berefleksi dan Beraksi

JAKARTA,PGI.OR.ID – Humanitarian Forum Indonesia (HFI) melakukan kunjungan ke Grha Oikoumene, Kamis (19/7) untuk pengumpulan data bagi laporan pembelajaran lintas iman dalam aksi kemanusiaan. Hal ini dilakukan untuk melihat akuntabilitas lembaga kemanusiaan yang tergabung dalam forum HFI. Hasilnya akan dipublikasikan dalam rangka peringatan 10 tahun bedirinya HFI), direncanakan pada tanggal 28 Agustus 2018.

Pada kesempatan tersebut, HFI juga akan meluncurkan buku profil semua anggota HFI yang bekerja untuk kemanusiaan, termasuk pelajaran lintas iman dalam konteks karya kemanusiaan. Buku tersebut akan memuat catatan mengenai akuntabilitas masing-masing lembaga; tidak hanya sebatas laporan keuangan. Di sini akan dilihat bagaimana proses penyaluran bantuan yang baik dan benar. Selain, panduan atau Join Protocol dan pemberian sertifikat keanggotaan HFI juga akan dilakukan.

Pada pertemuan ini, Sekum PGI, Pdt. Gomar Gultom menyambut kedatangan dari HFI dan memaparkan respons PGI terhadap korban bencana alam atau korban isu-isu sosial. Sebagaimana yang dipaparkan oleh Sekum PGI, bencana atau musibah tidak mengenal agama, ras dan siapapun bisa terkena bencana. Dalam konteks Indonesia, Sekum PGI menjelaskan bahwa tidak efektif bila bekerja atas nama sekelompok, karena itu PGI merespon baik HFI dan diharapkan agar HFI menjadi wadah berefleksi dan beraksi serta sedapat mungkin terlibat dalam pekerjaan-pekerjaan kemanusiaan.

HFI didirikan oleh tujuh Lembaga berbasis agama pada 2008, di dalamnya terdapat MDMC, YTBI, YEU, Dompet Dhuafa, Karina KWI, WVI, PPKM. Forum ini didirikan dengan komitmen membangun saling pengertian antara para aktor kemanusiaan yang memiliki perbedaan latar belakang (ras etnis, suku, agama) dan mengampanyekan norma-norma dan prinsip-prinsip kemanusiaan dan mengembangkan kemitraan di tingkat mana pun mereka tinggal. (Marlince Tobing)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*