|

Perayaan Natal dan Tahun Baru Jejaring Pemuda Kristen se-Indonesia

Pimpinan lembaga, gereja, dan tokoh pemuda hadir dalam Perayaan Natal dan Tahun Baru Jejaring Pemuda Kristen se-Indonesia

JAKARTA,PGI.OR.ID-Sekitar 1500 pemuda lintas lembaga dan gereja bersama-sama menggelar Perayaan Natal dan Tahun Baru Jejaring Pemuda Kristen se-Indonesia di GBI Mawar Saron, Jakarta, Senin (30/1). Acara tersebut digagas oleh pemuda GBI, GPIB, HKBP, GKPA, GKPS, GKI, STT Jakarta, STT Setia, UKI, GEMPAR, PERKANTAS, GMKI, FORGENI, dan lainnya. Acara berlangsung meriah.

Hadir dalam acara ini Kuasa Usaha Kedubes Palestina Taher Ibrahim Hamad, Pdt. Jacob Nahuway, Pdt. Martin Sinaga, Pdt. Suar Budaya, Pdt. Yohannes Nahuway, Anggota DPR RI Maruarar Sirait, Anggota DPD RI Mamberob Rumakiek, Kemenpora RI, Sekjend PP GP Ansor, Ketua Umum DPA GBI, Ketua Umum GEMPAR, dan berbagai pimpinan lembaga lainnya.

Ketua Umum PP GMKI yang sekaligus ketua panitia acara, Sahat Martin Philip Sinurat dalam sambutannya menegaskan, pemuda Kristen jangan mudah diprovokasi dan kemudian menjadi saling membenci dengan sesama pemuda dari agama lain. Sebagai pemuda Indonesia, kita jangan mau dipecah-belah. Justru seharusnya kita dapat memberikan contoh kepada masyarakat, bahwa pemuda Indonesia selalu bersatu walau berbeda suku, agama, dan daerah.

Dia menambahkan, perayaan yang dilaksanakan oleh berbagai lembaga pemuda dan gereja ini, menunjukkan bahwa pemuda harus selalu menjaga keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila.

Turut menyampaikan sambutan, Taher Hamad. Dalam pesan perdamaiannya, Taher menyatakan di negara Palestina, warga negara yang beragama Kristen, bahkan Yahudi dapat hidup damai dan berdampingan. “Saya mewakili pemerintah Palestina mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada rakyat dan pemerintah Indonesia yang sudah banyak membantu kami. Namun selain menghadirkan perdamaian di Palestina, rakyat Indonesia harus juga berusaha menjaga persatuan di negaranya sendiri, yakni dengan tidak melakukan hal-hal yang dapat menimbulkan konflik di tengah masyarakat,” jelas Tehar.

Sementara itu, Sekjend Pimpinan Pusat GP Ansor, Adung Abdurrahman dalam sambutannya menyampaikan setiap pemuda memiliki tugas menjaga kebhinekaan, hal yang menjadi perjuangan GP Ansor selama ini.

Sedangkan Muarar Sirait dalam sambutannya menegaskan, tidak ada mayoritas dan minoritas di Indonesia. Orang yang tinggal di Jawa wajib menjaga dan melindungi orang dari daerah lain yang tinggal di daerahnya, dan sebaliknya. Orang yang tinggal di Sumatera ataupun Papua juga melakukan hal yang sama.

Mamberob Rumakiek, Anggota DPD RI dari Papua Barat yang baru saja dilantik melalui proses pergantian antar waktu, dalam sambutannya menegaskan, sebagai generasi muda Indonesia, kita harus selalu menjunjung tinggi Pancasila sebagai pemersatu kita.

Diakhir kegiatan para pemuda membacakan komitmen kebangsaan yang isinya merupakan komitmen pemuda sebagai generasi masa depan bangsa untuk membangun peradaban Indonesia menjadi masyarakat yang berdaya saing, adil, makmur, dan sejahtera.