|

Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN) 2016

Penyalaan lilin sebagai simbol kepedulian dan komitmen terhadap penanggulangan HIV -AIDS

JAKARTA,PGI.OR.ID-Masyarakat dari lintas agama, usia, dan lembaga berkumpul di Tugu Proklamasi, Jakarta, pada Jumat (20/5) untuk mengikuti Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN) 2016. MRAN 2016 mengusung tema Libatkan, Didik, Berdayakan.

MRAN 2016 sebagai momentum untuk peduli kepada mereka yang terinfeksi AIDS dan mendorong semua pihak bersedia untuk terlibat dengan ODHA, menyediakan sumberdaya yang berdayaguna dan berhasilguna, serta akses yang setara dan berkualitas pada kesehatan dan kehidupan sosial bagi ODHA. Dengan keterlibatan bersama maka mewujudkan kehidupan bersama yang lebih baik menjadi mungkin.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program kampanye bahaya Aids di Indonesia ini, diawali renungan dari pemuka agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu. Dilanjutkan penyalaan lilin sebagai simbol dari komitmen bersama untuk turut menanggulangi HIV dan AIDS.

Dalam renungannya para pemuka agama menegaskan, di masyarakat orang yang terkena HIV adalah kelompok yang termaginalkan. Oleh karena itu, kita sebagai kelompok agama merangkul mereka, dan memberikan semangat bahwa mereka masih memiliki harapan hidup. ODHA wajib kita libatkan, didik dan diberdayakan sehingga dapat berproduktif dalam kehidupan bersama.

Kita juga diajak untuk menunjukkan kepedulian dengan kasih yang menumbuhkan kepercayaan diri. Sebab ODHA adalah manusia seutuhnya yg sama setara dan sederajat dengan kita, sehingga tidak boleh dimarjinalkan.