Rakernas PGIW/SAG 2026 Hasilkan 17 Rekomendasi untuk Memperkuat Gerakan Keesaan Gereja
admin
23 Aug 2026 06:22
MANADO, PGI.OR.ID — Rangkaian Rapat Kerja Nasional Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah/Sinode Am Gereja (Rakernas PGIW/SAG) 2026 memasuki tahap akhir dengan perumusan 17 rekomendasi yang diharapkan dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata di tingkat PGIW/SAG dan gereja-gereja anggota.
Berbagai pokok yang dibahas selama Rakernas menjadi bagian penting dalam proses perumusan rekomendasi tersebut. Di antaranya adalah pendalaman tema sidang, berbagi pengalaman dan dinamika wilayah, pendalaman Dokumen Keesaan Gereja (DKG) PGI 2024–2029, penguatan keluarga melalui Ecclesia Domestica, spiritualitas keugaharian, kemandirian daya dan dana, serta penguatan Persekutuan Oikoumenis Umat Kristen (POUK).
Pada hari terakhir Rakernas, peserta terlebih dahulu mengikuti pendalaman DKG PGI 2024–2029 yang disampaikan Wakil Sekretaris Umum PGI, Pdt. Lenta Enni Simbolon. Menurutnya, DKG memiliki posisi penting karena memuat sejumlah dokumen utama yang menjadi pijakan bersama gereja-gereja anggota PGI, yakni Pernyataan Iman Gereja-Gereja Anggota PGI, Pemahaman Bersama Iman Kristen (PBIK), Pokok-Pokok Panggilan dan Tugas Bersama (PPTB), Komitmen Keesaan Gereja (KKG), serta Tata Dasar dan Tata Rumah Tangga PGI.
_1787454952.jpeg)
Pdt. Lenta menekankan bahwa pendalaman DKG tidak boleh berhenti pada pemahaman terhadap isi dokumen. Gereja perlu memastikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya benar-benar dihidupi dalam kehidupan bergereja.
“Sayang sekali ketika dokumen yang baik ini sudah direvisi begitu rupa menjadi dokumen yang sangat kaya, namun tidak dipahami bahkan tidak dihidupi oleh gereja-gereja di Indonesia, termasuk PGIW dan SAG,” ujarnya. Karena itu, ia berharap pendalaman DKG dapat dilanjutkan melalui berbagai program edukasi di lingkungan PGIW/SAG maupun gereja-gereja anggota. PBIK dalam DKG 2024–2029, lanjutnya, ditempatkan sebagai landasan teologis bagi PPTB sekaligus menjadi dasar bagi komitmen keesaan dan kehidupan oikoumenis gereja-gereja.
Memperkuat Keluarga melalui Ecclesia Domestica
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Keluarga dan Anak PGI, Equivalent Pangasi Rajagukguk, menyampaikan sosialisasi buku Ecclesia Domestica. Buku tersebut merupakan panduan bagi pemimpin dan pelayan gereja dalam merespons berbagai krisis yang dihadapi keluarga di tengah situasi polikrisis.
Equivalent menegaskan pentingnya membangun relasi yang lebih kuat antara gereja dan keluarga. Menurutnya, keluarga dapat menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan, tetapi membutuhkan dukungan dan pendampingan dari gereja.

“Ketika menghadapi berbagai macam krisis atau tantangan, keluarga bisa menjadi sumber kekuatan. Namun, itu tidak bisa berjalan sendiri. Kita perlu membangun sebuah ekosistem di mana gereja bersama keluarga saling berkolaborasi membangun kekuatan dalam menghadapi berbagai krisis itu,” katanya. Ia menjelaskan, Ecclesia Domestica tidak dimaksudkan menjadi program yang seragam bagi seluruh gereja. Panduan tersebut perlu dikembangkan sesuai dengan konteks dan kebutuhan masing-masing sinode, jemaat, PGIW/SAG, maupun POUK.
Penguatan POUK di Tengah Perkembangan Pemukiman Baru
Rakernas juga diisi dengan sosialisasi Pedoman POUK oleh tim kerja yang diwakili Pdt. Kol. Jimmy Sundalangi. Pedoman ini dinilai penting bagi PGIW/SAG dalam membina dan mengembangkan persekutuan umat Kristen lintas gereja, terutama di tengah pertumbuhan kawasan perkotaan dan munculnya berbagai pemukiman baru.
Pdt. Kol. Jimmy menekankan bahwa setelah pedoman tersebut disahkan, langkah berikutnya adalah memastikan pemahaman dan sosialisasinya sampai ke tingkat jemaat.
