|

PGI Surati Kapolri Terkait Penembakan di Timika

Dua Jenasah korban penembakan oknum anggota TNI, Imanuel Mairimau dan Yulianus Okoare akhirnya dimakam di Pemakaman Umum Satuan Pemukiman (SP) 1, Kampung Kamoro Jaya, Timika, Minggu (30/8/2015) sore.

JAKARTA,PGI.OR.ID-Terkait kasus penembakan terhadap masyarakat sipil di Kabupaten Timika, Papua oleh anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada Jumat (28/8) lalu, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) melayangkan surat kepada Kepala Kepolisian RI Badrodin Haiti.

Sebagaimana diketahui, akibat insiden tersebut dua orang masyarakat sipil atas nama Yulianus Okoare (18) meninggal di tempat setelah tertembak di perut tembus ke punggung dan Imanuel Marimau (23) yang tertembak di bawah telinga, akhirnya meninggal dunia setelah sempat dirawat di Instalasi Gawat Darurat RSU Mimika.

Dalam surat tertanggal 3 September 2015 itu PGI menegaskan, insiden dan kejadian seperti ini menjadi lazim dengan sendirinya menambah daftar panjang korban jiwa masyarakat sipil yang jatuh sia-sia. Kondisi ini jika terus terjadi akan menambah rasa frustasi masyarakat, sehingga upaya-upaya perdamaian dan pemulihan Papua yang sedang diupayakan terus menemui kendala di mana-mana.

“Kekerasan seolah-olah menjadi cara yang paling tepat dalam menyelesaikan masalah yang bisa dikatakan sepele sekalipun. Bandingkan saja kasus penyerangan antar dua kelompok masyarakat sipil di kota Sorong, 28 Agustus 2015 lalu. Ini jelas-jelas menjauhkan kita dari harapan adanya solusi pembangunan masyarakat Papua dengan semboyan Papua Tanah Damai,” demikian surat yang ditandatangani oleh Pendeta Gomar Gultom, MTh, Sekretaris Umum PGI ini.

PGI berpendapat kasus-kasus tindak kekersan, baik yang dilakukan oleh masyarakat sipil maupun anggota militer, harus ditangani secara tuntas. Sangat diperlukan semacam sistim peringatan dini atau deteksi dini terhadap gejala-gejala tindak kekerasan yang mungkin terjadi, sambil terus melakukan pendekatan persuasif sesuai prosedur sebagaimaa mestinya.

“Di sisi lain, kami memohon Kapolri menindak tegas semua pelaku kekerasan, baik sipil maupun militer dengan memutus mata rantai impunitas,” demikian surat tersebut.

PGI menghargai semua upaya aparat Kepolisian Republik Indonesia untuk terus menjaga dan memelihara perdamaian di Tanah Papua dengan menampilkan profil Kepolisian sebagai pelayan masyarakat, dan sambil berharap dengan koordinasi intensif, ke depan kita dapat melihat wajah Papua yang lebih maju dan berperadaban.

Editor: Jeirry Sumampouw