DGD Mengutuk Keras Peristiwa Kekerasan yang Terjadi di Paris dan Beirut!

JENEVA,PGI.OR.ID-Komisi Eksekutif Dewan Gereja-gereja se-Dunia (DGD) yang sedang mengadakan Rapatnya sejak Jumat (13/11) di Bossey Ecumenical Institute, dekat Jenewa, Swiss dikagetkan oleh insiden serangan teroris di Beirut dan Paris secara beruntun.

Dalam maklumat yang dikeluarkan Sabtu (14/11), DGD mengutuk keras peristiwa kekerasan yang terjadi di Paris, Jumat (13/11) dan peristiwa serupa di Beirut sehari sebelumnya, Kamis (12/11). Komisi ini, yang beranggotakan pimpinan DGD yang berasal dari gereja-gereja anggota yang tersebar di berbagai negara, mengajak semua pihak untuk saling menopang, menghibur dan menguatkan, serta bersama-sama memberi makna yang dalam atas hidup manusia melampaui tindakan sadis para teroris.

Komisi Eksekutif Dewan Gereja-gereja se-Dunia (DGD) saat rapat.
Komisi Eksekutif Dewan Gereja-gereja se-Dunia (DGD) saat rapat.

Dikemukakan bahwa “Sebagai wakil gereja-gereja di seluruh dunia, kami komisi eksekutif Dewan Gereja-gereja se-Dunia yang saat ini sedang bertemu di Bossey, Swiss, berdoa dan yakin bahwa Allah, pencipta dan sumber kehidupan, akan menghibur dan melindungi mereka yang menjadi korban serangan ini serta semua yang menderita dan dilanda ketakutan.” Selanjutnya, menghadapi tindakan brutal seperti ini, DGD mengajak semua penganut agama dan mereka yang berkehendak baik untuk berdiri bersama bergandengan tangan menyatakan komitmen untuk saling memperdulikan dan menopang serta mencegah agar tidak terjadi lagi tindakan kekerasan seperti ini.

Diyakini bahwa tindakan kekerasan atas nama agama adalah kekerasan terhadap agama itu sendiri. Ditekankan bahwa “Hendaknya peristiwa ini tidak menghilangkan perhatian dan kesediaan kita menerima mereka yang melarikan diri dari tindak kekerasan dan penindasan. Marilah kita lanjutkan perjuangan kita untuk melakukan apa yang kita tahu dituntut Tuhan dari kita, yakni: berlaku adil, mencintai kesetiaan dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allah,” demikian bunyi maklumat DGD.

Maklumat itu menegaskan bahwa gereja-gereja sedunia ikut berbela rasa dan terus mendoakan para korban dari peristiwa-peristiwa ini.

Executive Committee the World Council of Churches (WCC), yang melakukan rapat sejak 13-18 November 2015. Ecumenical Institute in Bossey, Switzerland.
Executive Committee the World Council of Churches (WCC), yang melakukan rapat sejak 13-18 November 2015 di Bossey Ecumenical Institute, Switzerland.

Komisi Eksekutif DGD mengadakan rapatnya dua kali setahun, kali ini berlangsung di Bossey Ecumenical Institute, dekat Jenewa, sejak 13-18 November 2015. Komisi ini menerima laporan Sekretaris Umum, Dr. Olav Fijkse Tveit dan Laporan dari komisi-komisi program dan lembaga-lembaga mitra kerja DGD, serta merancang program kerja dan anggaran DGD 2016. Pdt. Dr. Henriette Hutabarat Lebang dari Gereja Toraja, yang kini menjabat sebagai Ketua Umum PGI, adalah anggota dari Komisi ini serta anggota Komisi Sental DGD periode 2013-2021.