Pembukaan Sidang MPL PGI: Membangun Demokrasi yang Adil bagi Kesejahteraan Semua  

Pembukaan Sidang MPL PGI di Bogor, Jawa Barat

JAKARTA,PGI.OR.ID – Pergumulan gereja-gereja terkait potret demokrasi di Indonesia menjadi perhatian dalam Persidangan Majelis Pekerja Lengkap (MPL) Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) yang berlangsung di Royal Safari Garden, Bogor, 28-31 Januari 2019. Dalam sambutannya, Sekum PGI, Pdt. Gomar Gultom, menjelaskan bahwa Pikiran pokok sidang MPL kali ini, yakni “Membangun Demokrasi yang Adil bagi Kesejahteraan Semua”, bertolak keprihatinan gereja-gereja atas kehidupan demokrasi di Indonesia yang belum sepenuhnya dijiwai oleh nilai-nilai demokrasi.

Pemukulan gong oleh Menteri Agama RI sebagai peresmian Sidang MPL PGI, Januari 2019

“Dari pemilu ke pemilu kita menyaksikan kesan seolah Pemilu menjadi ajang perebutan kekuasaan semata, dan untuknya segala sesuatu seolah-olah sah untuk ditempuh” kata Pdt. Gomar

Soal-soal kebangsaan ini juga mendapat sorotan Ketum PGI, Pdt. Henriette Tabita Lebang, yang dalam sambutannya mengingatkan bahwa keugaharian menjadi bingkai bersama gereja-gereja dalam merespons pesoalan kebangsaan, yakni kemiskinan, ketidakadilan, lingkungan hidup, dan radikalisme.

Perhatian Sidang MPL PGI pada kehidupan demokrasi mendapat sambutan positif dari Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin yang hadir dalam acara pembukaan. Bagi Lukman Hakim, demokrasi seharusnya dapat mengelola keragaman yang ada di Indonesia. Memang masih ada kelemahan dalam kehidupan demokrasi di Indonesia, namun demokrasi sejauh ini mampu mencari titik-titik bersama tanpa mengurangi derajat kemanusiaan itu sendiri. Lukman Hakim misalnya menyoroti keragaman interpretasi dalam kehidupan umat beragama saat ini, dan dalam koteks ini demokrasi dipandang sebagai upaya untuk membangun konsesus di antara kita yang beragam.

“Inti ajaran agama dalah kasih sayang, dia tidak bisa disebarkan dengan kebencian. Semangat inilah yang akan kita rawat sebaik-baiknya. Kita harus menghindari agama yang diperalat oleh pihak-pihak lain yang membuat kehidupan kita bersama menjadi terpecah dan menimbulkan konflik” kata Lukman Hakim.

Persidangan MPL PGI kali ini diselengarakan oleh Gereja Betel Indonesia (GBI) sebagai sebagai tuan dan nyonya rumah, sementara khotbah disampaikan oleh Pdt. Japarlin Marbun dari GBI. Dalam khotbahnya, Pdt. Japarlin menyampaikan sukacita GBI yang telah diberi kepercayaan untuk melayani gereja-gereja di Indonesia pada sidang MPL PGI kali ini. Selain itu, Pdt. Japarlin juga  menerjemahkan semangat keugaharian dalam bentuk kerja keras gereja-gereja dalam misi bersama bagi dunia. Dalam konteks ini, gereja-gereja harus memahami perkembangan zaman yang telah membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat

“Gereja harus fokus pada panggilannya untuk memberdayakan manusia ciptaan Tuhan, sebagaimana dalam penciptaan. Gereja harus melayani manusia secara utuh” kata Pdt.  Japarlin.

Selain pergumulan soal demokrasi, Persidangan MPL PGI juga membahas persiapan Sidang Raya PGI ke-17 yang akan dilangsungkan di Sumba serta berbagai program PGI 2019 yang berpusat pada pergumulan gereja-gereja terkait semangat keugaharian dalam merespons persoalan-persoalan bangsa.

 

Pewarta: Beril Huliselan

COPYRIGHT © PGI 2019

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*