Memunculkan Agen-agen Muda Perdamaian yang Militan

KALSEL,PGI.OR.ID-Indonesia adalah negara besar, kaya budaya, kaya bahasa, banyak suku, ras dan agama di dalamnya. Mahligai hidup berdampingan di setiap sendi kehidupan masyarakatnya. Indonesia dibangun dengan berasaskan Pancasila dan UUD 1945. Dalam keragaman tersebut, Indonesia dituntut untuk dapat hidup dalam semangat kebhinekaan, namun dalam kenyataan praktik hidup sering terjadi pergesekan yang memicu munculnya diskriminasi yang mengancam kerukunan hidup masyarakat Indonesia.

Dewasa ini masyarakat dihadapkan pada berbagi isu-isu agama yang disinyalir terkandung di dalamnya kepentingan-kepentingan politik terselubung, dimana agama digunakan sebagai senjata untuk menjatuhkan lawan politiknya. Situasi ini semakin parah dengan maraknya ujaran kebencian yang terus digemakan oleh sejumlah pihak yang tidak bertanggungjawab di dalam media sosial, berita bohong yang tidak dapat dibuktikan secara empiris. Media sosial yang sejatinya menjadi saluran komunikasi dan informasi yang edukatif, inovatif bagi masyarakat, tetapi banyak digunakan untuk menyebarkan berita bohong (hoax) yang membuat masyarakat semakin resah dan terkotak-kotak, seperti ada sekat-sekat dalam kehidupannya, sehingga memunculkan kondisi yang cenderung intoleran.

Dialog dalam suasana serius tapi santai

Dalam kerangka persoalan tersebut, Gereja-gereja Mitra Protenstant Kerk en Netherlands (PKN) – PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) bersama pemuda pemudi lintas iman melaksanakan seminar dan lokakarya yang dibungkus dalam tajuk Pemuda Sebagai Provokator Perdamaian, di Kantor Sinode Gereja Kristen Evangelis (GKE), Kalimantan Selatan, pada 3-6/10/2017.

Melalui kegiatan ini diharapkan muncul agen-agen muda perdamaian yang militan yang siap memperjuangkan perdamaian di bumi nusantara dan dunia. Sehingga harapan selanjutnya yang menjadi cita-cita bersama dapat diwujudkan, diantaranya adalah seluruh masyarakat Indonesia kembali memiliki semangat hidup yang berfalsafah Pancasila dan ber-Bhinneka Tunggal Ika, faham akan realitas kemajemukan dan bersedia menangkal radikalisme yang semakin marak, cerdas dan bijaksana dalam menggunakan media sosial untuk hal yang bermanfaat bagi sesama terlebih untuk perdamaian Indonesia dan dunia, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia Damai

Para pemuda dan pemudi lintas iman yang tergabung dalam kegiatan ini berkomitmen untuk pertama, mewujudnyatakan kasih kepada sesama sebagaimana Tuhan yang Maha Esa yang kasihNya nyata bagi semua makhluk. Kedua, mengumandangkan kembali Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 sebagai dasar dan pemersatu bangsa. Ketiga, mewujudnyatakan kepekaan dan kepedulian kepada sesama melalui perjuangan perdamaian Indonesia. Keempat, menjunjung tinggi kedamaian dan keadilan di Indonesia sebagai cita – cita bersama.

Kegiatan semiloka ini, terealisasi berkat kerjasama Gereja-gereja Mitra PKN – PGI dan GPIB serta didukung oleh pemuda pemudi lintas iman, mulai dari GKST, GMIH, BNKP,  GKJW, GKP, GKI,     GPIL, GKI Sumut, GPIB, GPIG, Gereja Toraja, GMIM, GKSS,  PW GP Ansor Jawa Timur, Gusdurian Sidoarjo, PC GP Ansor kep. Nias 1,PC HIKMAHBUDHI Tangerang selatan, MATAKIN (KBMK) DKI Jakarta, BKPRMI Sulut, HINDU KAHARINGAN.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*