Dibutuhkan Arah Bersama untuk Memperkuat Kesatuan dan Peran Gereja di Tengah Masyarakat

Diskusi persiapan Konferensi Gereja dan Masyarakat (KGM) PGI di Grha Oikoumene, Jakarta

JAKARTA,PGI.OR.ID – Sejumlah isu yang menjadi tantangan gereja-gereja di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir serta arah bersama 5 tahun ke depan mewarnai percakapan yang berlangsung dalam rangka persiapan Konferensi Gereja dan Masyarakat (KGM) Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) yang rencananya akan berlangsung pada akhir Maret 2019 di Sulawesi Utara. Percakapan ini dihadiri oleh para peserta yang berasal dari berbagai lembaga dan berlangsung di Grha Oikoumene, Jakarta, pada Jumat (1/2).

Di satu sisi, percakapan ini menekankan perlunya sebuah payung besar yang dapat mengarahkan gereja-gereja dalam rangka kesatuan umat dan perannya di tengah bangsa dan negara. Pada sisi lain, sejumlah isu spesifik dipandang perlu mendapat perhatian gereja-gereja. Isu-isu tersebut seperti masalah ketimpangan di berbagai sektor, jebakan bonus demografi yang sudah di depan mata, intoleransi/radikalisme, Pelanggaran HAM berat, Sumber Daya Alam (SDA) dan persoalan agraria, tantangan penguatan lembaga-lembaga HAM sampai sejumlah isu yang menjadi pergumulan Komnas perempuan. Selain itu, beberapa catatan kritis juga bermunculan terkait peran gereja yang dirasakan masih kurang di tengah tantangan yang dihadapi masyarakat Indonesia, termasuk persoalan-persoalan internal gereja yang dipandang bersinggungan dengan soal-soal politik dan ekonomi di beberapa daerah.

Percakapan ini juga berlangsung di tengah, pertama, pergumulan PGI selama hampir 5 tahun terakhir dalam merespon 4 isu besar, yakni kemiskinan, radikalisme, ekologi dan ketidakadilan. Kedua, sejumlah catatan yang menjadi perhatian PGI ke depan, sebagaimana tergambar dalam sub tema Sidang Raya PGI 2019, yakni “Bersama Seluruh Warga Bangsa, Gereja Memperkokoh NKRI yang Demokratis, Adil dan Sejahtera Bagi Semua Ciptaan Berlandaskan Pancasila dan UUD 1945”.

KGM PGI 2019 diharapkan dapat mengelola semua catatan yang ada dalam rangka memperkuat kehadiran gereja di Indonesia. Ini sejalan dengan posisi KGM itu sendiri, yakni kegiatan 5 tahunan yang dilaksanakan PGI dalam rangka menyuarakan posisi gereja di tengah berbagai isu dan wacana yang berkembang di tingkat nasional, sekaligus menerjemahkannya ke dalam agenda gereja-gereja di Indonesia. Karena itu, KGM juga berfungsi sebagai percakapan pra sidang raya di mana isu-isu strategis digumuli oleh gereja-gereja dan kemudian dibawa ke Sidang Raya PGI yang berlangsung setiap 5 tahun sekali.

 

Pewarta: Beril Huliselan

COPYRIGHT © PGI 2019

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*