|

“Teruskan Pemikiran dan Perjuangan Bagi Si Miskin Tertindas”

Pesan terakhir Adnan Buyung Nasution, tertanggal pada 20 September 2015, "Jagalah LBH/YLBHI Teruskan Pemikiran Perjuangan bagi si Miskin Tertindas".

JAKARTA,PGI.OR.ID – Dimata Jeiry Sumampow, Kepala Humas PGI, Bang Buyung, panggilan akrab Adnan Buyung Nasution, adalah tokoh yang konsisten memperjuangkan rakyat kecil dan tertindas, pejuang HAM yang gigih dan tak kenal takut serta merupakan inspirator gerakan rakyat melawan kesewenang-wenangan penguasa.

Menurutnya, Bang Buyung adalah tokoh panutan generasi muda yg memberi inspirasi terhadap munculnya banyak gerakan perlawanan terhadap praktek ketidakadilan, kekerasan dan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh negara.

Dr. Adnan Buyung Nasution ketika menjelaskan kasus GKI Yasmin Bogor pada pertemuan di YLBHI pada tanggal 16 November 2011. (Foto: GKI Yasmin)

Dr. Adnan Buyung Nasution ketika menjelaskan kasus GKI Yasmin Bogor pada pertemuan di YLBHI pada tanggal 16 November 2011. (Foto: GKI Yasmin)

Jeirry juga menambahkan: “Yang paling berkesan dan inspiratif adalah keberanian dan konsistensinya melawan Pemerintahan Otoriter Soeharto di masa Orde Baru melalui kiprahnya di LBH Jakarta dan YLBHI. Almarhum juga konsisten membela kelompok minoritas yang tertindas dan terbelenggu hak asasinya. Yang ia tunjukkan sampai akhir hayatnya terhadap GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia. Karena itu, wafatnya Bang Buyung merupakan sebuah kehilangan besar bagi bangsa ini, khususnya bagi kelompok minoritas yang selama ini tertindas.”

Adnan Buyung Nasution (81), pengacara senior, meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (23/9/2015) sekitar pukul 10.15 WIB. Kabar tersebut dibenarkan oleh salah satu anaknya, Pia Akbar Nasution.

Adnan diketahui mulai dirawat sejak pekan lalu karena mengalami sakit pada giginya. Pengacara senior kelahiran 20 Juli 1934 itu sudah menderita gagal ginjal sejak Desember 2014 kemudian harus mengalami perawatan lebih lanjut setelah menjalani pencabutan gigi.

Editor: Markus Saragih