Gereja-Gereja Hadirkan Sukacita dan Damai Sejahtera di 2019

Ibadah Syukur Awal Tahun 2019 PGI

JAKARTA,PGI.OR.ID-Tahun 2018 Indonesia digonjang-ganjing dengan berbagai persoalan, semisal maraknya berita hoax di media sosial, tindakan provokatif jelang Pilkada dan Pilpres, konflik di sejumlah daerah, bencana alam, hingga tingginya praktik korupsi. Memasuki tahun 2019, kiranya berbagai persoalan tersebut tidak terulang kembali, agar tidak menggerus rasa damai sejahtera rakyat Indonesia.

Pdt. Elkarya Telaumbanua saat menyampaikan kotbah

Demikian kotbah Pdt. Elkarya Telaumbanua pada acara Ibadah Syukur Awal Tahun 2019 PGI di Grha Oikoumene, Jl. Salemba Raya No.10, Jakarta Pusat, Senin (7/1).

“Peristiwa-peristiwa ini seakan sudah biasa sehingga kita menjadi mati rasa. Orang sudah terbiasa dengan bencana dan kemudian menganggapnya sebagai hal yang biasa. Seberapa besar kita atau gereja-gereja, tersentuh dengan orang-orong yang menderita di tenda-tenda pengungsian, tertindas dan terpinggirkan, yang sebenarnya mereka sedang menantikan Allah yang berjumpa manusia? Inilah yang terjadi di tengah-tengah kita dan membuat sepertinya agak sulit menikmati yang namanya damai sejahtera,” jelasnya.

Ketua PGIW Banten ini menambahkan, kahadiran Allah yang menjumpai manusia dalam peristiwa Natal adalah perjumpaan yang menghadirkan sukacita dan damai sejahtera. Oleh sebab itu, peristiwa Natal semestinya tidak berhenti sebagi sebuah ritual tahunan semata. Tetapi terus berlanjut dalam kehidupan kita untuk menghadirkan sukacita dan damai sejahtera.

Sebab itu, dia mengajak kita untuk tetap konsisiten melihat dan memperlihatkan wajah Allah yang berisi ekspresi damai sejahtera yang membawa sukacita disepanjang 2019 ini.

MPH-PGI, pimpinan sinode gereja, pensiunan, dan perwakilan pemerintah di acara Ibadah Syukur Awal Tahun 2019 PGI

Usai ibadah, Ketua PGI Pdt. Dr. Bambang Hermanto Widjaja, dalam sambutan singkatnya mengungkapkan, PGI tetap fokus kepada 4 hal yang masih relevan di tahun 2019, yaitu kemiskinan, ketidakadilan, radikalisme, dan kerusakan lingkungan. Dia juga mengajak gereja-gereja anggota PGI untuk tetap menjadi garam dan terang di tengah-tengah bangsa ini.

Sebelumnya, mewakili sinode gereja anggota PGI, Ketua Umum Sinode Gereja Kristen Oikoumene (GKO), Pdt. Herry La Elu menyampaikan rasa syukur karena sejumlah program di 2018 dapat dilaksanakan bersama-sama oleh gereja-gereja anggota PGI, dan memberi hasil yang baik tidak hanya bagi gereja, tetapi juga bangsa Indonesia.

“Kami percaya di tahun 2019 ini kita akan terus bekerja bersama-sama dan oleh karena itu kami berharap kita dapat menghadirkan damai sejahtera di dunia ini. Itu harapan kami sebagai gereja-gereja anggota PGI,” ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Thomas Pentury, M. Si, dalam sambutannya juga mengajak gereja-gereja untuk tetap menjalin kerjasama dengan seluruh elemen masyarakat untuk menjawab segala tantangan di tahun 2019 ini. Sehingga gereja-gereja dapat menjadi garam dan terang. Hal senada juga disampaikan Saut Situmorang, Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selain MPH-PGI, dan staf Sektum PGI, Ibadah Syukur Awal Tahun 2019 PGI juga dihadiri oleh para pensiunan, pimpinan sinode gereja, lembaga mitra, dan staf kedutaan. Pada kesempatan itu juga ditayangkan ensiklopedi PGI yang berisi berbagai kegiatan serta pernyataan sikap terkait sejumlah persoalan yang terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2018.

 

Pewarta: Markus Saragih

COPYRIGHT © PGI 2019

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*