_1787455007.jpeg)
“Peran PGIW untuk sosialisasi kepada jemaat-jemaat itu menjadi tugas yang berikut setelah Rakernas ini,” ujarnya. Menurutnya, perkembangan kawasan perkotaan dan munculnya pemukiman-pemukiman baru semakin menegaskan pentingnya kehadiran POUK sebagai ruang persekutuan umat Kristen dari berbagai latar belakang gereja. Dalam Tata Rumah Tangga PGI, PGIW/SAG memang memiliki tugas untuk membina dan mengembangkan POUK.
17 Rekomendasi dengan Indikator Terukur
Setelah mengikuti rangkaian kegiatan selama tiga hari dan berdiskusi dalam tiga kelompok, peserta Rakernas menghasilkan 17 rekomendasi. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, rekomendasi tahun ini dirancang dengan pendekatan yang lebih terukur agar pelaksanaannya dapat dipantau dan dievaluasi.
Kepala Biro Penelitian dan Pengembangan PGI, Alfian Kombinbim, mengatakan bahwa Rakernas PGIW/SAG 2026 berupaya menghadirkan format rekomendasi yang tidak berhenti pada rumusan normatif, tetapi dapat menjadi acuan untuk mengukur pelaksanaan di lapangan.
_1787454984.jpeg)
“Rakernas PGIW/SAG 2026 ini melahirkan 17 rekomendasi utama yang pada pokoknya memandatkan PGIW/SAG, PGI, bersama sinode-sinode gereja anggota untuk melaksanakan rekomendasi-rekomendasi secara terukur,” jelas Alfian. Menurutnya, perubahan format rekomendasi dilakukan dengan memasukkan indikator-indikator yang dapat digunakan untuk melihat capaian, baik secara kuantitatif maupun melalui mekanisme pemantauan dan evaluasi.
“Kita mengubah format rekomendasi tahun ini dengan memasang indikator-indikator yang terukur, baik dari segi kuantitatif maupun dari segi skema monitoring dan evaluasi, agar pada Rakernas selanjutnya kita dapat mengukur sejauh mana rekomendasi yang dihasilkan tahun ini telah dilaksanakan.” Sejumlah pokok menjadi perhatian dalam rekomendasi tersebut, antara lain Ecclesia Domestica, spiritualitas keugaharian, penguatan kemandirian daya dan dana, teologi, pendalaman DKG, penataan POUK, serta berbagai hal yang berkaitan dengan peran dan penguatan PGIW/SAG. Dengan pendekatan tersebut, rekomendasi Rakernas diharapkan tidak berhenti sebagai rumusan bersama, tetapi menjadi pijakan untuk melihat perkembangan dan capaian pelayanan pada Rakernas-Rakernas berikutnya.
Dibawa Pulang dan Ditindaklanjuti
Menutup rangkaian Rakernas, Pdt. Lenta Enni Simbolon berharap seluruh rekomendasi yang dihasilkan di Manado benar-benar dibawa pulang dan ditindaklanjuti oleh masing-masing PGIW/SAG bersama gereja-gereja anggotanya.
“Hasil atau rekomendasi dari Rakernas PGI Wilayah Indonesia pada tahun ini yang bertempat di Kota Manado, dengan tuan dan nyonya rumah SAG, kita doakan semoga rekomendasi ini nanti bisa dibawa pulang dan bisa ditindaklanjuti,” ujarnya. Ia berharap tindak lanjut tersebut semakin memperkuat sinergi antara gerakan oikoumenis PGI di tingkat nasional dan dinamika gerakan keesaan di wilayah. “Dinamika gerakan ekumenis dari Jakarta juga di wilayah-wilayah boleh semakin bersinergi bersama-sama untuk mewujudkan gereja Kristen yang esa di Indonesia.”

Dengan demikian, Rakernas PGIW/SAG 2026 tidak hanya menghasilkan 17 rekomendasi, tetapi juga menegaskan kembali pentingnya sinergi antara PGI, PGIW/SAG, dan gereja-gereja anggota. Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi langkah konkret untuk menerjemahkan panggilan keesaan ke dalam kehidupan, kesaksian, dan pelayanan gereja di tengah konteks masyarakat yang terus berubah. (NA)
Berikan Komentar
Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *
Berita & Peristiwa
Rakernas PGIW/SAG 2026 Ditutup, Semangat Kolaborasi Jadi Bekal untuk B...
MANADO, PGI.OR.ID – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PGIW/SAG 2026 resmi ditutup melalui ibadah yang berlangs...
Rakernas PGIW/SAG 2026 Hasilkan 17 Rekomendasi untuk Memperkuat Geraka...
MANADO, PGI.OR.ID — Rangkaian Rapat Kerja Nasional Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah/Sinode Am ...
PGI Dorong Spiritualitas Keugaharian Menjadi Habitus Gereja di Tengah ...
MANADO, PGI.OR.ID — Di tengah polikrisis yang semakin kompleks, spiritualitas keugaharian tidak cukup hanya ...

