|

Kontras: Terjadi 216 Penembakan oleh Polisi Sepanjang 2017

Peneliti Kontras Ananto Setiawan dan Wakil Koordinator Kontras Puri Kencana Putri dalam jumpa pers evaluasi kinerja kepolisian, di Kantor Kontras, Jakarta, Rabu (9/8).

JAKARTA,PGI.OR.ID-Menurut catatan Koordinator untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), hingga Agustus 2017 tercatat sudah ada 216 kali peristiwa penembakan. Sementara secara keseluruhan dalam empat tahun terakhir sudah terjadi 1.276 peristiwa penembakan yang dilakukan oleh kepolisian. Pada 2014 terjadi 505 peristiwa penembakan. Angka berkurang signifikan pada 2015, yakni 150 peristiwa. Namun, angka penembakan kembali naik pada 2016 menjadi 405 peristiwa.

 Situasi ini sangat disesalkan Kontras. “Tindak penembakan ini harusnya diambil oleh polisi sebagai langkah terakhir untuk mengontrol keadaan atau situasi,” ujar peneliti Kontras, Ananto Setiawan, dalam jumpa pers evaluasi kinerja Polri, di Kantor Kontras, Jakarta, Rabu (9/8).

 Namun, lanjut Ananto, dalam berbagai peristiwa, mereka lebih mengedepankan kultur kekerasan dengan cara menembak dan sebagainya. “Kami juga menyesalkan tidak adanya mekanisme akuntabilitas. Ketika mereka menembak, Yasudah, korban dianggap bersalah, dan hal tersebut dianggap lumrah,” ucap Ananto.

 Sementara itu, Wakil Koordinator Kontras Puri Kencana Putri mengatakan, retorika yang dibangun di media saat ini, tembak di tempat hanya berlaku pada kasus yang berkaitan dengan narkotika.

Namun menurut dia, pada kenyataannya kasus penembakan di tempat terjadi dalam berbagai kasus mulai dari terorisme hingga separatisme.

 “Misalnya penembakan oleh Brimob kepada Warga di Deiyai, Papua, kemarin, ukurannya apa harus diapakai senjata api?” tandasnya.