Soroti Kekerasan Seksual dan HIV/AIDS di NTT, CD Bethesda YAKKUM Gandeng PGI Perkuat Kolaborasi hingga Siapkan Program Bersama
admin
10 Jul 2026 10:50
JAKARTA, PGI.OR.ID-Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menerima kunjungan jajaran pengurus CD Bethesda YAKKUM di Grha Oikoumene, Jakarta, Kamis (9/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam merespons berbagai isu strategis, khususnya penanganan kekerasan seksual dan HIV/AIDS di Nusa Tenggara Timur (NTT), pengembangan anggur perjamuan berbahan baku lokal, serta penguatan kerja sama pelayanan gereja bagi kelompok rentan. Rombongan CD Bethesda YAKKUM dipimpin oleh Project Manager Sukendri Siswanto, didampingi Koordinator PMEAL Dewi Utari beserta jajaran. Mereka diterima oleh Wakil Sekretaris Umum PGI, Pdt. Lenta Enni Simbolon, didampingi Sekretaris Eksekutif Bidang Kesaksian dan Keutuhan Ciptaan (KKC), Pdt. Johan Kristantara, M.Th., serta Asisten Bidang KKC, Ria Claudia.

Dalam sambutannya, Pdt. Lenta Enni Simbolon menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, pertemuan ini menjadi kesempatan penting untuk memperkuat kerja sama pelayanan sekaligus memperluas pemahaman PGI terhadap berbagai persoalan sosial yang terus berkembang di tengah masyarakat. "Kami bersukacita atas kunjungan CD Bethesda YAKKUM. Kami berharap berbagai program yang akan dikerjakan bersama ke depan dapat saling memperkuat pelayanan. Siapa tahu kami masih tertinggal dalam mengikuti isu-isu yang berkembang di masyarakat. Semoga ke depan kita dapat bersama-sama menggarap berbagai program yang relevan dan mendesak bagi masyarakat," ujarnya. Sementara itu, Sukendri Siswanto menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari PGI. Ia menegaskan bahwa CD Bethesda YAKKUM merupakan bagian dari pelayanan gereja yang berjalan dalam semangat oikoumene bersama gereja-gereja anggota PGI. Pada kesempatan tersebut, Sukendri memaparkan perkembangan kasus HIV/AIDS dan kekerasan seksual di sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur, khususnya Pulau Alor, Kabupaten Sumba Timur, dan Kabupaten Malaka.
Di wilayah Alor Timur Laut, misalnya, tercatat sekitar 70–80 kasus HIV/AIDS. Sementara di Kabupaten Malaka, khususnya Kota Betun, peningkatan kasus banyak dikaitkan dengan tingginya mobilitas masyarakat yang bekerja sebagai perantau di Kalimantan maupun daerah lainnya. Adapun di Kabupaten Sumba Timur berkembang kesadaran masyarakat bahwa para perantau yang kembali ke daerah perlu menjalani pemeriksaan HIV sebagai langkah deteksi dini. Selain persoalan HIV/AIDS, CD Bethesda YAKKUM juga menyoroti tingginya angka kekerasan seksual yang sebagian besar justru dilakukan oleh orang-orang terdekat korban, seperti ayah kandung, kakak kandung, paman, maupun figur lain yang memiliki relasi kepercayaan dengan korban Kondisi tersebut menunjukkan bahwa banyak tindak kekerasan seksual terjadi di lingkungan yang semestinya menjadi tempat paling aman bagi anak dan perempuan. Menurut Sukendri, berbagai kasus sering kali tidak segera terungkap karena masih kuatnya budaya diam dan anggapan bahwa kekerasan seksual merupakan aib keluarga yang harus ditutupi. Akibatnya, banyak korban baru berani mengungkapkan pengalaman mereka setelah bertahun-tahun. Ia mencontohkan salah satu korban yang mengalami kekerasan seksual sejak usia sembilan tahun, namun baru mampu menceritakan peristiwa tersebut ketika berusia enam belas tahun.

Untuk memperkuat penanganan kasus, CD Bethesda YAKKUM pernah menyelenggarakan lokakarya mengenai HIV/AIDS dan penanganan kekerasan seksual dengan melibatkan Kepolisian Republik Indonesia. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan perspektif aparat penegak hukum agar proses penyelidikan dilakukan secara profesional, berkeadilan, serta berorientasi pada perlindungan korban. Pengalaman pendampingan menunjukkan bahwa sebagian korban justru mengalami tekanan psikologis yang lebih berat akibat proses pemeriksaan yang masih mengandung unsur victim blaming melalui pertanyaan-pertanyaan yang tidak sensitif terhadap kondisi korban. Karena itu, pendekatan yang berperspektif korban dinilai menjadi kebutuhan mendesak dalam seluruh proses penanganan perkara. Dalam pertemuan tersebut, CD Bethesda YAKKUM juga memperkenalkan inovasi pengembangan anggur perjamuan berbahan baku lokal Nusa Tenggara Timur, seperti pisang, sopi, dan berbagai komoditas lokal lainnya. Inovasi ini dikembangkan sebagai bentuk pemberdayaan sumber daya daerah sekaligus mendorong kemandirian gereja dalam menyediakan unsur-unsur Perjamuan Kudus. Hingga kini, pengembangan anggur perjamuan lokal tersebut telah mulai diterapkan oleh Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) dan Gereja Kristen Sumba (GKS). Lebih lanjut, CD Bethesda YAKKUM mengusulkan penguatan kerja sama dengan PGI, khususnya melalui Biro Perempuan, dan Biro Keluarga dan Anak, dalam upaya pencegahan, penanganan, serta pendampingan korban kekerasan seksual di Nusa Tenggara Timur.
