|

Seruan Moral Lembaga Keumatan Kristen Menyikapi Dinamika Politik Indonesia

JAKARTA,PGI.OR.ID-Sejumlah lembaga keumatan Kristen seperti PP GMKI, DPP GAMKI, DPP PIKI, DPP PARKINDO, dan PNPS GMKI bersama-sama mengeluarkan seruan moral menyikapi situasi politik Indonesia saat ini.

Dalam seruan moral yang dikeluarkan pada 29 November 2016 ini ditegaskan, pertama, kita sekalian adalah Indonesia. Kita adalah bagian dari satu bangsa besar yang bernama Indonesia. Bangsa yang diperjuangkan dengan darah dan air mata, yang kita rawat keberagaman dan persatuannya melewati sejumlah badai besar sosial dan politik. Kita bangga tetap terus menjadi Indonesia yang bersatu dalam kebhinekaannya dan semestinya tetap demikian dengan restu dan dukungan seluruh komponen bangsa Indonesia. Maka, menghadapi dinamika politik yang terus memanas akhir-akhir ini, kami menyerukan agar kita semua, segenap komponen bangsa, terus ingat bahwa kita Indonesia.

Kedua, berkenaan dengan itu, kepada seluruh umat Kristiani di seluruh Indonesia kami minta agar tetap tenang, tetap terus waspada dan tidak terprovokasi dengan keadaan dan kemudian malah bereaksi tidak produktif. Tetaplah mengerjakan pekerjaan kita sehari-hari dengan tidak tergoda melakukan pekerjaan dan aktifitas yang malah menambahi beban pemerintah dalam mengupayakan ketentraman dan ketertiban bagi hidup berbangsa dan bernegara kita. Kamipun mengajak kita untuk bersikap lebih bijaksana, berhati-hati dan arif dalam menyampaikan informasi agar tidak sebaliknya menyebarkan rasa ketakutan atau menimbulkan reaksi negatif atas informasi yang kurang layak dipublikasikan di media sosial sekalipun.

Ketiga, seluruh elemen lembaga keumatan Kristen secara reguler melakukan pertemuan-pertemuan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Terutama melakukan koordinasi dan pertemuan-pertemuan internal dan juga lintas agama serta lintas organisasi untuk memastikan bahwa komponen utama bangsa ini tetap berkomitmen untuk menjaga Ke-Indonesia-an. Kami berharap kita semua, akan tetap mengutamakan pluralisme, Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45.

Keempat, seluruh lembaga keumatan Kristen menghimbau agar kita semua memberi kepercayaan penuh kepada Pemerintah dibawah Presiden Joko Widodo beserta seluruh Aparat Pemerintahan (TNI, POLRI) untuk bertindak demi dan atas nama Konstitusi dan Hukum yang berlaku. Mari kita memberi dukungan penuh atas semua upaya Bapak Presiden untuk menggunakan kewenangannya dengan tetap taat kepada Pancasila dan UUD 45. Dukungan kita terutama agar Bapak Presiden tidak tunduk kepada tekanan-tekanan dan pemaksaan kehendak yang justru akan mencederai prinsip penegakkan hukum. Karena hanya dengan cara tersebut maka Indonesia tidak akan terpecah belah dan kita tetap akan terus menepuk dada dengan bangga karena kita Indonesia.

Kelima, mengajak seluruh komponen bangsa untuk kembali mengenang serta mengingat bahwa keIndonesiaan kita kembali dalam ujian berat. Tekanan ekonomi yang masih belum berkurang ditambah dengan gejolak politik yang terus menerus memanas. Memperhatikan masalah-masalah besar tersebut, marilah kita tetap memperjuangkan aspirasi politik masing-masing dalam koridor dan saluran yang semestinya. Marilah kita tetap mengutamakan pendekatan hukum dengan terus merawat Indonesia yang beragam, terus membangun solidaritas sesama anak bangsa. Kami percaya dengan cara inilah kita akan melampaui ujian ini, menjadi Indonesia yang kita banggakan.

Keenam, menyerukan agar kita terus berkoordinasi sehingga memiliki landas informasi yang membuat kita berkarya dan bertindak secara baik dan konstruktif bagi Ke-Indonesia-an kita. Sembari kami mendorong kita semua untuk terus memanjatkan doa bagi bangsa dan negara kita, bagi para pemimpin bangsa agar mengutamakan kepentingan bersama dan terus berkomitmen untuk mensejahterakan rakyat. Karena itupun adalah komitmen dan panggilan kita.