|

PP GMKI: “Tidak Tepat Menggunakan Simbol Perjuangan Rakyat Palestina”

Bendera Palestina di depan Pengadilan Jakarta Utara dalam persidangan Basuki Tjahaja Purnama atas dugaan penistaan agama

JAKARTA,PGI.OR.ID-Beberapa waktu lalu, Pemerintah Palestina melalui Kedubes Palestina untuk Indonesia menyesalkan dan memprotes pengibaran bendera nasionalnya dalam sejumlah aksi unjuk rasa yang tidak damai (non peaceful rallies) di Indonesia.

Dalam pernyataan resminya, Kedubes Palestina menyatakan, perilaku itu tidak bisa diterima dan tidak bisa dianggap sebagai tanda dukungan atau solidaritas terhadap Palestina. Para sahabat yang mendukung kemerdekaan Palestina harus jeli untuk menjaga stabilitas dan kedamaian di negeri mereka sendiri jika benar-benar tulus untuk mendukung perdamaian di Palestina. Pernyataan ini penting untuk disampaikan karena menurut Kedubes Palestina, bendera nasional Palestina adalah lambang kemerdekaan, kebudayaan, keagamaan, dan perjuangan merebut hak-hak rakyat Palestina sebagai manusia merdeka.

Menurut Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI), protes resmi dari Kedubes Palestina memberikan kita dua sinyal. Pertama, bahwa persoalan yang saat ini sedang dialami rakyat Palestina adalah isu kemanusiaan yang harus diperjuangkan di atas batas-batas klaim politik. Kedua, adalah tidak tepat menggunakan simbol perjuangan rakyat Palestina demi agenda sendiri yang tidak berkaitan dengan kepentingan rakyat Palestina.

GMKI tetap konsisten meminta peran aktif Pemerintah Indonesia dalam mendukung dijalankannya Resolusi Dewan Keamanan PBB yang dikeluarkan oleh 15 negara anggota terkait dengan Penghentian Perluasan Pemukiman Israel. Semua negara anggota DK PBB termasuk Amerika Serikat yang baru saja dipimpin oleh Presiden Donald Trump harus konsisten menjalankan resolusi ini dan tidak membuat pernyataan dan kebijakan lain yang bertentangan dan membingungkan.

Konflik Israel-Palestina harus diselesaikan dengan cara damai sehingga tidak mengakibatkan adanya korban jiwa dari rakyat Palestina dan Israel yang tidak berdosa. Konflik Israel-Palestina harus diposisikan sebagai persoalan bersama yang tidak dikaitkan dengan kepentingan politik negara dan organisasi apapun.