_1783925675.jpeg)
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui penyusunan program bersama yang meliputi edukasi, penyuluhan, pendampingan psikososial, pendampingan pastoral, hingga penguatan kapasitas gereja dalam merespons berbagai bentuk kekerasan berbasis gender. Selain itu, PGI diharapkan dapat mendorong gereja-gereja anggotanya untuk secara berkelanjutan memberikan edukasi mengenai pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta HIV/AIDS melalui khotbah mingguan, katekisasi, pelayanan pastoral, maupun berbagai kegiatan pembinaan jemaat.
Menurut CD Bethesda YAKKUM, gereja memiliki posisi yang sangat strategis dalam membangun kesadaran warga jemaat, menghapus stigma terhadap Orang dengan HIV (ODHIV), sekaligus menciptakan ruang yang aman bagi korban kekerasan seksual untuk memperoleh perlindungan, pendampingan, dan keadilan. Pendampingan pastoral bagi penyandang HIV/AIDS juga dinilai sangat penting. Pelayanan gereja tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga mencakup dukungan psikologis, sosial, dan emosional agar para penyandang HIV/AIDS dapat menjalani proses pemulihan, memperoleh kembali rasa percaya diri, serta tetap hidup bermartabat di tengah keluarga, gereja, dan masyarakat.
_1783925705.jpeg)
Menanggapi paparan tersebut, Sekretaris Eksekutif Bidang Kesaksian dan Keutuhan Ciptaan (KKC) PGI, Pdt. Johan Kristantara, M.Th., menyambut baik peluang kolaborasi yang semakin luas dengan CD Bethesda YAKKUM. Ia mengungkapkan bahwa selama ini PGI mengenal CD Bethesda YAKKUM sebagai mitra pelayanan dalam tiga bidang utama, yakni penanganan HIV/AIDS, pelayanan bagi penyandang disabilitas psikososial atau gangguan kejiwaan, serta kesehatan tradisional. Namun, melalui pertemuan ini PGI memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai keterlibatan CD Bethesda YAKKUM dalam advokasi dan pendampingan perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan fisik, kekerasan seksual, hingga tindak pidana perdagangan orang. "Selama ini kami mengira isu-isu tersebut sudah banyak ditangani oleh lembaga-lembaga lain seperti Women Crisis Center atau Suara Perempuan Alor. Namun, melalui pertemuan ini kami mengetahui bahwa situasinya masih sangat memprihatinkan. Karena itu, PGI perlu mengangkat isu ini bersama gereja-gereja anggota agar dapat mendampingi gereja, keluarga, perempuan, ibu, dan anak-anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seksual, maupun tindak pidana perdagangan orang," ujarnya. Sebagai tindak lanjut, PGI berencana melibatkan Biro Perempuan serta Biro Keluarga dan Anak PGI untuk membahas langkah-langkah konkret melalui pertemuan lanjutan secara daring dengan CD Bethesda YAKKUM. Pertemuan tersebut diharapkan dapat memperdalam pemetaan persoalan yang terjadi di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Alor, Sumba Timur, dan Malaka, sekaligus menyusun program kolaboratif yang lebih komprehensif dalam upaya pencegahan, pendampingan, advokasi, dan pemulihan bagi para korban kekerasan seksual maupun penyandang HIV/AIDS. (BRNDS)
Berikan Komentar
Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *
Berita & Peristiwa
Soroti Kekerasan Seksual dan HIV/AIDS di NTT, CD Bethesda YAKKUM Gande...
JAKARTA, PGI.OR.ID-Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menerima kunjungan jajaran pengurus CD Bethesd...
Kunjungi Grha Oikoumene, PKUB Kementerian Agama dan PGI Perkuat Sinerg...
JAKARTA, PGI.OR.ID-Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menerima kunjungan Pusat Kerukunan Umat Beraga...
Jelang Hari Anak 2026, PGI Gelar Seminar dan Perkuat Komitmen Gereja B...
JAKARTA, PGI.OR.ID-Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional 2026 pada 29 Juni sekaligus menyambut Hari...

