|

Zulkifli Hasan: “Waspadai Konflik Jelang Pilkada”

Zulkifli Hasan

JAKARTA,PGI.OR.ID-Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Zulkifli Hasan, mengingatkan seluruh warga Indonesia untuk mewaspadai potensi konflik yang muncul akibat pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan berlangsung pada 15 Februari 2017.

Menurutnya, yang diutamakan dalam Pilkada adalah program dan visi misi para calon, dan bukan hal yang bisa merusak kebhinekaan. “Mestinya Pilkada tidak harus merusak kebhinekaan. Karena dalam kontestasi pemilihan kepala daerah yang diutamakan adalah program, visi dan misi calon kepala daerah, bukan memecah belah persatuan dan kesatuan,” katanya dalam sosialisasi Empat Pilar di Manokwari, Papua Barat, dikutip dari Antara, Selasa (7/2).

Sebelumnya, dalam keterangan tertulis MPR, Zulkifli sempat mengakui ada beberapa daerah yang menunjukkan munculnya gejala disintegrasi menjelang pelaksanaan Pilkada. Untuk itu, dia mengaku prihatin terkait dengan potensi perpecahan yang terjadi menjelang Pilkada ini. “Saya prihatin dengan maraknya Pilkada yang menyeret-nyeret keberagaman. Karena keberagaman merupakan keniscayaan bagi bangsa Indonesia,” katanya.

Zulkifli berpesan agar masyarakat Indonesia menghargai keberagaman dengan saling menghormati satu sama lain.

Sebelumnya pada Rabu (01/1) Zulkifli Hasan menyatakan harapannya agar situasi di DKI Jakarta kembali tenang akur dan damai serta tidak ada lagi perselisihan usai Pilkada serentak. “Kita berharap setelah pemilihan nanti Jakarta kembali bersatu lagi, yang tadinya beda pendapatan bisa saling bergandeng tangan lebih erat, karena kita ini satu keluarga, jangan saling bersaing. Saingan terbesar kita itu adalah luar negeri,” ujarnya.

Masa kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017 berlangsung mulai 28 Oktober 2016 hingga 11 Februari 2017. Sedangkan hari pemilihan akan jatuh pada 15 Februari 2017.

Pilkada DKI 2017 diikuti oleh tiga pasang calon gubernur dan wakil gubernur, yakni Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni nomor urut satu, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat nomor urut dua dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno nomor urut tiga.