“Masiurupan” Pemuda HKBP Berikan Bantuan bagi Keluarga Terdampak Bencana
admin
24 Apr 2026 09:49
SUMUT,PGI.OR.ID-Pengakuan Iman HKBP mengajarkan bahwa manusia dipanggil untuk merawat ciptaan Allah dan memperjuangkan keadilan dalam masyarakat. Dalam Pasal 5 dijelaskan bahwa manusia harus melindungi lingkungan dan menghindari tindakan yang merusak seperti membakar hutan, menebang pohon tanpa kendali, serta mencemari air dan udara. Pasal 13 menyatakan bahwa pemerintah menerima otoritasnya dari Allah dan harus melindungi warga, menegakkan keadilan, serta memastikan bahwa pembangunan membawa manfaat bagi semua orang.
Kerusakan lingkungan sering terjadi, terutama di wilayah tempat masyarakat adat tinggal. Situasi di Tapanuli adalah salah satu contoh. Perusahaan besar seperti PT Toba Pulp Lestari (TPL) pernah memberikan lapangan pekerjaan dan dukungan sosial, termasuk kepada gereja. Namun, manfaat tersebut tidak sebanding dengan kerusakan ekologis serius yang ditimbulkannya. Bencana alam dan trauma jangka panjang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Keputusan pemerintah untuk mencabut izin PT TPL merupakan langkah penting menuju keadilan ekologis. Namun demikian, gereja harus terus hadir untuk membantu para korban bencana serta mendukung para pekerja yang terdampak.

Dalam sejarah Tanah Batak, masyarakat adat hidup selaras dengan alam dan memanfaatkan sumber daya lokal seperti kemenyan untuk kesejahteraan mereka. Namun kini, kemenyan semakin terbatas di Tanah Batak. Menurut Pengakuan Iman, HKBP akan mendukung pembangunan selama tidak merusak lingkungan (Pasal 3) dan sejalan dengan kebijakan pemerintah yang harus mengedepankan keadilan serta kesejahteraan rakyat.
Kaum muda memiliki peran penting dalam misi ini. Mereka dipanggil untuk memimpin pemberdayaan masyarakat, mendukung pemulihan trauma, memberikan pelatihan, serta bersuara bagi keadilan tanpa terjebak dalam sikap apatis. Salah satu teladan, kegiatan Naposobulung HKBP lewat “Masiurupan” (saling membantu, tolong menolong), merupakan wujud nyata kepedulian dan kasih terhadap mereka yang terdampak bencana alam.
Melalui semangat kebersamaan yang kuat, berhasil dihimpun dana sebesar Rp21.000.000 yang kemudian disalurkan dalam bentuk 500 paket alat tulis untuk anak-anak sekolah minggu serta 55 paket sembako bagi keluarga terdampak di beberapa jemaat di wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah. Inisiatif ini diharapkan dapat membantu meringankan beban serta menjadi perwujudan nyata kasih Allah melalui pelayanan pemuda gereja.

Melalui aksi ini pemuda gereja dipanggil untik tidak terikat pada “kuk” yang menciptakan zona nyaman. Sebaliknya, kaum muda harus berani bersuara. Patahkan setiap kuk! (Pdt. Hasiholan Nababan)
Berikan Komentar
Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *
Berita & Peristiwa
MPH-PGI Terima Kunjungan Pimpinan Sinode GPKB di Grha Oikoumene
JAKARTA,PGI.OR.ID-Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (MPH-PGI) menerima kunjungan p...
Seminar Paskah Nasional V: Sekum PGI Tegaskan Peran Gereja di Tengah K...
PALU, PGI.OR.ID — Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Dr. Darwin Darmawan, M...
“Masiurupan” Pemuda HKBP Berikan Bantuan bagi Keluarga Terdampak B...
SUMUT,PGI.OR.ID-Pengakuan Iman HKBP mengajarkan bahwa manusia dipanggil untuk merawat ciptaan Allah dan memper...

