Your search: Gereja Masehi Injili Di Bolaang Mongondow (GMIBM)
>
Search terms
Search tips!

Wildcards can be used:

  • ? (question mark) replaces a letter
  • * (asterisk) replaces a number of letters
  • By putting a $ (dollar sign) in front of a search term, you look for words that are similar.
 
 
Gereja Masehi Injili Di Bolaang Mongondow (GMIBM)
Website:
Alamat pos:

Kantor Pusat Sinode GMIBM
Jl. A. Yani No.720, Kelurahan Kotamobagu, Kecamatan Kotamobagu, Kota Kotamobagu, 95711
tel: (021) 34830224
fax: (021) 34830224
e-mail: gmibm@telkom.net; sinodegmibm@gmail.com
Peta lokasi

Provinsi:
Sulawesi Utara
Jumlah anggota:
123.366 jiwa
Tanggal berdiri:
28 Juni 1950
Bergabung PGI:
25 Mei 1950
Sejarah berdiri:
GMIMB adalah salah satu gereja beraliran Protestan di Indonesia yang bermula di daerah Bolaang Mongondo, Provinsi Sulawesi Utara. Gereja ini merupakan salah satu anggota Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia sejak 20 Mei 1950. Penginjilan di daerah Bolaang Mongondow dilakukan para Zending yang datang dari Eropa sejak tahun 1904 dibantu dua orang pribumi yaitu Tumewu di Mariri, dan Th. Pangkei di Poopo. Tanggal 28 Juni 1950 terbentuklah Sinode GMIBM dengan Ketua Sinode yang pertama Pdt. P.M. Kolopita. Sebelumnya di abad ke-18 sudah terdapat ratusan orang Kristen di daerah pesisir Bolaang Mongondow. Tetapi daerah ini pun tidak mendapat perhatian yang cukup dari pihak VOC. Hingga di abad ke-19, Islam masuk dan Raja pun memeluk agama Islam. Tenaga NZG di Minahasa mengunjungi kelompok-kelompok perantau dari Minahasa yang terdapat di situ. Tetapi ketika NZG hendak mengutus seorang tenaga tetap, pemerintah Belanda melarangnya dengan alasan tidak bisa menjamin keselamatan utusan itu. Tahun 1904 Raja Cornelis Manoppo, seorang Islam, telah berbuat banyak membangun kehidupan rakyat, meminta Zending agar membuka sekolah-sekolah di daerahnya. NZG mengutus beberapa orang diantaranya ada yang membuka sekolah HIS di Kotamobagu.
Sejarah berdiri 2:
Di samping memperhatikan pendidikan, zending menekankan pemeliharaan terhadap orang Minahasa dan Sangir yang telah merantau ke daerah itu. Pekerjaan di kalangan orang asli yang beragama Islam tidak dilakukan secara langsung dan intensif. Pun para guru dan penghantar jemaat kebanyakan berasal dari Minahasa. Di antara mereka terdapat guru J. Pandegitor (guru sejak 1906, 1930 ditahbiskan menjadi pendeta pribumi) yang menjadi tokoh pemimpin waktu Perang Dunia. Namun ada pula sebagian orang asli Bolaang Mongondow yang masuk Kristen. Tahun 1970 mereka ini 20 persen dari jumlah anggota yang ketika itu meliputi 30.000 jiwa lebih (15-20 persen penduduk). Tahun 1997 anggota berjumlah 85.000 orang Kemandirian gereja barulah mendapat perhatian pada tahun 1938 dengan kedatangan seorang zendeling dari Sangir, yang secara khusus didatangkan untuk itu (J. Langeveld). Ia mengadakan rapat para penghantar jemaat (permulaan 1939), kemudian kumpulan wakil-wakil jemaat (Desember 1939). Dalam rapat itu ditetapkan organisasi gereja yang bersifat sementara. Peresmian gereja mandiri (secara formal) berlangsung sesudah perang, yaitu pada tahun 1950. Sama seperti gereja-gereja lainnya di wilayah Sulutteng, Gereja Masehi Injili Bolaang Mongondow ini banyak menderita akibat pergolakan PERMESTA. Kini ZGMIBM memiliki 183 jemaat, 143 pendeta, dan 126.326 anggota jemaat.
 
 
 
MAIS-(M)DWS is een product van DE REE archiefsystemen BV
meer informatie over MAIS-(M)DWS