Pdt. Jacklevyn Manuputty: Advokasi KBB Harus Bergerak di Tiga Level Strategis
admin
17 Apr 2026 14:03
JAKARTA, PGI.OR.ID-Ketua Umum PGI, Pdt. Jacklevyn F. Manuputty, menegaskan bahwa advokasi kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB) perlu dijalankan secara utuh dan terstruktur melalui tiga level strategis. Hal ini disampaikannya dalam pertemuan Koalisi Advokasi KBB di Grha Oikoumene, Kamis (16/4/2026).
“Saya mencoba membingkai kembali, sebenarnya area kerja kita ini berada dalam satu fokus menyeluruh yang seperti apa. Dari pemahaman saya, setidaknya ada tiga level yang selama ini kita kerjakan bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, level pertama adalah kerja di tingkat basis, yakni membangun ekosistem yang kuat melalui penguatan literasi, peningkatan kapasitas, hingga berbagai program advokasi termasuk litigasi. “Ini adalah wajah dari kerja jejaring kita, bagaimana fondasi di akar rumput itu benar-benar terbentuk,” lanjutnya.
Level kedua adalah penguatan jejaring yang berfungsi menopang kerja di tingkat basis sekaligus menghubungkan berbagai inisiatif. “Di sini kita bicara tentang bagaimana jaringan yang ada bisa saling mendukung, misalnya program-program yang dikerjakan bersama PGI, Paramadina, dan berbagai elemen lain, agar penguatan kapasitas di tingkat bawah bisa berjalan lebih efektif,” jelasnya.
Sementara itu, level ketiga adalah dorongan untuk perubahan kebijakan. “Kerja kita tidak berhenti di bawah. Dari basis dan jejaring yang kuat, kita dorong ke atas, ke level perubahan kebijakan. Di sinilah advokasi strategis menjadi sangat penting,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya mengukur mandat dan kapasitas secara realistis. “Kita perlu melakukan semacam pengukuran, seberapa besar mandat kita dan seberapa kuat kapasitas yang kita miliki. Jika mandat besar tetapi kapasitas terbatas, tidak apa-apa untuk menyesuaikan. Itu justru menunjukkan kita bekerja secara optimal,” katanya.
Lebih jauh, ia merumuskan tiga fungsi utama koalisi, yakni sebagai mediator, fasilitator, dan transformator. “Kita perlu memilih dengan bijak, pada level mana dan dalam lingkup apa kita bisa mengoptimalkan peran tersebut,” ungkapnya.
Ia pun menegaskan bahwa setiap capaian, sekecil apa pun, patut diapresiasi. “Ketika kita bisa menghadirkan literasi, membangun kesadaran, bahkan membuat orang memahami isu yang sebelumnya tidak mereka ketahui, itu sudah merupakan kemajuan yang penting,” tutupnya.
Pertemuan Koalisi Advokasi KBB yang dihadiri oleh berbagai unsur lembaga dan jejaring ini juga membahas persiapan Konferensi KBB yang akan berlangsung di Banjarmasin pada Agustus 2026. Pertemuan ini menjadi ruang refleksi strategis untuk mengevaluasi arah gerakan, efektivitas kelembagaan, serta penguatan advokasi KBB ke depan. (NA)
Berikan Komentar
Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *
Berita & Peristiwa
Seruan PGI. “Hentikan Kekerasan Bersenjata: Nyawa Warga Sipil Papua...
JAKARTA,PGI.OR.ID-Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) kembali menyampaikan seruan mendesak kepada sel...
Diskusi Terbatas Gereja Bahas Kesiapsiagaan Hadapi Krisis Global dan N...
JAKARTA, PGI.OR.ID — Sinode Am Gereja Protestan di Indonesia (GPI) bekerja sama dengan Forum Komunikasi Pria...
Pdt. Jacklevyn Manuputty: Advokasi KBB Harus Bergerak di Tiga Level St...
JAKARTA, PGI.OR.ID-Ketua Umum PGI, Pdt. Jacklevyn F. Manuputty, menegaskan bahwa advokasi kebebasan beragama d...

