Pentingnya Sinergitas antara Gereja dan Pemerintah untuk Perlindungan Pekerja Migran

Para peserta yang bertanya di sesi ke 5, PRPrG

TAMBOLAKA,PGI.OR.ID-Empat tugas pokok gereja untuk perlindungan pekerja migran Indonesia, yaitu pertama, melakukan inisiatif pendataan manual dan sistem komputer terhadap warga gereja sebagai pekerja migran Indonesia sesuai daerah asal dan negara tujuan penempatan. Kedua, menyiapkan kompetensi warga gereja yang ingin menjadi pekerja migran meliputi ketrampilan, pengetahuan dan karakter.

Ketiga, mengingatkan umatnya  agar melaksanakan pekerjaannya dengan penuh semangat dan keiklasan sebagai bagian dari perwujudan iman kekristenan di negara tujuan penempatannya. Keempat, mengingatkan umatnya menaati perudangan-undangan yang berlaku di Indonesia dan negara tujuan, menghormati adat istiadat atau kebiasaan yang berlaku di negara tujuan.

Hal itu disampaikan oleh Agustinus Gator Hermawan, Direktur Pemberdayaan BNP2TKI di sesi ke lima PRPrG yang mengusung tema Perlindungan Hak Perempuan dan Anak, di Gedung GKS Jemaat Mata, Senin (4/11).

“Tugas pokok itu dapat dijabarkan dalam sejumlah kegiatan yang ada di lapangan. Sehingga kualitas pekerja migran dapat menjamin dirinya ketika ia bekerja di luar negeri,”tandasnya.

Agustinus menambahkan, soal program pendampingan negara ketika ada pekerja migran yang bermasalah, tetap diberikan oleh negara hingga ada putusan pengadilan resmi. “Semua diberikan oleh pemerintah sampai biayanya ditanggung oleh pemerintah, khususnya yang bermasalah,” katanya.

Para narasumber di sesi ke 5, PRPrG

Sedangkan terkait pemalsuan dokumen yang berhubungan dengan sistem komputerisasi tenaga kerja Indonesia, Agustinus menambahkan  bahwa sistem itu telah terkoneksi dengan seluruh dinas tenaga kerja di provinsi dan kabupaten serta terhubung pula dengan layanan BPJS. “Jadi saat seorang calon buruh migran mendaftar di dinas tenaga kerja, dan ketika mengetik nomer NIK-nya maka akan keluar datanya. Jika tidak ada datanya maka akan ditolak,”tandasnya.

Sementara itu Kepala Bagian Humas Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Servulus Bobo Riti, menjelaskan, posisi pemerintah adalah menterjemahkan mandat UU 18 tahun 2017, bahwa urusan pekerja migran Indonesia terhadap perlindungan buruh migran bukan hanya tugas pemerintah saja tapi pihak lainnya, dalam hal ini gereja. “Kami menawarkan gereja untuk bisa memberdayakan warganya untuk menjadi pekerja migran, jika tawaran ini diterima maka ini menjadi rekomendasi kepada pemerintah,”katanya.

Sebab itu, kata Servulus, kerjasama ini bisa dibangun bersama pemerintah dalam hal ini BNP2TKI bersama gereja yang dalam bagian-bagian tertentu dapat dijalankan. “Gereja dengan umatnya dapat bermitra untuk meningkatkan kemampuan ekonominya,”ujarnya.

Sementara itu Indra Gunawan, Deputi Partisipasi Masyaraat KPPA dalam materinya menyinggung pengarusutamaan gender (PUG) di berbagai bidang pembangunan di era globalisasi dan digital yang bertujuan untuk memberikan perlindungan perempuan dan anak dari bentuk-bentuk kekerasan.

Salah satu fokusnya adalah saat ini tengah mengembangkan model-model pemberdayaan masyarakat. “Peran gereja menjadi penting untuk perlindungan anak berbasis masyarakat unuk upaya-upaya preventif terhadap hal-hal yang terjadi pada anak dan perempuan. “Ibu-ibu bisa menjadi champion di jemaatnya dan ini bisa dimainkan,”katanya.

Selanjutnya isu-isu keluarga dan perempuan, kata Indra, dapat disosialisasikan oleh para pendeta di gerejanya masing-masing. “Pihak kami juga menggandeng pihak-pihak agama lainnya, seperti Islam, Hindu dan Budha untuk bisa bekerjasama dan berpartasipasi dalam upaya-upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak serta didukumg oleh pemerintah daerah untuk bisa memaksimalkan apa yang diharapkan itu dapat terwujud,” ujar Indra.

Sinergi atau kerjassama antara lembaga, gereja dan pihak lainnya untuk bisa memberikan perlindungan bagi perempuan dan anak. “Tantangannya adalah gereja dapat memberikan ruang untuk memberdayakan warganya sehingga kualitas warganya, khususnya perempuan dapat meningkat baik bagi dirinya, keluarga dan lingkugannya,”tandasanya.

 

Pewarta: tim media PGI