Aku adalah awal dan yang Akhir  (bdk. Wahyu 22:12-13)

Tidak ada produk di keranjang.

Berita PGIUtama

Audiensi Forum Sekjen Cipayung Plus, MPH-PGI: Jaga Nalar Kritis dan Demokratis

JAKARTA,PGI.OR.ID-Forum Sekjen Cipayung Plus, yang terdiri dari berbagai organisasi mahasiswa di Indonesia, melakukan audiensi dengan MPH-PGI dalam rangka mendengarkan pandangan pimpinan lembaga keagamaan terkait kontribusi pemuda dalam menjaga dan merawat kemerdekaan, serta Pemilu 2024, di Grha Oikoumene, Jakarta, pada Senin (30/10/2023).

Mewakili Forum Sekjen Cipayung Plus, ikut dalam audiensi tersebut Artinus Hulu (Sekum GMKI), Ravindra (Sekjen PP HIKMAHBUDHI), Christian AD Rettob (Sekjen PP PMKRI), Muhammad Rafsanjani (Sekjen PB PMII), dan Ahmad J (Sekjen KAMMI).

Pada kesempatan itu, Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom menegaskan, bahwa sejarah membuktikan perjalanan bangsa Indonesia, termasuk gereja, tidak terlepas dari peran generasi muda. Sebab itu, generasi muda punya peran penting hingga saat ini, termasuk di tahun politik.

“Jika kita kilas balik, tidak hanya Sumpah Pemuda, peran pemuda di tahun 1945 tidak bisa dilupakan. Dulu anak muda ikut memanggul senjata untuk memperjuangkan kemerdekaan, tapi sekarang jangan berkecil hati karena reformasi 98 yang membawa perobahan besar bagi negara ini, juga dipelopori oleh para mahasiswa yang adalah generasi muda. Ini harus menjadi modal sosial generasi muda,” tandasnya.

Ketum PGI juga menyinggung soal hilangnya keteladanan saat ini, baik dari para pemimpin, bahkan termasuk pemimpin gereja. Sebab itu, dia berharap agar generasi muda harus tetap memiliki idealisme yang tinggi, serta pemikiran yang lebih jernih.

Sementara itu, Sekretaris Umum PGI Pdt. Jacky Manuputty mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh Forum Sekjen Cipayung Plus untuk melakukan silaturahmi ke PGI serta beberapa lembaga keagamaan lainnya.

Menurutnya, gerakan pemuda dapat melakukan kontrol di tengah tantangan besar yang muncul sekarang ini, seperti medsos yang memiliki distorsi sangat tinggi, adanya Artificial Intelligence (AI), juga oposisi yang kini tidak ada lagi. “Untuk itu pemuda bisa hadir dengan cara-cara yang tidak konvensional, karena ini ciri anak muda. Apalagi dengan adanya bonus demografi, maka kami mendorong para pemuda untuk menjaga nalar kritis, dan demokratis, serta substansial. Sebab itu diharapkan Kelompok Cipayung bisa menjadi role model,” tandas Pdt. Jacky.

Sekjen PP PMKRI Christian AD Rettob mengungkapkan terimakasih atas apa yang disampaikan oleh MPH-PGI, karena menurutnya semakin meningkatkan komitmen generasi muda dalam menjaga dan mengawal demokrasi, terlebih di tahun politik ini, agar tetap berjalan dengan baik.

“Senang bisa hadir di rumah bersama. Kami akan mempertahankan NKRI karena akan ada banyak peristiwa yang akan mempengaruhi stabilitas negara. Komitmen kami akan mengawal dan menjaga sehingga proses demokrasi bisa berjalan dengan baik, dan akan menentang semua isu-isu yang meggerogotinya,” ujar Christian.

Hal senada juga disampaikan Muhammad Rafsanjani. Menurutnya, silaturahim dengan lembaga keagamaan sangat penting melihat maraknya politik identitas, yang akan berdampak buruk bagi situasi kebangsaan ke depan. “Kami punya komitmen bersama agar pertarungan politik itu pertarungan ide, jangan sampai rasa kebangsaan kita terkoyak hanya karena event 5 tahunan,” kata Sekjen PB PMII ini.

Sedangkan Sekum GMKI Artinus Hulu melihat dari pertemuan ini, menjawab 2 hal yang menjadi kekhawatiran mereka, yaitu kaum muda menjadi komoditi politik di tahun politik, dan mencuatnya isu agama. “Kedua hal ini memang harus dibendung. Sebab itu Forum Sekjen Cipayung Plus telah menggelar diskusi Pemuda dan Gagasan Politik Menuju Indonesia Sentris, di Samarinda beberapa waktu lalu,” pungkasnya.

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat lantai 2 ini, juga dihadiri Kabiro Pemuda dan Remaja (PR) PGI Pdt. Rosiana Indah Purnomo, Kabiro Papua PGI Pdt. Ronald Rischard, Staf Bidang Keadilan dan Perdamaian PGI Juandi Gultom, serta Alderianto Faldy dari GMKI.

 

Pewarta: Markus Saragih