Pertemuan Presiden dengan Pimpinan dan Staf PGI di Istana Negara: Demokrasi adalah Peristiwa Iman bagi Umat Kristen

Pertemuan Presiden Jokowi dengan Pimpinan dan Staf PGI di Istana Negara, Jakarta

JAKARTA,PGI.OR.ID – Pentingnya merawat demokrasi dan Pancasila sebagai ideologi negara demi kesejahteraan seluruh warga negara disampaikan oleh Ketum PGI, Pdt. Dr. Henriette Lebang, saat pertemuan antara Pimpinan dan Staf PGI dengan Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/3). Pandangan ini diutarakan oleh Ketum PGI saat menyampaikan perhatian PGI pada perjalanan bangsa Indonesia, khususnya terkait soal kesejahteraan dan situasi politik yang berkembang. PGI juga telah mengeluarkan surat pastoral yang menekankan pentingnya partisipasi umat Kristen dalam demokrasi yang adalah peristiwa iman demi kesejahteraan seluruh warga negara Indonesia. Karena itu, pesan pastoral PGI juga memberi perhatian pada pentingnya pemimpin yang cakap, takut akan Allah, dapat dipercaya dan tidak menerima suap. Bagi Ketum PGI, poin-poin ini diyakini berperan untuk memberi arah kepada umat sebelum memasuki Pilpres dan Pileg 2019.

Presiden Jokowi menyambut baik peran PGI untuk mendorong umat Kristen menggunakan hak pilihnya Pilpres dan Pileg 2019. Ini sejalan dengan upaya pemerintah yang mendorong partisipasi politik warga melalui penggunaan hak pilihn mereka. Dalam pembacaan Presiden Jokowi, di lapangan memang situasi agak “hangat” karena terjadi penyebaran fitnah dan hoaks melalui berbagai media. Nanun, sejauh ini pemerintah dan kepolisian terus memantau situasi yang ada dan mengedepankan penegakan hukum. Di sini Presiden Jokowi menginformasikan agar masyarakat tidak perlu kuatir menghadapi Pilpres dan Pileg 2019 karena proses hukum terus dijalankan pemerintah.

Ketum PGI menjawab beberapa pertanyaan dari wartawan selepas pertemuan dengan Presiden Jokowi

Pada kesempatan ini, Ketum PGI juga menyampaikan undangan Sidang Raya PGI XVII, yang akan berlangsung di Sumba pada 8-13 November 2019, kepada Presiden Jokowi. Sidang Raya PGI XVII akan mengangkat Tema “Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir” (bdk. Wahyu 22:12-13) dan Sub Tema “Bersama Seluruh Warga Bangsa, Gereja Memperkokoh NKRI yang Demokratis, Adil dan Sejahtera bagi Semua Ciptaan Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945”. Bagi Ketum PGI, tema ini hendak menekankan kemahakuasaan Allah di tengah berbagai persoalan yang terjadi di dalam sejarah, termasuk di tengah pergumulan bangsa Indonesia.  Dalam konteks ini, Ketum menambahkan bahwa PGI masih terus memberi perhatian pada upaya merespon ketamakan yang diyakini menjadi sumber dari berbagai masalah di Indonesia.

Selain Sidang Raya PGI XVII, ketum juga mengundang Persiden Jokowi menghadiri kegiatan Konferensi Gereja dan Masyarakat (KGM) PGI yang akan berlangsung di Manado, Sulawesi Utara, pada 27-31 Maret 2019. Kegiatan ini akan menggumuli sejumlah isu seperti pemenuhan dan perlindungan hak asasi manusia, tantangan di wilayah ekologi, sosial-politik, ekonomi, budaya, generasi milenial dan arah gerakan oikoumene ke depan. KGM memiliki posisi yang strategis mengingat pendalaman terhadap berbagai isu akan bermuara pada arah bersama misi Gereja-Gereja di Indonesia yang diputuskan dalam Sidang Raya PGI XVII di Sumba.

Dalam pertemuan ini, Ketum PGI tidak lupa menyampaikan aspirasi masyarakat Papua agar pemerintah lebih mengedepankan pendekatan budaya, bukan pendekatan kekerasan yang mengandalkan kekuatan militer. Presiden Jokowi memahami usulan tersebut dan menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya memberi perhatian pada kesejahteraan masyarakat Papua. Karena itu, saat ini 1 orang di Papua bahkan mendapat alokasi dana APBN sebesar 11 juta rupiah, beda dengan di Jawa di mana 1 orang hanya mendapat alokasi APBN sebesar 1 juta rupiah. Pemerintah juga berusaha melakukan pembenahan terkait penggunaan alokasi dana Otonomi Khusus (Otsus) yang sangat besar dan profesionalitas para pejabat di Papua.

Percakapan Presiden Jokowi dengan Pimpinan dan Staf PGI berlangsung dalam suasana santai, yakni sambil menikmati makan siang yang sudah disiapkan oleh pihak istana. Pertemuan ini kemudian diakhiri dengan doa oleh Sekum PGI, Pdt. Gomar Gultom, dan foto bersama dengan Presiden Jokowi dan jajarannya.

 

Pewarta: Beril Huliselan

COPYRIGHT © PGI 2019

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*