Aku adalah awal dan yang Akhir  (bdk. Wahyu 22:12-13)

Tidak ada produk di keranjang.

Berita Gereja

Pembukaan Sidang Sinode Am XXV Gereja Toraja

TORAJA,PGI.OR.ID-Dalam mengakhiri masa kerja ini, kita harus membicarakan pelayanan gerejawi, bagaimana gereja bersinergi dengan pemerintah, bagaimana gereja menanggapi perkembangan situasi sosial politik dan budaya, pertumbuhan ekonomi, pariwisata dan lingkungan hidup, kesejahteraan bersama yang adalah tugas dan tanggung jawab gerejawi.

Demikian diungkapkan Pdt. Musa Salusu, M.Th dalam sambutannya pada pembukaan Sidang Sinode Am (SSA) XXV Gereja Toraja, di Tongkonan Pembangan, Kanuruan, Toraja Utara, Senin (18/10/2021). “Untuk itu, perkenankanlah kami pada kesempatan ini menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dalam hal ini Bupati Toraja Utara yang meskipun kita masih dalam kondisi Pandemi Covid 19, pelaksana SSA XXV Gereja Toraja dapat dimulai dengan protokol kesehatan yang ketat baik sebagai panitia maupun peserta SSA XXV, yang mengambil tema “Bertambah Teguh Dalam Iman dan Pelayanan Bagi Semua” (Kolose 2:7).

Sementara itu,  Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) Yaqul Cholil Qoumas, dalam sambutanya secara virtual dari kantor agama RI mengatakan, sangat mengapresiasi pelaksanaan SSA ke XXV Gereja Toraja ini, dengan harapan agar melalui pelaksanaan persidangan ini bisa diputuskan program-program strategis yang mampu menjawab tantangan dan kebutuhan umat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menteri Agama RI juga sangat berharap pendeta dan pelayanan jemaat di lingkungan sinode Gereja Toraja mampu menjadi transformator, motivator dan sekaligus inovator bagi masyarakat di tengah keagamaan moralitas modern sebagai ilmu para pendeta dan pelayan jemaat dituntut untuk dapat berperan aktif dan konkret serta solusi di tengah-tengah problematika sosial yang kita berkewajiban menjaga antara tugas rohaniawan dan hubungan bermasyarakat sehingga nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan dapat berjalan seiring dan sesuai dengan ajaran Tuhan.

Suasana saat pembukaan

Sementara itu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dalam sambutannya secara virtual juga menaruh harapan besar kepada para pendeta sebagai ujung tombak untuk memberikan kontribusi aktif dalam kalibrasi aktif dan bersinergi dengan pemerintah untuk mendukung pembangunan pemerintah baik di kabupaten Toraja Utara dan Tana Toraja baik provinsi bahkan di NKRI ini di bawah kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo.

Hal senada juga disampaikan Bupati Toraja Utara Yohanis Bassang, SE., M.Si. Dalam sambutannya dia mengatakan, keberadaan dari seluruh program-program gereja Toraja kita sangat mendukung karena itu adalah untuk mayarakat kita, kami juga gereja-gereja membatu pemerintah dalam melaksanakan program-program yang sudah di agendakan salah satu yang di agendakan yang akan di laksanakan di bulan Desember ini adalah paduan suara antar gereja, jemaat, klasis, paroki, OPD dan antar kecamatan.

Dalam sambutannya dia juga menyinggung soal pelaksanaan Sidang Raya PGI pada 2024 yang Bertepatan dengan tahun politik yaitu Pemilihan Serentak. “Tetapi semuanya itu adalah keputusan kepada kita semua,” saran Bupati Toraja Utara. Merespon sambutan Bupati Toraja Utara, Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom, M.Th dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas perhatian Bupati Toraja Utara tentang pelaksanaan Sidang Raya PGI yang akan dilakanakan 2024, dan mengenai masukannya karena bertempatan dengan pesta demokasi bangsa kita, maka hal itu akan dibicarakan dan diskusi lebih mendalam ke depan untuk mengambil keputusan yang terbaik.

Pada kesempatan itu, Panitia Pelaksana SSA XXV Gereja Toraja dalam laporannya mengatakan bahwa bahwa tujuan terbentuknya panitia dengan Surat Keputusan Nomor 586/BPS-GT/N.9/VII/2019, adalah mengukuhkan, meneguhkan kebersamaan dari seluruh pimpinan gereja yang menjadi representasi dari gereja-gereja yang ada dalam lingkup pelayanan Gereja Toraja. “Menjadi Pelaksana Persiapan SSA XXV Gereja Toraja untuk mengukuhkan, meneguhkan kebersamaan dari seluruh pimpinan gereja yang menjadi representasi dari gereja-gereja yang ada dalam lingkup pelayanan Gereja Toraja”, demikian diungkapkan Pdt. Syukur Matasak, M.Th selaku Ketua Panitia dalam laporannya.

Lebih lanjut disampaikan peserta SSA XXV Gereja Toraja adalah utusan dari Wilayah dan Klasis sebanyak 383 orang, BPS Gereja Toraja, Majelis Pertimbangan Gereja Toraja, Badan Verifikasi Gereja Toraja, LPG dan reprepentasi dari pengurus pusat dan organisasi Intra Gerejawi dengan harapan bentuk pelaksanaan itu tidak mengurangi tujuan dan kualitas produksi SSA XXV Gereja Toraja.

Turut hadir dalam acara pembukaan SSA XXV Gereja Toraja di Kanuruan adalah Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom, M.Th, Ketua Sinode Gereja Toraja Mamasa Pdt. Deppatola Pawa, S.Th. MM, Ketua Sinode Gereja Kristen Sulawesi Selatan Pdt. Atok Samarang, S.Th, Ketua Sinode Gepsultra Pdt. Marthen Sambira, S.Th, Anggota DPD Wilayah Sulsel, Anggota DPRD Provinsi Sulsel John Rende Mangontan, Walikota Makassar, Bupati Toraja Utara, Bupati Luwu Timur, Pimpinan Perguruan Tinggi dan sebagian Anggota DPRD dari Toraja Utara, Tanah Toraja serta Luwu Timur.

Persidangan kali ini diikuti 353 utusan dari klasis yang terdiri dari 6 wilayah Gereja Toraja ditambah Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja, Majelis Pertimbangan Gereja Toraja, Badan Verifikasi Gereja Toraja, Unit Kerja, Pengurus Pusat Organisasi Intra Gerejawi, panitia pelaksana, dan undangan. Dalam situasi sekarang ini, maka sidang kali ini dilaksanakan secara hybrid. Untuk onsite, dilaksanakan dengan mengunakan tiga tempat berdasarkan komisi, yaitu gedung Gereja Toraja Jemaat Kanuruan, Pusat Studi dan Pengembangan (PSP) Tangmentoe dan gedung gereja Toraja Jemaat Batang. Bahkan ada beberapa peserta karena beberapa pertimbangan mengikuti secara virtual. Peserta menginap dirumah penduduk dan juga di penginapan PSP Tangmentoe.

 

Pewarta: Aleksander Mangoting