|

Peningkatan Kerja Sama diantara Program LWF Mauritania dan Gereja di Senegal

Mari Oumar

MAROKO,PGI.OR.ID-Konferensi Iklim PBB ke-22 sedang berlangsung di Marrakeh, Maroko, yang digambarkan sebagai “COP of Action. ” Sebagai kesepakatan para peserta, untuk menetapkan bentuk kerjasama ke depan dan untuk menentukan implementasi dari Perjanjian Paris COP 21, Lutheran World Federation (LWF) menawarkan diskusi meja bundar dalam “Faith based organizations implementing climate projects,” . Selama diskusi para nara sumber membahas tindakan nyata untuk mengurangi perubahan iklim.

Moderator panel Elena Cedillo Vargas dari program LWF Amerika Tengah, berbagi mengenai asurunsi mikro yang ditawarkan kepada petani, pelatihan anak muda, dan mendapatkan pengalaman dari kolabroasi kepada negara dan bukan negara di El Salvador.

Mari Oumar Sall dari program negara di Mauritania adalah seorang muslim pertama yang bergabung dengan delegasi LWF. Ia mengambarkan bagaimana LWF memerangi proses penggundulan dengan membantu menanam pohon untuk “Green Belt” (yang dikenal sebagai “Greet Green Wall of Africa”). Proram ini juga bekerja dengan proyek adaptasi pertanian dengan pengungsi Mali yang mencari perlindungan di negara ini. Dan berkolaborasi dengan gereja anggota LWF di negara tetangga Senegal mengenai masalah iklim.

“Saya begitu bahagia berada di sini bersama dengan pendeta, imam, pimpinan masjid, pemimpin muda, dan perwakilan lainnya,” ucapnya, selama seminggu dari 7-18 November sesi COP, selama itu LWF begabung bersama dengan ACT Alliance dan Dewan Gereja Dunia dan organisasi keagamaan lainnya dalam mengadvokasi orang-orang yang paling rentan terkena perubahan iklim.  “Saya benar-bener tersentuh dengan momen ini,” tambahnya.

“Hal pertama yang saya ingin lalukan ketika pulang ke rumah di Mauritania adalah kembali bersatu dan menyatukan kaum muda muslim di negara saya untuk bertarung melawan perubahan iklim,” katanya.

Tetapi ketertarikan Sall tidak hanya dalam bekerja dengan kawan-kawan muslim, sebagai penanggungjawab program LWF di Mauritania yang telah hadir sejak 1974, sudah bermitra dengan jemaat lokal di negara tetangga Senegal. Pascal Gama, 31, Sekjen Gereja Luther Senegal berbicara mengenai kemitraan ini.

“Di Senegal kami berpengalaman dengan kekeringan dan kami mencoba untuk meraih bersama dengan negara tetangga dan mitra dengan Mauritania, jadi mereka dapat membatu kami dengan keahlian mereka,” Ucap Kami. “Kami telah mempersiapkan kerja sama resmi antara dua negara dan program kami dalam bulan-bulan ke depan.”

Melanjutkan Kerja Sama lintas keyakinan

Peserta Mark Bryant dari Eco Islam, sebuah organisasi lingkungan berbasis Islam Inggris, menawarkan dukungan lebih lanjut kerja sama lintas keyakinan. “Ini merupakan hal penting bagi saya untuk melihat pekerjaan baik yang telah kamu lakukan,” ucap Bryant.  Mencatat bahwa ”terkadang hal itu mengisolasi” untuk bekerja mengenai masalah keadalian iklim dalam konteks agama, kultur, dan politik baik mereka yang skeptis atau konsumsi karena kekhawatiran kompetisi.

Fr Rufino Lim, Seorang Korea yang lahir di keluarga Franciscan tinggal di Roma, memastikan aktifis lingkungan berbasis keyakinan “menuju ilmiah.”

“Untuk saya sebagai seorang yang religius, kita selalu berbicara mengenai ide, sebagian besar ide-ide abstrak,” ucapnya,”Kita perlu melakukan yang baik. Kita mendengarkan tanggisan bumi dan tangisan orang miskin.”

Inspirasinya dari contoh gereja Prostetan membatasi emisi karbon mereka, tambah Lim : “Kita juga harus melakukan kalkulasi yang tepat berapa banyak CO2 yang pancarkan. Kita harus mengetahui mengenai fakta dalam angka –penekanan pada angka-angka- jadi kita harus merubah gaya hidup dalam tindakan sehari-hari.

Dalam kesimpulan yang tepat dalam obrolan ini, Lim memimpin doa berkat penutupan dimana ia menyatakan, “Kita semua para imam. Kita semua manusia. Dan kita percaya dalam kehadiran yang suci dan Yang Maha Kuasa.”

Dia kemudia meminta yang hadir untuk mengangkat tangan mereka untuk memberkati yang lainnya, menawarkan doa dalam bahasa Korea, sebagai seorang muslim dipanggil untuk berdoa di luar di jalan-jalan Marrakesh. (Jonathan Simatupang. Sumber: www.lutheranworld.org/news)

About PGI

Admin Website PGI Staf Komunikasi dan Informasi PGI Contact: Website | More Posts