Menerjemahkan kabar Sukacita dan Transformasi Masyarakat Menjadi Pilihan Gereja-Gereja di Indonesia

Foto dengan beberapa anggota delegasi Presbiterian University and Theological Seminary (PUTS)

JAKARTA,PGI.OR.ID – Keberadaan Indonesia sebagai negara yang plural dan tantangan gereja-gereja dalam mengelola kemajemukan bersama agama-agama lain mendapat perhatian dari delegasi Presbiterian University and Theological Seminary (PUTS), Korea Selatan, yang berkunjung ke Grha Oikoumene, Sabtu (16/2). Delegasi PUTS terdiri dari 6 dosen dan 20 mahasiswa, mereka disambut oleh Ketum PGI beserta Sekum, Wasekum dan sejumlah staf di PGI.

Ketum PGI, Pdt. Dr. Henriette Lebang, menjelaskan kepada delegasi PUTS mengenai keberadaan PGI sebagai persekutuan dari beragam gereja-gereja di Indonesia yang berjalan bersama sebagai ekspresi dari kesadaran akan satu Tubuh Kristus. Hal ini juga yang membuat gereja-gereja di Indonesia lebih memilih istilah “persekutuan” dalam merumuskan keberadaannya di Indonesia, menurut Pdt. Henriette.

Foto bersama dengan rombongan Presbyterian University and Theological Seminary di Grha Oikumene

Lebih lanjut, Pdt. Dr. Henriette menggambarkan pergumulan gereja-gereja di Indonesia dalam bebrapa tahun belakangan (2014-209) ini terkait isu kemiskinan, radikalisme, ekologi dan ketidakadilan.  Dalam masa-masa itu, bahkan terus berlanjut sampai sekarang, Indonesia masih menghadapi bencana alam seperti tsunami, banjir, likuifasi dan banyak masalah sosial di tengah masyarakat. Di tengah tantangan-tantangan tersebut, gereja-gereja di Indonesia memilik untuk berpegang pada keyakinan bahwa Allah tetap bersama kita dan mengangkat kita dari berbagai masalah tersebut. Dalam kontek ini juga, gereja-gereja di Indonesia meyakini bahwa kita harus bergandengan tangan dengan berbagai agama untuk menghadapi tantangan tersebut. Hal ini sekaligus, menurut Pdt. Henriette, menjadi tantangan bagi gereja-gereja untuk merumuskan kembali posisi ekklesiologis dan misiologisnya di tengah masyarakat majemuk. Di sini PGI menekankan pentingnya gereja-gereja menerjemahkan kabar sukacita dan membawa transformasi dalam kehidupan masyarakat

Terkait beberapa catatan dari delegasi PUTS mengenai kerjasama antaragama dan politik identitas yang mengambil bentuk dalam perda-perda berbasis agama, Sekum PGI, Pdt. Gomar Gultom, menjelaskan bahwa umat beragama di Indonesia sesungguhnya memiliki kearifan, yang juga bersumber dari nilai-nilai lokal di Indonesia , dalam mengelola kemajemukan. Namun, berbagai kepentingan politk dan infiltrasi ideologi yang fundamentalistik membawa dampak pada masyarakat. Ini terlihat dalam banyaknya perda berbasis agama di sejumlah daerah, termasuk potret politik yang ada di Aceh saat ini.

Presbyterian University and Theological Seminary merupakan lembaga pendidikan yang berada di bawah The Presbyterian Church of Korea (PCK). Sebuah gereja di Korea Selatan yang sudah berusia ratusan tahun dan berusaha menempatkan dirinya sebagai gereja yang misioner dengan tekanan pada “Life Saving Movement for a Decade” dalam rangka kesatuan, perdamaian dan hak-hak dasar manusia.

 

Pewarta: Beril Huliselan

COPYRIGHT © PGI 2019

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*