MPH-PGI Terima Kunjungan Pimpinan Sinode GPKB di Grha Oikoumene
admin
24 Apr 2026 12:56
JAKARTA,PGI.OR.ID-Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (MPH-PGI) menerima kunjungan pucuk pimpinan Sinode Gereja Punguan Kristen Batak (GPKB) di Grha Oikoumene, Jakarta, pada Kamis (23/4/2026).
Pada kesempatan itu, Ephorus GPKB Pdt. Marihot Siahaan, yang juga didampingi Sekjen GPKB Pdt. Frans Ongirwalu Sitohang, serta beberapa pengurus lainnya, melaporkan pelaksanaan Sinode Am GPKB di Hotel Pardede Internasional, Medan pada 10-12 Maret 2026, berjalan dengan lancar dan baik. Selain itu, memperkenalkan Pimpinan Pusat GPKB 2026-2031 yang terpilih pada Sinode Am 2026.

Dia pun meminta dukungan dari MPH PGI dalam meningkatkan pelayanan ke dalam dan ke luar (oikumenis) termasuk menyelesaikan masalah internal GPKB yang masih ada, dan menyampaikan komitmet GPKB untuk ikut serta dalam arak-arakan oikumenis nasional dan internasional.
Sedangkan Pdt. Frans Ongirwalu Sitohang menyampaikan bahwa sidang sinode telah mengeluarkan surat guna mendukung perdamaian GPKB ke depan. “Bersyukur jemaat masih mencintai dan setia untuk terus berjemaat di GPKB. Walaupun dalam perjalanan pada 2020 proses perdamaian sudah pernah dilakukan namun sempat terjadi konflik kembali, dan kini sudah terjadi perdamaian,” ungkapnya.

Merespon apa yang telah disampaikan oleh pimpinan Sinode GPKB, Ketua Umum PGI, Pdt. Jacklevyn Fritz Manuputty memberi apresiasi karena GPKB telah menyelesaikan konflik internal. Hal ini sejalan dengan visi-misi PGI yang mendukung gereja yang esa dalam gerakan oikoumene.
Menurutnya, dalam kurun waktu 2 tahun menuju 100 tahun GPKB, diperlukan kesediaan dan keterbukaan, tidak ada klaim untuk berpisah tetapi mencoba untuk selalu berdamai. “Perlu membuat peta perjalanannya, melihat isu-isu yang sudah sejalan, memperkecil isu-isu yang berbeda, membutuhkan usaha untuk melengkapi apa saja yang masih kurang, PGI akan mendukung setiap langkah penyelesaian perdamaian yang dilakukan oleh semua pihak. Apabila gereja mampu menyelesaikan konflik internal maka ini bisa menjadi role model yang baik,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Sekum PGI, Pdt. Darwin Darmawan. Dia mengingatkan agar amanat dari persidangan yang mengupayakan agenda perdamaian dalam kurun waktu 2 tahun ke depan terlebih khusus dalam agenda besar menuju 100 tahun GPKB, harus dilaksanakan. “Ada satu pelajaran yang bisa kita ambil yaitu tidak ada kebenaran mutlak dalam diri kita. Kedua, bagaimana kita akan berproses bersama, PGI akan membantu memfasilitasi pendampingan konflik. Gereja perlu menghidupi hal-hal spiritual agar bisa menjadi berkat dan inspirasi bagi seluruh umat,” ujarnya.
Sementara itu, Wasekum PGI, Pdt. Lenta Enni Simbolon menegaskan bahwa Grha Oikoumene sangat terbuka menjadi ruang mediasi, dan berharap agar GPKB dapat menjalankan komitmen perdamaian yang sudah disepakati bersama sejak sidang sinode di Medan. (MS)
Berikan Komentar
Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *
Berita & Peristiwa
MPH-PGI Terima Kunjungan Pimpinan Sinode GPKB di Grha Oikoumene
JAKARTA,PGI.OR.ID-Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (MPH-PGI) menerima kunjungan p...
Seminar Paskah Nasional V: Sekum PGI Tegaskan Peran Gereja di Tengah K...
PALU, PGI.OR.ID — Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Dr. Darwin Darmawan, M...
“Masiurupan” Pemuda HKBP Berikan Bantuan bagi Keluarga Terdampak B...
SUMUT,PGI.OR.ID-Pengakuan Iman HKBP mengajarkan bahwa manusia dipanggil untuk merawat ciptaan Allah dan memper...

