Preloader
PGI.OR.ID

Alamat

Jalan Salemba Raya No. 10
Jakarta Pusat (10430)

Hotline

021-3150451

021-3150455

021-3908118-20

Alamat Email

mailto:info@pgi.or.id

PGI dan PGIW Kepri Luncurkan Shelter Pekerja Migran Indonesia, Perkuat Pelayanan Perlindungan dan Pemulihan

Thumbnail
Author

admin

16 Oct 2026 23:06

Share:

BATAM, PGI.OR.ID – Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) bersama Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah Kepulauan Riau (PGIW Kepri) dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) melaksanakan soft launching Shelter Pekerja Migran Indonesia dan Anti-Kekerasan di Kantor PGIW Kepri, Batam, Jumat (16/10/2026). Kehadiran shelter ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat perlindungan, pendampingan, dan pemulihan bagi pekerja migran Indonesia yang menghadapi persoalan selama proses migrasi maupun kepulangan ke Tanah Air.

Inisiatif ini sekaligus menjadi wujud kolaborasi gereja dan pemerintah dalam menjawab kebutuhan pekerja migran, khususnya mereka yang dipulangkan dari luar negeri dan membutuhkan tempat singgah sementara, pendampingan, serta dukungan untuk memulihkan kondisi sebelum kembali ke daerah asal.

Sekretaris Umum PGI, Pdt. Darwin Darmawan, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberpihakan kepada kelompok yang lemah merupakan bagian mendasar dari panggilan gereja. Menurutnya, teladan Yesus Kristus yang memberikan perhatian kepada mereka yang paling lemah harus menjadi dasar bagi gereja dalam menjalankan pelayanan di tengah masyarakat.

“Yesus, ketika hidup di dunia, memberikan perhatian kepada mereka yang paling lemah. Karena itu, gereja yang sungguh-sungguh menjadi gereja adalah gereja yang memiliki keberpihakan (preferential option for the poor and the weak) kepada orang-orang miskin dan mereka yang lemah,” ujarnya.

Pdt. Darwin menjelaskan bahwa ketulusan gereja tidak semata-mata diukur dari kemampuannya melayani mereka yang memiliki kekuatan ekonomi atau memberikan persembahan besar. Sebaliknya, ketulusan tersebut teruji ketika gereja hadir bagi mereka yang rentan dan membutuhkan pertolongan.

“Bukan berarti melayani orang kaya atau mereka yang memberikan persembahan besar itu salah. Silakan saja. Namun, ketulusan gereja benar-benar teruji ketika gereja memberikan perhatian kepada mereka yang lemah. Merekalah yang sesungguhnya membutuhkan kehadiran tangan, kaki, dan tubuh Kristus,” tegasnya.

Ia menambahkan, pekerja migran yang kembali dengan beban, pergumulan, dan berbagai persoalan membutuhkan kehadiran gereja yang mampu menghadirkan kasih Tuhan secara nyata.

“Ketika mereka pulang dengan beban, pergumulan, dan persoalan, lalu kita menghadirkan cinta kasih Tuhan di situ, kita sudah menjadi gereja,” ungkapnya.

Pdt. Darwin berharap kesadaran ini tumbuh di antara gereja-gereja anggota PGIW Kepri sehingga gereja dapat menjadi mitra pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pendampingan kepada pekerja migran Indonesia.

“Kalau kesadaran ini dimiliki oleh 50 anggota PGIW Kepri, saya kira tidak ada kesulitan bagi gereja untuk menjadi mitra pemerintah yang mau hadir bagi para pekerja migran,” pungkasnya.

PGIW Kepri Perkuat Kebersamaan untuk Pelayanan Pekerja Migran

Ketua Umum PGIW Kepri, Pdt. Ronald Octavian Rampala, S.Th., menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya soft launching shelter tersebut. Ia menjelaskan bahwa pelayanan bagi pekerja migran telah menjadi pergumulan dan doa PGIW Kepri. Sebelumnya, gereja-gereja di wilayah tersebut juga telah berupaya mendampingi pekerja migran yang dipulangkan dan membutuhkan pemulihan sebelum kembali ke daerah asal.

Menurutnya, kehadiran shelter menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan gereja-gereja anggota PGIW Kepri dalam menghadirkan pelayanan kemanusiaan. Ia berharap 45 sinode anggota PGIW Kepri dapat semakin menyatukan komitmen dan mengambil bagian dalam pelayanan ini.

