PERNYATAAN SIKAP PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA (PGI) ATAS PENANGKAPAN PRESIDEN VENEZUELA DAN RENCANA PENGAMBILALIHAN GREENLAND
admin
17 Jan 2026 09:20
PERNYATAAN SIKAP
PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA (PGI)
ATAS PENANGKAPAN PRESIDEN VENEZUELA DAN RENCANA PENGAMBILALIHAN GREENLAND
Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) -sejalan dengan pernyataan sikap Dewan Gereja Dunia (World Council of Churches) dan Persekutuan Gereja-gereja Reformed Dunia (World Communion of Reformed Churches)-menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas perkembangan situasi global terkait penangkapan Presiden Venezuela oleh Amerika Serikat melalui tindakan yang melibatkan kekuatan militer, serta rencana Amerika Serikat untuk mengambil alih Greenland.
PGI menilai bahwa tindakan dan rencana tersebut menimbulkan kekhawatiran serius terhadap penghormatan atas kedaulatan negara, penegakan hukum internasional, serta perlindungan terhadap warga sipil. Penggunaan kekuatan bersenjata dan ancaman intervensi lintas negara berpotensi memperbesar penderitaan rakyat, merusak tatanan global, dan menciderai nilai-nilai kemanusiaan.
Sikap Amerika yang menonjolkan kekuatan militer dan dominasi geopolitik bertentangan dengan visi perdamaian seperti yang disampaikan nabi Yesaya:” mereka akan menempa pedang-pedang mereka menjadi mata bajak dan tombak-tombak mereka menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi menghunus pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang.” (Yesaya 2:4). Jika Amerika sungguh ingin menjadi pembela kebebasan dan kemanusiaan, maka panggilan Yesaya 2:4 menantangnya untuk berhenti “belajar perang” dan mulai “menempa pedang menjadi mata bajak,” menjadikan kekuasaan dan sumber dayanya bukan alat dominasi, melainkan berkat bagi kehidupan, keadilan, dan perdamaian dunia.
Berdasarkan beberapa hal di atas, PGI menyatakan sikap sebagai berikut:
1. Prihatin dan menolak intervensi militer yang melanggar kedaulatan negara dan berpotensi menimbulkan korban kemanusiaan.
2. Menegaskan bahwa kekerasan bukanlah jalan penyelesaian konflik politik dan hukum internasional.
3. Mengecam rencana pengambilalihan Greenland yang bertentangan dengan kehendak penduduk setempat, melanggar prinsip kedaulatan, serta berpotensi menjadi preseden kolonialisme baru.
4. Mendorong ditegakkannya hukum internasional secara adil dan konsisten, termasuk penghormatan terhadap Piagam PBB dan mekanisme hukum global yang sah dengan mengedepankan keadilan dan penghormatan terhadap martabat manusia.
5. Mengajak gereja-gereja anggota PGI dan seluruh umat Kristen di Indonesia untuk terus mendoakan rakyat Venezuela, penduduk Greenland, dan semua pihak yang terdampak konflik, serta mendoakan para pemimpin dunia agar dianugerahi hikmat dan keberanian moral untuk memilih jalan damai.
Kiranya Tuhan, Sang Raja Damai, menuntun bangsa-bangsa untuk hidup dalam keadilan, saling menghormati, dan membangun perdamaian yang sejati demi masa depan umat manusia. Amin.
Berikan Komentar
Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *
Berita & Peristiwa
Ketum PGI dalam Asia Regional Assembly UEM 2026 di Medan: Gereja Asia ...
MEDAN, PGI.OR.ID— United Evangelical Mission (UEM) Asia Regional Assembly (AsRA) 2026 yang berlangsung di Me...
Sekum PGI dalam Perayaan Pekan Kerukunan Umat Beragama Dunia: Harmoni ...
JAKARTA, PGI.OR.ID-Ajakan untuk merawat kerukunan antarumat beragama sekaligus menjaga kelestarian lingkungan ...
Pertemuan Perdana Lembaga Keumatan Kristen: “Suara Profetis PGI Per...
JAKARTA, PGI.OR.ID-Perwakilan pengurus pusat lembaga Keumatan Kristen antara lain Pdt. Jacklevyn Manuputty, Pd...