Pdt. Ronald juga menegaskan bahwa shelter tersebut merupakan hasil kerja bersama PGI, PGIW Kepri, dan pemerintah melalui KP2MI. Kolaborasi ini diharapkan terus berkembang agar pelayanan bagi pekerja migran dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Kami berharap ke depan memiliki gedung atau tempat yang benar-benar dapat mendukung kerinduan bersama untuk melayani pekerja migran Indonesia yang dipulangkan. Mereka membutuhkan pendampingan, pemulihan, dan rehabilitasi agar memiliki harapan ke depan serta tidak kembali terjebak dalam situasi sulit yang pernah mereka alami,” jelasnya.

Ia mengakui bahwa peluncuran ini masih merupakan tahap awal. Namun, melalui kebersamaan, penyertaan Tuhan, dan dukungan berbagai pihak, khususnya pemerintah, PGIW Kepri berharap pelayanan shelter dapat terus dikembangkan.

KP2MI: Shelter Bantu Perkuat Perlindungan Pekerja Migran

Direktur Kepulangan dan Rehabilitasi KP2MI, Seriulina Tarigan, mengapresiasi inisiatif PGI dan PGIW Kepri dalam menghadirkan shelter bagi pekerja migran Indonesia. Menurutnya, keberadaan fasilitas ini sangat dibutuhkan untuk mendukung penanganan pekerja migran yang dipulangkan dari Malaysia melalui Batam.

Ia menjelaskan bahwa Batam memiliki posisi strategis dalam penanganan kepulangan pekerja migran Indonesia. Selain menjadi salah satu pintu masuk dari Malaysia, Batam juga menghadapi tantangan keberangkatan pekerja migran secara nonprosedural yang memerlukan upaya pencegahan dan perlindungan berkelanjutan.

“Kementerian sangat mengapresiasi soft launching shelter ini. Bapak Menteri Drs. Mukhtarudin juga memberikan apresiasi kepada PGI Sejak penandatanganan MoU pada 4 Agustus 2026,, PGI bergerak cepat sehingga kerja sama ini mulai diwujudkan dalam bentuk nyata. Shelter ini memang menjadi salah satu kebutuhan di Batam,” ungkap Seriulina.

Ia menambahkan, shelter tersebut diharapkan membantu pemerintah memberikan perlindungan yang lebih baik kepada pekerja migran Indonesia yang dideportasi maupun dipulangkan dari Malaysia melalui Batam. Fasilitas ini dapat menjadi tempat transit sementara sebelum mereka dipulangkan ke daerah asal masing-masing.

KP2MI, lanjutnya, berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pelayanan shelter bersama PGI dan PGIW Kepri. Sinergi ini diharapkan dapat memastikan pekerja migran memperoleh perlindungan dan pendampingan yang dibutuhkan selama proses kepulangan.

“Pemerintah ingin terus berkontribusi dalam pelayanan shelter ini. Nantinya, kita bersama-sama memberikan perlindungan kepada pekerja migran Indonesia yang singgah sementara di sini sebelum dikembalikan ke daerah asal masing-masing,” pungkasnya.

Pelaksanaan soft launching ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kehadiran gereja dalam pelayanan kemanusiaan, khususnya bagi pekerja migran Indonesia yang berada dalam situasi rentan. Melalui kerja sama PGI, PGIW Kepri, dan KP2MI, shelter ini diharapkan berkembang menjadi ruang perlindungan, pendampingan, dan pemulihan yang menghadirkan harapan bagi para pekerja migran dan keluarga mereka. (IST)

Berikan Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *

Komentar *
Nama Lengkap *
Email *
Website
(optional)

Berita & Peristiwa
PGI, JAKOMKRIS PBI, dan YEU Kembangkan Skema Ruang Bebas Asap, Bersama...
by admin 17 Oct 2026 07:11

JAKARTA, PGI.OR.ID— Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia belum me...

Ecumenical Women's Action Against Violence (EWAAV) Southeast Asia Cons...
by admin 17 Oct 2026 06:19

MANILA, FILIPINA, PGI.OR.ID– Wakil Sekretaris Umum PGI bersama sejumlah pimpinan perempuan dari gereja-gerej...

PGI dan PGIW Kepri Luncurkan Shelter Pekerja Migran Indonesia, Perkuat...
by admin 16 Oct 2026 23:06

BATAM, PGI.OR.ID – Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) bersama Persekutuan Gereja-Gereja di Indones...